Anda di halaman 1dari 21

HALAMAN PENGESAHAN

KURIKULUM PAKET C SETARA SMA

Nama Lembaga : PKBM Mitra Buruh Nusantara

Alamat : Jl. Tipar Cakung No. 1 Kompleks Masjid Al Araaf, RT 008,


RW 001 No.1, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Clincing, Kota
Jakarta Utara
Ketua Lembaga : Suparno Al Slamet
No. HP : 08176033871
Email : arnielisabeth@gmail.com
Kurikulum ini diberlakukan Pada Tahun Pelajaran 2017/2018

Di tetapkan di : Sukapura
Pada tanggal : 18 Juli 2017

Mengetahui
Kasih PAUD Dikmas Penanggung Jawab
Sudin Pendidikan Wilayah II PKBM Mitra Buruh Nusantara
Kota Administrasi Jakarta Utara

Dra. Dina Zainab, M.Pd Suparno Al Slamet


NIP: 1962011219890320
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantisa kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat
perkenan-Nya kami dapat menyusun Kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara Tahun
2017/2018, sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003
tentang sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Idonesia No. 19 tahun
2005 tentang setandar Nasional Pendidikan, khususnya mengenai pasal-pasal yang berkaitan
dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan manajemen Berbasis Sekolah Kurikulum
Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara disusun oleh tim pengembang Kurikulum yang terdiri
dari unsur Ketua Penyeleggara Paket C dan Tutor Paket C PKBM Mitra Buruh
Nusantara dengan masukan / pertimbangan dari Ketua PKBM dan bimbingan dari Penilik
PLS dan Dinas Pendidikan Kota Jakarta Utara.
Penyusunan Kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara mengacu pada delapan
setandar Nasional Pendidikan, serta berpedoman pada panduan Penyusunan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh badan Standar Nasional Pendidikan
(BNSP). Kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara dikembangkan dengan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dan memperhatikan kondisi serta potensi
lingkungan Kelurahan Sukapura, Kecamatan Clincing. Dengan menjadikan Kurikulum Paket
C PKBM Mitra Buruh Nusantara ini sebagai pedoman bagi semua warga belajar, kami
mengharap dapat memberikan layanan terbaik kepada peserta didik untuk mengembangkan
kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, berpengetahuan luas , dan mampu berkompetisi secara global.
Kepada semua pihak yang telah membantu pengembangan Kurikulum Paket C PKBM Mitra
Buruh Nusantara ini kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih.

Sukapura, 18 Juli 2017


Pengelola PKBM Mitra Buruh Nusantara

Suparno Al Slamet
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Program Paket C adalah program Pendidikan 12 Tahun pada pendidikan nonformal yang
dapat diikuti oleh peserta didik yang ingin menyelesaikan pendidikan setara SMA/MA lulusan
Paket C berhak mendapat ijazah dan diakui setara SMA/MA kurikulum Paket C dikembangkan
berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan
kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap , kreatif , mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut
pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi , perkembangan
kebutuhan , dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan, penyusunan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi
Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menjamin pencapain pendidikan
nasional. Penyusunan KTSP berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU
20/2003 dan PP 19/2005.
Penyusunan KTSP sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yag ada di
daerah dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan dalam bidang akademis maupun
non akademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi oleh
iman dan taqwa. PKBM Mitra Buruh Nusantara terletak di Kawasan PT. Kawasan Berikat
Nusantara, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Clincing Kota Administrasi Jakarta Utara.
Lembaga pendidikan tersebut berdiri tahun 2006. Saat ini jumlah warga belajar Paket C
berjumlah 120 peserta didik.

1.2 LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem
Pendidikan Naisonal dan Peraturan Pemerintah Repubilk Indonesia Nomor 19 Tahun
2005 (PP 19/2005) tentang Setandar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulm pada
KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan
mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP).

2. KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003
dan PP 19/2005.

3. Panduan yang disusun BSNP terdiri dari atas dua bagian.Pertama, Panduan Umum yang
memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat di terapkan pada satuan
pendidikan dengan mengacu pada standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang terdapat
dalam SI dan SKL temasuk dalam ketentuan umum adalah adalah penjabaran amanat dalam
UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta perinsip dan langkah yang harus diacu dalam
pengembangan KTSP.Kedua, model KTSP sebagaisalah satu contoh hasil ahir pengembangan
KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada panduan Umum yang di
kembangkan BSNP. Sebagai model KTSP.

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional.Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal
18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3),
(4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

5. Peraturan Pemerintah Repubilk Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15)
: Pasal 5 ayat (1), (2): Pasal 6 ayat (6): Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8) : Pasal 8
ayat (1), (2), (3): Pasal 10 ayat (1), (2), (3): Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4): Pasal 13 ayat (1),
(2), (3), (4): Pasal 14 ayat (1), (2), (3): Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5): Pasal 17 ayat (1), (2):
Pasal 18 ayat (1), (2), (3): Pasal 20.

6. Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada
jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur
kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada
setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan
dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

7. Standar Kompetensi Lulusan


SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan
ketrampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No.23 Tahun 2006.

1.3 TUJUAN PENDIDIKAN MENENGAH


Tujuan pendidikan menengah adalah meletakan dasar kecerdasan pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut.

1.4 VISI MISI DAN TUJUAN PKBM MITRA BURUH NUSANTARA

Visi :
Menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat yang dapat dipercayai untuk membentuk manusia
yang berkarakter.

Misi :
 Terbentuknya manusia yang cerdas dari usia dini hingga usia lanjut.
 Memenuhi kebutuhan masyarakat pada pendidikan bagi ekonomi tingkat bawah melalui
pendidikan non formal.
 Terciptanya masyarakat yang mampu untuk menghadapi era globalisasi.
 Membantu ketidakmampuan masyarakat dalam bidang kecakapan hidup (life skill).
 Terwujudnya warga belajar yang percaya diri dengan masuknya era globalisasi.

Tujuan PKBM MITRA BURUH NUSANTARA


Penyelenggaraan PKBM Mitra Buruh Nusantara bertujuan untuk :
 Menyelenggarakan Kegiatan Pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dengan
tujuan pembentukan karakter peserta didik.
 Mengembangkan potensi minat dan keterampilan peserta didik serta menyediakan
pelayanan pendidik yang akuntabel, transparan dan terpercaya.
 Meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari segi sosial maupun ekonomi.

1.5 PENGERTIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber belajar.
BAB II
KURIKULUM PAKET C PKBM MITRA BURUH NUSANTARA
2.1 Struktur Kurikulum
Struktur Kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran harus ditempuh oleh
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata
pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai
peserta didik sesuai dengan beban belajar.Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar isi dan standar
kompetensi lulusan.Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral
dari struktur kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara.
Struktur Kurikulum Paket C meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu
jenjang pendidikan selama tiga ( 3 ) tahun mulai kelas X sampai kelas XII dan terdiri atas
sejumlah mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan Paket C PKBM Mitra Buruh
Nusantara meliputi :
Struktur Kurikulum Paket C (Program IPS)
Bobot Satuan Kredit Kompetensi (SKK)

Mata Pelajaran Tingkatan 5 / Tingkatan 6 /


Derajat Mahir 1 Derajat Mahir 2 Jumlah
Setara Kelas X Setara Kelas XI-XII
1. Pendidikan Agama 2 4 6
2. Pendidikan 2 4 6
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 8 12
4. Bahasa Inggris 4 8 12
5. Matematika 4 8 12
6. Fisika 2 - 2
7. Kimia 2 - 2
8. Biologi 2 - 2
9. Sejarah 1 3 4
10. Geografi 1 7 8
11. Ekonomi 2 8 10
12. Sosiologi 2 8 10
13. Seni Budaya 2 4 6
14. Pendidikan Jasmani, 2 4 6
Olahraga dan Kesehatan
15. Keterampilan 4*) 8*) 12*)
Fungsional *)
16. Muatan Lokal **) 2**) 4**) 6**)
17. Pengembangan 2 4 6
Kepribadian Profesional
Jumlah 40 82 122
Keterangan:
*)
Pilihan mata pelajaran
**)
Substansinya dapat menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, baik mata pelajaran wajib
maupun pilihan. SKK untuk subtansi muatan lokal termasuk ke dalam SKK mata pelajaran
yang dimuati.
2.2 Struktur Dan Muatan Kurikulum

