0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
618 tayangan20 halaman

Majalah Pertanian

1. Hama wereng batang coklat masih menjadi ancaman bagi petani padi di Jombang. 2. Kemarau basah karena La Nina berpotensi meningkatkan serangan wereng. 3. Pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan bantuan pengendalian.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
618 tayangan20 halaman

Majalah Pertanian

1. Hama wereng batang coklat masih menjadi ancaman bagi petani padi di Jombang. 2. Kemarau basah karena La Nina berpotensi meningkatkan serangan wereng. 3. Pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan bantuan pengendalian.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAJALAH DINAS PERTANIAN KABUPATEN JOMBANG

MEWUJUDKAN PETANI SEJAHTERA MELALUI PERTANIAN BERKELANJUTAN


ditoria l

Petani Dan Siklus Ekonomi Tahunan


S udah menjadi siklus wajib, setiap memasuki
bulan puasa, harga komoditas pangan selalu
melonjak. Harga akan semakin melambung
ketika mendekati Lebaran. Teori ekonomi mengatakan, jika
cara yang wajar. Beras, gula, daging, bawang merah, cabe
seperti yang banyak dibudidayakan petani Jombang harus
mampu bisa berproduksi yang maksimal. Jangan sampai
produksi turun apalagi gagal panen.
Tidak berhenti sampai pada produksi atau on farm.
permintaan naik melebihi penawaran maka harga akan
Keuntungan yang besar justru pada sisi off farm atau
merangkak naik.
Faktanya, harga pangan selalu naik menjelang bulan perdagangan hasil pertanian. Para petani juga harus mulai
puasa hingga lebaran. Memang ada sebagian masyarakat mengambil peran pada aspek off farm. Melalui Gapoktan
kita, selama bulan puasa justru konsumsinya bertambah. menjadi pelaku usaha perdagangan pertanian. Harus mulai
Hal ini bisa terlihat saat berbuka dimana jenis makanan direncanakan jauh hari Gapoktan berperan dalam
yang terhidang di meja bisa melebihi jenis makanan yang memenfaatkan siklus ekonomi Puasa dan Syawal. Membeli
biasa dikonsumsi saat makan siang. Restoran dan rumah hasil panen anggota kemudian mengolah, mengemas dan
makan juga tetap ramai di saat bulan puasa. Sekarang juga menjualnya. Gapoktan bisa menjadi suplier kebutuhan
mulai populer adanya kegiatan pasar Ramadhan. Di sore anggota selama bulan puasa. Atau menggelar pasar
hari aneka makanan, jajanan, minuman, pakaian dan Ramadhan di desa masing-masing untuk menggairahkan
kebutuhan pokok lain juga di jual di pasar Ramadhan. roda perekonomian secara mandiri. Membuka lapak untuk
Karena sudah menjadi pola yang terjadi setiap menjual hasil panen anggota. Akhirnya, siklus ekonomi
tahun. Tidak ada yang perlu diributkan. Seperti selalu tahunan pada bulan Puasa dan Syawal bisa
ramai di media massa. Momen ini justru harus bisa dimanfaatkan secara maksimal
dimanfaatkan oleh para petani. Bagaimana siklus ekonomi oleh petani.
tahunan ini bisa disikapi secara lebih produktif. Inilah
saatnya petani meraih manfaat sebesar-
besarnya. Tentunya dengan
porsi dan
Redaksi Kepala Dinas Pertanian
KETUA DEWAN REDAKSI : Sekretaris Dinas Pertanian
ANGGOTA DEWAN REDAKSI :
Widiono, SP, Drs. Miskan, Ir. Didik BP

Wahid Rahmawan, SP. Waras Sumakno. SP,


Soni. F, SP. Ir. Nusantara Widjajadi, MM. Sucipto, Kusno, SP.
Tri Atmijunto, BSc. Imam Junaedi, SP. Dea Mareitha STP.

Febriyanti Amd,
1
2
3
D aftar isi
SASARAN DAN REALISASI LUAS TANAM PADI
AWAS WBC MELEDAK...!!!
ARSIP : Erwin Susanto
Nuning Istiyowati, S.P 4 PENYEBAB DAN CARA MENANGGULANGI HAMA WBC
Syafril Yudhi P, 5 HAMA WALANG SANGIT DAN CARA PENGENDALIANNYA
Cicik Rahmawati, Amd., Fathullah SP,Hendro Subekti,
Fenny Yulanda 6 LA LINA
7 FASILITASI GAPOKTAN RINTISAN...
8 TETESAN MINYAK UNTUK MENUMBUHKAN KEP
9 PUPM-TTI UPAYA PUTUS RANTAI PEMASARAN PRODUK...
10 FASILITASI PEMASARAN HORTIKULTURA ...
11 SUKSES DENGAN TEKNOLOGI BUDAYA PETANI CABE...
12 -
13 ANALISA USAHA BUDIDAYA CABE
14 GEREBEK APEM KANTOR KETAHANAN PANGAN ...
15 PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN ...
16 -
17 -

humus edisi 50 Tahun V. 2016 01


SASARAN DAN REALISASI LUAS TANAM PADI
TAHUN 2015 – 2016

URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2016


(HA) (HA)
SASARAN LUAS TANAM SATU TAHUN 72.823 77.948
REALISASI LUAS TANAM M USIM PENGHUJAN 43.375 43.281
REALISASI LUAS TANAM MUSIM KEMARAU 1 31.418 31.704
REALISASI LUAS TANAM MUSIM KEMARAU 2 2.615 -
REALISASI LUAS TANAM SATU TAHUN 77.408 -

TARGET LUAS TANAM PADI MK 2 TAHUN 2016 : 2.963 HA


“Melihat situasi di lapangan, dan pengalaman musim tanam tahun 2015, kita optimis
mampu mencapai target luas tanam yang dibebankan Kabupaten Jombang. Yaitu
seluas 77.948 ha pada tahun 2016”

(Ir. Hadi Purwantoro, MSi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang)

