Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Desiminasi Teknologi, Volume 2, No.

2, Juli 2014

PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PENGEMBANGAN


GEDUNG RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG
BLOK A LANTAI DASAR

Wartini[1], Yasmid [2], Ihsan[3]

Abstrak : Pelaksanaan Pembangunan pengembangan Gedung merupakan sistem


perencanaan, pengawasan serta pengendalian suatu kegiatan konstruksi yang bertujuan
guna mencapai suatu sasaran yang diinginkan, sehingga proses perangkuman kegiatan ini
memerlukan suatu ketelitian. Pelaksanaan pembangunan merupakan salah satu yang dapat
membantu proses perencanaan, pengawasan, serta pengendalian kegiatan Pembangunan
yang dapat meninjau serta merangkum kegiatan Pelaksanaan dari perencanaan hingga
tahapan akhir suatu kegiatan Pembangunan.
Peninjauan ini bertujuan menganalisa Pelaksanaan dan perencanaan Pengembangan gedung
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang guna mengetahui efektivitas penggunaan sumber
daya (manusia,material) dan membandingkan biaya (cost) dan waktu (schedule) pada
dokumen perencanaan dengan hasil analisa secara Pelaksaaangan yang berdasarkan hari
kerja (sesuai jumlah hari kontrak), dan dengan perhitungan jumlah sumber daya berdasarkan
daftar analisa Rencana Anggaran Biaya (RAB). Nilai pekerjaan berdasarkan Analisa dan
Pengolahan data ke dalam Metode Pelaksanaan berdasarkan hari kerja dibandingkan dengan
total biaya existing.

Kata kunci : ketelitian kinerja waktu

Abstract : The Implementation of Building Development Construstion is a planning,


monitoring, and controlling system of a construction activity which aims to achieve a desired
goal, so that the summarizing process of this activity needs a precision. The Implementation
of Development Construstion is one of the ways which can help the planning, monitoring,
and controlling process of the construction activity that can review and summarize the
implementation activity up to the end of the stage of construction activity.
This review aims to analyze the implementation method and the development planning of
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang building in order to find out the effectiveness of
the using of resources (human beings, materials) and to compare the cost and time (schedule)
of the planning document with the analysis result by using the implementation method
which is based on the business days (based on the number of contract days), and based on
the calculation of the number of the resources which is based on the analyzing list of
Budget Plan (BP). The score of the work is based on Analysis and Data Processing into the
implementation which is based on the business days compared with the existing total cost.

Keyword : precision of time performance

I. PENDAHULUAN bidang industri serta terpenuhinya kebutuhan


1.1. Latar Belakang rakyat. Hal ini berarti sebagian besar usaha
Pembangunan di bidang ekonomi pembangunan di bidang lainnya bersifat
dengan sasaran utama untuk mencapai menunjang dan melengkapi. Dalam bidang
keseimbangan antara bidang pertanian dan ekonomi, sasaran yang hendak dicapai adalah

1,2 ) Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Univ. Tridinanti Palembang
3) Alumni Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Univ. Tridinanti Palembang

100
Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar

struktur ekonomi yang seimbang dengan titik melakukan peninjauan langsung


berat kekuatan industri yang di dukung oleh terhadap proses pekerjaan
bidang perekonomian yang stabil. Oleh sebab pengembangan gedung Blok A lantai
itu sebagai penunjang pembangunan sektor dasar Rumah Sakit Muhammadiyah
bidang jasa di butuhkan pembangunan Palembang.
prasarana dan sarana fisik seperti bangunan
rumah sakit rumah sakit, pembangunan 1.2. Permasalahan
sarana jalan sebagai penghubung, jembatan, Permasalahan yang diangkat pada
serta infra struktur lainnya. pembangunan ini adalah bagaimana
Bangunan merupakan kebutuhan dasar Proses pelaksanaan proyek
kita sebagai manusia, pendidikan sebagai salah pengembangan gedung Rumah Sakit
satu penunjang terciptanya kualitas Sumber Muhammadiyah Palembang, dan
Daya Manusia ( SDM ) yang baik untuk itu pengelolaan sumber daya manusia
harus disiapkan industri konstruksi secara (SDM), wakt u serta biaya yang
maksimal agar proses pembangunan dapat berdampak pada pelaksanaan
berjalan dengan baik. Dengan demikian industri pengembangan, pada gedung Blok A
konstruksi yang berkembang semakin pesat lantai dasar Rumah Sakit Muhammadiyah
sekarang menimbulkan ke-anekaragaman dan Palembang
permasalahan dari segi perencanaan, rancangan
mutu, dan pelaksanaannya. Adakalanya dalam 1.3 Batasan Masalah
proses dibutuhkan fasilitas bangunan lainnya Batasan masalah yang akan dibahas pada
sebagai sarana untuk melengkapi pekerjaan Tugas akhir ini adalah pengaruh serta
tersebut serta membutuhkan penanganan yang dampak pada pelaksanaan proyek
tepat. Untuk mencapai tujuan tujuan pengembangan gedung blokAlantai dasar
pekerjaan secara efektif dan efisien, yaitu Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang
menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai terhadap sumber daya manusia, waktu
dengan batasan biaya yang sudah ditentukan serta biaya pada perencanaan.
dan memenuhi persyaratan kualitas maka
diperlukan pelaksanaan pembangunan secara 1.4 Manfaat Penulisan
baik dan benar, serta mendapat perhatian Manfaat dari pelaksanaan Pembangunan
khusus dari semua pihak yang terlibat. pengembangan gedung blokAlantai dasar
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang
1.1 Maksud dan Tujuan ini adalah unt uk mempermudah
pengawasan kegiatan yang dilaksanakan
1.1.1. Maksud dari penelitian ini adalah : oleh suatu badan atau wadah secara
Mengetahui dan memahami peroses berencana, teratur, dan terarah guna
pelaksanaan proyek pengembangan mencapai tujuan yang diharapkan.
Rumah Sakit Muhammadiyah
Palembang, sesuai dengan keinginan 1.5 Sistematika Penulisan
yang hendak dicapai.
1.1.2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1. Bab I Pendahuluan, merupakan bab yang
kondisi pelaksanaan proyek menjelaskan latar belakang, maksud dan
pengembangan Rumah sakit tujuan penelitian, permasalahan, batasan
Muhammadiyah Palembang dengan

