100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan10 halaman

Pengertian File System Dan Jenis

Dokumen tersebut membahas pengertian file system dan jenis-jenis file system yang ada pada Windows dan Linux. File system adalah struktur logika untuk mengatur akses data pada harddisk, dan mencakup FAT, NTFS, EXT2, EXT3, EXT4, dan Swap. Jenis file system terbaru seperti EXT4 dan NTFS memiliki kelebihan seperti kapasitas penyimpanan dan keamanan data yang lebih baik.

Diunggah oleh

GustifaFauzan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan10 halaman

Pengertian File System Dan Jenis

Dokumen tersebut membahas pengertian file system dan jenis-jenis file system yang ada pada Windows dan Linux. File system adalah struktur logika untuk mengatur akses data pada harddisk, dan mencakup FAT, NTFS, EXT2, EXT3, EXT4, dan Swap. Jenis file system terbaru seperti EXT4 dan NTFS memiliki kelebihan seperti kapasitas penyimpanan dan keamanan data yang lebih baik.

Diunggah oleh

GustifaFauzan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian File System dan Jenis-jenis File System

02.55 Achmad Zainuri


PENGERTIAN
File System/sistem berkas adalah struktur logika yang digunakan untuk
mengendalikan akses terhadap data yang ada pada harddisk.
Dalam File System, terdapat berbagai jenis-jenisnya dan penggunaan algoritma
yang berbeda. Semakin baru jenis dari sebuah File System, maka semakin bagus
pula kualitas dari File System tersebut.
Misalnya FAT (File Allocation Table). Jenis partisi terdahulu pada Windows yang
kemudian diperbaharui dengan adanya FAT-16, FAT -32, dan yang terakhir
adalah jenis NTFS (New Technology File System).
Pada Linux, terdapat jenis File System EXT 2 (Extended 2), Swap (Virtual
Memory), dan lain-lain. File System terbaru pada Linux adalah EXT 4 yang
tentunya lebih baik dari versi-versi EXT yang lainnya.
Menurut saya, File System pada Linux itu lebih powerfull ketimbang File System
pada Windows. Karena struktur logika yang digunakan pada Windows seperti
FAT dan NTFS memiliki kekurangan seperti mudah diserang oleh para Cracker,
mudah terinfeksi virus, harus di defrag beberapa waktu, dan lain-lain.
Pada Linux juga memiliki kekurangan. Tapi kekurangan tersebut tidak berarti.
Seperti pengaturan partisi dan pengelolaannya yang kurang user-friendly bagi
anda yang tidak terbiasa. Kelebihan File System di Linux sepertinya melebihi File
System di Windows. Seperti keamanan yang lebih bagus dan susah untuk
terinfeksi virus.

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis Disk file


system yang sudah ada:
FAT 16 adalah sebuah tipe file system yang dikenalkan kepada public pada jaman
MSDOS. FAT 16 menggunakan cluster address 16 bit, hal ini yang mampu
memberikan kemungkinan besar dari sebuah partisi mencapai ukuran hingga 2
GigaByte. Fat 16 menggunakan metode 8.3 (8.3 maksudnya adalah 8 nama file
dan tiga extention) untuk melakukan suatu penamaan dari suatu file.
FAT 32 adalah sebuah tipe file sistem pengembangan dari file sistem FAT 16,
diperkenalkan ke masyarakat luas ketika era windows 98. FAT32
menggunakan cluster address 32 bit yang memungkinkan untuk membuat partisi
hingga 124 GigaByte, akan tetapi bila kita melakukan format langsung dari
windows, maka hanya terbatas hingga 32 GigaByte. Besar maximal file adalah 4
GigaByte (belum tentu cukup untuk kita menyimpan image dalam sebuah DVD).
NTFS adalah file system yang digunakan pada windows berbasis NT (NT, 2000,
XP, 2003, Vista). Pada file system ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan
besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database
yang berisi informasi suatu file. Selain itu juga NTFS juga memiliki fasilitas
seperti :

 quota = Pembatasan besar data untuk setiap user


 enkripsi = Fasilitas proteksi data dengan cara mengacak bit dalam suatu
file sehingga tidak bisa terbaca oleh user yang tidak berhak
 kompresi = Fasilitas pemampatan data sehingga space akan lebih lapang