02 humus edisi 50 Tahun V. 2016


S alah satu hama tanaman padi yang masih
menjadi momok bagi petani adalah wereng
batang coklat. Termasuk petani Jombang. Para
petani tentu masih ingat kejadian tahun 2011 dimana terjadi
serangan hama wereng batang coklat mencapai 1500 hektar.
bisa menurunkan produksi. Saya juga sudah serukan kepada
seluruh petugas POPT agar selalu waspada, dan ini akan terus
kita kawal sampai MK 2 nanti selanjutnya sampai musim
penghujan 2016-2017, “ kata Sutami.
“Situasi kemarau yang basah seperti ini memang
Waktu itu produksi padi kabupaten Jombang turun drastis. sangat rentan peningkatan serangan hama wereng. Dan yang
Dari 463.379 ton GKG pada tahun 2010, menjadi 380.819 perlu diwaspadai juga adalah potensi ledakan hama wereng
ton GKG pada tahun 2011. pada musim tanam tahun 2017. Karena bertambahnya luas
Luas serangan hama wereng waktu itu banyak tanam padi pada tahun 2016. Jadi yang paling penting, kita
menyebabkan tanaman padi mengalami puso. Sampai- harus terus waspada,” tambah Sutami.
sampai pemerintah mengeluarkan Inpres No.5 yang salah
satu isinya Bantuan Penganggulangan Padi Puso (BP3) oleh
serangan hama wereng cokelat. Tentu saja kita tidak
berharap kejadian serupa terulang lagi.
Oleh karena itu, kuncinya adalah meningkatkan
ke wa s p a d aan. “ meski akhir-akhir ini kita bisa
mengendalikan hama wereng batang coklat, mamun kita
tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi musim
kemarau tahun ini akan lebih basah karena kejadian la nina
atau kemarau yang basah, “ kata Ir. Hadi Purwantoro, Msi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
“Karena itu saya sarankan kepada para petugas
supaya terus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai
kecolongan. Apalagi kita terus ditarget untuk meningkatkan
produksi padi, “ tambah Ir. Hadi Purwantoro.
Sementara itu, Koordinator POPT Kabupaten
Jombang, Ir. Sutami, MSi mengatakan serangan wereng
batang coklat perlu terus diwaspadai. Saat ini sudah ada
serangan yang cukup luas di Kecamatan kabuh. Ada 10
hektar tanaman padi hibrida yang sudah terserang wereng.
Kita juga telah memberi bantuan 100 liter bahan insektisida
untuk gerakan pengendalian, “ kata nya.
Musim kemarau 1 Tahun 2016 yang masih sering
mendung dan turun hujan memang memicu
berkembangnya OPT. Populasi hama wereng batang coklat
terus bertambah. Disampaikan oleh Koordinator POPT
Kabupaten Jombang, populasi wereng batang coklat
dilaporkan dari Kecamatan Bandarkedungmulyo Desa
Pucangsimo 20 ha dan Desa Kayen 20 ha. Di Desa Tebel,
Kecamatan bareng 15 ha, Desa Kedunglumpang Kecamatan
Mojoagung 10 ha. “ Untuk wilayah yang telah memberikan
laporan adanya populasi wereng kita sudah bantu bahan
untuk gerakan pengendalian. Kalau gerakan pengendalian
bisa dilakukan dengan segera keberadaan wereng batang
coklat diharapkan tidak sampai menimbulkan serangan yang

humus edisi 50 Tahun V. 2016 03


PENYEBAB LEDAKAN HAMA WERENG :
1. Kemarau yang basah sehingga petani cenderung ingin menanam padi terus
menerus. Siklus hidup hama tidak terputus.
2. Varietas rentan (ketan, hibrida, unggul lokal)
3. Penggunaan insektisida yang tidak memenuhi 5 tepat ( Tepat jenis, tepat waktu,
tepat dosis, te[at sasaran, tepat cara)
4. Spot serangan yang tidak segera dikendalikan dengan baik
5. Pemupukan nitrogen yang berlebih

CARA MENGATASI SERANGAN HAMA WERENG :


1. Menerapkan pola tanam yang benar
2. Penggunaan varietas tahan
3. Pergiliran varietas antar musim
4. Penggunaan jamur pathogen / agen hayati (Metarizium, beauveria bassiana)
5. Pelestarian musuh alami
6. Pemupukan berimbang
7. Pengamatan secara rutin dan tindakan yang tepat

S ama lain yang


tanaman berbunga yang sering ditempati walang sangit
Sutami.
elain hama wereng Serangan walang sangit dipicu oleh banyaknya
batang coklat,
h 04 humus edisi 50 Tahun V. 2016
perlu diwaspadai musim kemarau ini adalah
walang sangit. Ir. Sutami, Msi, koordinator POPT
Kabupaten Jombang mengatakan musim kemarau ini
banyak daerah yang melaporkan adanya serangan hama
walang sangit. Salah satunya kecamatan Kabuh.
Koordinator POPT kabupaten Jombang Ir. Sutami,
Msi menyampaikan luas serangan hama walang sangit di
Kecamatan Kabuh mencapai 39 ha. Diantaranya di desa
Tanjungwadung, grobogan, karangpakis, sumberringin,
sumbergondang dan mangunan.
“untuk mengendalikan hama walang sangit di
kecamatan Kabuh kita memberikan bantuan insektisida
sebagai bahan untuk melakukan gerakan, “ tambah
tanaman inang di sekitar sawah. “Diantaranya rimbunan
pohon bambu, hutan di sekitar persawahan dan beberapa

sebagai tempat untuk berlindung, “ kata Ahmadi staf POPT


Kabupaten Jombang.
Selain di Kecamatan Kabuh, menurut Kepala Seksi
Pengendalian OPT, Kusno SP, laporan serangan hama walang
sangit juga masuk dari Kecamatan Diwek, Desa Ceweng dan
Dusun Serning Kecamatan Bareng.
Berkembangnya walang sangit juga tidak lepas dari
kondisi cuaca yang kerapkali mendung. Hujan juga masih
sering turun. Kondisi ini menyebabkan kondisi agroklimat
yang lembab yang mengundang datangnya hama salah
satunya walang sangit.
Meningkatnya serangan OPT juga menjadi perhatian
tim dari kementan bersama dari tim Mabes TNI. Mereka
berharap dengan kondisi cuaca yang sering mendung
pengawalan terhadap tanaman terus ditingkatkan termasuk
memotifasi petani agar mengikuti asuransi pertanian.
Dampak serangan walang sangit
1. Serangan walang sangit dapat menurunkan hasil 10-40%, tetapi pada serangan yang berat akibat populasi
yang tinggi dapat menurunkan hasil sampai 100% atau puso
2. Tanaman padi yang terserang walang sangit biasanya ditanam di sawah dekat hutan
3. Serangan walang sangit juga terjadi pada tanaman padi yang terlambat tanam
4. Walang sangit mengisap isi biji padi pada bulir matang susu (milk), bulir yang lunak (soft dough), dan bulir
yang keras (hard dough)
5. Walang sangit tidak mengisap padi pada saat bunting atau masa pembungaan
6. Aktivitas walang sangit mengisap bulir padi selama 24 jam, tetapi waktu aktivitas yang paling banyak pada
pukul 05-09 dan pukul 15.00-19.00.

Cara Pengendaliannya
1. Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi
2. Walang sangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma
3. Memasang bangkai binatang. Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat
disemprot dengan insektisida.
4. Menggunakan bahan kimia (Decis, Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10
ekor/20rpn.

