Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PEMBAHASAN

Pada awal 1950, terjadi keracunan yang masif karena Metyl Mercury (MeHg) pada
masyarakat yang tinggal disekitar teluk minamata, yang berada disebelah barat daya dari pulau
kyushu, Jepang. Kasus gangguan neurologis yang disebabkan keracunan MeHg ini dikenal
dengan Minamata Disease (MD). Rute pemaparan MeHg ini dengan cara mengkonsumsi ikan
atau kerang yang terkontaminasi MeHg dalam konsentrasi tinggi. MeHg mencemari teluk
minaata karena adanya pabrik yang membuat acetaldehyde yang memiliki produk samping
MeHg yang hasil pembuangannya dialirkan ke teluk selama lebih dari satu dekade. Untuk
meningkatakn produksi, pabrik meningkatkan manufaktur ddan mengalihkan sistem
drainasenya dari teluk minamata ke hulu sungai minamata sehingga mencemari laut Shiranui.
Karena menangkap ikan tidak dilarang sehingga banyak orang yang tinggal didekat laut
Shiranui terpapar MeHg selama hampir 20 tahu. Sejak kasus MD mencuat pada 1953, jumlah
pasien yang terdampak mencapai 2264. Dieperkirakan sekitar 200.000 suspek terpapar racun
MeHg karena daerah disekitar laut Shiranui berjumlah sekitar 200.000 pada 1960. Masalah
kesehatan yang ditimbulkan dari MeHg ini terbagi atas dua yaitu akut dan kronik.

a. Akut, ditandai dengan gejala seperti penglihatan yang kabur, gangguan pendengaran,
gangguan penciuman, clumsines tangan, dysarthria, somatosensory dan gangguan
kejiwaan. Anaka yang lahir dari ibu yang terpapar MeHg memperlihatkan kerusakan
pada korteks serebral.
b. Kronis, pasien mengeluhkan parasthesia pada bagian distal ekstremitas dan sekitar
bibir.

Kasus keracunan logam berat berikutnya adalah keracunan arsen. Keracunan arsen
dapat menyebabkan berbagai efek yang merugikan. Salah satu kasusnya berasal dari Chile,
racun berasal dari sungai yang bermuara di gunung Andes mengandung arsen yang berasal dari
summber alami. Sungai tersebt digunakan masyarakat sebagai suplai air. Masalah ini baru
muncul sekitar tahun 1950an karena adanya kandungan arsen pada air di Chile. Salah satu kota
yang luas di Chile yaitu Antofagasta merupakan kota dengan masyarakat yang paling banyak
terpapar arsen dari air. Keracunan ini pertama ditemukan karena adanya kematian pasien
kanker kandung kemih dan ditemukan terdapat arsen. Kemudian dilakukan uji pada 5 pasien
yang mengalami kanker kandung kemih. Tiga dari lima pasien mengidap kanker karena 10
tahun terpapar air yang mengandung arsen, dua dari lima mengidap kanker karena 20 tahun
paparan. Kemudian di uji pula kandungan arsen pada air sungai tersebut, dari uji yang
dilakukan didapatkan konsentrasi arsen selama tahun 1955 dan 1970 berada pada kisaran 570
µg/liter.

Kasus selanjutnya adalah keracunan logam berat jenis thimbal (Pb). Kasus terjadi pada
2 orang pekerja di Georgia sebagai pembersih cat dinding disalah satu gedung. 2 dari 3 lantai
gedung dicat dengan 8 sampai 10 lapis cat dan cat lainnya yang sudah tua. Kedua pekerja tidak
menggunakan alat penyaring pernafasan yang telah diberikan. Pekerja pertama berusia 40
tahun menunjukkan hasil positif mengandung timbal didarahnya, pekerja ini mengeluhkan
muntah, kram perut, malaise dan gangguan mental ringan. Namun setelah dilakukan physical
tes dan tes neurologi menunjukkan keadaan normal. Sedangkan pekerja kedua adalah pria
berusia 22 tahun positif mengandung timbal dalam darahnya. Pekerja kedua memiliki keluhan
muntah, kram perut dan sakit kepala. Setelah dilakukan uji, pekerja kedua ini tidak
menunjukkan adanya gangguan pada mentalnya.

Dapus

Ekino, S, et al. 2007. Minamata Disease Revisited : An Update On The Acute and Chronic
Manifestations of Methyl Mercury Poisoning. Journal of The Neurological Sciences, 262 (1).

Gordon, J. N, et al. 2002. Lead poisoning: case studies. British Journal of Clinical
Pharmacology, 53(5).

Smith, A.H. et al. 1998. Marked Increase in Bladder and Lung Cancer Mortality in a Region
of Nothern Chile Due to Arsenic in Drinking Water. American Journal of Epidemiology ,
147(7)