Anda di halaman 1dari 3

PROSES BIOKIMIAWI TERJADINYA KARIES GIGI

A. PENDAHULUAN

Karies gigi merupakan penyakit multifaktoral. Terdapat empat factor


yang merupakan penyebab karies yaitu mikroorganisme, substrat, host dan
gigi serta waktu. Keempat factor ini harus bekerja secara simultan untuk
memungkinkan terjadinya proses karies. Proses demineralisasi dan
reminalisasi mempunyai dampak yang krusial kepada kekerasan dan
kekuatan email gigi.

Dampak dari karies tidak hanya terjadi pada struktur gigi, tetapi juga
dapat mempengaruhi komponenlain di rongga mulut, kondisi tubuh secara
keseluruhan dan bahkan aktivitas social individu. Karies gigi membuat gigi
mudah tanggal sebelum waktunya dan kemudian berkembang menjadi
maloklusi yang dapat mengganggu proses pengunyahan. Kavitas pada gigi
karies juga dapat menjadi port d entre dari berbagai macam penyakit pada
organ lain seperti penyakit kulit, jantung serta daerah telinga, hidung dan
tenggorokan. Ketika penyakit gigi berkembang lebih jauh, maka aktivitas
social penderitanya dapat terganggu sehingga mengurangi produktifitas.

Prevalensi penyakit progresif ini masih terbilang besar di Indonesia.


Fakta tersebut bertolak belakang dengan insiden karies gigi pada negara
maju yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pencapaian tersebut
tidak hanya disebabkan oleh edukasi kesehatan gigi mulut yang baik saja.
Program preventif seperti penggunaan fluoride sebagai agen pencegah
karies juga berperan besar. Dengan melihat fakta tersebut, Indonesia
memerlukan program – program dan metode pencegahan karies yang
efektif, efisien dan terjangkau oleh masyarakat agar dapat menurunkan
prevalensi karies dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan bangsa.
B. DEFINISI

Karies gigi merupakan penyakit yang terdapat pada jaringan keras gigi
yaitu email, dentin dan sementum yang mengalami proses kronis regresif.
Karies gigi merupakan suatu penyakit yang kompleks karena multifactor,
infeksius dan bersifat kronis, yang diawali dengan adanya asam yang akan
menghancurkan mineral – mineral gigi.

C. PENYEBAB

Penyebab karies gigi adalah multifaktoral yaitu mikroorganisme,


substrat, host dan gigi serta waktu. Untuk dapat terjadinya proses karies
pada gigi diperlukan adanya factor host yaitu gigi dan saliva. Mikroorganisme
yang terlibat dalam proses karies diantaranya Streptococcus mutans dan
lactobacillus yang merupakan kuman kariogenik karena dapat dengan cepat
membuat asam dari karbohidrat yang diragikannya. Faktor substrat dapat
mempengaruhi pembentukan plak karena membantu perkembangbiakan
dan kolonisasi mikroorganisme pada permukaan enamel. Konsumsi gula
yang sering dan berulang – ulang akan tetap menahan pH plak di bawah
normal dan menyebabkan demineralisasi terus terjadi. Faktor waktu juga
berpengaruh dalam pembentukan karies. Karies merupakan suatu penyakit
kronis progresif yang membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan tahun
untuk dapat berkembang.

D. MEKANISME BIOKIMIA TERJADINYA KARIES GIGI

Proses pembentukan karies dimulai saat seseorang mengonsumsi


makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat. Streptococcus
mutans akan memfermentasi karbohidat menjadi asam sehingga
mengakibatkan pH turun. Penurunan pH tersebut mendorong lactobacillus
untuk memproduksi asam dan menyebabkan pH menurun. Maka terjadi
mekanisme tubuh dengan cara reminalisasi. Proses reminalisasi dapat
terjadi jika pH dinetralkan dan terdapat ion Ca2+ dan PO43+ dalam jumlah
yang cukup.
Pada mulanya apatit enamel terdiri atas ion karbonat dan magnesium
namun mereka sangat mudah larut bahkan pada keadaan asam yang lemah.
Sehingga terjadi pergantian yakni hidroksil dan fluoride menggantikan
karbonat dan magnesium yang telah larut, menjadikan email lebih matang
dengan resistensi terhadap asam yang lebih besar. Pada saat pH turun , ion
asam bereaksi dengan fosfat pada saliva dan plak, sampai pH kritis disosiasi
HA (Hydroxy Apatite) tercapai pada 5,5. Penurunan pH lebih lanjut
menghasilkan interaksi progresif antara ion asam dengan fosfat pada HA
menghasilkan kelarutan permukaan kristal parsial atau penuh. Fuoride yang
tersimpan dilepaskan pada proses ini dan bereaksi dengan Ca2+ dan
HPO42- membentuk FA (Fluorapatit) . Jika pH turun sampai dibawah 4,5
yang merupakan pH kritis untuk kelarutan FA, maka FA akan larut.

E. KESIMPULAN

Penyebab karies gigi merupakan multifaktoral yaitu mikroorganisme,


substrat, host dan gigi serta waktu dan dapat dicegah dengan
mengendalikan factor resiko yaitu pengalaman karies, penggunaan fluor,
oral hygiene, jumlah bakteri, saliva dan pola makan.