*Ingat :
Apabila anda menggunakan sistem operasi yang menggunakan partisi FAT maka
file system NTFS tidak bisa di baca. Pada Linux file system bisa dibaca apabila
fasilitas dari kernel diaktifkan, tetapi untuk menulis harus menggunakan program
tambahan seperti ntfs-3g. Disarankan apabila menggunakan windows terbaru anda
menggunakan NTFS sebagai file system nya.
Ext2 (2rd Extented) adalah file system yang ampuh di linux. EXT2 juga
merupakan salah satu file system yang paling ampuh dan menjadi dasar dari
segala distribusi linux. Pada EXT2 file system, file data disimpan sebagai data
blok. Data blok ini mempunyai panjang yang sama dan meskipun panjangnya
bervariasi diantara EXT2 file sistem, besar blok tersebut ditentukan pada saat file
sistem dibuat dengan perintah mk2fs. Jika besar blok adalah 1024 bytes, maka file
dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. Ini berarti kita membuang
setengah blok per file. EXT2 mendefinisikan topologi file system dengan
memberikan arti bahwa setiap file pada sistem diasosiasiakan dengan struktur data
inode. Sebuah inode menunjukkan blok mana dalam suatu file tentang hak akses
setiap file, waktu modifikasi file, dan tipe file. Setiap file dalam EXT2 file system
terdiri dari inode tunggal dan setiap inode mempunyai nomor identifikasi yang
unik. Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam EXT2
file sistem adalah file khusus yang mengandung pointer ke inode masing-masing
isi direktori tersebut.
Ext 3 (3rd Extended) adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini
memiliki beberapa keuntungan. Misalkan sebuah kasus seperti berikut :
Setelah kegagalan sumber daya (unclean shutdown) atau kerusakan sistem, EXT2
file sistem harus melalui proses pengecekan dengan program e2fsck. Proses ini
dapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya
untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua
data tidak dapat diakses. Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak
perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek
bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat
jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi (unclean
shutdown) tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi
tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar
jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung
kecepatan hardware.
Dari kasus diatas bias kita simpulkan bahwa keuntungan ext3, diantaranya:

 Integritas data. EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi


kerusakan atau “unclean shutdown”. EXT3 memungkinkan kita memilih
jenis dan tipe proteksi dari data.
 Kecepatan. Daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai
throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan
pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk
memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
 Mudah dilakukan migrasi. Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem
EXT3 tanpa melakukan format ulang.

Ext 4 (4rd Extended) dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28
jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebuat atau di
atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di
include kedalam kernelnya) selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi
1.41.5 atau lebih. Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi
ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit. Keuntungan yang bisa
didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah
mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB =
1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file
size nya, Fast fsck, Journal checksumming, Defragmentation support.
Swap adalah File System yang tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan
data, tetapi sebagai virtual memory, yaitu sebagai pembantu kinerja dari si
memory. Virtual memory ini juga digunakan pada windows dengan nama page
file, tetapi kalau swap ditaruh pada partisi yang berbeda dengan system dan diberi
tempat tersendiri, pada page file dia berada pada partisi yang sama dengan system
atau data.

File System di Windows dan Linux


December 14, 2010Administrator
7 Votes

Selamat bertemu kembali di blog saya.. 

Kali ini mau sharing tentang File System yang ada di Sistem Operasi Windows dan
Linux. Cekidot gan langsung ke TKP.. :D

Sebelum kita ngebahas macam-macam file system yang ada di sistem operasi, terlebih
dahulu kita cari tahu apa itu file system atau dalam Bahasa Indonesianya dikenal
dengan Sistem Berkas.

Apa sih File System itu??

Menurut beberapa literatur yang saya temukan dan saya baca, File System / Sistem
Berkas merupakan metoda penyimpanan file pada komputer atau media penyimpanan
komputer dalam mengatur lokasi file tersebut. Ada juga yang menyebut bahwa File
System adalah struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap
data yang ada pada disk. File System memiliki dua bagian:

1. Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan data-data yang


berhubungan.
2. Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai
seluruh file dalam sistem.

Fungsi File System salah satunya untuk memberi nama pada berkas dan
meletakkannya pada media penyimpanan. Fungsi lainnya adalah sebagai konvensi
penamaan berkas dan peletakkan berkas pada struktur direktori. Semua sistem
operasi memiliki File Systemnya sendiri untuk meletakkan file dalam sebuah struktur
hirarki.

Lalu apa hubungannya File System dengan Sistem Operasi??