101
Wartini, Yasmid, Ihsan

masalah, sistematika penulisan dan bagan 1. Pelaksanaan


alir penulisan. Pelaksanaan merupakan kegiatan yang
2. Bab II Tinjauan Pustaka, ini berisi landasan dilaksanakan oleh suatu badan atau wadah
teori dengan langkah-langkah yang secara berencana, teratur, dan terarah guna
berhubungan dengan pelaksanaan proyek mencapai tujuan yang diharapkan.
pengembangan gedung blokA lantai dasar Menurut Westa (1985:17) pelaksanaan
Rs. Muhammadiyah Palembang yang merupakan aktifitasatau usahausaha yang
digunakan untuk menyelesaikan dilaksanakan untuk melaksanakan semua
permasalahan di dalam pelaksanaan. rencana dan kebijak sanaan yang telah
3. Bab III Met odologi Penelitian, dirumuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi
menjelaskan langkah kerja penelitian yaitu segala kebutuhan alat alat yang diperlukan,
pengumpulan data, siapa yang melaksanakan, dimana tempatr
sehingga dari data yang didapat bisa pelaksanaan nya mulai, dan bagaimana cara
digunakan sebagai acuan atau pedoman yang harus dilaksanakan.
dalam penelitian Dan juga berisi bagan alur
penelitian. tahapan dan perencanaan sebagai berikut :
4. Bab IV Analisa dan Pembahasan, pada bab a. Staffing
ini berisikan tentang data-data yang telah Setelah struktur organisasi terbentuk
diperoleh dan bagaimana memecahkan selanjutnya menentukan dan menempatkan
masalah sehingga mendapatkan hasil pada st rukt ur t ersebut. Penentuan dan
pekerjaan yang lebih baik. penempatan personil dalam struktur
5. Bab V Kesimpulan dan Saran, pada bab disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan serta
ini akan diuraikan mengenai kesimpulan keahlian dan pengalaman dari masing-masing
dari hasil keseluruhan analisa dari data- personil.
data yang telah didapat serta saran dalam
melakukan proses pelaksanaan proyek b. Pengarahan ( directing )
pengembangan gedung blokAlantai Dasar Pengarahan merupakan petunjuk-
RS Muhammadiyah Palembang. petunjuk penting dari manager kepada stafnya,
baik mengenai segala tugas dan tanggung jawab
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN yang berhubungan dengan kegiatan pekerjaan
LANDASAN TEORI maupun meningkatkan kesadaran masing-
masing staf terhadap tugas ataupun
A. Tinjauan Pustaka pekerjaannya.
Tinjauan Pustaka merupakan
pengenalan mengenai pengertian-pengertian c. Decisien
yang merupakan pembelajaran dari literatur Pengambilan keputusan yang tepat
yang berhubungan dengan tugas akhir ini. Ada waktu, merupakan suatu faktor pendukung
pun pengertian-pengertian yang akan dibahas kelancaran pelaksanaan pekerjaan. kemampuan
memiliki kaitan yang erat dengan Pembangunan manager beserta stafnya dalam menganalisa
Pengembangan Gedung Rumah Sakit masalah akan mempermudah pengambilan
Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai keputusan yang diperlukan dalam mangatasi
Dasar Rumah Sakit Muhammadiyah masalah yang ada.
Palembang yang akan di bahas lebih lanjut.

