Anda di halaman 1dari 14

REKAYASA

Jurnal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dan Teknologi Industri

FAKULTAS TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN


UNIVERSITAS MERCU BUANA

Pelindung
Ir. Henny Gambiro, M.Si

Pembina
Ir. Desiana Vidayanti, Ir., MT.

Pimpinan Redaksi
Ir. Nunung Widayaningsih, Dipl.Eng.

Redaksi Pelaksana
Edy Muladi, Ir., M.Si. Dari Redaksi
Dr. Ir. Syarif Hidayat, M.si. Rekayasa merupakan jurnal ilmiah
Dr. Ir. Resmi Bestari Muin, MS yang diterbitkan secara berkala 2
Joko Soemarsono, S.Sn (dua) kali dalam 1 (satu) setahun
Ir. Sylvia Indriany, MT oleh Fakultas Teknik Universitas
Mercu Buana.
Tata Letak/Layout
Hendra Saputra, ST Jurnal ini bertujuan sebagai media
publikasi ilmiah untuk
menyebarluaskan informasi dan
perkembangan ilmu terbaru bagi
para peneliti dan praktisi dibidang
Teknik Sipil, Arsitektur dan
Teknologi Industri.
Kritik dan saran serta sumbangan
artikel ilmiah dari pemerhati jurnal
Rekayasa sangat kami nantikan

Salam REKAYASA

i
REKAYASA
Jurnal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dan Teknologi Industri

DAFTAR ISI
01 PENGARUH BUKAAN TERHADAP
KENYAMANAN TERMAL MASJID RAYA AL
AZHOM TANGERANG
Universitas Mecu Buana
Tathia Edra Swasti, Muji Indarwanto, Debby
Meidiana

02 ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK


BENANG NYLON FILAMENT YARN DENGAN
METODE (DMAIC) DAN FAILURE MODE AND
EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. INDONESIA
TORAY SYNTHETICS
Universitas Mecu Buana
Sri Kaidah, Saputra Ardi Prabowo

03 PERANCANGAN ULANG PRODUK FILTER


UDARA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION
DEPLOYMENT
Universitas Mecu Buana
Joko Pramono

04 PENGARUH VARIASI GAS PELINDUNG PADA


PENGELASAN GMAW TERHADAP SIFAT
MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO SUS 409L
Universitas Mecu Buana
Nur Indah, Aat Puji Lestari

05 ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS AEROSOL


CAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE
DMAIC PADA LINE ABM 1 DI PERUSAHAAN
PERKALENGAN INDONESIA
Universitas Mecu Buana
Bethriza Hanum, Syaifulloh

06 DESAIN ALTERNATIF PENGGUNAAN


HONEYCOMB DAN SISTEM RANGKA BATANG
PADA STRUKTUR BAJA BENTANG PANJANG
PROYEK WAREHOUSE
Universitas Mecu Buana
Muhammad Agus Priatmana, Adriansyah

ii
REKAYASA
Jurnal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dan Teknologi Industri

DAFTAR ISI

07 PERENCANAAN DERMAGA KAPASITAS 2000


DWT (DEADWEIGHT TONNAGE) STUDI KASUS
DERMAGA KAWALUSO – SULAWESI UTARA
Universitas Mecu Buana
Krisma Perwita Sari, Acep Hidayat, Fersi Arya
Pinangkis

08 PENGARUH PROYEK PEMBANGUNAN MRT


JAKARTA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN
JENDRAL SUDIRMAN
Divisi Perencanaaan, PT. MRT Jakarta
Edi Nurbiyantoro

09 ANALISA PRODUKTIVITAS MESIN CETAK


RYOBI 920 DENGAN ALAT UKUR OBJECTIVE
MATRIX (OMAX) DI PT PUTRI GELORA JAYA,
SURABAYA
Divisi Produksi, PT. Putri Gelora Jaya Surabaya
Tommy Wily Bonytua