File system merupakan interface yang menghubungkan sistem operasi dengan disk.
Ketika program menginginkan pembacaan dari harddisk atau media penyimpanan
lainnya, sistem operasi akan meminta file system untuk membuka file yang diminta
tersebut.

File system akan mencari lokasi dari file yang diinginkan. Setelah file itu ditemukan,
file system akan membaca file tersebut kemudian mengirimkan informasinya kepada
sistem operasi dan akhirnya bisa dibaca oleh kita.

Jadi sekarang uda cukup tau kan apa itu File System? Sekarang waktunya kita
menelusuri lebih dalam lagi tentang File System.

Saya akan membagi penjelasan File System ini dalam dua bagian. Pertama, yang akan
dibahas adalah File System yang ada pada Sistem Operasi Microsoft Windows.
Kemudian berikutnya akan dibahas mengenai File System yang ada pada Sistem
Operasi Linux. Dan sebagai tambahan, di akhir tulisan ini akan diberikan perbedaan di
antara 2 sample File System.
File System pada Windows

Kita masuk dulu yuu ke bahasan pertama. Teman-teman tentunya sudah sangat
familiar dengan Sistem Operasi Windows. Terus jika teman-teman melihat Properties
harddisk, pernah liat ada tulisan ‘NTFS’ atau ‘FAT’ kan?? Nah itu adalah jenis File
System yang digunakan pada Windows.

FAT (File Allocation Table)

FAT File System merupakan sebuah File System yang menggunakan struktur tabel
alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Ada beberapa versi FAT yang ada
hingga saat ini, di antaranya:

1. FAT12

FAT12 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang


memiliki batas hingga 12-bit. File System ini hanya dapat menampung
maksimum hanya 212 unit alokasi saja atau sebanyak 4096 buah. FAT12
pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS. Karena kapasitasnya
sedikit yakni hanya 32 MB, maka FAT12 hanya digunakan sebagai file system
pada media penyimpanan floppy disk.

2. FAT16

FAT16 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang


memiliki batas hingga 16-bit. File System ini dapat menampung maksimum 216
unit alokasi atau sebanyak 65536. Kapasitas File System ini sebanyak 4 GB,
jauh melebihi versi sebelumnya yang hanya 32 MB. Ukuran unit alokasi yang
digunakan FAT16 tergantung kapasitas partisi harddisk yang akan diformat.
Jika kapasitasnya kurang dari 16 MB, maka yang akan digunakan adalah
FAT12. Jika melebihi 16 MB maka yang digunakan adalah FAT16.FAT16
pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS pada tahun 1981.
Keuntungan menggunakan FAT16 adalah kompatibel hampir di semua sistem
operasi, baik Windows 95/98/ME, OS/2, Linux bahkan Unix. Namun, ada juga
kekurangan dari FAT versi ini yakni mempunyai kapasitas tetap dalam jumlah
cluster dalam partisi, jadi semakin besar harddisk, semakin besar pula ukuran
cluster. Selain itu, FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi, dan control
akses dalam partisi.

3. FAT32

FAT32 merupakan sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang


memiliki batas hingga 32-bit. File System ini dapat menampung maksimum 232
unit alokasi atau sebanyak 4294967296. Meskipun demikian, dalam
implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 hanya
228 atau 268435456 buah. FAT32 pertama kali dikenalkan pada Sistem Operasi
Windows 95 OSR2. Pada Sistem Operasi Windows NT 5.x ke atas, hanya
mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 GB. Jika partisinya melebihi
32 GB, maka yang akan digunakan adalah File System NTFS. Keunggulan
FAT32 adalah kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam
partisi. Namun, kelemahan menggunakan File System ini adalah terbatasnya
Sistem Operasi yang bisa mengenal FAT32.

4. exFAT
exFAT singkatan dari Extended File Allocation Table atau sering disebut
sebagai FAT64. exFAT merupakan sistem berkas proprietary yang cocok untuk
digunakan oleh media-media penyimpanan berbasis memori flash. File System
ini pertama kali dibuat oleh Microsoft untuk perangkat-perangkat benam di
dalam Windows Embedded CE 6.0 dan Windows Vista Service Pack 1.

Beberapa keunggulan exFAT antara lain:

 Skalabilitas untuk HDD berukuran besar.


