Anda di halaman 1dari 12

MANAJEMEN DATA

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga terhadap Perilaku


Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Jember
Kelas D
Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Data
Dosen Pengampu :
Dwi Martiana, S.Si., M.Si

oleh :
kelompok 5

Fika Murti Utami (152110101016)


Erin Arifah Wijaya (152110101048)
Maya Indriyana D (152110101098)
Zalza Nanda S (152110101166)
Siti Nur Octavia (152110101241)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
2018
Latar Belakang
Untuk menciptakan rumah yang sehat perlu campur tangan
atau kerja sama antar anggota keluarga dalam hal menjaga kebersihan
dan mengupayakan perbaikan lingkungan. Orang yang paling berperan
dalam menjaga kebersihan dan perbaikan sanitasi lingkungan rumah
yakni ibu rumah tangga. Penelitian yang dilakukan oleh Nurnahdiaty, dkk
(2014) menunjukkan bahwa kesehatan keluarga, pengambilan keputusan,
perawatan anggota keluarga, pemeliharaan lingkungan tempat tinggal,
dan pemanfaatan fasilitas kesehatan kebanyakan keluarga tertumpu pada
ibu yang diposisikan sebagai istri dan sebagai pemberi asuhan kesehatan.
Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Maharani, dkk (2013)
menunjukkan bahwa semakin tinggi peran ibu maka jumlah timbulan
sampah akan berkurang, penghematan biaya untuk mengolah sampah,
serta tercipta kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah tinggal.
Banyak faktor yang mempengaruhi ibu rumah tangga dalam
melakukan pengelolaan sampah yang dihasilkan. Salah satu dari faktor
tersebut adalah tingkat pengetahuan ibu rumah tangga dalam pengelolaan
sampah. Perbedaan tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi
oleh tingkat pendidikan, umur , lingkungan, informasi, pengalaman yang
selanjutnya berpengaruh terhadap sikap dan tindakan seseorang dalam
pengambilan keputusan khususnya dalam hal pengelolaan sampah rumah
tangga sehingga perbedaan tingkat pengetahuan ini mengakibatkan
perbedaan dalam cara pengelolaan sampah rumah tangga
Pengelolaan sampah di Kabupaten Jember dilaksanakan oleh DPU
Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember. Diperkirakan produksi
sampah mencapai 0,5-0,8 kilogram (kg) per orang per hari. Volume
sampah dari 200.000 jiwa bisa mencapai 100 ton per hari. Dari jumlah
tersebut, yang tertampung tempat pembuangan akhir (TPA) hanya 40 - 50
persennya, dan sisanya berakhir di lahan-lahan kosong atau dibakar. Hal
tersebut menjadikan hampir di semua daerah, sampah selalu menjadi
permasalahan yang rumituntuk dipecahkan. Di kabupaten Jember,
berdasarkan data dari DPU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten
Jember produksi sampah cenderung meningkat setiap tahun. Timbunan
sampah pada tahun 2010 sebanyak 1.169.068 m3, dan tahun 2011
sebanyak 1.208.241 m3. Timbunan sampah yang dihasilkan di Kabupaten
Jembermencapai 3.287,51 m3/hari. (DPU kabupaten Jember, 2011)..
Dari uraian diatas diketahui masih belum optimalnya proses
pengelolaan sampah di Kabupaten Jember sehingga perlu dilakukan
pengkajian terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh setiap ibu
rumah tangga di Kabupaten Jember dengan mengidentifikasi tingkat
pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah
domestik.
Tujuan
a. Tujuan Umum
Menggambarkan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga dalam
pengelolaan sampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi
keberadaan sampah rumah tangga di lingkungan di Kabupaten jember.
b. Tujuan Khusus
1. Mengetahui pengetahuan ibu rumah tangga dalam pengelolaan
sampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi keberadaan
sampah rumah tangga di lingkungan di Kabupaten jember.
2. Mengetahui sikap ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah
rumah tangga sehingga dapat mengurangi keberadaan sampah
rumah tangga di lingkungan di Kabupaten jember.

Instrumen
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
instrumen non tes berupa kuisioner dan angket. Angket adalah sejumlah
pernyataan tertulis tentang data faktual atau opini yang berkaitan dengan
diri responden, yang dianggap fakta atau kebenaran yang diketahui dan
perlu dijawab oleh responden (Anwar, 2009:168). Instrumen ini digunakan
untuk memperoleh informasi terkait sikap ibu rumah tangga dalam
pengelolaan sampah rumah tangga. Kuisioner adalah instrumen
pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau
sekelompok orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan
informasi yang diperlukanoleh peneliti (Mardalis, 2008:66). Instrumen ini
memperoleh informasi terkait pengetahuan ibu rumah tangga dalam
pengelolaan sampah rumah tangga.