102
Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar

d. Pengawasan ( controlling ) Gambaran siklus proyek Sumber Daya


Pengawasan merupakan suatu tugas
untuk memeriksa kemajuan pekerjaan yang Siklus
telah direncanakan dan sedang dilaksanakan
sebagai mana mestinya. Secara lengkap fungsi Keperluan
dari pengawasan adalah sebagai berikut:
1). Mengetahui apakah pelaksanaan berjalan
sesuai dengan rencana yang telah
digariskan, dan sesuai dengan instruksi waktu
serta ketentuan-ketentuan yang telah
ditetapkan. Proses
Konsep pp/defi impleme
2). Mengadakan penyesuaian dengan rencana
agar dapat mencari jalan keluar bila Gambar 2.1 : Hubungan keperluan sumber daya
terhadap waktu dalam siklus proyek
menemui kesulitan dalam pelaksanaan
pekerjaan yang pada akhirnya kemajuan
Dalam siklus, kegiatankegiatan mulai
pekerjaan dapat berjalan dengan lancar
dari titik awal kemudian meningkat dan
3). Mencatat hasil-hasil yang telah dicapai
intensitasnya sampai kepuncak ( peak ), turun,
sebagai pedoman kemudian hari.
dan berakhir kegiatan-kegiatan tersebut
memerlukan sumber daya yang berupa jam-
2. Metode pelaksanaan
orang ( man-hour ), dana, material atau
Dalam proses sesungguhnya, pemimpin
peralatan.
dalam organisasi pekerjan mengelola dan
Disamping turun naiknya intensitas
mengarahkan segala perangkat dan sumber
kegiatan, terjadi pula perubahan dalam aspek
daya yang ada dengan kondisi terbatas, tetapi
lain, seperti kualifikasi tenaga yang diperlukan.
berusaha memperoleh pencapaian paling
Misalnya pada awal pekerjaan diperlukan ahli-
maksimal yang sesuai dengan standar kinerja
ahli perencanaan dan engineering, sedangkan
pekerjaan dalam hal biaya, mutu, dan waktu
menjelang akhir pekerjaan diperlukan lebih
yang telah ditetapkan sebelumnya . Untuk
banyak tenaga insfektoor dilapangan . berbeda
mendapatkan produk akhir yang maksimal,
dari kegiatan operasional rutin yang relatif
segala macam kegiatan pada proses manajemen
stabil, kegiatan bersifat dinamis, terus berubah-
( penyimpangan-penyimpangan ). Dan bila ada
ubah. Untuk mencapai penggunaan sumber
tindakan koreksi dalam proses selanjutnya,
daya yang efesien, perlu diusahakan agar tidak
diusahakan agar koreksi tersebut tidak terlalu
terjadi gejolak-gejolak ( fluktuasi ) yang tajam.
banyak.
Dengan demikian seluruh kegiatan dalam siklus
tersebut merupakan rangkaian yang
berkesinambungan menuju sasaran yang telah
ditentukan.
Adapun tahap perincian tersebut diatas
adalah sebagai berikut :
1). Tahap konseptual
Periode tediri dari beberapa kegiatan
yaitu, menyusun dan merumuskan gagasan,
menganalisa pendahuluan dan melakukan studi

103
Wartini, Yasmid, Ihsan

kelayakan. Salah satu kegiatan utama yang keberhasilan suatu pekerjaan, yaitu sebagai
bersifat menyeluruh (comprehensive), dalam berikut:
tahap ini mencoba menyoroti segala aspek 1. Waktu ( time )
mengenai layak tidaknya gagasan untuk 2. Biaya ( cost )
direalisasikan. 3. Mutu ( quality )
Ketiga unsur tersebut merupakan
2). Tahap PP (perencanaan dan unsur-unsur yang sangat penting dalam
pemantapan) / Definisi pelaksanaan kegiat an pelaksanaan
Kegiatan utama dalam tahap PP/ pembangunan, ketiga unsur tersebut dapat
Definisi adalah : digunakan untuk mengukur keberhasilan
a. Melanjutkan evaluasi hasil kegiatan tahap seorang konsultan perencana / site manager /
konseptual sebagai dasar pengambilan pelaksana lapangan dalam menjalankan
keputusan prihal kelangsungan investasi tugasnya.
atau pekerjaan pembangunan. Didalam proses pencapaian tujuan telah
b. Menyiapkan perangkat dit entukan batasan-batasan yang telah
c. Menyusun perencanaan dan membuat dijelaskan di atas atau juga disebutkan Imam
keputusan strategis Soehart o sebagai tiga kendala (triple
d. Memilih peserta pekerjaan pelaksanaan constraint).
pembangunan
BIAYA ANGGARAN

3). Tahap Implementasi


Terdiri dari kegiatan sebagai berikut :
a. Mengkaji lingkup kerja dari pekerjaan
b. Melakukan pekerjaan desain engineering JADWAL MUTU KINERJA
WAKTU K3
terinci
c. Melakukan perencanaan dan pengendalian
pada aspek biaya, jadwal, dan mutu
d. Menutup pekerjaan ( triple constraint )

e. Menyerahkan hasil pekerjaan Gambar 2.2 : Sasaran pekerjaan yang juga


f. Menyelesaikan masalah asuransi, klim, dan merupakan tiga kendala
keuangan dari pekerjaan