 Ukuran besar teoritis maksimal 264 (16 EiB).
 Ukuran cluster yang didukung hingga 2255 sektor, dengan batasan
implementasi hingga 32 MB.
 Performa untuk alokasi ruangan kosong dan penghapusan ditingkatkan karena
File System ini memperkenalkan implementasi baru, yaitu Free Space Bitmap.
 Mendukung lebih dari 216 (65536) berkas di dalam sebuah direktori tunggal.
 Mendukung fitur Access Control List (ACL), seperti halnya NTFS.
 Mendukung Transaction-Safe FAT File System (sebuah fungsi optional untuk
Windows CE yang diaktifkan)
 Memiliki ruangan tersendiri yang bisa digunakan oleh OEM untuk melakukan
kustomisasi terhadap sistem berkas untuk karakteristik perangkat tertentu.
 Timestamp dapat ditampilkan dalam UTC, tidak hanya dalam local time saja.

Beberapa kelemahan yang dimiliki exFAT antara lain:

 Perangkat yang menggunakan file system exFAT tidak bisa menggunakan


kemampuan ReadyBoost milik Windows Vista.
 Status lisensi yang belum jelas.
 Tidak bisa diakses oleh sistem-sistem operasi Windows terdahulu, sebelum
Windows Vista SP1 atau Windows CE 6.0.
 Belum tersedia implementasi dalam proyek open source.

NTFS (New Technology File System)

NTFS merupakan File System yang memiliki sebuah desain sederhana namun memiliki
kemampuan yang lebih baik dibandingkan FAT File System. NTFS pertama kali
dikenalkan Microsoft pada Sistem Operasi Windows NT dan mendukung Sistem Operasi
yang terbaru yaitu Windows 7. Sejak pertama kali dibuat hingga sekarang, NTFS telah
mengalami perkembangan. Beberapa versi NTFS antara lain:

1. NTFS versi 1.0

NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan
fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan FAT File
System.

2. NTFS versi 1.1

NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan
dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access
control).

3. NTFS versi 1.2


NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan
dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.

4. NTFS versi 2.0

NTFS ini tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya,
yang tidak diumumkan oleh Microsoft. Microsoft menggagalkan proyek NTFS
2.0 dan langsung menginjak NTFS 3.0

5. NTFS versi 3.0

NTFS ini datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak
peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah
penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS),
sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap
properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, NTFS 3.0 juga
menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition Table dan Logical Disk
Management.

6. NTFS versi 3.1

NTFS ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003.
Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi
sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma
enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.

Keunggulan yang ditawarkan NTFS antara lain:

 NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna


 Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan
beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
 Mendukung kompresi data yang transparan, meskipun tidak memiliki rasio
yang besar, namun dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan
harddisk.
 Mendukung hard link serta symbolic link seperti halnya sistem berkas dalam
sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS implementasinya lebih
sederhana.
 Mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit
UCS2) hingga 255 karakter.
 Memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam
sebuah berkas.

Namun, dibalik keunggulan di atas, pada umumnya NTFS tidak kompatibel dengan
Sistem Operasi lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga
tidak terdetek apabila Anda melakukan StartUp Boot menggunakan Floppy. Untuk itu
sangat disarankan kepada Anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang
menggunakan File System FAT di awal partisi. Partisi ini dapat Anda gunakan untuk
menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah.

Nah, sekarang uda cukup tau kan tentang File System yang ada di Windows?? Segitu
aja sih yang saya tau berdasarkan literatur yang saya dapatkan. 

File System pada Linux


Sekarang waktunya kita masuk ke pembahasan kedua. Kali ini kita cari tau tentang
File System yang ada di Sistem Operasi Linux. Mungkin beberapa orang belum begitu
familiar dengan Linux karena belum banyak yang pake, terus juga sosialisasi
mengenai Open Source ini belum merata, khususnya di Indonesia. Namun, alangkah
baiknya kita juga mencoba eksplorasi semuanya. Yu kita mulai aja, cekidot gan.

Ext 2 (2nd Extended)

Ext 2 merupakan tipe file system yang paling tua yang masih ada. File system ini
pertama kali dikenalkan pada tahun 1993. Ext 2 adalah file system yang paling ampuh
di linux dan menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada Ext 2 file system, file data
disimpan sebagai data blok. Data blok ini mempunyai panjang yang sama dan
meskipun panjangnya bervariasi di antara Ext 2 file system, besar blok tersebut
ditentukan pada saat file system dibuat dengan mk2fs. Jika besar blok adalah 1024
bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. Ext 2 File System
menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan oleh sistem operasi.
Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori. Sebuah direktori bisa
mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang disebut sub direktori.