PERTANIAN
S aat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mengikutkan petani dalam
asuransi pertanian. Ini tidak lepas dari adanya resiko gagal panen yang
akan dialami oleh petani. Baik oleh serangan OPT (Hama penyakit
tanaman) atau karena gangguan iklim (banjir dan kekeringan).
Termasuk para petani yang ada di Kabupaten Jombang. “ Tahun 2016 Kabupaten
jombang di target 6000 hektar. Tapi sampai bulan Juni 2016 baru sekitar 695
hektar yang tercatat mengikuti asuransi pertanian,” kata kepala Dinas pertanian.
Berbagai upaya menjelaskan manfaat asuransi telah dilakukan. Tidak
hanya melalui petugas pertanian. Upaya sosialisasi juga dilakukan oleh aparat TNI
sebagai pendamping upsus. Para petani memang masih belum terbiasa dengan
program asuransi pertanian. Mengikuti asuransi seakan-akan berharap akan
terjadi gagal panen. Padahal mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk
menjaga tanamannya agar tidak sampai terkena hama penyakit.
Namun memperhatikan situasi di lapangan, dengan semakin
meningkatnya potensi serangan OPT, program asuransi pertanian menjadi
semakin penting. Sebagaimana terjadi di Poktan……Desa……Kecamatan
Kesamben. Ada lahan yang mengalami puso karena serangan keong mas.
“Kurang lebih terdapat 1,2 hektar tanaman padi mengalami puso karena
serangan keong mas, kita sudah melakukan survei dengan tim dari Jasindo, “ kata
Ahmadi Staff POPT Kabupaten Jombang. 15 Hari setelah survei dan administrasi
lengkap klaim asuransi segera bisa dibayar, “ tambah Ahmadi.
humus edisi 50 Tahun V. 2016 05
LA LINA
L anina adalah fenomena turunnya suhu
permukaan air laut di Samudera Pasifik yang
lebih rendah dari wilayah sekitarnya.
Lanina dan Elnino memberikan dampak terhadap
kehidupan manusia. Lanina mengakibatkan musim
menyebabkan terjadinya banjir. Peningkatan curah
hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina
tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia
yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak
seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh
hujan di atas kawasan Indonesia dengan rata-rata fenomena La Nina.
intensitas curah hujan yang lebih tinggi dari tahun- Secara umum la nina bisa berdampak positif juga
tahun biasanya. Berikut ini dijelaskan sekilas bisa berdampak negatif. Untuk daerah – daerah
tentang La Nina beserta dampaknya pada kering yang sebelumnya tidak bisa ditanami dengan
pertanian. curah hujan yang bertambah dengan adanya curah
hujan yang meningkat akhirnya bisa ditanami.
Apa lanina ? Namun la nina juga bisa menimbulkan dampak
Dalam bahasa latin La Nina berarti "gadis cilik". La negatif. Dengan kelembaban yang lebih tinggi bisa
Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi meningkatkan resiko serangan OPT. Selain itu
penurunan suhu muka laut di kawasan Timur dengan curah hujan yang lebih tinggi potensi banjir
equator di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat juga perlu diantisipasi.
secara fisik, periodenya pun tidak tetap. Sebagaimana terjadi di musim kemarau 1 tahun
2016 ini. Pada bulan juni yang semestinya cuaca
Bagaimana terjadinya la nina ?
Pada saat terjadi La Nina angin pasat timur yang sudah terang dan tidak turun hujan justru seringkali

bertiup di sepanjang Samudra Pasifik* menguat ( mendung dan turun hujan. Bahkan banyak terlihat

Sirkulasi Walker bergeser ke arah Barat ). Sehingga hamparan yang masih tergenang karena ada curah

massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke hujan yang cukup tinggi dan merata. Karena itu

arah Pasifik Barat. Akibatnya massa air dingin di kewaspadaan perlu ditingkatkan dari segala macam

Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan gangguan. Baik hama, penyakit maupun banjir.

massa air hangat yang berpindah tersebut, hal ini


biasa disebut upwelling. Dengan
pergantian massa air itulah suhu
p e r m u k a a n l a u t m e n ga l a m i
penurunan dari nilai normalnya. La
Nina umumnya terjadi pada musim
dingin di Belahan Bumi Utara
Khatulistiwa.

Apa dampak la nina terhadap


cuaca di wilayah Indonesia ?
Fenomena La Nina menyebabkan
curah hujan di sebagian besar
wilayah Indonesia bertambah,
bahkan sangat be rpo te ns i

06 humus edisi 50 Tahun V. 2016


FASILITASI GAPOKTAN
RINTISAN WUJUDKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI

U
ntuk menjaga semangat kegiatan ekonomi di diberi gambaran pengembangan ekonomi melalui
kelompoktani. Dinas pertanian Gapoktan. “Saya kira apa yang sudah dijelaskan dalam
menyelanggarakan kegiatan pembinaan di paparan dari Dinas tadi sangat masuk akal. Tinggal kita
10 Gapoktan di Kabupaten Jombang. Kegiatan ini sendiri mau melaksanakan apa tidak, “ kata sutakat Koordinator
merupakan kegiatan pembinaan gapoktan di tahun ke dua. PPL Kecamatan Ngoro yang ikut mendampingi kegiatan.
Sebelumnya juga diselenggarakan pada tahun 2015. Sementara, di Gapoktan Mentoro Kecamatan
Dengan berbagai pertimbangan dipilihlah 10 Sumobito pertemuan pembinaan Gapoktan berjalan sangat
gapoktan yakni : Gapoktan Mentoro dan Gapoktan Palrejo dinamis. Ini tidak lepas dari kegiatan di Gapoktan yang
di Kecamatan Sumobito, Gapoktan Sugihwaras di memang sudah berjalan sangat baik. Berbagai dukungan
Kecamatan Ngoro, Gapoktan Kedungpari di Kecamatan memang sudah diterima di Gapoktan Mentoro.
Mojowarno, Gapoktan Balongsari Kecamatan Megaluh, Diantaranya PUAP, LDPM dari kantor ketahanan pangan,
Gapoktan Kebonagung Kecamatan Ploso, Gapoktan bantuan RMU dan Gudang dari CSR bank Indonesia.
Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto dan gapoktan Dengan pembagian tugas yang baik Gapoktan mentoro
Barongsawahan di Kecamatan Bandarkedungmulyo. mampu menjalankan kegiatan ekonominya dengan cukup
Sepuluh Gapoktan tersebut diharapkan mampu dinamis. Pemupukan modal, pembelian hasil panen
menjalankan kegiatan usaha bersama di tingkat Gapoktan. anggota, pemasaran gabah beras sekalihgus pembagian
Ada satu faktor yang cukup signifikan dalam menggerakan SHU untuk anggota sudah bisa dijalankan oleh pengurus
kegiatan dalam gapoktan yakni ada tidaknya program Gapoktan.
PUAP. Untuk Gapoktan yang telah mendapatkan kegiatan “ Jujur saja kita sebenarnya cukup kuwalahan
PUAP relatif lebih hidup dibandingkan dengan yang belum menjalankan kegiatan di Gapoktan. Meskipun kita sudah
dapat. membagi tugas, banyak administrasi yang belum
Dari kesepuluh Gapoktan tersebut ada dua yang terlaksana dengan baik, “ kata Slamet Pramono
masih belum mendapatkan program PUAP yakni Gapoktan Koordinator Pemasaran Gapoktan Mentoro.
palrejo dan Gapoktan Kedungpari. “Tidak tahu kenapa, Dengan berkembangnya kegiatan di Gapoktan
kami ini kok selalu kancrit. Yang lain sudah dapat kok sementara sumberdaya manusia yang terbatas, akhirnya
Kedungpari sampai saat ini belum juga dapat PUAP, “ kata disepakati untuk diupayakan menambah personil dari
Indarto salah satu pengurus Gapoktan Kedungpari yang sumberdaya yang lebih muda. Termasuk menyediakan
juga dikenal sebagai salah satu perintis kemitraan sarana komputer untuk mendukung kegiatan dalam
pemasaran gabah beras antara Gapoktan dengan Bulog di Gapoktan.
Kabupaten Jombang. Demikian juga di gapoktan Balongsari Kecamatan
Namun meskipun belum mendapatkan PUAP ini Megaluh. Dalam pertemuan pembinaan dilakukan
tidak menurutkan semangat Gapoktan Kedungpari untuk identifikasi potensi usaha yang ada dalam lingkungan
mengembangkan modal. Akhirnya dari pertemuan itu gapoktan. Tidak disangka, setelah diidentifikasi ternyata
disepakati dilakukan pemupukan modal gapoktan dalam setelah dilakukan identifikasi paling tidak ada lima jenis
bentuk Gapoktan. “ Mari sekarang kita mulai lagi apa yang usaha yang bisa dilakukan melalui Gapoktan. Diantaranya :
dulu sudah kita rintis. Dalam bentuk saham berupa gabah. jasa persewaan alat mesin pertanian, pemasaran gabah
Mari kita sepakati minimal berapa per musim. Semoga ini beras, pemasaran daging ayam kampung, pemasaran
bisa jadi pancingan untuk menjalankan program yang lain, “ produk olahan (aneka keripik dan jamu), pemasaran benih
tambah indarto. padi serta jasa keuangan.
Lain lagi di Gapoktan Sugihwaras Kecamatan “Apa yang sudah diidentifikasi tadi bukan sesuatu
Ngoro, pertemuan yang diselenggarakan di gedung yang mengada-ada. Karena ini semua sudah ada di
posyandu Desa Sugihwaras itu berlangsung cukup gapoktan. Tinggal kita mau menjalankannya apa tidak.
dinamis. Banyak harapan yang muncul dari para pengurus Karena itu saya berharap Gapoktan bisa menindaklanjuti
dan anggota Gapoktan. Ini tidak lepas dari pengurus yang menjadi usaha yang bisa mensejahterakan anggota, “ kata
sudah berpengalaman dalam menjalankan kegiatan Ir. Nusantara Wijayadi, MM.
koperasi. Selain itu, Sugihwaras juga sudah mendapatkan S e l a n j u t n ya d i G a p o k t a n B a r o n g s a wa h a n
PUAP sekaligus LDPM (lembaga distribusi pangan Kecamatan Bandarkedungmulyo pertemuan juga berjalan
Masyarakat) dari Kantor Ketahanan pangan. Tentu saja ini dengan baik. Pertemuan juga dihadiri oleh pendamping
bisa menjadi sarana untuk menjalankan kegiatan agribisnis desa. Dalam kesempatan itu, petugas pendamping desa
dalam Gapoktan khususnya dalam melakukan pembelian membuka pintu untuk Gapoktan agar dalam perencanaan
dan penjualan hasil panen anggota. pembangunan desa bisa disinergikan dengan program
Karenannya para pengurus sangat antusias ketika desa.