2.2.1 Kurikulum
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PKBM Mitra Buruh Nusantara disusun secara
induktif, terpadu dan berbasis keckapan hidup, serta sesuai dengan kontek lokal dan global.
Penysusunan struktur kurikulum mengacu pada standar nasional Pendidikan dan karakteristik
daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan, dan peserta didik. Muatan kurikulum PKBM Mitra
Buruh Nusantara mengacu pada standar nasional pendidikan yang meliputi mata pelajaran,
muatan lokal dan pengembangan diri.
Kedalaman muatan kurikulum disajikan per tingkat pencapain kompetensi, muatan
kurikulum disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun global serta
memperhatikan karakteristik daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan, dan peserta didik.
Pengaturan beban belajar diatur dengan menggunakan dua sistem jam belajar
a. Pertemuan sistem tatap muka (Reguler) , dan
b. Sistem Satuan Kredit Kesetaraan (SKK),
Kedua model pengaturan beban belajar dilakukan agar lebih cocok dengan ciri pendidikan
kesetaraan yang menekankan program pembelajaran secara mandiri dan moduler, serta dapat
dipilh sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan peserta didik.

2.2.2 Proses Pembelajaran


Proses pembelajaran PKBM Mitra Buruh Nusantara menggunakan pendekatan induktif,
terpadu, parsipatif (andragogis) , konstruktif, dan lingkungan.

1 Induktif : adalah pendekatan yang membangun pengetahuan melalui


kejadian atau fenomena empirik dengan menekankan pada
belajar pada pengalaman langsung.
2 Terpadu : adalah suatu pendekatan yang menumbuhkan pengakuan bahwa
setiap peserta didik baik secara individual maupun kelompok
aktif mencari , menggali, dan menemukan konsep serta prinsip
secara holistik dan otentik
(depdikbud, 1996;3) . Pembelajaran ini merupakan model yang
mencoba memadukan beberapa pokok bahasan (Beane ;615).
3 Konstruktif : adalah pendekatan yang menumbuhkan pengakuan bahwa setiap
peserta didik mempunyai pandangan sendiri terhadap “dunia”
dan alam sekitarnya berdasarkan pengalaman individu dalam
menghadapi dan menyelesaikan situasi yang tidak tentu.
Pembelajaran konstruktif dilaksanakan melalui pandangan
individual peserta didik untuk membangun makana
4 Partisipatif : adalah pendekatan yang membantu menumbuhkan kerjasama
andragogis dalam menemukan dan menggunakan hasil temuannya yang
berkaitan dengan lingkungan sosial, situasi pendidikan yang
dapat merangsang pertumbuhan dan kesehatan individu maupun
masyarakat
5 Berbasis : adalah pendekatan yang meningkatkan relevansi dan
Lingkungan kebermanfaatan pembelajaran bagi peserta didik sesuai potensi
dan kebutuhan lokal