10 ANALISIS HIDRO OSEANOGRAFI DAN DESAIN


DERMAGA 40.000 DEAD WEIGHT TON (DWT)
DI TERMINAL UNTUK KEPENTINGAN SENDIRI
(TUKS) PT. KRAKATAU STEEL (Persero) Tbk.
Divisi Engineering, PT. KRAKATAU STEEL
(Persero) Tbk
Intan Permata Kusumah

iii
DESAIN ALTERNATIF PENGGUNAAN HONEYCOMB DAN SISTEM
RANGKA BATANG PADA STRUKTUR BAJA BENTANG PANJANG
PROYEK WAREHOUSE

Muhammad Agus Primatama1, Adriansyah2


Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana Jakarta
maguspriatna@mercubuana.co.id, adriansyah170982@gmail.com

Abstrak
Dalam upaya untuk dapat memperoleh desain konstruksi baja yang lebih ekonomis, maka
minimalisasi balok IWF dapat dilakukan dengan mengurangi luas badan balok melalui
pembuatan balok honeycomb. Balok honeycomb sebagai salah satu alternatif material struktur.
Sistem rangka batang bidang (plane truss) sangat cocok untuk desain struktur bentang
panjang, karena berat struktur lebih ringan daripada menggunakan struktur masif (balok
penampang penuh), seperti profil WF, C, atau H. Penggunaan baja IWF biasa/konvensional
pada struktur kuda – kuda atap bangunan existing warehouse menghasilkan desain yang
cenderung tidak ekonomis ditinjau dari berat strukturnya. Oleh karena itu dalam peneltian ini
akan direncanakan struktur alternatif dengan menggunakan metode desain LRFD. Dimensi
struktur yaitu alternatif 1 menggunakan WF Honeycomb 525x175x7x11 sedangkan alternatif
2 ( sistem rangka batang ) menggunakan profil 2siku 80x80x6 (batang atas dan bawah), profil
2siku 70x70x6 (batang diagonal) dan profil 2siku 50x50x5 (batang vertikal).
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan : (1) Konstruksi kuda – kuda honeycomb lebih
berat 344 kg (13,89%) dibandingkan dengan kuda – kuda sistem rangka batang. (2)
Konstruksi kuda – kuda eksisting (WF biasa/hot rolled) lebih berat 2026 kg (47,21 %)
dibandingkan dengan kuda – kuda sistem rangka batang. (3) Tinggi pemanfaatan ruangan
untuk konstruksi kuda – kuda sistem rangka batang lebih rendah 82,5 cm disbanding dengan
sistem honeycomb.

Kata kunci : warehouse, bentang panjang, struktur baja, honeycomb, truss , castellated
beam