4). Tahap Operasi atau utilitas a). Waktu atau jadwal


Tahap operasi atau utilitas tidak Pengendalian waktu pelaksanaan
termasuk dalam siklus, tetapi sudah merupakan diperlukan unt uk menjamin bahwa
kegiatan operasional hanya untuk mempertegas pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan
batas kegiatan yaitu dimana kegiatan pekerjaan waktu yang telah disepakati.pengendalian
berhent i dan organisasi operasi mulai ini juga penting bagi perusahaan secara
bertanggung jawab atas operasi pemeliharaan internal, karena ada kaitannya dengan
instalasi atau produk hasil pekerjaan. pengaturan sumber daya perusahaan,
Menurut Asiyanto (2004), dalam terutama sumber daya manusia dan alat ,
pengelolaan suatu pekerjaan akan didapat 3 yang tentunya juga diperlukan untuk
(tiga) sasaran yang merupakan tolak ukur kegiatan yang akan datang .

104
Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar

b). Biaya atau anggaran Jadi secara lengkap yang disebut


Kegiatan jasa pembangunan, pengendalian adalah :
pengendalian biaya produksi sangat penting 1. Pelaksanaan kegiatan, mengacu pada
artinya untuk kelangsungan hidup perencanaan yang ada
perusahaan. Hal ini disebabkan oleh sifat 2. Melakukan evaluasi hasil kegiatan
usaha jasa yang menghadapi dua kondisi dibandingkan dengan perencanaannya
yaitu : 3. Melakukan analisa t erhadap
1). Harga kontrak ( nilai jual ) penyimpangan yang terjadi
2). Biaya produksi yang fluktuatif 4. Melaksanakan tindakan kegiatan
Unsur utama dari biaya pembangunan lanjutan agar tetap sesuai dengan
adalah : perencanaan yang ada, dan bila perlu
a).Biaya material melakukan tindakan koreksi.
b).Biaya upah
c).Biaya alat 3. Proses pekerjaan
Biaya biaya lain memang ada, tetapi Untuk membuat pekerjaan
sifatnya minor ( tidak berarti ) Biaya baru, umumnya para perencana
subkontrak yang kadang-kadang cukup bangunan akan menyusun jadwal
besar, ( berarti ) pada dasarnya adalah kapan pekerjaan tersebut dimulai dan
gabungan dari ketiga unsur tersebut diatas kapan akan berakhir. Jika tidak
yang dikendalikan secara langsung oleh ditentukan kapan dimulainya suatu
subkontraktor yanr bersangkutan. pekerjaan akan kesulitan saat
pekerjaan tersebut akan dimulai atau
c). Mutu atau kinerja dilaksanakan. Oleh karena itu
Pengendalian mutu pekerjaan penentukan jadwal dimulai suatu
diperlukan agar seluruh hasil pekerjaan pekerjaan merupakan keharusan.
sesuai dengan mutu yang ditetapkan dalam Menurut Tim Divisi Penelitian
dokumen kontrak dan dapat diterima oleh Dan Pengembangan MADCOMS
konsultan. Dengan demikian, hak untuk (2008) pekerjaan pelaksanaan
memperoleh pembayaran sepenuhnya pembangunan secara umum dapat
sesuai dengan kontrak dapat direalisir diartikan sebagai usaha unt uk
dengan selayaknya. mencapai tujuan tertent u yang
Alat Aspek yang
dibatasi oleh ruang dan waktu.
Kegiatan kendali Dikendalikan Sasaran Dengan demikian pelaksana adalah
penerapan fungsi yang dilakukan
secara sistematis pada pekerjaan
Anggar Biaya Profit
an Biaya
Mutu
tertentu dengan memanfaatkan
Pelaksa Perfor
naan
Waktu
mance sumberdaya yang ada secara efektif
Constr
PROYEK

uction Profesi dan efisien sehingga tujuan akhir


Method onalis
Time
Schedul
me pekerjaan tepat sasaran dan sesuai
e Cosh
Flow
dengan jadwal yang ditetapkan.