2.2.3 Metode Pembelajaran


Dengan tetap memperhatikan aspek psikologi dan sosial kelompok masyarakat yang berbeda-
beda, dan berdasarkan pendekatan –pendekatan tersebut di atas secara garis besar proses
pembelajaran dilakukan melalui beberapa metode berikut:
a. Metode Kooperatif; menggalakan peserta didik yang mempunyai berbagai kebolehan
berinteraksi dan bekerja sama untuk menguasai sesuatu konsep atau kerampilan bukan saja
untuk diri sendiri tetapi juga untuk rekan-rekan yang lain, serta memotivasi semua peserta didik
b. Metode Interaktif ; suatu kaidah yang melibatkan interaksi antara tutor dan peserta didik , atau
peserta didik dengan lingkungannya
c. Metode Eksperimen; proses pembelajaran dengan menjalankan kajian atau penyiasatan
tentang suatu fenomena yang berlaku dalam alam sekitar .
d. Tutorial ;tenaga kependidikan menerangkan elajaran secara interaktif dengan membuka
peluang kepada peserta didik untuk bertanya.
e. Diskusi;tenaga kependidikan menugaskan peserta didik untuk mendiskusikan, isu tertentu
yang berkaitan dengan tema pelajaran dan dalam waktu yang sama tenaga kependidikan
membimbing dan memberikan kata putus.
f. Penugasan ;tenaga kependidikan memberikan tugas kepada peserta didik, baik secara
individual maupun kelompok , tugas –tugas berkaitan dengan pelajaran
g. Praktek;tenaga kependidikan menerangkan dan memberikan contoh tentang cara-cara
membuat keterampilan tertentu kemudian diikuti dan diterapkan peserta didik.
h. Belajar mandiri; proses belajar di luar jam pelajaran formal di mana peserta didik mempelajari
pelajaran atau mempraktekan suatu keterampilan dengan bantuan kawan ataupun orang lain
i. Demonstrasi;proses belajar dengan mengunakan peragaan
j. Observasi;proses belajar dengan memperhatikan dan menganalisa objek pembelajaran
k. Simulasi;proses belajar dengan bermain peran atau menggunakan alat peraga /bukan alat
sesungguhnya
l. Studi kasus;proses belajar untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Selain
mengunakan metode-metode di atas, untuk sasaran yang beragam diperlukan juga beberapa
metode yang lebih sesuai yang lebih realistik (berdasarkan pengalaman di lapangan) ,
kemitraan , interaktif , eksploratif (terhadap potensi) , pemberian sangsi, dan metode-metode
lain yang dapat memberikan suasana kondusif secara psikologis , dan yang dapat memberi
motivasi

2.2.4 Pembelajaran Dengan Modul


Pembelajaran dengan modul adalah satu pendekatan pembelajaran madiri yang
berfokuskan penguasaan kompetensi dari bahan kajian yang dipelajari peserta didik dengan
waktu tertentu sesuai dengan potensi dan kondisinya. Fungsi pembelajaran modul adalah untuk
memastikan semua peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan dalam suatu materi
ajar sebelum pindah ke materi ajar selanjutnya melalui pembelajaran mandiri. Sementara
tujuan pembelajaran modul adalah untuk mengurangi keragaman kecepatan belajar dari peserta
didik agar mencapai suatu tingkat pencapaian kompetensi tertentu sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah disusun secara sistematis dan terstruktur pembelajarn modul
bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa harus melalui tatap muka secara teratur karena
kondisi geografis , sosial ekonomi, dan situasi masyarakat.
2. Menentukan dan menetapkan waktu belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan belajar peserta didik.
3. Secara tegas mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik secara bertahap melalui kriteria
yang telah ditetapkan dalam modul.
4. Mengetahui kelemahan dan kompetensi yang belum dicapai peserta didik berdasarkan kriteria
yang ditetapkan dalam modul sehingga tutor dapat memutuskan dan membantu peserta didik
untuk memperbaiki belajarnya dan melakukan pengulangan.

2.2.5 Pendidik dan Tenaga Kependidikan


1. Pendidik pada PKBM Mitra Buruh Nusantara memiliki :
a. Kompetensi profesional yang berupa penguasaan materi pembelajaran, pedagogik dan
andragogik (mengelola pembelajaran nonformal) dan pengalaman mengajar dalam bidang
pendidikan nonformal.
b. Memiliki kompetensi personal yang berupa kepribadian yang menjadi teladan, berakhlak
mulia , sabar dan disiplin.
c. Memiliki kompetensi sosial dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif.

