Anda di halaman 1dari 10

Makalah

LEMBAGA AGAMA

DISUSUN
Oleh:

KELOMPOK 7

TAUFIQURRAHMAN (MODERATOR)
WIWIK LESTARI (NOTULIS)
SRI ANGGRAENI (NARASUMBER)
WAHYUNI (NARASUMBER)
MUHAMMAD FAJAR (NARASUMBER)
AGUNG SUDAR MONO (NARASUMBER)

XII IPS 2
SMA NEGERI 12 MAKASSAR
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-

Nya sehingga kami bisa menyelesaikan karya tulis ini yang berjudul Lembaga

Agama. Karya tulis ini di susun untuk melengkapi salah satu tugas dalam mata

pelajaran sosiologi.

Kami berharap siswa-siswi SMA Negeri 12 Makassar bisa mempelajari,

mengetahui, dan memahami materi lembaga sosial keagamaan dalam kaitannya dengan

sosiologi dalam karya tulis ini. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam

proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan karya tulis ini tepat pada

waktunya.

Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat maupun

siswa-siswi dari hasil karya tulis ini. Karena itu kami berharap semoga karya tulis ini

dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Dan Terima kasih juga kepada beberapa narasumber dalam perumusan karya

tulis kami ini, sesungguhnya karya tulis kami ini masih jauh dari kata sempurna, kami

mohon kritik dan sarannya dalam penyempurnaan karya tulis ini.

Makassar, 23 September 2017

Penyusun,

2
DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................ 1

KATA PENGANTAR ................................................................................ 2

DAFTAR ISI ............................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ............................................................. 5
1.3 Tujuan Makalah ................................................................ 5

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Lembaga Agama ............................................. 6
2.2 Unsur-unsur Agama .......................................................... 7
2.3 Fungsi-Fungsi Lembaga Agama ....................................... 8
2.4 Macam-Macam Lembaga Agama ..................................... 9

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ....................................................................... 10

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELANG
Agama merupakan suatu kepercayaan tertentu yang dianut sebagian
besar masyarakat yang merupakan tuntunan hidup. Agama, yang menyangkut
kepercayaan-kepercayaan serta berbagai prakteknya, benar-benar merupakan
masalah sosial dan pada saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat
manusia.

Karena itu lahir pertanyaan tentang bagaimana seharusnya dari sudut


pandang sosiologis. Dalam pandangan sosiologi, perhatian utama terhadap
agama adalah pada fungsinya terhadap masyarakat. Istilah fungsi seperti kita
ketahui, menunjuk kepada sumbangan yang diberikan agama, atau lembaga
sosial yang lain, untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-
usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus.

Agama menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sistem yang


mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yang
mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya.

4
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan Masalah yang dibahas yaitu mengetahui tentang pengertian
lembaga agama, pandangan lembaga agama dalam sosiologi serta pengaruh
dalam kehidupan masyarakat.

1.3 TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini untuk mengetahui tentang lembaga


agama dalam kaitannya dengan lembaga sosial yang ada dalam masyarakat
serta pandangannya dalam sosiologi dalam penerapannya.