humus edisi 50 Tahun V. 2016 07


OPINI

TETES A N MINY A K
UNTUK MENUMBUHKAN KEP
S
ebagaimana ditulis pada bagian meningkatkan taraf hidup petani. Para petani tidak

S pertama, secara umum petani kita masih


belum mampu menjalankan agribisnis
secara utuh. Petani masih terfokus pada kegiatan
bisa terus menerus mengeluhkan harga jatuh karena
hanya bisa memasarkan pada tengkulak. Sudah
saatnya petani mampu menolong dirinya melalui
produksi atau on farm. Sedangkan kegiatan off farm kegiatan ekonomi yang mereke perankan sendiri.
mulai pengolahan para petani masih belum mampu Tentu saja ini tidak semudah menuliskannya
menangani dengan baik. Sebagian besar masih dalam program kerja. Harus ada upaya yang intensif,
bergantung pada pihak lain dan para tengkulak. kontinyu dan terpadu. Memang banyak bantuan
Inilah yang menyebabkan nilai tawar petani yang yang telah digelontorkan. Berbagai pelatihan yang
masih rendah. Pendapatan sulit ditingkatkan. diselenggarakan. Namun berbagai bantuan serta
Ini terlihat ketika program sergap (Serap Gabah pembinaan sebagai bentuk dukungan dari
petani) diluncurkan oleh kementerian pertanian. pemerintah harus bisa diberikan secara lebih tepat
Program Sergap berusaha memerankan petani, sasaran. Sesuai dengan potensi yang di wilayah.
Poktan, Gapoktan menjadi pelaku usaha. Mereka Sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang
diharapkan mampu memasarkan gabah hasil dimilki oleh pengurus kelompok. Termasuk untuk
panennya ke Bulog. Tentu saja dengan kualitas dan kelompokyang akan dicetak sebagai lembaga
harga yang telah ditentukan. Lepas dari harga Bulog ekonomi petani.
yang “kalah” bersaing dengan harga pasar di luar. Karena itu penumbuhan dan pengembangan
Terlihat sekali para petani maupun gapoktan “berat” kelembagaan ekonomi petani juga tidak lepas dari
untuk masuk ke Bulog. dukungan yang bisa diberikan oleh pemerintah.
Bagaimana tidak, selama ini ketika berhubungan Dimana bentuk dukungan itu harus sesuai dengan
dengan tengkulak mereka cukup santai di rumah. potensi dan kemampuan sebagaimana tersebut
Tengkulak datang dan mereka mendapatkan uang. diatas. Agar ini bisa terjadi sudah seharusnya dinas
Tidak perlu mencari tenaga panen, menyiapkan biaya memiliki database kelompok yang layak untuk
panen, menjemur dan mengangkut hasil panen. dikembangkan sebagai kelompok percontohan. Pada
Lebih praktis. Sedangkan kalau memasarkan sendiri, kelompok percontohan inilah nantinya berbagai
mereka harus memanen sendiri, mengeringkan dukungan bisa diterapkan sebagai sarana untuk
kemudian mengirimnya ke Bulog. Tentu saja membangun agribisnis hulu sampai hilir dalam
kebanyakan petani memilih yang lebih praktis. wadah kelembagaan ekonomi petani. Baik dukungan
Inilah salah satu bukti, para petani kita masih modal, dukungan sarana, dukungan pembinaan SDM
perlu dukungan dan pembinaan agar bisa menjadi dan dukungan dalam bentuk lainnya. Selanjutnya
palaku usaha agribisnis. Bukan hanya sebagai pelak u ketika kelompok percontohan ini sudah mulai
usaha budidaya pertanian. Karena itu program mandiri. Perlahan-lahan dukungan dialihkan untuk
kementerian pertanian untuk menumbuhkan dan kelompok yang lain. Dan kelompok yang sudah
mengembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani mandiri tersebut menjadi mentor atau pembimbing
adalah salah satu upaya strategis untu k bagi kelompok lain yang sedang dikembangkan.