2. Kualifikasi Akademik
Syarat kualifikasi akademik yang dimiliki pendidik PKBM Mitra Buruh Nusantara adalah
sebagai berikut
a. Pedidikan rata-rata S 1/ Diploma IV
b. Guru SD/MI untuk paket A, guru SMP/MTs untuk paket B, guru SMA/MA/SMK untuk paket
C
c. Tenaga lapangan Dikmas untuk latar belakang jurusan pendidikan yang sesuai dengan mata
pelajaran.

2.2.6 Peserta Didik


1. Peserta didik Paket C Setara SMA/MA/SMK adalah warga masyarakat yang :
a. Lulus Paket B/SMP/MTs
b. Belum menempuh pendidikan SMA/MA/SMK dengan prioritas kelompok usia 18 tahun
keatas
c. Putus SMA/MA/SMK
d. Tidak menempuh sekolah formal setara SMA/MA/ SMK karena pilihan sendiri,
e. Kebanyakan tidak dapat bersekolah karena berbagai faktor (potensi, waktu, geografi, ekonomi
, sosial, dan hukum dan keyakinan) yang terbesar umumnya drop out karena terjadi konflik.

2. Penerimaan Warga Belajar


PKBM Mitra Buruh Nusantara menerima warga belajar dengan cara :
a. Verifikasi hasil pendidikan terakhir yang diperoleh (dibuktikan dengan raport dan/ atau
ijazah).
b. Seleksi melalui wawancara atau tes tertulis yang dilakukan oleh tutor atau petugas yang
ditunjuk oleh penyelenggara.
c. Apabila syarat pertama dapat dibuktikan secar sah, maka peserta didik dapat langsung
ditempatkan.
d. Tes penerimaan digunakan untuk menentukan kelas sesuai dengan kemampuan yang tidak
dapat dibuktikan syarat pada (a) dan (b).

2.2.7 Struktur Program Kurikulum


Penyusunan struktur kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan dan
memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun global serta memperhatikan karakteristik
daerah , ciri khas pendidikan Kesetaraan , dan peserta didik .

2.2.8 Muatan Kurikulum


Muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan PKBM Mitra Buruh Nusantara disusun dengan
memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun global serta memperhatikan karakteristik
daerah, ciri khas pendidikan Kesetaraan,dan peserta didik. Serta mengacu pada standar
nasional pendidikan yang meliputi lima kelompok mata pelajaran , yaitu;
1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

2.2.9 Ketuntasan Belajar


Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi
menengah berkisar antara 0 – 100%. Kriteria ketuntasan untuk masing kompetensi dasar
minimal 65% dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta
kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggeraan pembelajaran. Peningkatan
kriteria ketuntasan belajar dilakukan secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan
ideal. Kriteria seiap mata pelajaran ditetapkan secara berbeda-beda, akan tetapi harus lebih atau
sama dengan kriteria minimal.