5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Lembaga Agama
Agama merupakan suatu kepercayaan tertentu yang dianut sebagaian besar
masyarakat yang merupakan tuntunan hidup. Agama, yang menyangkut
kepercayaan kepercayaan serta berbagai prakteknya, benar-benar merupakan
masalah sosial dan pada saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat
manusia.
Agama menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sistem yang mengatur
tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yang mahakuasa serta
tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta
lingkungannya.
Menurut William Kornblum, agama adalah sebagai jawaban logis terhadap
permasalahan dari keberadaan manusia yang membuat dunia menjadi berarti.
Menurut Horton dan Hunt, agama adalah sebuah sistem keyakinan dan sarana bagi
sekelompok orang untuk menafsirkan juga menanggapi terhadap hal yang mereka
rasakan sebagai suprantaural dan kudus (suci). Menurut Emile Durkheim, agama
adalah suatu sistem kepercayaan beserta praktiknya dalam suatu komunitas moral.
Sebagai sebuah lembaga sosial, agama berarti sistem keyakinan dan praktik
keagamaan yang penting dari masyarakat, serta telah dibakukan dan dirumuskan,
sehingga dianut secara luas, dan dipandang sebagai sesuatu yang diperlukan dan
benar. Asosiasi agama merupakan kelompok orang yang terorganisasi, yang secara
bersama-sama menganut keyakinan dan menjalankan praktik suatu agama.
Lembaga keagamaan adalah organisasi yang dibentuk oleh umat beragama
dengan maksud untuk memajukan kepentingan keagamaan umat yang bersangkutan
di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tujuannya adalah
untuk meningkatkan kualitas hidup keagamaan masing-masing umat beragama.

6
2.2 Unsur-unsur Agama
Beberapa ilmuwan seperti Light, Killer, dan Calhoun (1989), memusatkan
perhatian pada unsur-unsur dasar suatu agama, yaitu sebagai berikut.
(a) Kepercayaan
Setiap agama pasti memiliki kepecayaan seperti percaya kepada Tuhan, Nabi,
dan kitab.
(b) Simbol
Setiap agama mengenal berbagai lambang atau simbol, baik itu berupa pakaian,
ucapan, tulisan maupun tindakan.
(c) Praktek
Setiap ajaran agama yang ada memiliki praktek keagamaan seperti sholat,
kebaktian, puasa, semedi, dan lain sebagainya.
(d) Pemeluk
Agama memiliki sejumlah pemeluk/ pengikut.
(e) Pengalaman keagamaan
Setiap pemeluk agama memiliki beberapa bentuk pengalaman keagamaan

7
2.3 Fungsi-fungsi Lembaga Agama
Lembaga keagamaan yang ada di Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai
berikut:
(a) Tempat untuk membahas dan menyelesaikan segala masalah yang
menyangkut keagamaan.
(b) Memelihara dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat yang
bersangkutan.
(c) Memelihara dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat yang
bersangkutan.
(d) Mewakili umat dalam berdialog dan mengembangkan sikap saling
menghormati serta kerjasama dengan umat beragama lain.
(e) Menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah dan menyebarluaskan
kebijakan pemerintah kepada umat.
(f) Wahana silaturrahmi yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan
kekeluargaan.

Adapun menurut Bruce J. Choen, fungsi lembaga keagamaan, yaitu :


(a) Bantuan terhadap pencarian identitas moral.
(b) Memberikan penafsiran-penafsiran untuk membantu memperjelas keadaan
lingkungan fisik dan sosial seseorang.
(c) Peningkatan kadar keramahan bergaul, kohesi sosial, dan solidaritas
kelompok.

8
2.4 Macam-macam Lembaga Keagamaan
Di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui, dan masing-masing telah
memiliki lembaga keagamaan. Diantaranya:
1. Islam : Majelis Ulama Indonesia (MUI)
2. Kristen : Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
3. Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
4. Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
5. Buddha : Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
6. Khonghucu : Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia
(Matakin)

9
BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
Agama merupakan suatu kepercayaan tertentu yang dianut sebagaian
besar masyarakat yang merupakan tuntunan hidup. Agama, yang menyangkut
kepercayaan kepercayaan serta berbagai prakteknya, benar-benar merupakan
masalah sosial dan pada saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat
manusia.

Lembaga keagamaan adalah organisasi yang dibentuk oleh umat


beragama dengan maksud untuk memajukan kepentingan keagamaan umat
yang bersangkutan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keagamaan
masing-masing umat beragama.
Lembaga agama merupakan suatu lembaga yang sangat penting untuk
pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime, dimana saling berkaitan
dengan lembaga-lembaga sosial lainnya yang mempunyai pandangan sosiologi
yang luas untuk di kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat

10