Gambar 2.3 Menjelaskan bahwa alat-alat


kendali merupakan tolak ukur
pengendalian

105
Wartini, Yasmid, Ihsan

B. Landasan Teori Muhammadiyah Palembang yang berlokasi


Berdasarkan Tim Divisi Penelitian Dan Di Jalan Jendral Ahmad Yani Komplek
Pengembangan MADCOMS (2008) beberapa Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang
hal yang harus diperhatikan dalam sebuah Kelurahan 13 Ulu , Kecamatan seberang
pekerjaan : Ulu II, Palembang, meliputi data primer
a. Menentukan jenis pekerjaan (task) dan dan data sekunder. Data Primer dalam
sumber daya yang terlibat (resource), baik kajian diperoleh dari data pemrakarsa
sumber daya manusia maupun material. pembangunan yang meliputi:
b. Menyusun biaya (cost) dan membuat Siteplan Pembangunan Pengembangan
jadwal kerja (schedule). Rumah Sakit M u h a m m a d i y a h
c. Membuat anggaran tetap pekerjaan. Palembang.
d. Memant au jalannya pekerjaan dan Luasan Pembangunan Pengembangan
melakukan perubahan sesuai keadaan di Rumah Sakir M u h a m m a d i y a h
lapangan. Palembang.
Jumlah Ruangan Pembangunan
Pekerjaan dapat mengalami kegagalan Pengembangan Rumah Sakit
karena kesalahan manajemen, misal salah dalam Muhammadiyah Palembang Informasi
menentukan besarnya biaya atau sumber daya tentang kegiat an Pembangunan
yang terlibat. Berikut hal-hal yang perlu Pengembangan Rumah Sakit
diperhatikan dalam pelaksana : Muhammadiyah Palembang yang
a. Kondisi atau keadaan organisasi pekerjaan berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani
yang akan terlibat. 13 ulu/komplek Rumah Sakit
b. Harus benar-benar teliti dan akurat saat Muhammadiyah Palembang Kelurahan
merancang sumber daya dan biaya. 13 Ulu Keamatan seberang Ulu II
c. Saat dilaksanakan di lapangan, harus Palembang.
sesuai dengan rencana dalam pelaksana
d. Harus selalu memantau perkembangan 3.2.2. Data Sekunder
agar tidak ada rencana yang tertinggal. Sedangkan data Sekunder diperoleh
dengan melakukan kajian pelaksanaan
proyek pengembangan pembangunan
III. METODE PENELITIAN
Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah.
yang meliputi :
3.1. Lokasi objek penelitian
Lokasi bangunan yang menjadi objek
3.2.2.1. Data Umum Proyek
penelitian ini mengambil lokasi rawa-rawa yang
a. Nama Proyek :
beralamat di jalan Jenderal Ahmad Yani
Pembangunan Gedung Pengembangan
Komplek Rumah Sakit Muhammadiyah
Rumah Sakit Muhammadiyah
Palembang. Dilokasi ini akan dikembangkan
Palembang
sebagai sarana Rumah Sakit Muhammadiyah.

b. Nama Pekerjaan:
3.2. Pengumpulan data
Pelaksanaan Pekerjaan Pembuatan
3.2.1. Data Primer
Gedung Pengembangan Rumah Sakit
Data pekerjaan proyek pembangunan
Muhammadiyah Palembang
gedung pengembangan Rumah Sakit

106
Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar

c. Lingkup Pekerjaan : Strutur Organisasi Proyek


Prencanaan Proyek
Proyek Manager
3.2.2.2 Data Tehnis Proyek
DR.Drs.H.Marshal.NG,SH,M
a. Masa Pemeliharaan : 1 Tahun H
b. Jumlah Lantai : 7 Lantai
c. Komponen Proyek :
d. Struktur Bangunan : Pelaksana Keuangan
o Struktur Banguan bawah Asmar Ihsan, ST Dr. Sri rahayu,SE,MM
- Pondasi bore pile
- Sloof persegi dan segitiga
o Struktur Bangunan Atas Security
- Kolom Mahipal
- Balok
- Plat lantai
e. Batas-batas proyek Mandor Logistik
- Batas depan : Rumah Sakit
Muhammadiyah Lukman Tarmizi Hevzon Efendi

- Batas belakang : STIKES


Muhammadiyah
- Batas sebelah kanan : Universitas Gambar : 3.1. Struktur Organisasi
Muhammadiyah Proyek
- Batas sebelah kiri : Jalan
3.2.2.4. Uraian Tugas
Silaberanti
1. Proyek Manager
f.. Izin Mendirikan Bangunan
Adapun tugas dan kewajiban unsur-
- IMB ( Izin Mendirikan Bangunan )
unsur pelaksanaan proyek adalah sebagai
- Agenda Nomor :
berikut :
- Pemilik Bangunan :
a. Penanggung jawab terhadap
- Jenis Bangunan :
tercapainya tujuan proyek
- Lokasi Bangunan : BNRT
b. Mengkoordinasikan pekerjaan
pelaksana dilapangan agar tetap
3.2.2.3. Struktur Organisasi Proyek
sesuai dan mutu pekerjaan sesuai yang
Struktur organisasi proyek adalah suatu
direncanakan.
system yang sangat penting dalam suatu
c. Mengevaluasi metode kerja yang
pembangunan / dalam suatu proyek dan juga
digunakan prodeksi hari, mingguan dan
menentukan hasil yang maksimal dalam suatu
bulanan secara terperinci dan konsisten.
proyek, secara garis besar pengendalian suatu
d. Bertanggung jawab terhadap system
proyek dibuat secara cukup sederhana dan
jaminan mutu yang diterapkan.
sudah dipakai diseluruh Indonesia. Berikut
e. Bertanggung jawab terhadap masalah
merupakan struktur organisasi :
dilapangan atas tugas dan wewenang
yang diterapkan
f. Menggkoordinir pelaksanaan
pekerjaan berdasarkan rencana mutu