1. PENDAHULUAN sayap) sejauh – jauhnya. Adapun gaya


geser akan ditahan oleh pelat badan.
Dalam upaya untuk dapat
Kekuatan balok dipengaruhi oleh
memperoleh desain konstruksi baja yang
momen inersia balok. Semakin besar
lebih ekonomis, maka minimalisasi balok
momen inersia balok, maka kapasitas
IWF dapat dilakukan dengan mengurangi
lentur balok juga besar. Oleh karena itu
luas badan balok melalui pembuatan balok
memperbesar momen inersia balok tanpa
Honeycomb. Sebagian besar momen
harus mencari ukuran profil yang lebih
lentur yang bekerja pada balok IWF telah
besar dapat dilakukan dengan membuat
dipikul oleh sayap atas dan bawah, maka
balok honeycomb.
pengurangan luas badan sampai batas
Penggunaan profil baja IWF biasa
tertentu tidak akan menurunkan kapasitas
pada struktur kuda – kuda atap bangunan
lentur pada balok IWF. Itu terjadi karena 1. Dosen Teknik Sipil Universitas Mecu Buana
sebagian besar volume material 2. Alumni Teknik Sipil Universitas Mecu
ditempatkan pada sisi-sisi luar (pelat Buana
41
existing warehouse menghasilkan desain pemusatan tegangan (stress
yang cenderung tidak ekonomis. Atas consentrations) (Amayreh dan Saka
dasar itu maka dalam Penelitian ini akan 2005).
dibahas tentang bagaimana Perencanaan Proses pembuatan balok honeycomb :
Desain Alternatif Penggunaan Honeycomb a. Badan profil dibuat dicetakan hot-rolled
dan Sistem Rangka Batang Pada Struktur (cetakan panas) berbentuk I dengan
Baja Bentang Panjang Proyek Warehouse. pola pemotongan zig – zag.
2. TINJAUAN PUSTAKA b. Setengah hasil potongan digeser, ujung
2.1. Sistem Balok Honeycomb atas kanan dilas dengan ujung bawah
Balok Honeycomb (castellated kiri, dan sebaliknya. Sehingga lubang
beam) adalah suatu spesifikasi profil yang yang dihasilkan berbentuk segienam
ditingkatkan kekuatan komponen (hexagonal).
strukturnya dengan memperpanjang
kearah satu sama lain dan di las sepanjang
pola. Castellated Beam ini mempunyai
tinggi (h) hamper 50% lebih tinggi dari
profil awal sehingga meningkatkan nilai
lentur axial, momen inersia (Ix), dan
modulus section (Sx) (Knowles 1991).
Balok kastella disebut juga honeycomb
beam, karena bentuk lubang segi enamnya
yang menyerupai sarang lebah.

Gambar 2.2. Proses pembuatan honeycomb

2.1. Sistem Rangka Batang Bidang


Sistem Rangka Batang Bidang
adalah Susunan elemen-elemen linear
yang membentuk segitiga atau kombinasi
Gambar 2.1. Bagian balok honeycomb segitiga yang secara keseluruhan berada di
dalam satu bidang tunggal.
Keuntungan dari balok honeycomb : Keuntungan dari Sistem rangka batang :
a. Pembesaran tinggi balok menghasilkan a. Batang-batang yang diperlukan dapat
peningkatan momen inersia, modulus disesuaikan dengan sifat dan besar gaya
penampang, kekakuan, dan tahanan yang harus didukung.
lentur penampang(Tadeh Zirakian dan b. Pada umumnya diperoleh struktur yang
H. Showkati, 2006). lebih ringan, lebih kuat, dan lebih kaku.
b. Pengurangan berat profil yang mana 2.2. Material Baja (Steel)
akan mengurangi berat struktur secara
keseluruhan sehingga dapat Berikut adalah sifat mekanis baja yang
mengurangi biaya pelaksanaan digunakan sesuai dengan Tata Cara
konstruksi. (Tadeh Zirakian dan H. Perencanaan Struktur Baja Bangunan
Showkati, 2006). Gedung(SNI 03-1729-2002) :
- Mutu Baja : BJ 37
Kekurangan dari balok honeycomb : - Tegangan putus (fu) : 370 MPa,
a. Pada ujung-ujung bentang (disudut- - Tegangan leleh (fy) : 240 MPa
sudut profil) terjadi peningkatan
42
- Modulus Elastisitas (E): 200.000 Mpa 3.1. Sistem Struktur
- Modulus Geser (G) : 80.000 Mpa . Perencanaan struktur bagian atas
- Nisbah Poisson (μ) : 0,3 Warehouse alternatif 1 menggunakan
- Koef. pemuaian (α) : 12x10-6/ᴼC kuda-kuda profil baja IWF honeycomb
dan alternatif 2 menggunakan sistem
3. METODOLOGI PERENCANAAN rangka batang bidang tipe N-Truss dengan
3.1. Diagram Alir menggunakan program bantu SAP2000
dan dikontrol desain dengan menggunakan
metode LRFD sesuai SNI 03-1729-2002.
Warehouse tersebut terletak di lokasi
gempa zone I (wilayah resiko gempa
rendah). Tahapan perencanaan adalah
sebagai berikut :
a. Perencanaan gording
b. Perencanaan alternatif 1
c. Perencanaan alternatif 2
d. Simpulan perhitungan berat struktur
kuda – kuda alternatif 1 dan alternatif
2.

