Anda di halaman 1dari 3

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.

Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa
(menurut FI IV).
Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode, yaitu granulasi basah, granulasi
kering, dan kempa langsung. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya
disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet, apakah zat tersebut tahan
terhadap panas atau lembab, kestabilannya, besar kecilnya dosis, dan lain sebagainya.
Granulasi Basah yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang
lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi
massa lembab yang dapat digranulasi. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan
terhadap lembab dan panas. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat
aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi
masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula,
kemudian masa basah tersebut digranulasi.
Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai
pengganti pengompakan, tehnik ini membutuhkan larutan, suspensi atau bubur yang
mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan
tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. Cairan
yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di
antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan
meningkat, gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal
pembentukan granul, bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai
dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja, jika sudah diperoleh massa basah
atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau
oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan
proses pengeringan menjadi lebih cepat, setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran
ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat.
Granul yang akan dibuat menjadi tablet tidak luput dari evaluasi. Adapun evaluasi yang yang
dilakukan untuk granul adalah seperti :

1. Granulometri
Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran
granul). Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan
berbagai ukuran. Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak
dengan mesh yang makin kecil.
Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. Diharapkan
ukuran granul tidak terlalu berbeda. Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul.
Jika ukuran granul berdekatan, aliran akan lebih baik. Diharapkan ukuran granul mengikuti
kurva distribusi normal.
2. Bobot jenis
Evaluasi

granul

dengan

bobot

jenis

ini

yaitu

dengan

mengetahui

bobot

jenis pada granul tersebut, mulai dari bobot nyata, bobit mampat dan bobot sejati.
3. Persen kompresibilitas
Pengukuran lain dari sebuk yang bebas mengalir adalah kompresibilitas yang dihitung
dari kerapatan granul, yaitu dengan memasukkan sejumlah tertentu granul kedalam gelas
ukur. Volume awal dicatat, kemudian diketuk-ketuk sampai tidak terjadi pengurangan
volume. Selanjutnya dihitung persen kompressibilitasnya.
% Kompressibilitas
5-10

Daya Alir
Aliran sangat baik

11-20

Aliran cukup baik

21-25

Aliran cukup

26

Aliran buruk

4. Kecepatan alir dan sudut istirahat


Waktu alir granul yang baik adalah jika waktu yang diperlukan kurang lebih atau sama
dengan 10 detik untuk 100 gram granul. Dengan demikian kecepatan alir yang baik adalah
lebh besar dari 100 gram/detik.
Massa cetak diletakkan dalam corong alat uji kecepatan alir yang bagian
bawahnyaditutup.Massa cetak yang keluar dari alat tersebut dihitung kecepatan alirannya

denganmenghitung waktu yang diperlukan oleh sejumlah serbuk untuk turun melalui corong
alat penguji dengan menggunakan stopwatch dari mulai dibukanya tutup bagian bawah
hingga semuamassa granul mengalir keluar dari alat uji. Timbunan granul dapat digunakan
untuk menghitungsudut istirahat. Diameter rata-rata timbunan granul dan tinggi
puncak timbunan granul diukur.Sudut Istirahat: Arc Tangen = Tan