107
Wartini, Yasmid, Ihsan

dan melakukan revisi bila ada d. Mencocokkan buku bank dan


perubahan mutu kontrak. rekening Koran yang diterima dari
g. Mengkoordinir, memutuskan sesuai bank.
tingkatan pelaksanaan penyelesaian e. Melakukan verifikasi seluruh
produk yang sesuai. dokumen pembayaran.
h. Membina hubungan kerja yang baik f. Mengurus masalah perpajakan dan
dengan pihak pemberi kerja., asuransi.
konsult an, pihak supplier dan g. Menyiapkan, mengevaluasi dan
subkontraktor serta sesuai semua mengupdatekan rencana penerimaan
instansi terkait. dan pengeluaran proyek.
i. Memimpin rapat tinjauan pekerjaan h. Menerima berkas-berkas tagihan dan
j. Melaksanakan rapat mingguan serta pihak luar memeriksa dokumen dan
rapat bulanan internal maupun tanda terima.
akternal.
5. Tugas Logistik.
2. Pelaksana peroyek Adapaun tugas dan kewajiban
Adapun tugas dan tanggung jawab logistic adalah :
pelaksanaadalah sebagai brikut : a. Menempatkan semua barang-barang
a. Perseorangan atau suatu badan yang dalam gudang dan dalam keadaan
memiliki keahlian dalam mengawasi aman.
pekerjaan konst ruksi bangunan b. Mengontrol jumlah barang-barang
tersebut. yang ada dilapangan baik yang sudah
b. Adapun tugas dari pelaksanaan terpakai ataupun belum.
melakukan pengawasan ketelitian c. Mencatat semua barang yang keluar
pengukuran terhadap semua titik-titik masuk
penting dalam pembangunan / d. Memelihara bukti-bukti kerja.
pembuatan gedung ini. e. Membuat laporan atas semua barang
yang menjadi tanggung jawabnya.
3. Tugas mandor
Mandor bertugas mengawasi jalannya 6. Scurity / Keamanan
pekerja yang melakukan pembangunan. Securit y adalah oarng yang
bertanggung jawab atas semua hal yang
4. Tugas Keuangan bersangkutan degngan keamanan
Tugas dan tanggung jawab keuangan : proyek.
a. Menyelesaikan masalah keuangan , Dat a ini dipergunakan cara
akuntansi dan masalah yang terkait kuantitatif untuk mengetahui situasi dan
dengan unsure-unsur umum dan keadaan berdasarkan tingkat layanan
SDM proyek. pasien serta pengunjung di Rumah Sakit
b. Melakukan pencatatan transaksi Muhammadiyah Palembang yang
kedalam media pembukuan secara berlokasi di Jalan Jendral. Ahmad Yani
benar tepat waktu. komplek Rumah Sakit Muhammadiyah
c. Secara periodik membuat laporan- Palembang Kelurahan 13 Ulu
laporan yang telah ditetapkan sesuai Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.
prosedur yang berlaku. Data ini digunakan untuk menghitung

108
Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar

penambahan pasien dan pengunjung e. Menghitung tekanan overburden efektif


yang berdampak pada pelayanan di (kn/m2) dan overburden rata-rata (kn/m2).
Rumah Sakit Muhammadiyah f. Menghit ung Q s (kn) dengan A s x x
Palembang. overburden rata-rata (kn/m2).

3.3. Data Perhitungan Bore Pile 3.3.3 Data perhitungan Kapasitas Ultimit
Setelah dilaksanakan pengumpulan Neto
data, maka penulis selanjutnya melakukan a. Menghitung berat tiang bor : Wp = ( x
perhitungan berlandaskan teori yang telah 3,14 x d x d x L) x beton.
penulis susun. Cara menghitung penulis b. Akibat adanya air tanah, tiang akan
menggunakan cara manual atau kalkulator, dan mengalami gaya angkat ke atas dengan
software computer yang lazim dipergunakan. U = ( x 3,14 x d x d) x( L M.a.t) x w.
Gedung ini direncanakan menggunakan c. Menghitung Wp = Wp U.
po ndasi bo re pile dengan perhitungan d. Menghitung Qu = Qb + Qs Wp
menggunakan metode analisis kapasitas daya
dukung dengan mengacu pada berbagai macam 3.3.4 Data perhitungan Kapasitas
data hasil penyelidikan tanah. Dukung Ijin
a. Menghitung Qa = Qu/F
3.3.1. Data perhitungan Tahanan Ujung
Ultimit 3.3.5 Data perhitungan Jumlah Tiang
a. Menetapkan kedalamn L (cm) ambil > 1 a. Menghitung n = P/Qa
sample kedalaman. b. Menghitung dadya dukung aksial
b. Menentukan diameter tiang D (cm) ambil kelompok u = m . n (Qb + Qs).
> 1 sample diameter. Dalam penelitian ini yang dilakukan
c. Menghitung luas penampang tiap pile Ab untuk pembangunan pengembangan Rumah
(m2), dihitung dengan D2. Sakit Muhammadiyah Palembang, pada
d. Menghitung fb (kpa), dihitung dengan pelaksanaan pembangunan gedung A yang
0,60 rN60 < 4500 kpa. diperuntukkan untuk lantai dasar , Tahapan
e. Menghitung tahanan ujung ultimitl Qb (kn) tahapan penelitian dapat dilihat pada bagan alir
dengan metoda statis yang s e r i ng berikut ini:
memakai rumus (2.1), dengan luas ujung
bawah tiang Ab (m2) diambil dari langkah 3.1. Diagram alir penelitian
c, fb (kpa) diambil dari langkah d. Sebelum melangkah ketahap penelitian,
penulis menulis Diagram alir atau flow chart
3.3.2. Data perhitungan Tahanan Gesek yang dimaksudkan sebagai langkah kerja secara
Ultimit sistematis guna mencapai tujuan penulisan,
a. Hitung keliling dengan .d (m). selanjutnya diagram alir tersebut dapat dilihat
b. Hitung Dengan N 60 = ? < 15, maka pada gambar 3.2.
dihitung dengan = N60/15 (1,5 0,245).
c. Hitung Dengan N60 = ? >15, maka dihitung
dengan = (1,5 0,245.
d. Menghitung AS (m2 ) dengan keliling
dikalikan interval kedalaman.