Teknik Pengumpulan Data


Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dalah dengan
wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi.
Wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar
informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan
makna dalam suatu topik tertentu (Setiawan, 2013:16). Dalam penelitian
ini, wawancara dilakukan untuk mencari data tentang pengetahuan dan
sikap responden terhadap perilaku pengelolaan sampah. Sedangkan
penyebaran angket adalah dilakukan untuk memperoleh informasi yang
relevan dengan tujan peneliti dan memperoleh informasi dengan validitas
dan reabilitas setinggi mungkin dan mengukur variabel yang bersifat
faktual(Setiawan, 2013:16). Dalam penelitian ini, penyebaran angket
dilakukan untuk mengetahui sikap responden terhadap perilaku
pengelolaan sampah pada ibu rumah tangga.
DOKUMENTASI adalah teknik pengumpulan data dengan
mempelajari catatan-catatan mengenai data pribadi responden,
dokumentasi biasanya bertujuan untuk memperoleh data berupa peta data
dan jumlah penduduk (Fathoni.A, 2011)
KUESIONER PENELITIAN
“Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga terhadap
Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Jember”
Nomor Responden : ..............
Tanggal Penelitian : ..............
I.KARAKTERISTIK RESPONDEN
1. Nama : .......................................................
2. Nama KK : .......................................................
3. Tgl Lahir/ Umur : .......................................................
4. Alamat : .......................................................
5. Pendidikan Terakhir : .......................................................
II. PENGETAHUAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH
1. Sampah adalah:
a. Bahan buangan yang sudah tidak dipakai dalam bentuk padat.
b. Suatu benda yang memiliki nilai ekonomis.
c. Suatu benda yang masih digunakan.
2. Contoh sampah adalah:
a. Daun-daunan, sisa nasi dan air bekas cucian
b. Kertas, botol dan kotoran binatang
c. Plastik bekas pembungkus makanan, botol dan kertas.
3. Sifat-sifat sampah seperti buah-buahan dan sayur-sayuran adalah:
a. Mudah terbakar.
b. Mudah membusuk.
c. Tidak mudah membusuk.
4. Contoh sampah yang mudah membusuk ialah:
a. Sisa makanan dan sisa sayuran
b. Sisa sayuran dan kertas
c. Sisa nasi dan plastik
5. Contoh sampah yang tidak mudah membusuk ialah:
a. Sisa sayuran, sisa nasi dan kaleng bekas.
b. plastik, daun-daunan dan kertas.
c. Plastik, botol kaca dan paku bekas.
6. Contoh sampah yang mudah terbakar adalah:
a. Sisa nasi, kaca dan kayu .
b. Kertas, plastik dan kardus.
c. kertas, kardus dan sisa buah.
7. Binatang yang biasanya berkembang biak di sampah adalah:
a. Lalat, kecoa dan nyamuk.
b. Belalang, nyamuk dan tikus.
c. Ular, tikus dan nyamuk.
8. Binatang yang menjadi vektor penyakit akibat sampah adalah:
a. Nyamuk, tikus dan ular
b. Ular, nyamuk dan capung.
c. Lalat, nyamuk dan kecoa.
9. Pengaruh sampah terhadap kesehatan adalah:
a. Mencemari alam sekitar.
b. Menyebabkan penyakit diare.
c. Menimbulkan banjir.
10. Contoh penyakit akibat sampah adalah:
a. Tipes, diare dan penyakit kulit.
b. Kaki gajah, flu dan cacingan.
c. Flu burung, cacingan dan diare.
11. Cara yang tepat mengelola sampah yang mudah membusuk
seperti sisa
sayuran adalah:
a. Dijadikan kompos.
b. Dibuang kesungai.
c. Dibuang begitu saja diatas tanah.
12. Cara yang tepat mengelola sampah tidak mudah membusuk
seperti kertas
dan kardus adalah:
a. Dijadikan kompos.
b. Dijadikan makanan ternak.
c. Daur ulang menjadi barang baru.
13. Pengaruh sampah terhadap lingkungan adalah:
a. Gatal-gatal
b. Penyakit diare
c. Mencemari alam
14. Syarat tempat pembuangan akhir sampah yang baik adalah:
a. Dibangun dekat dengan rumah.
b. Dibangun dekat dengan sungai.
c. Jangan dibangun dekat sumber air minum.
15. Syarat tempat sampah yang baik adalah:
a. Tidak terdapat penutup.
b. Mudah dihinggapi lalat.
c. Mudah dibersikan.
16. Sebelum sampah dibuang hendaknya:
a. Dipisahkan antara sampah yang mudah membusuk dan tidak mudah
membusuk.
b. Dipisahkan antara sampah kertas dan plastik saja.
c. Dipisahkan antara sampah sayuran dan sampah buah-buahan saja.
17. Cara yang tepat dalam membuang sampah adalah :
a. Membakar dengan tungku pembakaran (inceneration)
b. Ditimbun begitu saja diatas tanah
c. Dibuang ke sungai
18. Pemisahan sampah dilakukan pada saat:
a. Sampah sudah dibuang.
b. Sebelum sampah dibuang.
c. Ketika sampah sudah berada di TPA (tempat pembuangan akhir)
19. Sampah yang dapat didaur ulang adalah:
a. Sisa sayuran, kaca dan kaleng.
b. Sisa buah-buahan, sisa nasi dan plastik.
c. Kertas, kaleng bekas dan kardus.
20. Sampah yang dapat dijadikan kompos adalah:
a. Plastik, kayu dan kaleng.
b. Sisa sayuran, daun-daunan dan sisa buah-buahan.
c. Kertas, plastik dan sisa nasi.
ANGKET
“Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga terhadap
Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Jember”

