Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 12

METALURGI LAS

WELD DEFECTS

Agy Randhiko

NPM : 1706990306

Program Magister Teknik

Departemen Teknik Metalurgi Dan Material

UNIVERSITAS INDONESIA

2018

Agy Randhiko - 1706990306


1. Jelaskan mekanisme terjadinya tegangan sisa pada pengelasan dan apa resiko dari
adanya tegangan sisa tersebut.
Tegangan sisa adalah tegangan yang tetap hadir dalam suatu struktur sebagai akibat
adanya perlakuan termal atau perlakuan mekanik atau keduanya. Tegangan sisa
ditimbulkan pada material yang mengalami pengelasan disebabkan utamanya oleh
kontraksi dari logam cair yang membeku. Tegangan sisa ditimbulkan oleh regangan
menghasilkan gaya internal yang menyebabkan penciutan material sehingga terjadinya
perubahan dimensi yang disebut distorsi.
Efek utama Tegangan sisa pada daerah lasan :
 Distorsi
 Kegagalan prematur dari daerah lasan
Mekanisme terjadinya tegangan sisa karena pemanasan yang tidak merata dan
menyebabkan ekspansi panas yang terbatas. Pada akhir siklus panas lasan akan terjadi
distorsi atau terjadi restrain akan mengakibatkan tegangan sisa. Medan tegangan sisa
(residual stress fields) sangat kompleks, tetapi besarnya hampir mendekati tegangan luluh
(yield stress)

Gambar 1. Mekanisme pada penglasan

Agy Randhiko - 1706990306


Gambar 2. Mekanisme tegangan sisa

Terjadinya tegangan sisa dapat dilihat dari gambar di atas, dimana daerah C mengembang
pada waktu pengelasan. Pengembangan pada C ditahan oleh A, sehingga pada daerah C
terjadi tegangan tekan dan pada daerah A terjadi tegangan tarik. Tetapi bila daerah A
luasnya jauh lebih besar dari C, maka pada daerah C akan terjadi perubahan bentuk tetap,
sedangkan pada daerah A terjadi perubahan bentuk elastic. Pada waktu pengelasan selesai,
terjadilah proses pendinginan dimana bagian C menyusut cukup besar disamping karena
pendinginan juga karena adanya tegangan tekan. Penyusutan ini ditahan oleh daerah A,
karena itu pada daerah C akan terjadi tegangan tarik yang diimbangi oleh tegangan tekan
pada daerah A. Dibawah ini adalah contoh tegangan sisa pada pengelasan.

Gambar 3. Tegangan sisa pada pengelasan Buntu (Butt)

Agy Randhiko - 1706990306


2. Jelaskan beberapa metoda untuk mengurangi tegangan sisa pada pengelasan.
Beberapa metode yang dapat diterapkan untuk mengurangi tegangan sisa adalah sebagai
berikut :
a. Peregangan, Sambungan ditarik sampai terjadi perubahan bentuk plastik
b. Anil suhu tinggi, Lasan dari jenis baja konstruksi umum dipanaskan sampai 900
atau 950oC. Setelah itu ditahan beberapa lama pada suhu ini kemudian
didinginkan pelan-pelan.
c. Pembebasan tegangan pada suhu rendah, Kedua permukaan daerah lasan
selebar 60-130 mm dipanaskan sampai 150 atau 200oC yang diikuti dengan
pendinginan dengan air.
d. Penempaan, Logam las dan daerah sekitarnya ditempa atau dipukul selama atau
setelah pengelasan
e. Anneal, Lasan dari jenis baja ferit dipanaskan sampai 600 – 700oC dan yang dari
jenis austenit sampai 900oC. Setelah ditahan beberapa waktu pada suhu ini
kemudia didinginkan pelan-pelan
f. Getaran, Konstruksi diberikan getaran yang dapat memberikan resonansi
frekuensi rendah, Karena getaran itu akan terjadi perubahan bentuk plastic
setempat.