109
Wartini, Yasmid, Ihsan

tanah timbunan, level pondasi berada


Mulai dibawah tanah dan untuk keperluan
tersebut telah dilakukan penggalian
sedalam 3,50 meter dari tanah dasar.
Studi
literatur

Pengumpulan Data

Data Umum Proyek Data Tehnis Proyek

Struktur Organisasi Proyek

Uraian Tugas / Job


Discription
Gambar 3.1 peta lokasi Penelitian

Pembahasan
4.1.1.Data penyelidikan tanah dilokasi
Dat a ini diperoleh dari hasil
Kesimpulan dan saran

penyelidikan tanah dilapangan dan yang


telah dilakukan oleh Tenaga
Selesai
Laboratorium Universitas Tridinanti
Palembang, 2011.p
a. Data penyelidikan tanah yang
3.4. RAB ( Rencana Anggaran Biaya ) dikumpulkan adalah data pengujian
Tahap perencanaan Anggaran biaya penetrasi statis (sondir), pengujian
pelaksanaan pengembangan Rumah Sakit penetrasi standar (SPT), pengujian
Muhammadiyah Palembang dapat dilihat pada pemboran (boring), dan pengujian
tabel dibawah ini : sample tanah dilabortorium.
b. Data pemboran (boring) yang
BAB IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN dihimpun penulis adalah Bor Log DB
I, yaitu data deskripsi lapisan tanah
4.1. Data Proyek Pembangunan dan ketebalannya.
a. Lokasi Rumah Sakit Pendidikan
Muhammadiyah berjarak kurang lebih 4.1.2. Data pembebanan pondasi
5 km dari pusat kota. Dat a ini diperoleh dari hasil
b. Pembangunan berada pada radius perhit ungan st ruktur yang telah
terdekat 40 hingga 100 meter dari dilakukan oleh Ir.Darmansyah Ishak,
pemukiman penduduk, berbatasan selaku perencana struktur pada proyek
langsung dengan Universit as pengembangan rumah sakit
Muhammadiyah Palembang dan muhammadiyah palembang. Beberapa
STIKES Muhammadiyah. hal penting mengenai data pembebanan
c. Pemukiman penduduk terdekat untuk pondasi sehubungan dengan
disekitar lokasi proyek berdiri diatas