SIKAP
Keterangan :
SS : Sangat setuju
S : Setuju
RR : Ragu-Ragu
TS : Tidak setuju
STS : Sangat Tidak setuju

N Pernyataan Jawaban
O

SS S RR TS STS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Sampah dapat
berpengaruh terhadap
kesehatan lingkungan
dan manusia.

2. Setiap ibu rumah tangga


harus melakukan
pemilahan sampah setiap
harinya.

3. Membakar sampah boleh


dilakukan asal dengan
api yang besar dan tidak
menimbulkan banyak
asap.

4. Sampah harus
dimusnahkan karena
sampah merupakan
tempat berkembang
biaknya kecoa, lalat dan
tikus.

5. Tempat penampungan
sampah harus tertutup
rapat agar tidak
dihinggapi lalat dan
kecoa

6. Kaleng bekas tidak boleh


dibuang di tempat
terbuka karena dapat
menjadi tempat
berkembang biaknya
nyamuk.

7. Ibu perlu memisahkan


sampah yang mudah
membusuk dan sampah
yang tidak mudah
membusuk

8. Setiap ibu rumah tangga


harus menyediakan
tempat sampah sendiri
untuk memisahkan
sampah.

9. Untuk mencegah bau


tidak sedap, sebaiknya
sampah yang mudah
membusuk tidak
ditimbun didalam rumah.

10. Sampah yang mudah


membusuk lebih baik
dijadikan kompos dan
tidak boleh dibuang ke
sungai.

11. Membuang sampah ke


sungai karena dapat
mencemari sungai.

12. Membakar sampah dapat


mencemari udara.

13. Sampah basah dan


sampah kering perlu
tempat tersendiri.
Daftar Pustaka
Departemen Kesehatan RI. 1997. Pedoman Bidang Studi
Pembuangan Sampah. Jakarta: Pusat Pendidikan Tenaga
Kesehatan Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Sanitasi
Pusat.
Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten
Jember. 2011. Volume dan KomposisiSampah di Kabupaten
Jember tahun 2011. Jember: DPU Cipta Karya dan Tata Ruang
Jember.
Fathoni, Abdurrahmat. 2011. Metodologi Penelitian & Teknik
Penyusunan Skripsi. PT Rineka Cipta. Jakarta
Maharani, NS., Khoiron., Isa M. 2013. Hubungan Peran Ibu dengan
Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Studi di Desa Sidomulyo
Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Artikel Ilmiah Hasil
Penelitian Mahasiswa 2014. Jember : Bagian Kesehatan
Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.
Nahadi, 2007. Program Pengelolaan Sampah Melalui Pemanfaatan
Teknologi Komposting Berbasis Masyarakat (Online)
(http://jurnal.upi.edu/file/Nahadi2.pdf, diakses 28 Februari 2018)
Nurnahdiaty., Yamin S,. Muh Basir S. 2014. Peranan Perempuan
Sebagai Provider dalam Upaya Meningkatkan Taraf Kesehatan
Keluarga di Kelurahan Banta-Bantaeng Makassar. E-Journal
Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Vol. 3. No. 1.
Juni 2014.
Pujiati, Sri Rahayu., dan Putri, Kurnia Sari. 2010. Evaluasi
Pengelolaan Limbah Padat Melalui Analisis SWOT (Studi
Pengelolaan Limbah Padat Di Kabupaten Jember). Jurnal
IKESMA Volume 6 Nomor 2 November 2010
Republik Indonesia. 2008. Undang – undang no. 18 Tahun 2008
tentang pengelolaan sampah. Sekretariat Negara. Jakarta
Sudrajat, H.R. 2007. Mengelola Sampah Kota. Jakata: Penebar
Swadaya
Undang-undangRI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.