Gambar 3.1. Kuda-kuda honeycomb

Gambar 3.2. Kuda-kuda sistem rangka


batang

3.2. Data Struktur Eksisting


Geometrik struktur warehouse
berdasarkan As built drawing antara lain
sebagai berikut :
Jarak miring antar gording : 1,3m
Jarak antar kuda – kuda : 6m
Sudut kemiringan : 8°
Bentang portal : 54 m
3.2. Peraturan dan Standar
Perencanaan

Peraturan – peraturan yang digunakan


sebagai acuan dalam perencanaan struktur
antara lain :
43
a. SNI 03-1729-2002 tentang Tata Cara ringan (rangka batang atap) diambil
Perencanaan Struktur Baja untuk dengan perkiraan tinggi awal sebesar 1/20
Bangunan Gedung bentangan (Schodek, 1998). Sedangkan
b. Pedoman Perencanaan Pembebanan Penentuan dimensi awal penampang profil
untuk Rumah dan Gedung PPPURG tekan dan tarik diambil berdasarkan
1987 persamaan luas penampang :
c. Standar ASCE yang berbasis AISC- 𝑃𝑢
A=
LRFD, LRFD (Load and Resistance 0.9 𝑓𝑦
Factor Design) Profil siku ganda digunakan untuk batang
3.4 Beban Rencana atas dan bawah, batang diagonal dan
vertikal , jarak batang vertikal sesuai jarak
Struktur warehouse didesain untuk gording atap.
mampu memikul beban rencana yang 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
bekerja berupa beban mati (berat sendiri 4.1. Perencanaan Gording
struktur beserta aksesoris pendukungnya), 4.1.1. Data profil
beban hidup, beban angin.
Beban mati yang bekerja pada
perencanaan antara lain :
a. Berat sendiri struktur beserta aksesoris
pendukungnya.
b. Berat gording (sesuai profil yang
digunakan).
c. Beban penutup atap : 5,67 kg/m2
d. Beban hidup pekerja : 100 kg
e. Beban hujan : 20 kg/m2
f. Beban angin : 25 kg/m2

Kombinasi pembebanan adalah sebagai


berikut :
1,4 D
1,2 D +1,6 (La atau H) + (0,8 W) 4.1.2. Pembebanan gording
1,2 D + 1,3 W + 0,5(La atau H)
0,9D - (1,3W ) Tabel 4.1. Pembebanan gording
q qx.cosα qx.sinα P Px.cosα Px.sinα
0,9D + (1,3W ) Beban
N/m N/mm N/mm N N N
Beban Mati 138.4 0.137 0.019
3.5 Preliminary Design Beban Hidup 1000 990.27 137.17
Penentuan dimensi awal penampang profil Beban Angin 325 -0.225 -0.031
IWF honeycomb diambil berdasarkan 4.1.3. Analisa Momen dan Gaya Geser
persamaan batas kuat lentur,
Mu ≤ 𝛟 Mn Tabel 4.2. Momen dan gaya
(3.1)geser
Mn = 0.9 Sx.fy > Mu Beban
Mux (3.2) Vux
Muy Vuy
𝑀𝑢 N.mm N.mm N N
Sx = Beban Mati 616500 (3.3)
9500 411 19
0.9 𝑓𝑦
Beban Hidup 1486205 69585 495,13 69.58
Pilih profil dari tabel dengan nilai Beban Angin -1012500 -11000 -675 -675
Modulus Penampang ( Sx )lebih besar dari
perhitungan teoritis. 4.1.4. Analisa Kombinasi Pembebanan
Pedoman awal dalam menentukan tinggi Tabel 4.3. Analisa Pembebanan
awal rangka batang dengan beban relatif

