Anda di halaman 1dari 41

PENGANTAR SISTEM

OPERASI
LINUX MINT

DISUSUN
OLEH
TEUKU IFAN SAPUTRA
SHUHEYMI

SEJARAH
Linux Mint adalah sistem operasi berbasis Linux,
yang Dirilis pertama kali tanggal 27 Agustus
2006 oleh pencetus proyek Clement Lefebvre.
distro ini merilis beberapa versi yang boleh
dikatakan sukses pada rentang 2006-2008.
Inti dari Linux Mint adalah Ubuntu yang
merupakan turunan dari Debian, sehingga
aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga
bisa berjalan pada Linux Mint. Walaupun inti
dari Linux Mint adalah Ubuntu, akan tetapi
selama bertahun-tahun Linux Mint hadir dengan
tampilan yang berbeda dengan Ubuntu.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi


Linux Mint

KEKURANGAN

Belum sepopuler distro


lainnya
Hardware resource linux
mint lebih sedikit
Installer
membingungkan
Rilis stabilnya out-ofdate

KELEBIHAN
Dilengkapi dengan
pencarian applikasi
terfaforit
Dapat langsung
dijalankan melalui usb
flash drive dengan
menggunakan
unetbooting system
operasi windows
Sudah terintegrasi
dengan java runtime
Tampilan boot yang
lebih baik dengan
gfxboot

Komponen-Komponen
Sistem
Pembuatan dan penghapusan
proses pengguna dan sistem
proses.
Menunda atau melanjutkan
proses.

Manage
men
Proses

Menyediakan mekanisme untuk


proses sinkronisasi.
Menyediakan mekanisme untuk
proses komunikasi.
Menyediakan mekanisme untuk
penanganan deadlock.

Menjaga track dari memori yang


sedang digunakan dan siapa
yang menggunakannya.

Managem
en
Memori
Utama

Memilih program yang akan diload ke memori.

Mengalokasikan dan mengdealokasikan ruang memori


sesuai kebutuhan.

free-space management

Managem
en
Secondar
y-Storage

alokasi penyimpanan

penjadwalan disk

Buffer: menampung sementara


data dari/ ke perangkat I/O.

Managem
en Sistem
I/O

Spooling: melakukan
penjadualan pemakaian I/O
sistem supaya lebih efisien
(antrian dsb)

Menyediakan driver untuk dapat


melakukan operasi rinci untuk
perangkat keras I/O tertentu

Pembuatan dan penghapusan


berkas
Pembuatan dan penghapusan
direktori

Managem
en Berkas

Mendukung manipulasi berkas


dan direktori
Memetakan berkas ke secondary
storage
Mem-backup berkas ke media
penyimpanan yang permanen
(non-volatile)

Deadlock

Deadlock adalah keadaan


dimana 2 atau lebih proses
saling menunggu meminta
resources untuk waktu yang
tidak terbatas lamanya.
Analoginya seperti pada
kondisi jalan raya dimana
terjadi kemacetan parah.
Deadlock adalah efek
samping dari sinkronisasi,
dimana satu variabel
digunakan oleh 2 proses.

1. Mutual Exclusion :
Suatu kondisi dimana
setiap sumber daya
diberikan tepat pada satu
proses pada suatu waktu.
2. Hold and Wait : Kondisi
yang menyatakan prosesproses yang sedang
memakai suatu sumber
daya dapat meminta
sumber daya yang lain.
3. Circular Waiting :
Kondisi yang menyatakan
bahwa adanya rantai
saling meminta sumber
daya yang dimiliki oleh
suatu proses oleh proses
lainnya.
4. No Preemptive : Kondisi
dimana suatu sumber
daya yang sedang berada
pada suatu proses tidak
dapat diambil secara
paksa dari proses
tersebut,sampai proses itu

Strategi untuk menghadapi


deadlock dapat dibagi menjadi tiga
pendekatan, yaitu:
Mengabaikan adanya deadlock.
Memastikan bahwa deadlock tidak akan pernah ada, baik
dengan metode Pencegahan, dengan mencegah empat
kondisi deadlock agar tidak akan pernah terjadi. Metode
Menghindari deadlock, yaitu mengizinkan empat kondisi
deadlock, tetapi menghentikan setiap proses yang
kemungkinan mencapai deadlock.
Membiarkan deadlock untuk terjadi, pendekatan ini
membutuhkan dua metode yang saling mendukung, yaitu:
o Pendeteksian deadlock, untuk mengidentifikasi ketika
deadlock terjadi.
o Pemulihan deadlock, mengembalikan kembali sumber daya
yang dibutuhkan pada proses yang memintanya.

