Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL

4.1 DATA PENGAMATAN

Persiapan Bahan

Proses Pencapan
Proses Pengeringan

Pencucian Screen
4.2 PEMBAHASAN

Zat warna naftol adalah zat warna yang tidak larut dalam air, sehingga dalam proses
pencapannya harus diubah menjadi naftholat yang larut dengan menambahkan NaOH pekat,
maka pengental yang digunakan harus tahan terhadap alkali dan pada penggunaannya zat
warna nafthol harus melalui 2 tahapan yakni pemberian naftholat dan pemberian garam
diazonium, maka metode pencapan dengan zat warna nafthol ini dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu cara pertama pencapan pasta cap naftholat kemudian dilakukan pencelupan dalam
garam diazonium. Oleh karena itu proses pemberian garam diazonium ditambahkan sedikit
asam untuk menetralkan sisa NaOH pada kain. Cara yang lainnya dengan dilakukan
pencelupan (padding) naftol terlebih dahulu kemudian dicap dengan garam diazonium.
Pelarutan senyawa naftol dengan soda kostik untuk memperoleh larutan yang jernih
dari senyawa natrium naftolat yang terionisasi. Dalam pelarutan ini sering dilakukan
pemanasan. Dalam praktikum ini dilakukan kedua metode pencapan. Metode cap naftholat
lalu pencelupan garam diazonium. Sedangkan metode padding naftholat lalu cap garam.
Pencapan metode cap naftholat lalu pencelupan garam diazonium. Langkah pertama
yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan menimbang bahan sesuai kebutuhan. Kemudian
melakukan proses pencapan dengan meletakan kain diatas meja pencapan lalu simpan
screen diatas kain yang akan di cap sehingga kain siap dicap. Setelah proses pencapan
dilakukan pengeringan hingga motif pada kain kering. Setelah motif kering maka dilakukan
pencelupan dengan mereaksikan dengan garam diazonium selama 10 menit, karena
penaftolan mempunyai daya serap atau subtantifitas kecil. Reaksi kopling tidak lain
merupakan reaksi antara basa-naftol dengan garam diazonium yang memberikan suatu
pigmen naftol yang terbentuk didalam serat. Setelah reaksi kopling selesei kain yang telah
tercelup perlu dikerjakan proses penyabunan dengan larutan sabun dan keringkan hingga
kain benar- benar kering. Metode cap naftholat lalu pencelupan garam diazonium mempunyai
kelemahan yang sulit untuk mendapatkan arah warna yang berbeda karena yang
mempengaruhi hasil warna yang akan didapatkan adalah garam diazoniummya. Jika dengan
digunakan nafthol yang berbeda baru akan memberikan perbedaan warna yang jelas, tetapi
dalam praktikum kali ini nafthol yang digunakan hanya satu jenis yaitu jenis poligenetik.
Kelebihannya pada proses pencucian tidak memerlukan reduktor karena pemberian naftholat
pada bahan kemungkinan terpakai semua atau dengan kata lain tiada naftholat yang diluar
motif.

Pencapan metode padding naftholat lalu cap garam diazonium. Langkah pertama
yang dialkukan adalah menyiapkan alat dan menimbang bahan sesuai kebutuhan, kemudian
melakukan proses padding larutan zat warna naftol sebanyak dua balikan. Setelah itu kain
yang sudah di pad dilakukan pengeringan dengan mesin stenter sampai kering. Kemudian
kain diletakkan diatas meja cap lalu dilakukan proses pencapan dengan garam diazonium.
Setelah itu kain dikeringkan dan dilakukin proses pencucian dan dikeringkan kembali. Metode
padding naftholat lalu cap garam diazonium mempunyai kelemahan, yaitu pada proses
pencucian memerlukan reduktor karena pemberian naftholat pada bahan kemungkinan tidak
terpakai semua atau dengan kata lain banyak naftholat yang diluar motif yang harus
dihilangkan. Tetapi kelebihannya mudah untuk mendapatkan warna yang berbeda karena
yang mempengaruhi hasil warna yang didapat yaitu pasta cap garam diazonium menjadikan
motif terlihat lebih jelas dibandingkan dengan pencapan metode cap naftholat lalu pencelupan
garam diazonium motifnya tidak terlihat begitu jelas.

Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan maka didapatkan:

1. Ketuaan Warna
Pengamat Kain
I II III IV
1 80 80 70 70
2 80 70 70 60
3 70 70 60 60
4 80 70 60 60
Σ 310 290 260 250

Ketuaan Warna
320
310
300
Nilai Kain

290
280
270
260
1 2 3 4
Kain

Berdasarkan data pada tabel dan grafik diatas, urutan ketuaan warna kain hasil
pencapan dari kain yang paling tua adalah kain 1 metode padding naftholat lalu cap
garam, kain 2 metode padding naftholat lalu cap garam, kain 3 metode cap naftholat
lalu celup garam & kain 4 metode cap naftholat lalu celup garam.
2. Kerataan Warna

Pengamat Kain
I II III IV
1 80 80 70 70
2 70 70 70 60
3 70 60 70 60
4 80 70 60 60
Σ 300 280 270 250

Kerataan Warna
315
310
305
300
Nilai Kain

295
290
285
280
275
270
265
1 2 3 4
Kain

Berdasarkan data pada tabel dan grafik diatas, urutan kerataan warna kain hasil
pencapan dari kain yang paling rata adalah kain 1 metode padding naftholat lalu cap
garam, kain 2 metode padding naftholat lalu cap garam, kain 3 metode cap naftholat
lalu celup garam & kain 4 metode cap naftholat lalu celup garam.

3. Ketajaman Motif
Pengamat Kain
I II III IV
1 80 80 80 80
2 70 70 70 80
3 70 60 80 70
4 80 70 80 70
Σ 290 280 310 300
Ketajaman Motif
315
310
305
Nilai Kain 300
295
290
285
280
275
270
265
1 2 3 4
Kain

Berdasarkan data pada tabel dan grafik diatas, urutan ketajaman motif kain hasil
pencapan dari kain yang paling tajam motifnya adalah kain 3 metode cap naftholat lalu
celup garam, kain 4 metode cap naftholat lalu celup garam, kain 1 metode pad naftholat
lalu cap garam & kain 2 metode pad naftholat lalu cap garam.

Pada hasil proses pencapan terdapat adanya cacat pada kain seperti berikut:
1. Terdapat warna biru pada kain. Hal ini dikarenakan pada saat melakukan proses
pengeringan kain disimpan diatas screen menjadikan warna biru pada screen
menemppel pada kain hasil pencapan.
2. Motif kurang tajam. Hal ini dikarenakan pada gambar motif di screen yang masih
basah saat digunakan.

4.3 KESIMPULAN
- Pencapan dengan zw naftol pada kain kapas cukup baik, ketahan luntur baik dan
ketajaman motif baik,
- Warna yang dihasilkan lebih tua dengan metode padding naftholat lalu cap garam
diazonium dibandingkan dengan metode pencapan naftholat lalu pencelupan garam
diazonium,
- Peran garam naftol sangat penting sekali untuk memunculkan zat warna naftol,
- Kerataan yang baik yaitu dengan metode pencapan dengan naftolat lalu pencelupan
dengan garam diazonium,
- Ketajaman motif lebih baik menggunakan metode pencapan naftolat lalu pencelupan
garam diazonium dibandingkan dengan metode padding naftolat lalu padding garam
diazonium.