44
Momen Maximum Gaya Geser Maksimum Simpulan : Gording memenuhi syarat
Kombinasi Beban Arah x Arah y Arah x Arah y
N.mm N.mm N N batas maka profil CNP 150x50x20x2,3
1. U = 1,4D 863100 13300 575 27 dapat dipakai, kuat dan kaku.
2. U = 1,2D + 1,6L 3116448 122736 1285 134
3. U = 1,2D + 1,6La + 0,8W 2306448 113936 745 116
4. U = 1,2D + 1,3W + 0,5La 166252 31892 136 28 4.2. Perencanaan Kuda-kuda Sistem
5. U = 0,9D ± 1,3W 1871100 22850 1247 45.7 Honeycomb
Gaya dalam maksimum pada kombinasi 2 4.2.1. Preliminary Desain
Mux = 3116448 N. mm Beban hidup atap warehouse diambil
Muy = 122736 N. mm 100 kg (PPURG 1987) sedangkan beban
Vux = 1285,4 N mati diasumsikan sebesar 60% dari beban
Vuy = 134,13 N hidup, maka diperoleh nilai Sx =
(1,2∗(0,125∗60∗729))+(1,6∗(0.125∗100∗729)
4.1.5. Kontrol Penampang (LRFD) 0.9∗2400
- Cek kelangsingan profil 2114100
= = 978,75 cm3. Dipilih profil
Tabel 4.4. kelangsingan profil 0.9∗2400
WF honeycomb 525*175*7*11 dengan
nilai Sx = 1212,3 > 978,75 cm3.

- Cek kuat lentur


Tabel 4.5. Kuat lentur

Tabel 4.8. Profil honeycomb


- Cek kuat geser
Tabel 4.5. Kuat geser

- Cek Interaksi Lentur dan Geser


Tabel 4.6. Interaksi Lentur dan Geser

4.2.2 Mencari Inersia arah x (Ix) dan


Modulus plastis profil honeycomb

- Cek Batas Lendutan Profil WF dengan badan tanpa lubang


Tabel 4.7. Lendutan
1 1 𝑏𝑓−𝑡𝑤
Ixutuh = (12 * b * dg3) – (2* 12 * ( 2 ))
(dg - 2tf)3 = 2110253906 – 1781689378
Ixutuh = 328564528 mm4 = 32856 cm4
1
Zxutuh = ( 4 * tw * dg2) + (b-tw) * (dg-tf) *
tf = 482343 + 949872
Zxutuh = 1432215 mm3 = 1432 cm3
45
Profil WF dengan badan berlubang 4.2.4 Kontrol Penampang Honeycomb
Metode LRFD
1 1 𝑏𝑓−𝑡𝑤
Ixlubang = (12 * b * dg3) – (2* 12 * ( ))
2
1 Hasil Output SAP2000 diperoleh gaya
(dg-2tf)3 - (12 * tw * ho3) dalam maksimum pada Comb2 :
Ixlubang = 328564528 – 25877754 = Mu = - 212418387 N.mm
302686774 mm4 =30268 cm4 Vu = 46562 N
1 1 𝑏𝑓−𝑡𝑤
Zxlubang = ( * bf * dg2) - (2* * ( ))
4 4 2
1 - Cek kelangsingan profil honeycomb
(dg-2tf)2 - ( 4 * tw * ho2)
Zxlubang = 12058593 – 10626378 – 219303 = Tabel 4.10. Kelangsingan Profil Honeycomb
1212913 mm3 = 1213 cm3

4.2.2 Input Pembebanan Pada Sap2000

Beban atap diinterprestasikan sebagai


beban titik. - Cek kuat lentur profil honeycomb

Tabel 4.9. Pembebanan kuda-kuda Tabel 4.11. Kuat Lentur Profil Honeycomb

- Cek kuat aksial profil honeycomb

Tabel 4.12. Kuat Geser Profil Honeycomb

Gambar 4.1. Input Pembebanan Kuda-kuda


4.2.3 Analisa Kuda-kuda Sistem - Cek tekuk badan profil honeycomb
Honeycomb Pada Sap2000
Tabel 4.13. Kuat Geser Profil Honeycomb
Nilai ratio kekuatan maksimum
untuk kuda-kuda WF honeycomb
525*175*7*11 sebesar 0,84 < 1 (kuat).