Layanan
Sistem
Operasi
Pembuatan
Program

Eksekusi Program

Operasi I/O

Manipulasi
Sistem Berkas

Komunikasi

Deteksi Error

Alokasi Sumber
Daya

Accounting

System Calls

Proteksi

Struktur Sistem Operasi


Linux Mint
Kernel: yakni suatu perangkat lunak yang menjadi
bagian utama dari sebuah sistem operasi. Disini kernel
menyediakan semua fungsi untuk menjalankan proses,
juga menyediakan layanan sistem untuk memberikan
pengaturan dan proteksi akses ke sumber daya
perangkat keras termasuk memori virtual.
System Library: yakni kumpulan fungsi standar dimana
aplikasi dapat berinteraksi dengan inti dari sebuah
sistem operasi yaitu kernel.
System Utilities: yakni program yang bertugas
mengatur dan memanage secara individual, termasuk
semua program yang di perlukan untuk menginisialisasi
sistem.

Penjadwalan Proses
Linux Mint

Penjadwal jangka pendek (short


term scheduller)

Penjadwal jangka menengah


(medium term scheduller)

Penjadwal jangka panjang (long


term scheduller)

Penjadwalan
merupakan
kumpulan
kebijaksanaan
dan mekanisme
di sistem
operasi yang
berkaitan
dengan urutan
kerja yang
dilakukan
sistem
komputer.

Tujuan
Penjadwala
n CPU

Agar semua pekerjaan


memperoleh pelayanan yang adil
(firness).
Agar pemakaian prosesor
dapat dimaksimumkan.
Agar waktu tanggap dapat
diminimumkan.
Agar pemakaian sumber daya
seimbang.
Turn arround time, waktu
sejak program masuk ke system
sampai proses selesai.
Efesien, proses tetap dalam
keadaan sibuk tidak menganggur.
Agar terobosan (thoughput)
dapat dimaksimumkan.

Keamanan Linux
Mint

Account Pemakai (user account)


Keuntungan :
Kekuasaan dalam satu account yaitu root, sehingga mudah
dalam administrasi system.
Kecerobohan salah satu user tidak berpengaruh kepada
system secara keseluruhan.
Masing-masing user memiliki privacy yang ketat
Macam User :
Root : kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan
akses jaringan
User : account dengan kekuasaan yang diatur oleh root
dalam melakukan aktifitas dalam system.
Group : kumpulan user yang memiliki hak sharing yang
sejenis terhadap suatu devicestertentu.

Kontrol Akses secara Diskresi


(Discretionary Access control)
Discretionary Access control (DAC) adalah
metode pembatasan yang ketat, yang
meliputi :
Setiap account memiliki username dan
password sendiri.
Setiap file/device memiliki
atribut(read/write/execution) kepemilikan,
group, dan user umum.

Kontrol akses jaringan (Network Access Control)


Alat pengontrolan akses antar jaringan yang membuat
linux dapat memilih host yang berhak / tidak berhak
mengaksesnya.
Fungsi Firewall linux :
Analisa dan filtering paket
Memeriksa paket TCP, lalu diperlakukan dengan kondisi
yang sudah ditentukan, contoh paket A lakukan tindakan B.
Blocking content dan protocol
Bloking isi paket seperti applet java, activeX, Vbscript,
Cookies
Autentikasi koneksi dan enkripsi
Menjalankan enkripsi dalam identitas user, integritas satu
session dan melapisi data dengan algoritma enkripsi
seperti : DES, triple DES, Blowfish, IPSec, SHA, MD5, IDEA,
dsb.

Enkripsi (encryption)
Penerapan Enkripsi di linux : Enkripsi password menggunakan
DES ( Data Encryption Standard )
Logging
Def :Prosedur dari Sistem Operasi atau aplikasi merekam setiap
kejadian dan menyimpan rekaman tersebut untuk dapat dianalisa.
Semua file log linux disimpan di directory /var/log, antara lain :
Lastlog: rekaman user login terakhir kali
last: rekaman user yang pernah login dengan mencarinya pada file
/var/log/wtmp
xferlog: rekaman informasi login di ftp daemon berupa data wktu
akses, durasi transfer file, ip dan dns host yang mengakses,
jumlah/nama file, tipe transfer(binary/ASCII), arah
transfer(incoming/outgoing), modus akses(anonymous/guest/user
resmi), nama/id/layanan user dan metode otentikasi.
Access_log: rekaman layanan http / webserver.
Error_log: rekaman pesan kesalahan atas service http / webserver
berupa data jam dan waktu, tipe/alasan kesalahan
Messages: rekaman kejadian pada kernel ditangani oleh dua daemon :
Syslog: Merekam semua program yang dijalankan, konfigurasi
padasyslog.conf
Klog: Menerima dan merekam semua pesan kernel