3. Jelaskan mekanisme terjadinya Hydrogen Induced Cracking (HIC) pada


pengelasan dan persyaratan apa saja untuk terjadinya HIC.
HIC terjadi akibat adanya hydrogen yang terlarut dalam logam cair, setelah proses
pembekuan hydrogen yang terlarut akan berkumpul membentuk gas hydrogen yang
memiliki tekanan tinggi , tekanan tinggi ini akan menyebabkan cracking dari dalam
logam untuk melepaskan tekanan yang ada. Saat logam las masih cair, logam ini
menyerap hidrogen dalam jumlah yang besar yang dilepaskan dengan cara difusi pada
suhu rendah karena pada suhu tersebut kelarutan hidrogen menurun. Proses difusi ini juga
tergantung dari kecepatan pendinginan, semakin cepat terjadinya pendinginan maka
semakin banyak atom hidrogen yang terjebak karena tidak sempat berdifusi, sebaliknya
jika pendinginan relatif lambat maka semakin banyak atom hidrogen yang berdifusi
keluar.
Atom hidrogen yang terjebak dalam rongga kecil dari matriks logam akan membentuk
molekul hidrogen, mereka menyebabkan tekanan dari dalam rongga, dimana tekanan ini
dapat mengurangi ductilitas dan kekuatan tarik sampai ke titik di mana retak menjadi

Agy Randhiko - 1706990306


terbuka. Hidrogen yang didifusikan ini menyebabkan terjadinya retak di daerah HAZ
pada pengelasan.
Persyaratan terjadinya HIC Adalah :
 Hadirnya hidrogen dalam baja yang dapat berdifusi
 Terciptanya tegangan sisa yang tinggi
 Adanya struktur mikro yang rentan tehadap retak (Hv > 350) seperti martensit.

Gambar 4. Penyebab utama dari HIC

Gambar 5. Contoh retak HIC pada material

4. Jelaskan beberapa sumber Hydrogen & metoda untuk mengurangi larutnya H2


pada pengelasan.
Sumber hidrogen antara lain :
 Air dan zat organik yang terkandung di dalam fluks
 Kelembaban udara atmosfer
 Minyak, zat organik, dan air yang melekat pada rongga-rongga dan permukana
plat atau kawat las.
Beberapa metode untuk mengurangi larutnya H2 pada pengelasan, antara lain :
 Menggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini akan
dihasilkan gas CO2 yang dapat menurunkan tekanan parsial hidrogen di dalam
busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen.

Agy Randhiko - 1706990306


 Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan
mula pada temperatur antara 50-300oC atau memberikan pemanasan kemudian
pada temperatur antara 200-300oC

5. Jelaskan mekanisme terjadinya Lamelar Tearing pada pengelasan.


Lamelar Tearing pada material dapat diartikan sebagai keretakan material akibat
pengelasan yang berbentuk lapisan yang terletak di dalam material dan searah permukaan
material pelat tersebut. Lamellar tearing ini pada umumnya terjadi pada material pelat
baja rolled, dimana ini adalah kondisi berbahaya yang terjadi ketika material pelat
mempunyai sifat kelenturan yang rendah (low ductility) yang dilas secara tegak lurus
terhadap arah ketebalan pelat tersebut.

Gambar 6. Cacat lamellar tearing pada pengelasan logam

Tahapan mekanisme terjadinya lamellar tearing adalah :


 Void tersebar dan terbentuk di daerah inklusi pada logam induk
 Terbentuknya “terraces” dari void‐void tersebut dan saling terhubung
 Terjadi propagasi dan berujung pada shear failure

Agy Randhiko - 1706990306


6. Jelaskan penyebab utama Lamelar Tearing & metoda untuk menguranginya pada
pengelasan.
Lamelar tearing dapat disebabkan oleh :
 Regangan (strain) karena kontraksi akibat perubahan suhu terjadi pada arah
ketebalan pelat.
 Adanya inklusi / sisipan material non-metal yang berupa bidang lapisan tipis
dimana bentuk utama dari sisipan (planar) tersebut searah dengan permukaan
pipa. Sehingga regangan akibat kontraksi tersebut akan memaksa inklusi non-
metal tadi sebagai pemicu untuk membentuk bukaan planar pada arah paralel
terhadap permukaan pelat.
 Batas lebur yang mendekati sejajar dengan permukaan pelat
 Level tegangan sisa yang tinggi.