- Cek kuat geser profil honeycomb

Tabel 4.14. Kuat Geser Profil Honeycomb

Gambar 4.2. Nilai ratio portal

46
- Cek interaksi lentur dan geser dengan nilai A = 6,7 > 2,90 cm2 dan
untuk batang diagonal dipilih (L = 190
Tabel 4.15. Interaksi lentur dan geser cm) siku ganda 700x70x6 dengan nilai A
= 11,5 > 2,90 cm2.

- Cek interaksi aksial dan lentur

Tabel 4.16. Interaksi aksial dan lentur

4.3.2 Input Pembebanan Pada Sap2000

Beban atap diinterprestasikan sebagai


beban titik.
- Cek batas lendutan Tabel 4.18. Pembebanan kuda-kuda

Tabel 4.17. lendutan

Simpulan : Struktur kuda-kuda / rafter


WF Honeycomb memenuhi syarat batas
maka profil IWF Honeycomb
525x175x7x11 kuat dan kaku sehingga
profil dapat dipakai. Gambar 4.3. Input Pembebanan Kuda-kuda

4.3. Perencanaan Kuda-kuda Sistem 4.3.3 Analisa Kuda-kuda Sistem


Rangka Batang Bidang 2Dimensi Rangka Batang Bidang Pada Sap2000
4.3.1. Preliminary Desain
Nilai ratio kekuatan maksimum untuk
Beban hidup atap warehouse (beban batang siku ganda atas , bawah, vertikal
terpusat) diambil 100 kg (PPURG 1987) dan diagonal sebesar 0,81 < 1 (kuat).
sedangkan beban mati diasumsikan
sebesar 60% dari beban hidup, maka :
(1,2∗1620)+(1,6∗2700)
A= = 2,90 𝑐𝑚2.
0.9∗2400
Pilih profil dari table baja dengan nilai
luas penampang (A) lebih besar dari
perhitungan teoritis. Asumsi dimensi awal
dipilih siku dengan nilai A > 2,90 cm2. Gambar 4.4. Nilai ratio portal
Sehingga asumsi awal untuk batang atas &
bawah (L = 130 cm) dipilih profil siku
ganda 80x80x6 dengan nilai A = 13.32 > 4.3.4 Kontrol Penampang Metode
2,90 cm2, sedangkan untuk batang vertikal LRFD
(L = 140 cm) dipilih siku ganda 50x50x5
47
- Output gaya dalam dari SAP2000 tegak) kuat dan kaku sehingga dapat
dipakai dan aman.
Tabel 4.19. Output gaya dalam
Nu (maks)
Profil
Tarik (N) Tekan (N)
Batang atas & bawah : 2Siku 80x80x6 167480 135710
4.4. Perhitungan Berat Kuda-Kuda
Batang tegak : 2Siku 50x50x5 40450 34740 Sistem Honeycomb dan Sistem Rangka
Batang diagonal : 2Siku 70x70x6 40460 56490 Batang bidang 2Dimensi

- Cek Batang Tarik Tabel 4.23. Berat kuda-kuda


HONEYCOMB RANGKA BATANG WF BIAS A
Tabel 4.20. Kontrol batang tarik kondisi leleh (ALTENATIF 1) (ALTERNATIF 2) (EXIS TING)
Kondisi Leleh
Profil Nu Nn Ꝋ Nn Kontrol (kg) (kg) (kg)
(kg) (kg) (kg)
Batang atas & bawah : 2Siku 80x80x6 16748 31968 28771.2 ok
2473.4 2129.9 4034.36
Batang tegak : 2Siku 50x50x5 4045 16080 14472 ok