2.2.10 Kriteria Kelulusan dan kenaikan Kelas


1) Sesuai dengan ketentuan PP. 19/2005 Pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari
satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah :
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok
mata pelajaran agama dan akhlak mulia , kelompok kewarganegaraan dan kepribadian ,
kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan;
c. Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah
Mengikuti ujian seluruh mata pelajaran yang diujikan memiliki rata-rata nilai 6,00.
Berkepribadian dan berakhlak mulia, kehadiran 75 %, kecuali sakit dengan keterangan dokter
/surat dari Orang tua warga belajar.
2) Kriteria kenaikan kelas
a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun
b. Warga belajar dinyatakan naik kelas apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria
ketuntasan minimal pada semua indikator, kompetensi Dasar (KD) , dan Standar Kometensi
(SK) pada semua mata pelajaran . 1 jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan
sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 50% dari
waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu
tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi
. Alokasi waktu untuk praktik , dua jam kegiatan praktuk di sekolah setara dengan satu jam
tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.
3) Kegiatan kecakapan Hidup yang diselenggarakan di PKBM Mitra Buruh Nusantara meliputi:
a. Kecakapan pribadi : kesadaran bahwa pada diri seseorang memiliki kelebihan dan
kekurangan , contoh ;
- Menghormati diri sendiri
- Menghormati orang yang lebih tua
- Mendisiplinkan diri dalam pergaulan yang berbeda etnis
- Memilih teman yang baik dari semua etnis
b. Kecakapan sosial : kesadaran bahwa seseorang merupakan bagian dari makhluk sosial, contoh
:
- Mampu berkomunikasi dengan orang lain berbagai etnis lain
- Menghargai pendpat orang lain dari berbagai etnis lain
- Dapat bersosialisasi dengan berbagai etnis, agama mampu bekerja sama dengan berbagai
etnis.
c. Kecakapan akademik ; kesadaran bahwa seseorang memliki kecakapan akademik, contoh :
- Mampu bersaing dibidang akademik secara optimal.
- Mampu meningkatkan prestasi.
JULI 2017 AGUSTUS 2017 SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER 2017
2017 2017 2017
M 2 9 1 2 3 6 1 2 2 M 3 1 17 2 M 1 8 1 2 2 M 5 12 19 26 M 3 10 1 2 31
6 3 0 3 0 7 0 4 5 2 9 7 4

S 3 1 1 2 3 S 7 1 2 2 S 4 1 18 2 S 2 9 1 2 3 S 6 13 20 27 S 4 11 1 2
0 7 4 1 4 1 8 1 5 6 3 0 8 5

S 4 1 1 2 S 1 8 1 2 2 S 5 1 19 2 S 3 1 1 2 3 S 7 14 21 28 S 5 12 1 2
1 8 5 5 2 9 2 6 0 7 4 1 9 6

R 5 1 1 2 R 2 9 1 2 3 R 6 1 20 2 R 4 1 1 2 R 1 8 15 22 29 R 6 13 2 2
2 9 6 6 3 0 3 7 1 8 5 0 7

K 6 1 2 2 K 3 1 1 2 3 K 7 1 21 2 K 5 1 1 2 K 2 9 16 23 30 K 7 14 2 2
3 0 7 0 7 4 1 4 8 2 9 6 1 8

J 7 1 2 2 J 4 1 1 2 J 1 8 1 22 2 J 6 1 2 2 J 3 1 17 24 J 1 8 15 2 2
4 1 8 1 8 5 5 9 3 0 7 0 2 9

S 1 8 1 2 2 S 5 1 1 2 S 2 9 1 23 3 S 7 1 2 2 S 4 1 18 25 S 2 9 16 2 3
5 2 9 2 9 6 6 0 4 1 8 1 3 0
JANUARI 2018 PEBRUARI 2018 MARET 2018 APRIL 2018 M E I 2018 JUNI 2018
M 7 1 2 2 M 4 1 1 2 M 4 1 18 2 M1 8 1 2 2 M 6 1 20 27 M 3 10 1 2 31
4 1 8 1 8 5 1 5 5 2 9 3 7 4