110
Pelaksanaan Pembangunan Gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Blok A Lantai Dasar

perhitungan yang akan dilakukan b. Dengan keterlambatan dana dari pihak


penulis adalah : yayasan dan Rumah Sakit , maka
a. Data pembebanan pondasi adalah pelaksanaan pembangunan gedung
beban kerja normal sentries (Force- pengembangan Rumah Sakit
Y), beban kerja momen (M-X dan Muhammadiyah Palembang terjadi :
M-Y), dan data poer (pile cap). - Jumlah sumber daya dikurangi
b. Data beban kerja vertical yang sehingga berpengaruh terhadap
dihimpun penulis adalah beban pekerjaan yang seharusnya sesuai
normal sentries dan berat poer pada dengan analisa pencapaian target.
pile cap P1, P2, P3, P4, P5. Data ini - Pembelian material disesuaikan
bermanfaat untuk menghitung beban dengan kondisi dana yang tersedia
maksimum tiang pondasi dan yang juga berdampak terhadap
mengontrol daya dukung tiang ket erlamabatan pelaksanaan
tunggal atau pun kelompok. pekerjaan.
c. Beban momen yang dihimpun c. Proses pengaturan pekerjaan yang tidak
penulis adalah beban kerja momen terperinci yang mengakibatkan pekerjaan
arah x dan momen arah y pada tersebut tidak dapat diselesaikan dengan
masing-masing poer, data ini tepat waktu
bermanfaat untuk menghitung beban d. Pada pelaksanaan pekerjaan pondasi, sloof,
maksimum yang diterima tiang kolom, balok, dan plat lantai menggunakan
kelompok. secara manual sehingga menimbulkan
keterlambatan waktu pelaksanaan.
4.2. Data Proyek Pembangunan e. Penggunaan Sumber daya yang digunakan
Berikut merupakan hasil dari analisa dalam pelaksanaan menggunakan satuan
persentase total biaya (cost) pada Pekerjaan jumlah total kebutuhan bahan dan upah,
Pembangunan Pengembangan Rumah Sakit sedangkan didalam RAB menggunakan
Muhammadiyah Palembang. bilangan Analisa kebutuhan pekerjaan
Dari hasil peninjauan dilapangan dalam hari kerja dan bahan dalam satuan,
pengembangan gedung Rumah Sakit sehingga dibutuhkan perhitungan jumlah
Muhammadiyah Palembang lantai dasar sebatas sumber daya total bukan sumber daya
plat lantai dilaksanakan pada bulan Maret tahun satuan dalam analisa RAB.
2013 dalam perencanaan akan selesai bulan f. Pengambilan jumlah waktu kerja tidak
September tahun 2013,(selama 6 bulan ) namun dijelaskan secara rinci pada tiap item
pada kenyataannya dilapangan sudah melewati pekerjaan Time scedule exiting sedangkan
batas waktu yang ditargetkan bulan September data tersebut diperlukan guna menjadi
selesai 100 % ternyata hanya 62,495% diluar pembanding efektifitas waktu.
pekerjaan pendahuluan. Pada prinsipnya waktu
serta biaya memiliki ketergantungan terhadap Selanjutnya akan ditinjau mengenai
sumber daya, bahan yang digunakan, setelah langkah penyelesaian terhadap permasalahan
diteliti dilapangan maka didapat antara : yang ditemui pada pekerjaan tersebut sehingga
a. Pengendalian penggunaan sumber daya dapat dihasilkan dari pengaplikasian terhadap
tidak teratur sehingga menimbulkan hasil Pelaksanaan Pembangunan, Langkah-langkah
yang kurang maksimal penyelesaiannya adalah sebagai berikut :

111
Wartini, Yasmid, Ihsan

a. Menganalisa data berupa dokumen RAB 3. Pada pelaksanaan pekerjaan pondasi,


dan Time Schedule rencana sloof, kolom, balok, dan plat lantai
1. Meninjau Daftar Analisa RAB dengan menggunakan secara manual sehingga
melihat kebutuhan sumber daya dalam menimbulkan keterlambatan waktu
satuan kemudian diubah ke menjadi pelaksanaan.
kebutuhan sumber daya total pada
tiap item pekerjaan B. Saran
2. Menganalisa waktu pekerjaan sesuai Ketelitian sangat dibutuhkan dalam
dengan kebutuhan kegiatan konstruksi sehingga memerlukan
b. Pada pekerjaan yang dianggap pelengkap suatu bentuk aplikasi program yang dapat
pekerjaan tidak di analisa lebih lanjut menunjang kegiatan manajemen konstruksi
melainkan hanya memasukkan total biaya secara detail. Efektifitas wakt u serta
pekerjaan (fixed cost). pengaturan jadwal kegiatan kerja memerlukan
perencanaan yang menunjang kegiatan saat
Hasil dari pengaplikasian pelaksanaan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
ini berupa data kebutuhan hari kerja serta
sumber daya yang akan digunakan
DAFTAR PUSTAKA
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Ahmad dan Prasetiyo ( 1997 ) mengemukakan
Kemajuan teknologi sekarang ini bahawa metode proyek adalah Suatu
memberikan nilai positif dalam setiap bidang, metode pengorganisasian merupakan
khususnya didalam bidang akademik. Sehingga suatu keseluruhan dan kesat uan
dapat meninjau kegiatan mahasiswa dalam bermakna yang mngandung suatu
mempelajari kegiatan konstruksi secara detail. pokok bahasan.

A. Kesimpulan Bachtiar Ibrahim, 2003, Rencana dan Estimate


1. Jumlah waktu pekerjaan berpengaruh Real of Cost
pada efektifitas penggunaan jumlah
Handoko, T.Hani, 1989, Manajemen, Edisi II,
sumber daya manusia, sehingga
Cetakan II, BPFE Yogyakarta.
semakin singkat waktu pekerjaan akan
memperketat penggunaan sumberdaya Roestiyah ( 1994 ). Metode proyek berarti
manusia serta berpengaruh pada rencana suatu problem kesulitan
anggaran yang akan digunakan pada bentuk pengajaran pengelolaan sendiri.
pekerjaan tersebut.
2. Penggunaan Sumber daya yang J.Mursell ( Sugimal 2006 ) metode proyek
digunakan dalam pelaksanaan mempunyai empat aspek dalam
menggunakan satuan jumlah total pelaksanaan 1 Menentukan tujuan, 2
kebutuhan bahan dan upah, sedangkan Merencanakan , Melaksanakan, 4
didalam RAB menggunakan bilangan Meneliti.
Analisa kebutuhan pekerjaan dalam
hari kerja dan bahan dalam satuan, Keppres RI. Nomor 79, 2007, Pedoman
sehingga dibutuhkan perhitungan Pelaksanaan Pengadaan barang/ Jasa
jumlah sumber daya total bukan sumber Instansi Pemerintah
daya satuan dalam analisa RAB.

112