Batang diagonal : 2Siku 70x70x6 4046 27648 24883.2 ok

Tabel 4.21. Kontrol batang tarik kondisi Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa
fraktur penggunaan kuda – kuda sistem rangka
Kondisi Fraktur batang lebih hemat berat strukturnya
Profil Nu Nn Ꝋ Nn Kontrol
(kg) (kg) (kg) 13,89% dibandingkan WF honeycomb dan
Batang atas & bawah : 2Siku 80x80x6 16748 27972 20979 ok 47,21% dibandingkan WF biasa
Batang tegak : 2Siku 50x50x5 4045 16872 12654 ok (Bangunan eksisting).
Batang diagonal : 2Siku 70x70x6 4046 22940 17205 ok

5. Simpulan dan Saran


5.1. Simpulan
- Cek Kelangsingan
Pada bab sebelumnya telah dilakukan
Tabel 4.21. Kelangsingan profil analisa dan perhitungan dengan
menggunakan program SAP2000 dan
kontrol desain dengan metode LRFD yang
mengacu pada SNI 03-1729-2002 (Standar
Perencanaan Struktur Bangunan Baja).
Analisa tersebut dilakukan 2 (dua) opsi
- Cek Batang tekan yang bertujuan untuk melakukan analisa
desain alternatif untuk struktur kuda –
Tabel 4.22. Kontrol batang tekan kuda baja yang ditinjau dari segi berat
sendiri struktur antara menggunakan
sistem honeycomb dan sistem rangka
batang bidang ) pada bangunan
warehouse, maka dapat diambil beberapa
Simpulan sebagai berikut :
Simpulan : 1. Berat Konstruksi kuda – kuda WF
Struktur kuda-kuda Rangka Batang honeycomb 525x175x7x11 sebesar
Bidang memenuhi syarat batas maka 2473,4 kg, sedangkan Sistem Rangka
profil siku ganda 80x80x6 (batang atas & Batang (batang atas & bawah: 2L
bawah) , siku ganda 70x70x6 (batang 80.80.6 , batang tegak : 2L 5050.5 dan
diagonal) dan siku ganda 50x50x5 (batang batang diagonal : 2L 70.70.6 ) sebesar
2129,9 kg, sehingga Sistem
Honeycomb lebih berat 344 kg
48
(13,89%) dibandingkan dengan kuda – Engineering, University of Bahrain,
kuda Sistem Rangka Batang. Bahrain.
2. Berat Konstruksi kuda – kuda eksisting
American Society Civil
(WF 450x200x9x14) sebesar 4034,6 Engineering,(1992). Proposed
kg, sedangkan Sistem Rangka Batang Spesification For Structural Steel
(batang atas & bawah: 2L 80.80.6 , Beams With Web Openings. Journal
batang tegak : 2L 5050.5 dan batang of Structural Engineering, Vol 118,
diagonal : 2L 70.70.6 ) sebesar 2129,9 No 12.
kg, sehingga WF biasa lebih berat 2026
kg (47,21 %) dibandingkan dengan Apriyatno, H. (2000). Pengaruh Rasio
kuda – kuda Sistem Rangka Batang. Tinggi dan Tebal Badan Balok
3. Berat Konstruksi kuda – kuda eksisting Castella pada Kapasitas Lentur. Tesis
(WF 450x200x9x14) untuk 1 portal Pascasarjana, Universitas Gadjah
sebesar 4034,6 kg, WF honeycomb Mada.
525x175x7x11 untuk 1 portal sebesar Badan Standar Nasional. (2002). SNI 03 –
2473,4 kg, sehingga WF biasa lebih 1726 – 2002. Tentang Tata Cara
berat 1561,2 kg (33,91 %) Perencanaan Ketahanan Gempa
dibandingkan dengan kuda – kuda WF Untuk Bangunan Gedung. Bandung :
honeycomb. Badan Standar Nasional.
4. Tinggi pemanfaatan ruangan untuk
konstruksi kuda – kuda sistem rangka Beng, Tji Jap. (2008). Perbandingan
batang sebesar 11,34m, sedangkan Kekuatan Profil Biasa IWF dengan
kuda- kuda sistem honeycomb sebesar Profil WF Kastela pada Struktur
12,21m, sehingga sistem rangka batang Gable. Jurnal Teknik Sipil No.1,
lebih rendah 0,87m dibanding dengan Maret 1998, Universitas
sistem honeycomb. Tarumanegara.
5.2. Saran Dewobroto, Wiryanto.(2015). Struktur
1. Dilakukan pengkajian dan penelitian Baja Perilaku, Analisis dan Desain –
lebih lanjut yang meliputi perhitungan AISC 2010. Jakarta : Lumina Press.
estimasi rencana anggaran biaya Dougherty B.K, (1993). “Castellated
proyek (RAB) yang mencakup volume Beams A State Of The Art Report”,
pekerjaan dan analisa harga untuk Transport Research Laboratory
struktur portal dengan penggunaan Crowthorne House, Nine Mile Ride,
kuda – kuda sistem honeycomb dan Wokingham, Berkshire RG40 3A,
sistem rangka batang. . United Kingdom.
2. Dilakukan analisis dan perencanaan Grunbauer. (2001) . Castellated Beam.
lebih detail untuk seluruh elemen http://. http://www.grunbauer.nl/eng/
struktur atas bangunan Warehouse.
Ihsanuddin. (2013). Analisis Konstruksi
3. Dilakukan analisis perencanaan
Gable dengan Rafter menggunakan
struktur bawah / pondasi untuk
Profil Baja Honeycomb dan Truss.
bangunan Warehouse.
Jurnal Konstruksia,Vol.4 No.2, Juni
DAFTAR PUSTAKA
2013. Universitas Tarumanegara.
Amayreh, L and Saka M.P, (2005),
Jihad Dokali Megharief, (1997). Behavior
Failure Load Prediction of
of Composite Castellated Beams,
Castellated Beams Using Artificial
McGill University, Montreal, Canada.
Neural Networks, Department of Civil