Kehandalan Ext2FS:

 Administrator sistem dapat memilih ukuran blok yang optimal (dari 1024
sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file rata-rata, saat membuat file
sistem.
 Administrator dapat memilih banyak inode dalam setiap partisi saat membuat
file sistem.
 Strategi update yang aman dapat meminimalisasi dari system crash.
 Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis saat booting.
 Mendukung file immutable (file yang tidak dapat dimodifikasi) dan append-only
(file yang isinya hanya dapat ditambahkan pada akhir file tersebut).

Kelemahan Ext2FS:

 Ketika shut down secara mendadak membutuhkan waktu yang tidak sebentar
untuk recover.
 Untuk melakukan clean up file system, biasanya Ext 2 secara otomatis akan
menjalankan utility
e2fsck pada saat booting selanjutnya.

Ext 3 (3rd Extended)

Ext 3 merupakan peningkatan dari Ext 2 File System. Beberapa peningkatan yang ada
antara lain:

1. Journaling

Dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shut down yang
mendadak tidak akan selama pada Ext 2.

2. Integritas Data

Ext 3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean
shut down. Ext 3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
3. Kecepatan

Daripada menulis data lebih dari sekali, Ext 3 mempunyai throughput yang
lebih besar daripada Ext 2 karena Ext 3 memaksimalkan pergerakan head
harddisk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan,
tetapi integritas data tidak terjamin.

4. Mudah Dilakukan Migrasi

Kita dapat melakukan migrasi atau konversi dari Ext 2 ke Ext 3 tanpa harus
melakukan format ulang pada harddisk.

Di samping keunggulan di atas, Ext 3 juga memiliki kekurangan. Dengan adanya fitur
journaling, maka membutuhkan memori yang lebih dan memperlambat operasi I/O.

Ext 4 (4th Extended)

Ext 4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Jadi, apabila distro
yang secara default memiliki kernel tersebut atau di atasnya secara otomatis system
sudah support Ext 4. Apabila masih menggunakan Ext 3, dapat dilakukan konversi ke
ext 4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.

Keuntungan menggunakan Ext 4 ini adalah mempunyai pengalamatan 48-bit blok


yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB = 1.048.576 TB ukuran maksimum file system
dengan ukuran 16 TB untuk maksimum file sizenya, fast fsck, journal checksumming,
defragmentation support.

Perbedaan File System FAT dengan NTFS

Akhirnya selesai sudah pembahasan mengenai macam-macam File System, baik itu
yang ada di Windows maupun yang ada di Linux. Namun, sebelum tulisan ini diakhiri,
seperti yang saya janjikan di awal bahwa akan ada tambahan pembahasan mengenai
perbedaan dua file system. Sebagai samplenya, saya akan memberi sedikit
pengetahuan mengenai perbedaan karakteristik File System FAT dengan NTFS. Berikut
penjelasannya.

Karakteristik NTFS FAT32 FAT16

Jumlah berkas dalam 232 – 1


228 berkas 228 berkas
satu volume berkas

Tidak 216 – 2 berkas 216 – 2 berkas atau


Berkas atau subdirektori
terbatas atau direktori direktori

Kompatibilitas dengan
Tidak Tidak Ya
sistem operasi DOS

Dapat dual-booting Ya (Windows 95


Tidak Ya (Semua versi)
dengan Windows 95/98 OSR 2.0 ke atas)

Kompresi data
Ya Tidak Tidak
transparan

Ya (versi
Enkripsi transparan Tidak Tidak
3.0 ke atas)
Penetapan kuota
ruangan untuk tiap Ya Tidak Tidak
pengguna
Ukuran berkas
264 – 1 byte 232 – 1 byte 232 – 1 byte
maksimum

512 bytes 512 bytes (1


Ukuran cluster minimum 512 bytes (1 sektor)
(1 sektor) sektor)

Ukuran cluster 64 KB (32


64 KB (32 sektor) 64 KB (32 sektor)
maksimum sektor)
2 Gigabyte (bisa sampai
Ukuran partisi 232
4,177,198 cluster 4 Gigabyte pada
maksimum cluster
Windows NT)
Jumlah berkas tiap 232 – 1
228 berkas 216 berkas
partisi berkas

Jumlah direktori tiap Tidak


216 – 2 direktori 216 – 2 direktori
partisi terbatas

Akhirnya bener-bener selesai tulisan saya ini. Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Sekian dan terima kasih. 