08 humus edisi 50 Tahun V. 2016


arga komoditas pangan yang selalu

H berfluktuasi dapat merugikan petani. Di


sisi lain konsumen juga seringkali
menerima harga yang juga terlalu tinggi. Namun, harga
yang tinggi di tingkat konsumen ternyata tidak menjamin
petani mendapatkan harga yang layak. Melihat kondisi ini
d i p e r l u k a n keseimb an gan h arga yan g salin g
menguntungkan, baik di tingkat produsen (petani)
maupun tingkat konsumen.
Berdasarkan permasalahan diatas, Kementerian
Pertanian melakukan terobosan sebagai solusi dalam
mengatasi gejolak harga pangan yaitu melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).
Kegiatan PUPM secara tidak langsung berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan
tingginya harga pada saat paceklik. Juga diharapkan mampu menahan gejolak harga dalam situasi tertentu.
Mekanisme yang dilakukan adalah dengan cara menjadikan Gapoktan sebagai pelaku pasar agar mampu
melakukan pembelian ke petani, pengolahan beras kemudian langsung memasarkan pada toko yang menjual langsung
kepada konsumen (Toko Tani Indonesia).
“Program ini melibatkan empat Gapoktan yang ada di Kabupaten Jombang. Diantaranya Gapoktan Jatipelem dan
Gapoktan Bulurejo Kecamatan Diwek, Gapoktan Mentoro Kecamatan Sumobito dan Gapoktan Balongsari Kecamatan
Megaluh,” kata Heri Setyobudi, SP., MM Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Jombang.
Selanjutnya untuk melakukan penjualan beras hasil produksi dari Gapoktan, masing-masing Gapoktan didan
minta menunjuk Toko Tani Indonesia (TTI) yang akan menjual beras langsung ke konsumen.
“Karena ini program baru, tentunya ini masih akan terus dievaluasi dan disempurnakan. Jangan sampai Gapoktan
mengalami kerugian, “ tambah Heri.
Program PUPM dan Toko Tani Indonesia itu
sendiri telah di luncurkan secara resmi oleh Bupati
Jombang, Drs. Ec. Nyono Suharli Wihandoko saat
pembukaan pasar ramadhan di GOR Jombang.
Pola PUPM dan TTI ini tentunya diharapkan bisa
menjadi terobosan dalam pola pemasarn hasil
pertanian. Sebagaimana berlangsung selama ini.
Rantai pemasaran beras masih dianggap terlalu
panjang. Sebelum sampai ke konsumen beras
harus melalui sekitar 7-9 rantai pemasaran.
Sementara dengan pola PUPM – TTI ini rantai
pemasaran berkurang menjadi tiga rantai. Yaitu
petani – Gapoktan – TTI – Konsumen.

humus edisi 50 Tahun V. 2016 09


FASILITASI
PEMASARAN
HORTIKULTURA
DI KAWASAN AGROPOLITAN
PP ersoalan klasik yang dihadapi petani termasuk
petani hortikultura adalah fluktuasi harga hasil
panen. Perubahan harga bahkan bisa terjadi
dalam hitungan jam. Banyak sekali faktor yang membuat harga
cepat berubah. Ini disampaikan oleh para perwakilan petani
horti dari empat wilayah. Kecamatan Ngoro, Mojowarno,
Bareng dan Kecamatan Wonosalam saat pertemuan
pembinaan kelembagaan petani horti di kawasan Agropolitan
di Kantor Disperta Kabupaten Jombang.
“perubahan bisa terjadi dalam hitungan jam. Seperti
harga kol. Ini terjadi karena saat panen siang ada daerah lain
yang juga panen sehingga di pasar ada barang yang melimpah,
“ kata Sutomo ketua asosiasi petani horti Kecamatan Ngoro.
Para wakil petani dalam pertemuan tersebut juga banyak
mengeluhkan harga yang rendah. Ini dikarenakan petani hanya
mengandalkan pembelian dari para tengkulak. “kita hanya
mengandalkan para tengkulak untuk membeli hasil panen, “
ujar Supadi perwakilan petani horti dari Mojowarno. asosiasi yang mereka bentuk sudah bisa memangkas dua rantai
Disamping karena hanya bergantung pada tengkulak, pemasaran. Harga bisa sedikit terangkat dan lebih stabil.
rendahnya harga produk pertanian juga disebabkan Dalam kesempatan pertemuan tersebut Sutomo
panjangnya rantai pemasaran. Untuk sampai pada petani mengajak para petani di sekitar Ngoro untuk bergabung
paling tidak produk sayur dari petani harus melalui petani - dengan asosiasinya. “Setidaknya kalau kita memiliki anggota
pembeli lokal - pengepul - pasar luar kota – pedagang pengecer lebih banyak kita bisa memiliki stok produk yang lebih besar
- konsumen. Dari rantai ini bisa juga menjadi lebih panjang sehingga kita bisa menjual ke pedagang yang lebih besar, “ kata
dengan tambahan satu atau dua pelaku pasar lagi. Sutomo.
Rantai pemasaran tersebut tentu saja telah terbentuk Tidak hanya memotong rantai pemasaran. Dengan
sangat lama dengan hubungan yang erat. Sebagaimana adanya asosiasi mereka juga bisa melakukan penjadwalan
dijelaskan oleh salah satu perwakilan petani, biasanya antara tanam. “Kalau kita bisa melakukan penjadwalan tanam, kita
petani dan pembeli lokal telah ada hubungan kerjasama. bisa menghindari produk yang melimpah sehingga tidak
“Petani di awal musim diberi pinjaman oleh tengkulak. Nanti sampai harga terlalu jatuh saat panen, “ Tambah Sutomo.
kalau panen hasilnya dijual ke tengkulak tersebut, “ kata salah Dari serangkaian diskusi akhirnya disepakati untuk
memperkuat kelembagaan petani horti dalam bentuk asosiasi.
seorang peserta pertemuan.
Meningkatkan dan membangun nilai tawar petani Ada dua pilihan. Daerah yang memungkinkan untuk bergabung
memang tidak mudah. Perlu dukungan banyak pihak dan dengan asosiasi yang ada bisa digabungkan. Sementara yang
terutama kesadaran dari petani sendiri untuk mau tidak memungkinkan bergabung karena komoditi yang
memperbaiki diri sendiri. Sebagaimana dilakukan oleh Sutomo berbeda dan jarak yang terlalu jauh maka dibentuk
dengan kelompok asosiasi horti di Desa genukwatu, kelembagaan tersendiri di daerah tersebut. Selain itu, seluruh
kecamatan Ngoro. Melalui asosiasi yang sudah dibentuk sejak peserta sepakat segera bisa direalisasikan pasar horti untuk
3 tahun yang lalu. Kini mereka sudah mulai bisa membangun kawasan ngoro, mojowarno, wonosalam dan Bareng. Mereka
kemandirian dalam melakukan pemasaran. Setidaknya melalui sepakat seandainya terminal yang tidak terpakai bisa dijadikan
pasar agrobisnis untuk kawasan agropolitan. Semoga…
10 humus edisi 50 Tahun V. 2016
SUKSES DENGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA
SEGUNUNG