Metode untuk mengurangi lamellar tearing adalah:


 Penambahan Ce dan Ca yang menghasilkan butir bukan logam yang berbentuk
bulat sehingga mengurangi kepekaan terhadap lamelar tearing
 Pengurangan kadar sulfur
 Tentukan tingkat daktilitas minimum dalam arah tranversal
 Hindari desain dengan heavy through ‐ thickness direction stress

7. Jelaskan faktor apa saja yang harus saudara (i) perhatikan bila terjadi kekerasan
yang tinggi di HAZ.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan bila terjadi kekerasan yang tinggi di HAZ :
 Ketangguhan batas las
 Kompisisi kimia logam induk
 Kecepatan pendinginan

8. Jelaskan metoda (cara-cara) untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ.


Beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi kekerasan yang tinggi di HAZ :
 Penggunaan baja yang kurang peka terhadap penggetasan HAZ. Kadar paduan
dan karbon dalam baja dapat dikurangi dan mempertinggi kadar nikel.
 Pembatasan masukan panas

Agy Randhiko - 1706990306


 Penurunan penggetasa melalu cara pengelasan, bertujuan untuk memperbaiki
struktur mikro yang yang terjadi dengan cara pemanasan kembali melalui panas
las, menghindari terjadinya retak dan distorsi, mengurangi tegangan sisa dan
sebagainya yang dapat diusahakan dengan cara-cara pengelasan.

9. Jelaskan tujuan pemanasan awal (preheating) dan pemanasan akhir (PWHT) pada
proses pengelasan.
 Tujuan dari pemanasan awal (preheating) adalah untuk memperlambat laju
pendinginan sehingga mencegah terjadinya retak tumit (toe crack) dan retak
manik (underbead crack) pada baja yang memiliki hardenability yang tinggi.
 Tujuan pemanasan akhir (PWHT) adalah untuk menghilangkan tegangan sisa
sehingga dapat mencegah terjadnya distorsi pada logam las.

10. Jelaskan cacat las (weld defect) di bawah ini serta sebutkan penyebabnya serta
penanggulangannya.

(a) (b)

Gambar (a). Lack of inter-run fusion


Cacat ini terjadi karena tidak terisinya kampuh las secara sempurna oleh kawat pengisi.
Penyebab timbulnya cacat :
 Penggunaan arus yang terlalu rendah
 Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi
 Geometri sambungan yang kurang tepat
 Diameter elektroda yang terlalu besar
Cara penanggulangannya :
 Arus ditingkatkan
 Diameter elektroda diperkecil
 Sudut kawat las 45o
 Membersihkan permukaan sebelum mengelas

Agy Randhiko - 1706990306


Gambar (b). Porosity

Cacat ini berupa lubang halus yang terjadi akibat adanya udara atau gas yang
terperangkap dalam deposit las. Penyebab porositas antara lain adalah elemen pengotor,
kelembaban atmosfer dan kontaminasi bahan lain seperti minyak, pelumas atau kotoran
lain.

Cara penanggulangannya :
 Menggunakan fluks yang mengandung banyak karbonat. Dengan fluks ini akan
dihasilkan gas karbondioksida yang dapat menurunkan tekanan persial hidrogen
di dalam busur listrik dengan sendirinya akan mengurangi difusi hidrogen.
 Dilakukan penurunan kecepatan pendinginan dengan memberikan pemanasan
mula pada temperatur antara 50 sampai 3000C atau memberikan pemanasan
kemudian pada temperatur antara 2000C sampai 3000C.
 Sebelum mengelas, pada daerah di sekitar kampuh dibersihkan dari air, karat,
debu, minyak dan zat organik yang dapat menjadi sumber hidrogen.
 Menggunakan elektroda dengan fluks yang mempunyai kadar hidrogen rendah.
 Penggunaan CO2 sebagai gas pelindung.
 Menghindari pengelasan pada waktu hujan atau di tempat di mana daerah las
dapat kebasahan.

Agy Randhiko - 1706990306