Anda di halaman 1dari 3

TUGAS IPS

LEMBAGA AGAMA

Disusun Oleh
NAFLAH DWI NUR SYAKINAH
7D
Pengertian lembaga agama
Lembaga agama adalah lembaga mengatur kehidupan manusia. Hal ini sebagimana yang
diungkapkan oleh para ahli, salah satunya tokoh sosiologi Emile Durkheim yang menyatakan
bahwa agama adalah suatu sistem kepercayaan dan tingkah laku yang berhubungan dengan hal-
hal yang dianggap sakral dan dilarang.

Definisi lembaga agama ini tentusaja mempersatukan semua penganutnya menjadi satu komunitas
moral berdasarkan nilai-nilai bersama. Agama sebagai suatu kepercayaan memuat ajaran dan
petunjuk agar penganutnya selamat di dunia dan pada kehidupan selanjutnya.

Agama juga merupakan seperangkat hukuman atau aturan tingkah laku yang selalu mengacu
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agama yang diakui di Indonesia adalah Islam, Kristen, Katolik,
Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Jenis Jenis Lembaga Agama

1. Islam : Majelis Ulama Indonesia (MUI)


2. Kristen : Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
3. Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
4. Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
5. Buddha : Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
6. Khonghucu : Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin)
7. Lembaga Wanita Katolik (WK)
8. Lembaga Pendoa Rosario (legio maria)

Unsur Unsur Lembaga Agama

Beberapa ilmuwan seperti Light, Killer, dan Calhoun (1989), memusatkan perhatian pada unsur-
unsur dasar suatu agama, yaitu sebagai berikut :
1. Kepercayaan
Setiap agama pasti memiliki kepecayaan seperti percaya kepada Tuhan, nabi-nabi, dan kitab.
2. Simbol
Setiap agama mengenal berbagai lambang atau simbol, baik itu berupa pakaian, ucapan,
tulisan maupun tindakan.
3. Praktek Keagamaan
Setiap ajaran agama yang ada memiliki praktek keagamaan seperti sholat, kebaktian, puasa,
semedi, dan lain sebagainya.
4. Pemeluk/Umat
Agama memiliki sejumlah pemeluk/ pengikut.

5. Pengalaman keagamaan
Setiap pemeluk agama memiliki beberapa bentuk pengalaman keagamaan
Fungsi Lembaga Agama
Adapun fungsi manifes lembaga agama sebagai berikut :
1. Edukatif
Lembaga agama mengajarkan dan membenikan pendidikan moral (berfungsi edukatif) bagi
pemeluknya tentang hal-hal yang baik atau buruk sebagai pedoman tingkah laku pemeluknya.
Ajaran agama memberikan penjelasan mengenai tindakan yang harus dilakukan dan dihindari
oleh umat beragama.
2. Penyelamat
Melalui lembaga agama setiap masyarakat memiliki keyakinan akan terselamatkan
kehidupannya baik di dunia maupun pada kehidupan selanjutnya. Setiap manusia tidak
terhindar dan berbagai masalah dalam kehidupannya sehingga agama dapat menjadi
penyelamat manusia.
3. Pengawas Sosial
Lembaga agama berperan Iangsung untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam kehidupan
bermasyarakat melalui larangan-larangan yang ada dalam kitab suci setiap agama. Dalam kitab
suci dan ajaran agama terdapat sanksi yang kelak akan diterima apabila masyarakat
melanggarnya.
4. Persaudaraan
Lembaga agama mampu mempertemukan kelompok atau golongan manusia yang heterogen
dalam hal kebudayaan, ras, dan suku bangsa ke dalam suatu keluarga besar lembaga agama.
Keterikatan persaudaraan terjalin ketika masyarakat merasakan adanya solidaritas dan kesatuan
yang kuat karena adanya satu kepercayaan agama tertentu.