D
D Kecamatan Kesamben dikenal
usun segunung, Desa Jombok
sebagai salah satu sentra cabe kecil
di Kabupaten Jombang. “Disini terdapat 56 hektar
Salah satu upaya yang dilakukan Dinas
program yang tepat.
Pertanian adalah dengan memberikan dukungan
dalam bentuk sarana dan teknologi budidaya.
tanaman cabe. Sedangkan hasil rata-rata per hektar Adapun sarana yang diberikan antara lain dalam
bisa mencapai 8 ton,” kata Suhartono Ketua bentuk taxi pump, tandon, pengairan drip, sarana
kelompoktani Segunung saat ditemui di rumahnya. dan prasarana lainnya bisa berupa pupuk, benih,
Dengan luasan tersebut, dalam setahun bisa mulsa plastik, " kata Nusantara Wijayadi, MM..
dihasilkan produksi cabe mencapai 448 ton. Apabila Dalam hamparan seluas 8 hektar
rata-rata harga cabe Rp.10.000 / kg. maka dalam Untuk mengisi air dibuatkan sumur sejumlah
setahun nilai dari budidaya cabe di dusun segunung 4 unit sumur yang mensuplai 16 buah tandon air
saja mencapai lebih dari 4 milliar. Tentu saja nilai dengan kapasitas masing-masing tandon sejumlah
tersebut bukan nilai yang kecil. Oleh karena itu, 1000 liter. “Alhamdulilah sekarang sudah tidak
kegiatan budidaya cabe perlu didukung dengan kesulitan lagi soal pengairan. Tahun ini produksi cabe

humus edisi 50 Tahun V. 2016 11


petani segunung juga lebih baik dari tahun-tahun petani. “Kita dulu sempat terfikir untuk mendirikan
sebelumnya, “ kata Suhartono. semacam koperasi yang bertujuan memasarkan
Sukses memperbaiki teknologi budidaya cabe hasil panen petani cabe di segunung. Tapi rencana
bukan berarti permasalahan selesai. Sebagaimana itu tidak berlanjut sampai sekarang. Ya…kalau
persoalan yang sering dihadapi oleh umumnya seandainya dari dinas ada dorongan kita siap
petani, petani cabe di segunung berharap ada sistem merintis lagi karena saya kira para pengurus di
pemasaran yang lebih baik yang bisa meningkatkan kelompok juga akan siap, “ terang Suhar.
pendapatan petani. Upaya membentuk koperasi atau semacamnya di
Suhartono menjelaskan di segunung terdapat petani cabe segunung tentu saja perlu mendapatkan
lima pengepul cabe yang membeli hasil panen d u k u n ga n . B u k a n h a ny a
kemudahan pemasaran,
dengan adanya wadah tersebut
di ha ra pka n a ka n
mempermudah petani anggota
untuk mendapatkan modal,
sarana, pemasaran termasuk
p e n i n g k at a n pe ndapatan.
Te n t u s a j a t i d a k s a m p a i
mematikan para pedagang
pengepul yang sudah ada.

Luas Lahan cabe di Poktan Segunung : 56 ha


Rata-rata Produksi : 8 ton/ha
Nilai usahatani cabe di Segunung / musim : Rp 4,480,000,000
Jumlah Pedagang Pengepul di Segunung : 5 pedagang pengepul

12 humus edisi 50 Tahun V. 2016


ANALISA
USAHA BUDIDAYA CABE
Kecamatan : Kesamben
Desa : Jombok
Nama kelompoktani : Segunung
Petani : Suhartono
Luas Lahan : bata 75
Masa Tanam : Oktober – Maret 2016
NO URAIAN NILAI (RP)
BIAYA TENAGA KERJA
1 Olah tanah 150,000
2 Pembuatan gulutan 320,000
3 Pasang mulsa 40,000
4 Tenaga pengairan 80,000
5 Ngeplong mulsa 40,000
6 Tenaga tanam 200,000
7 Tenaga pengairan 200,000
8 Tenaga semprot 120,000
9 Pemupukan pupuk 80,000
10 Tenaga panen 1,400,000
2,630,000

BELANJA BAHAN
1 Pupuk 214000
2 Benih 65,000
3 Mulsa 670,000
4 Obat 153.000
5 Bensin 96,000
1,198,000

TOTAL BIAYA 3,828,000

PENDAPATAN 11,607,000

HASIL = PENDAPATAN -BIAYA 7,779,000

PERIODE PANEN CABE


PANEN KE - HASIL (KG) HARGA / KG HASIL PENJUALAN (RP)
1 10 31,000 310,000
2 40 28,000 1,120,000
3 160 17,000 2,720,000
4 196 7,000 1,372,000
5 155 7,000 1,085,000
6, 7, dst.. 500 10,000 5,000,000
1,622 11,607,000
humus edisi 50 Tahun V. 2016 13
POPULERKAN PANGAN NON BERAS
A pem. Kue berbahan dasar tepung beras ini
sangat dikenal di kalangan masyarakat
Jawa. Bahan dasar, bentuk, dan tekstur
kue apem ini ada yang mengatakan hampir mirip dengan
puasa 1437 H, Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten
Jombang kembali menyelenggarakan gerebek apem di
Halaman GOR (Gedung Olah Raga). Ribuan kue apem
dibentuk menyerupai tumpeng. Menjadi daya tarik
tersendiri karena apem itu digotong oleh 4 orang yang
surabi. Masyarakat jawa tentu memiliki filosofi dalam
membuat dan memberi nama sesuatu. Termasuk kue berpenampilan dengan gaya besutan.
apem. Konon kue apem sebenarnya berasal dari bahasa Seperti tahun - tahun sebelumnya, gunungan
Arab, afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Jadi, apem ini disiapkan untuk dijadikan rebutan masyarakat
dalam filosofi Jawa, kue ini merupakan simbol yang hadir. Dalam hitungan menit, ribuan kue apem yang
permohonan ampun kepada tuhan. Akhirnya, lidah jawa ditata di gunungan menjadi bancakan masyarakat.
Mereka rela jatuh bangun untuk mendapatkan
merubah kata afuwwun menjadi apem.
Tradisi Jawa biasanya membuat apem saat penganan tradisional berbahan beras, tape singkong, gula
menjelang bulan puasa. Atau sering disebut dengan dan ragi ini, yang diyakini dapat membawa berkah bagi
megengan. Apem dibuat untuk dibawa ke mushala atau mereka yang mendapatkannya. Namun, grebeg apem
masjid. Setelah berdoa, kue apem dibagi kepada para masih berlangsung relatif lancar dan aman.
“Kegiatan ini selain untuk menyambut datangnya
tetangga sehingga bisa dikatakan, kue ini juga sebagai
bulan Ramadhan juga untuk memasyaraktkan kue lokal.
sarana untuk
Selain itu seluruh kue apem yang dijadikan bahan
mengungkapkan
gunungan ini juga dibuat dari bahan non beras. Tujuan
rasa syukur
kita adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat
t e r h a d a p r e ze k i
bahan-bahan non beras yang juga bisa dijadikan menjadi
y a n g su d ah k ita
berbagai pangan olahan termasuk kue apem, “ kata Heri
dapatkan.
Menyambut Setyobudi, SP., MMA Kepala Kantor Ketahanan pangan.
datangnya bulan