S 1 8 1 2 2 S 5 1 1 2 S 5 1 19 2 S 2 9 1 2 3 S 7 1 21 28 S 4 11 1 2
5 2 9 2 9 6 2 6 6 3 0 4 8 5

S 2 9 1 2 3 S 6 1 2 2 S 6 1 20 2 S 3 1 1 2 S 1 8 1 22 29 S 5 12 1 2
6 3 0 3 0 7 3 7 0 7 4 5 9 6

R 3 1 1 2 3 R 7 1 2 2 R 7 1 21 2 R 4 1 1 2 R 2 9 1 23 30 R 6 13 2 2
0 7 4 1 4 1 8 4 8 1 8 5 6 0 7

K 4 1 1 2 K 1 8 1 2 K 1 8 1 22 2 K 5 1 1 2 K 3 1 1 24 31 K 7 14 2 2
1 8 5 5 2 5 9 2 9 6 0 7 1 8

J 5 1 1 2 J 2 9 1 2 J 2 9 1 23 3 J 6 1 2 2 J 4 1 1 25 J 1 8 15 2 2
2 9 6 6 3 6 0 3 0 7 1 8 2 9

S 6 1 2 2 S 3 1 1 2 S 3 1 1 24 3 S 7 1 2 2 S 5 1 1 26 S 2 9 16 2 3
3 0 7 0 7 4 0 7 1 4 1 8 2 9 3 0
JULI 2018
M 1 8 1 2 2
5 2 9

S 2 9 1 2 3
6 3 0

S 3 1 1 2 3
0 7 4 1

R 4 1 1 2
1 8 5

K 5 1 1 2
2 9 6

J 6 1 2 2
3 0 7

S 7 1 2 2
4 1 8

KALENDER PENDIDIKAN
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT MITRA BURUH NUSANTARA
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Libur Umum

Hari Pertama Sekolah(HP)


Dan Awal Semeseter

Pembagian Laporan Hasil Pendidikan

Hari Libur Ramadhan dan Idul Fitri

Hari Natal
Ujian Semester Genap

Ujian Semester Ganjil

Perkiraan Ujian Nasional & Ujian Sekolah SD, SDLB, Paket A,SMP,SMPLB

Paket B, SMA, SMALB,SMK dan Peket C


2.3 Penetapan Kalender Pendidikan
1. Permulaan Tahun Pelajaran 2017/2018 adalah Juli 2017 dan berakhir pada bulan Juni 2018.
2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pndidikan Nasional, dan/atau
Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah
KabupatenLampung Tengah, menetpkan hari libur khusus, yang dimasukan dalam kalender
pendidikan Kabupaten Lampung Tengah.
3. Pemerintah Pusat, Provinsi DKI Jakarta, menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan
pendidikan yang dimasukan dalam kalender pendidikan.
4. Kalender pendidikan disusun oleh Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara berdasarkan alokasi
waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan
dari pemerintah/pemerintah daerah.

2.4 Silabus
Silabus Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara terdiri dari standar komptensi dan
kompetensi dasar setiap mata pelajaran.Dari Silabus ini setiap mata pelajaran dikembangkan
oleh Tutor-Tutor mata pelajaran sejenis. Silabus tersebut memuat standar kompetensi,
Kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu,
dan sumber belajar ( silabus terlampir )
BAB III
PENUTUP
Dengan tersusunya Kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara Tahun 2017/2018
ini diharapkan Tutor mempunyai kemampuan yang besar dalam memberdayakan sarana
pendidikan yang sesuai pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas.
Kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara ini dijadikan sebagai :
1 Pedoman dan petunjuk pelaksanaan pembelajaran.
2 Pegangan seluruh Tutor dikalangan Paket C Mitra Buruh Nusantara dalam penigkatan mutu
lulusan.
3 Bagi Tutor, pedoman dan petunjuk dalam menjalankan konsep-konsep dan subkonsep mata
pelajaran.
4 Bagi siswa, pedoman dan petunjuk agar dapat memperoleh keterampilan untuk mengamati,
mencoba dan menggunakan seluruh indranya dalam proses pembelajaran.
5 Membekali siswa dengan berbagai kemampuan dan ilmu pengetahuan.
Kami menyadari dalam penyusunan Kurikulum Paket C PKBM Mitra Buruh Nusantara ini
masih jauh dari sempurna untuk itu perbaikan demi perbaikan akan terus dilakukan dalam
tahun berikutnya, sehingga tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan oleh undang-undang
apat tercapai.

Di tetapkan di : Sukapura
Pada tanggal : 18 Juli 2017
Pengelola PKBM Mitra Buruh Nusantara
Ketua

Suparno Al Slamet