Deteksi Penyusupan (Intrusion Detection)


Def: Aktivitas mendeteksi penyusupan secara cepat
dengan menggunakan program khusus secara otomatis
yang disebut Intrusion Detection System

Tutorial instalasi linux


mint

Pembuatan
Program

Sistem operasi menyediakan


berbagai fasilitas yang
membantu programer dalam
membuat program seperti editor.
Walaupun bukan bagian dari
sistem operasi, tapi layanan ini
diakses melalui sistem operasi.

Eksekusi Program

Sistem harus bisa me-load


program ke memori, dan
menjalankan program
tersebut. Program harus bisa
menghentikan
pengeksekusiannya baik
secara normal maupun tidak
(ada error)

Operasi I/O

Program yang sedang dijalankan


kadang kala membutuhkan I/O. Untuk
efisiensi dan keamanan, pengguna
biasanya tidak bisa mengatur peranti
I/O secara langsung, untuk itulah
sistem operasi harus menyediakan
mekanisme dalam melakukan operasi
I/O.

Manipulasi Sistem
Berkas

Program harus membaca


dan menulis berkas, dan
kadang kala juga harus
membuat dan menghapus
berkas

Komunikasi
Kadang kala sebuah proses memerlukan
informasi dari proses yang lain. Ada dua
cara umum dimana komunikasi dapat
dilakukan. Komunikasi dapat terjadi antara
proses dalam satu komputer, atau antara
proses yang berada dalam komputer yang
berbeda, tetapi dihubungkan oleh jaringan
komputer. Komunikasi dapat dilakukan
dengan pembagian memori(penggunaan
bersama, share-memory)atau messagepasssing, dimana sejumlah informasi
dipindahkan antara proses oleh sistem
operasi

Deteksi Error
Sistem operasi harus selalu waspada
terhadap kemungkinan error. Error
dapat terjadi di CPU dan memori
perangkat keras, I/O, dan di dalam
program yang dijalankan pengguna.
Untuk setiap jenis error sistem
operasi harus bisa mengambil
langkah yang tepat untuk
mempertahankan jalannya proses
komputasi

Alokasi Sumber
Daya

Ketika beberapa pengguna


menggunakan sistem atau
beberapa program dijalankan
secara bersamaan, sumber daya
harus dialokasikan bagi masingmasing pengguna dan program
tersebut.

Accounting
Kita menginginkan agar jumlah
pengguna yang menggunakan
sumber daya, dan jenis sumber daya
yang digunakan selalu terjaga. Untuk
itu maka diperlukan suatu
perhitungan dan statistik.
Perhitungan ini diperlukan bagi
seseorang yang ingin merubah
konfigurasi sistem untuk
meningkatkan pelayanan

Proteksi
Layanan proteksi memastikan bahwa
segala akses ke sumber daya
terkontrol. Dan tentu saja keamanan
terhadap gangguan dari luar sistem
tersebut. Keamanan bisa saja
dilakukan dengan terlebih dahulu
mengidentifikasi pengguna. Ini bisa
dilakukan dengan meminta
passsword bila ingin menggunakan
sumber daya.

System Calls

Biasanya tersedia sebagai instruksi


bahasa rakitan. Beberapa sistem
mengizinkan system calls dibuat
langsung dari program bahasa
tingkat tinggi. Beberapa bahasa
pemrograman (contoh : C, C++)
telah didefenisikan untuk
menggantikan bahasa rakitan untuk
sistem pemrograman.

TUTORIAL INSTALASI LINUX


MINT SECARA PORTABLE
Bahan yang yang di
perlukan, yaitu:

Flashdisk
ISO Linux Mint
Linux Live USB Creator

Langkah 1

1. Buka aplikasi Linux


Live USB Creator

Langkah 2

2. Pilih USB Drive


yang akan dijadikan
boot linux mint.

Langkah 3

3. Pilih ISO yang akan


digunakan.

Langkah 4

4. Atur angka
persistence nya

Langkah 5

5. Centang option
sesuai dengan
kebutuhan.

Langkah 6

6. Klik icon lightning


untuk memulai proses
bootnya.

Langkah 7

7. Pilih Ok untuk
memformat flashdisk.

Langkah 8

8. Langkah terakhir
yaitu tunggu sampai
semua proses siap.

Langkah 8

8. Langkah terakhir
yaitu tunggu sampai
semua proses siap.

TERIMA KASIH