14 humus edisi 50 Tahun V. 2016


U ntuk memanfaatkan potensi Sumberdaya Alam
diperlukan kemampuan SDM yang terampil.
Sebagaimana diketahui di lingkungan desa
masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan. Salah satunya
di Desa Balongsari Kecamatan Megaluh. Untuk meningkatkan
produksi dan dipasarkan bersama. Bisa kita titipkan di toko-toko
yang ada di Balongsari, “katanya di sela pelaksanaan pelatihan.
Di Balongsari sendiri ada beberapa potensi yang akan
dikembangkan oleh kelompok wanita tani diantaranya keripik
ketela pohon dan ampok instan di Dusun Kedungsari, jamu di
kemampuan dalam mengelola potensi sumberdaya alam Dusun Godong. Dengan adanya pelatihan pengolahan aneka
Kelompok Wanita Tani Desa Balongsari mendapatkan pelatihan produk pisang diharapkan akan menambah kegiatan UMKM di
pembuatan keripik pisang, keripik kulit pisang dan keripik Desa Balongsari.
bonggol pisang.
“saya berharap ini nanti bisa ditindaklanjuti. Sukur kalau
bisa menjadi produk khas dari desa balongsari. Seperti desa-
desa lain di megaluh yang juga sudah memiliki produk khas dari
desa masing-masing, “ kata Camat Megaluh Drs. Anwar., MKP
saat membuka pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani Desa
Balongsari.
Pelatihan itu sendiri merupakan kegiatan dari Dinas
Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Jombang yang
diselenggarakan selama empat hari. Sejalan dengan Camat
Megaluh, Drs. Hasan Bisri, MSi Sekretaris Dinas Perindustrian
Perdagangan dan Pasar Kabupaten Jombang menyampaikan
kepada para peserta pelatihan supaya bisa menindaklanjuti
hasil pelatihan dalam bentuk kegiatan produksi.
Ke p a l a d e s a B a l o n g s a r i m e ny a m b u t p o s i t i f
penyelenggaraan pelatihan untuk wanita tani Desa Balongsari.
“Dengan pelatihan ini saya berharap bisa ditindaklanjuti oleh
ibu-ibu. Banyak sekali bahan-bahan yang ada di desa. Kalau ini
bisa dimanfaatkan dengan baik pasti bisa mendatangkan uang,”
kata H. Nur Wahid Kepala Desa balongsari.
Sementara itu Nanik Rahayu ketua Kelompok Wanita Tani
BalongsJa;r:irim~epn:y;na~
a . I . or! = ~n : ,
mnpaikan se:.tde=la';hh ppeelatihan ak;:a1n0)' bbe:r.ur,slw aht-aOl
mnernf\inn.dr:a~kIl:aln
J;j"uJtJitlpr;:oM
durlkIs"i'~pf ar.n..glI:at;on1!\ oolalihllha.n'I.I\.“N~a'''nat'U
i lbi:s:aI~k~i~
tart"

h m
usu~e"d.is:b
i5I6
0 )T"a'IhIu·nIJVI.I2
'l0:0
1616 1155
HAMA

pisang dan pepaya). Letakkan dedaunan


tersebut ditepi-tepi sawah.
·Pengelolaan air: Keong bersifat aktif pada air yang
menggenang/diam dan karenanya, perataan tanah
dan pengeringan sawah yang baik dapat membantu
mengurangi kerusakan. Saluran saluran air kecil
(misalnya, lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) juga
dapat dibuat, setelah persiapan lahan tahap akhir.
Buat saluran-saluran kecil dengan menarik kantung
merupakan hama yang tidak asing lagi bagi para berisi benda berat dengan interval 10-15 m atau di
petani. Keong mas semula didatangkan di Indonesia sebagai sekitar sudut-sudut sawah. Saluran-saluran kecil ini
hewan hias, pembersih akuarium, penghasil protein hewani memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai
dan sebagai komoditas eksport karena harganya tinggi pada titik focus untuk mengumpulkan keong atau
waktu itu. Namun karena kurangnya pengawasan maka membunuh keong secara manual dengan lebih
banyak keong mas yang lolos dari kolam tertutup melalui mudah. Apabila pengendalian air baik, pengeringan
saluran pembuangan dan dapat menyesuaikan diri sehingga dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia
berhasil mengembangkan keturunannya di kolam-kolam anakan (misalnya, 15 hari pertama untuk tanam
terbuka atau tempat-tempat genangan air dan akhirnya pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).
sampai ke sawah (BPTPH-I, 1997). ·Pengunaan tanaman beracun: Misalnya daun
Kini keong mas termasuk spesies asing yang sembung (Blumea balsamifera), daun/akar tuba,
berkembang dan paling merugikan. Kerugia n yang daun eceng gondok (Monochoria vaginalis), daun
disebabkan oleh keong mas bukan hanya turunnya hasil
tembakau (Nicotiana tabacum), daun calamansi
panen padi, tetapi juga bertambahnya biaya pengendalian.
atau jeruk (Citrus microcarpa), daun mabuhay
Tambahan biaya untuk menanam ulang atau menyulam akan
mengurangi keuntungan petani. (Tinospora rumphii), dan cabai merah. Selain itu,
Keong mas memakan tanaman padi muda ang baru beberapa tanaman lain yang juga dapat digunakan
ditanam serta dapat menghancurkan tanaman ada saat u ntu k m e m b era n ta s keo n g m a s n i m b a
pertumbuhan awal. Serangan keong mas yang parah dapat (Azadirachtha indica) yang mengandung bahan
mengakibatkan tanaman padi yang baru di tanam habis total. yang dapat membunuh keong mas. Berbagai
Sebagaimana terjadi di Desa Kedungbetik, Kecamatan tumbuhan tersebut dianjurkan diaplikasikan
Kesamben. 1 hektar lebih tanaman padi mengalami puso
sebelum penanam padi. Saluran kecil dibuat agar
karena serangan hama keong mas. Saat-saat penting untuk
mengendalikan keong mas adalah pada 10 hari pertama untuk keong mas berada di dalam saluran tersebut dan
padi tanam pindah dan sebelum tanaman berumur 21 hari selanjutnya di atas saluran tersebut tempatkan
pada sistem tabela (tanam benih secara langsung). Setelah tumbuhan yang disebutkan di atas.
umur tersebut, tingkat pertumbuhan tanaman biasanya lebih ·Pengendalian secara kimia: Gunakan pestisida k
tinggi daripada tingkat kerusakan akibat yang berbahan aktif niclos amida dan deris. pilih
eong.
produk-produk yang tersedia di toko pertanian yang
Beberapa cara megendalian hama keong mas memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan
secara
terpadu di tanaman padi antara lain: lingkungan.
·Musuh alami: bebek memakan keon
g muda.
Bebek ditempatkan di sawah selama
ersiapan
lahan tahap akhir atau setelah tanaman
tumbuh
cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah
tanam).
keong dapat dipanen, dimasak serta dimak
an.
·Pemungutan: Pungut keong dan hancurkan
telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan
sore hari ketika keong berada pada keadaan aktif.
Tancapkan tongkat bambu untuk menarik keong
dewasa agar meletakkan telurnya.
·Penggunaan umpan: Tempatkan dedaunan yang
menarik perhatian keong agar pemungutan keong
lebih mudah (tanaman yang memungkinkan adalah:

16 humus edisi 50 Tahun V. 2016


DARI HAMA SAWAH MENJADI BERKAH

K eong mas atau petani


menyebutnya kol, juga
m enyera ng ta na man
padi yang ada di Desa Balongsari
Kecamatan Megaluh. “Saking banyaknya
setelah itu kepala saya pusing. Tapi ini
perlu saya coba lagi “ aku Muklison
Dan pada hari berikutnya ternyata tidak
ada satupun yang mengaku keracunan
Kepala Dusun Kedungsari yang juga dari sekitar 50 orang yang ikut
pengurus Gapoktan Balongsari.
“Kalau sampai keracunan itu
menyantap makan malam dengan menu
kol. Kol..dari hama sawah menjai berkah.
kol, hampir setiap hari ada orang Kediri karena masaknya kurang bener. Kalau (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
yang mencari keong mas, sepertinya mbersihkan kol, ada yang menthil di sambil berdiri atau duduk atau dalam
sehari bisa sekintal lebih, “kata Susianto bagian belakang kol, itu harus dibuang, “ ke a da n be rba r ing dan mereka
ketua Poktan Balongsari. terang Susianto berusaha meyakinkan memikirkan tentang penciptaan langit
Keberadaan hama keong mas kalau kol aman dikonsumsi. dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan
atau kol kalau dibiarkan memang bisa Setelah setengah hari masak kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
meresahkan. Karena populasinya yang bersama, akhirnya jadilah berbagai menu
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
sangat besar. Menyikapi hal itu, kepala masakan dengan bahan utama kol sawah peliharalah kami dari siksa neraka... (QS
Desa Balongsari mengajak beberapa yang selama ini jadi hama tanaman padi. Ali 'imran (3) : 191).
petani dan pengurus Poktan dan Khawatir kalau ada yang keracunan, tidak
Gapoktan untuk mencari jalan mengatasi lupa disiapkan minum es degan. “ini Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
hama kol di Balongsari. Akhirnya njagani kalau-kalau nanti sampai ada
disepakati untuk memanfaatkan kol yang pusing karena gak tawar, “ kata
menjadi bahan masakan. “kalau memang Kades Balongsari.
ini bisa dan aman dimakan, ayo..kita Semua menu kol sudah terhidang
di meja. Nasi hangat dengan varietas
kumpulkan keong mas, biar ibu-ibu KWT
sidenok yang dikenal pulen. Sambel,
yang memasak. Nanti kita adakan makan
la l a p a n , b erbagai lauk dari kol
bersama, “ tandas H Nur Wahid, Kepala
krengsengan, kol bumbu sate, kol goreng
Desa Balongsari.
Akhirnya didapatkan 1 sak kol, sampai rempeyek kol. Plus es degan.
diolah oleh ibu-ibu anggota Kelompok Semua menikmati dengan lahap. Bahkan
Wanita Tani menjadi berbagai macam ada yang sampai berkali-kali tambah.
olahan. Ada krengsengan kol, kol bumbu Apalagi tersedia minum es degan.
sate, kol goreng tepung dan rempeyek “Ternyata rasanya benar-benar
luar biasa. Kalau begini saya tidak ragu,
kol. Setengah hari ibu-ibu, dibantu
p e n g u r u s P o k t a n d a n b e b e ra p a nanti saya akan kumpulkan teman-teman
supaya ini bisa dimanfaatkan untuk
perangkat desa ikut menyiapkan menu
kegiatan ekonomi di desa. Nanti kita bisa
makan malam dengan menu utama kol.
A d a ju ga ya n g k h aw atir buka warung disini dengan menu kol atau
keracunan. Karena katanya pernah ada kita buat kol yang masak krispi nanti kita
kejadian warga yang keracunan setelah titipkan di warung-warung, “tandas H nur
makan kol. “saya pernah makan kol, Wahid bersemangat.

humus edisi 50 Tahun V. 2016 17

Common questions

Didukung oleh AI

Farmers in Jombang face significant challenges during wet drought periods as these conditions are conducive to the outbreak of pests like brown planthopper and rice bug. The consistent humidity and rainfall promote pest life cycles without interruption, leading to increased pest populations and higher risks of infestation. Farmers have to increase monitoring and control efforts, which can be resource-intensive, requiring materials like insecticides and biological controls, and potentially leading to increased production costs if not managed correctly. These scenarios can severely impact yield and economic returns if pests are not effectively managed .

Agricultural facilitation programs like PUAP positively impact Gapoktan by providing financial assistance and organizational support, which leads to more dynamic and successful economic activities within the cooperatives. Gapoktans that have received PUAP often exhibit higher levels of activity and development than those without such support. For instance, some Gapoktans in Jombang have been able to expand their operations and integrate services like marketing and processing of agricultural products, enhancing farmer incomes and cooperative sustainability .

The text outlines measures to prevent yield losses from rice bug attacks, such as cleaning weeds around rice fields, using insecticides, and encouraging natural predatory practices. These strategies aim to manage the bug populations and minimize damage to rice crops. Regular monitoring and rapid response to early signs of infestation are crucial to preventing severe yield reductions, which can reach 100% in heavy infestations .

The document recommends several strategies for controlling brown planthopper: implementing accurate planting patterns, using resistant varieties, rotating varieties between seasons, using fungal pathogens or biological agents like Metarizium and Beauveria bassiana, preserving natural enemies, practicing balanced fertilization, and conducting routine observations with appropriate actions .

Farmers in Jombang can mitigate the impact of marketing chain complexities on their income by engaging with Gapoktan and initiatives like Toko Tani Indonesia, which shorten the marketing chain from farm to consumer. This approach helps stabilize prices and increase farmer income by reducing intermediary stages. Gapoktan acts as a collective market force to negotiate better terms and streamline purchasing and distribution processes .

The primary factors contributing to the outbreak of brown planthopper (wereng) in rice fields include wet drought conditions that encourage continuous planting cycles without interruption of the pest's life cycle, the use of susceptible rice varieties such as glutinous rice, hybrids, and local superior varieties, the misuse of insecticides by not following the five correct principles (correct type, time, dose, target, and method), inadequate immediate response to spots of attack, and excessive nitrogen fertilization .

La Niña phenomenon causes an increase in rainfall across much of Indonesia, which can lead to wetter drought conditions. This excessive moisture creates an environment conducive to pest and disease outbreaks in agriculture, requiring increased vigilance from farmers to protect their crops from threats such as pests, diseases, and floods .

Gapoktan organizations play a significant role in improving farmers' economic conditions by acting as market players capable of purchasing produce directly from farmers, processing it, and selling it through initiatives like Toko Tani Indonesia (TTI). This reduces the marketing chain, potentially increasing farmers' income and stabilizing prices. Gapoktan also manage various economic activities, including renting agricultural machinery, marketing agricultural outputs like rice and processed products, and providing financial services .

Integrating young resources and technology into Gapoktan operations is significant because it injects new energy and modern skills into traditional agricultural settings, enhancing efficiency and the ability to adapt to contemporary challenges. Young individuals familiar with digital technologies can improve administrative operations and marketing strategies, while technological advancements can optimize production and supply chain management, thereby increasing competitiveness and effectiveness .

Factors leading to fluctuating horticultural product prices include dependency on middlemen, long marketing chains, and variability in supply and demand that can change prices rapidly, often resulting in price drops when harvests coincide across regions. In Jombang, local farmers have attempted to address these challenges by forming associations to increase their bargaining power and reduce reliance on intermediaries. They work to shorten the marketing chain and establish more stable business relationships, focusing on improving the direct sale mechanisms to final consumers to maintain reasonable prices .

Anda mungkin juga menyukai