49
Knowles, P.R. (1991). Castellated Beams,
Proceeding of the Institution of Civil
Engineers, Part 1, No. 90, pp 521-
536. Kerdal, D. and Nethercot, D.A.
Rismawati, Novi. (2012). Modifikasi
Perencanaan Struktur Bentang
Panjang pada Bangunan Warehouse
dan Produksi dengan menggunakan
Sistem Rangka Batang Bidang. Tugas
Akhir Teknik Sipil, Universitas
Mercubuana.
Salmon, C. G. (1991). “Struktur baja Disain
Dan Perilaku”, Edisi Kedua, Erlangga,
Jakarta.
Schodek, Daniel L. (1998), Struktur,
Cetakan Ketiga, Terjemahan
Bambang Suryoatmono, Ir., M.Sc.,
Penerbit PT. Refika Aditama,
Bandung.
Setiawan, Agus. (2008). Perencanaan
Struktur Baja dengan Metode LRFD
(Berdasarkan SNI 03-1729-2002).
Jakarta : Erlangga.
T. Patrick Bradley, (2007), Stability of
Castellated Beams During Erection,
by Thesis submitted to the Faculty of
the Virginia Polytechnic Institute and
State University, Blacksburg, Virginia
Zirakian, T. and Showkati, H. (2006).
Lateral Torsional Buckling of
Castellated Beams. Journal of
Constructional Steel Research, vol.62.
pp 153-156.

50