Anda di halaman 1dari 1

Cindra Ayuning Kirana (21182065)

Desi Yuliana Harahap (21182066)

A2

Isoniazid (INH)

A. Aspek Farmasetik
Bentuk sediaan dan kekuatan sediaan : tablet 50 mg, 100 mg, 300 mg ; Injeksi 100 mg/mL
B. Perundang-undangan
Daftar obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh apoteker di apotik (Daftar Obat
Wajib Apotik No. 3).
C. Aspek farmakologi
 Golongan obat : Antitubercular agent
 Mekanisme kerja : bekerja sebagai bakterisidal. Mengganggu metabolisme protein bakteri,
asam nukleat, karbohidrat, dan lipid. Tampak menghambat sintesis asam mikolik pada bakteri
yang rentan yang menyebabkan hilangnya mekanisme tahan asam dan gangguan dinding sel
bakteri.
 Indikasi : Pengobatan TBC
 Dosis : Oral (tablet) dan IM anak-anak 10-15 mg/kg (hingga 300 mg) sekali sehari atau 20-40
mg/kg (hingga 900 mg) 2 atau 3 kali seminggu, dewasa 5 mg/kg (hingga 300 mg) sekali sehari
atau 15 mg/kg (hingga 900 mg) 1-3 kali seminggu.
 Kontraindikasi : Riwayat hipesentivitas, riwayat efek samping isoniazid dan penyakit hati akut.
 Efek samping : Neuropati perifer, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, lemah,
pusing, kesulitan berbicara, kerusakan hati, hiperrefleksia, agranulositosis, anemia, anemia
megaloblastik, kejang.
 Peringatan :
 Kehamilan :
 Interaksi :
D. Aspek farmakokinetik
 Absorbsi :
 Distribusi :
 Metabolisme :
 Ekskresi :