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_berkas

http://herios.student.umm.ac.id/2010/01/29/informatika/

http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/1679555-file/

http://id.wikipedia.org/wiki/FAT

http://id.wikipedia.org/wiki/NTFS

http://enikusuma.wordpress.com/2010/09/23/file-system-pada-linux/

http://firstiawan.student.fkip.uns.ac.id/2010/08/28/file-format-sistem-windows/

Common questions

Didukung oleh AI

NTFS provides robust data security features not found in older file systems like FAT. These include transparent file encryption through Encrypting File System (EFS), which offers strong encryption options such as AES-256 in later versions. NTFS also supports disk quotas, allowing administrators to control the amount of space users can utilize. Additionally, NTFS provides granular access control via Security Descriptors, enhancing file and directory security in multi-user environments .

Organizations may face challenges such as compatibility issues with older operating systems that cannot access NTFS, necessitating updates or coexistence strategies for mixed environments. Moreover, the migration process itself can involve data backup and restoration to ensure no data loss, which can be time-consuming and labor-intensive. Users and administrators must also adapt to NTFS's different management and security features, requiring training and changes in operational procedures .

NTFS offers several advantages over FAT file systems, including support for metadata, data compression, and encryption which enhances data security. NTFS supports larger partition sizes—up to 256 Terabytes—and allows for a maximum file size of 16 Terabytes. Additionally, NTFS includes features like quota management and enhanced file access control, which are not available in FAT file systems. These benefits make NTFS more suitable for modern Windows environments compared to older FAT systems .

NTFS's quota management system allows administrators to set storage limits for individual users, helping to manage disk space usage efficiently. This prevents a single user from consuming all available space, thereby ensuring fair resource allocation across all users. It also provides notifications when users approach their limits and can generate logs for monitoring and auditing purposes. This functionality is crucial in multi-user environments like corporate networks, where equitable distribution of resources is necessary for system balance and performance .

EXT3 is more user-friendly than EXT2 for system recovery due to its journaling feature, which records changes as they occur. This allows EXT3 to quickly recover from crashes or system shutdowns without requiring a full file system check, as opposed to the potentially lengthy e2fsck process needed for EXT2. This significantly reduces downtime and speeds up boot processes after abrupt shutdowns, making it more convenient for users concerned with system availability and data integrity .

exFAT, or Extended File Allocation Table, differentiates itself from other FAT-based file systems by supporting very large partition sizes and being optimized for flash drives. It scales up to 264 bytes per file and allows the creation of large directories with more than 216 files. Furthermore, exFAT includes improvements like Free Space Bitmap for better free space management and supports Access Control Lists, offering enhancements in security and efficiency over standard FAT systems such as FAT16 and FAT32 .

EXT4 presents several improvements over its predecessors in Linux file systems, such as supporting larger volumes and files with its 48-bit addressing limit. It offers features like fast file system checking (fast fsck), journal checksumming to ensure consistency, and defragmentation support, which all contribute to more efficient file management. Moreover, EXT4 introduces enhancements like delayed allocation to improve performance and allows for backward compatibility, enabling easy migration from EXT3 without reformatting .

FAT16's limitations include its maximum partition size of 4GB, which is inadequate for modern storage requirements. The lack of support for features like file compression, encryption, and detailed access control further restricts its usability. Moreover, FAT16's fixed cluster size increases storage inefficiency as disk size grows, and its inability to handle files larger than 4GB limits data management capabilities in contemporary computing environments requiring support for large multimedia files and databases .

The journaling feature in Ext 3 improves data integrity by maintaining a log (journal) of changes that have yet to be committed to the file system. In the event of a crash or unclean shutdown, the journal allows for quicker recovery and ensures that in-process transactions are consistent, effectively reducing the risk of file system corruption. Unlike Ext 2, which requires a lengthy file system check after crashes, Ext 3 can recover more quickly because the journal records pending changes that can be applied or rolled back as necessary .

File system journaling provides benefits such as data consistency and recovery speed by recording a log of file system operations. This journal helps prevent corruption by allowing file systems to track changes that occur between checkpoints, ensuring that only completed transactions are committed to the disk. Journaling can slightly reduce performance due to the overhead of maintaining a journal, but it significantly reduces recovery time after crashes, making the trade-off worthwhile for maintaining data integrity and system resilience .

Anda mungkin juga menyukai