Anda di halaman 1dari 4

BAB V

HIPOTESIS AWAL (DIFFERENTIAL DIAGNOSIS)

1. Anemia Defisiensi Besi


Anemia Defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi
dalam darah, artinya konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang karena
terganggunya pembentukan sel-sel darah merah akibat kurangnya kadar zat besi
dalam darah.
2. Anemia Aplastik
Anemia aplastik didefinisikan sebagai kegagalan sumsum tulang untuk
memproduksi komponen sel-sel darah. Anemia aplastik adalah anemia yang disertai
oleh pensitopenia pada darah tepi yang disebabkan kelainan primer pada sumsum
tulang dalam bentuk aplasia atau hipoplasia tanpa adanya infiltrasi, supresi atau
pendesakan sumsum tulang.

3. Anemia Defisiensi B12


Merupakan gangguan autoimun karena tidak adanya intrinsik faktor (IF) yang
diproduksi di sel parietal lambung sehingga terjadi gangguan absorbsi vit B12.

BAB VI
ANALISIS DARI DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Anamnesa
Identitas Pasien
Nama : Ibu Zainab
Umur : 50 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Status : Menikah
Alamat :-
Keluhan Utama
Sering lemas sejak 6 bulan yg lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
1. Dada berdebar-debar
2. Tekanan darah rendah
3. Anemia
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat Sosial

Pemeriksaan Fisik:
Keadaan Umum :
Tanda-tanda Vital : -Tensi: 100/70
-RR : 30x/menit
-Suhu : 36,6℃
-BB : 50kg
-TB : 155cm
Kepala dan Leher :
Dada : a. Jantung : S1 dan S2 tunggal, murmur (-)
b. Paru : Normal, Simetris, Bronki (-), whezing (-)
Abdomen : Hepar, Lien tidak teraba
Ekstremitas :-

Pemeriksaan Penunjang: -Hb : 4,8


-Eritrosit : 2,5jt
-Trombosit : 480rb
6.1 Anemia Defisiensi Besi
 Anamesa dan Gejala Klinis
1). Riwayat faktor predisposisi dan etiologi :
a. Kebutuhan meningkat secara fisiologis terutama pada masa
pertumbuhan yang cepat, menstruasi, dan infeksi kronis
b. Kurangnya besi yang diserap karena asupan besi dari makanan tidak
adekuat malabsorpsi besi
c. Perdarahan terutama perdarahan saluran cerna (tukak lambung,
penyakit Crohn, colitis ulserativa)
2). Pucat, lemah, lesu, gejala pika
 Pemeriksaan Fisik
a. anemis, tidak disertai ikterus, organomegali dan
limphadenopati
b. stomatitis angularis, atrofi papil lidah
c. ditemukan takikardi ,murmur sistolik dengan atau tanpa
pembesaran jantung
 Pemeriksaan Penunjang
a. Hemoglobin, Hct dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
menurun
b. Hapus darah tepi menunjukkan hipokromik mikrositik
c. Kadar besi serum (SI) menurun dan TIBC meningkat , saturasi
menurun
d. Kadar feritin menurun dan kadar Free Erythrocyte Porphyrin
(FEP) meningkat
e. sumsum tulang : aktifitas eritropoitik meningkat

6.2 Anemia Aplastik


 Anamnesa dan Gejala Klinis
a. Didapatkan gejala lemah, letih, lesu, pucat, pengelihatan
terganggu, nafsu makan menurun, sesak nafas serta jantung
berdebar.
b. Selain gejala anemia bisa kita temukan keluhan seputar infeksi
seperti demam, nyeri badan ataupun ada riwayat terjadinya
perdarahan pada gusi, hidung dan bawah kulit
 Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan konjungtiva, mukosa serta ekstremitas yg pucat
b. Adanya perdarahan pada gusi, retina, hidung, kulit dan
hematemesis.
c. Tanda-tanda peredangan
 Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan darah lengkap
b. Pemeriksaan sumsum tulang
c. Tes fungsi hati dan virus

6.3 Anemia Defisiensi B12


 Anamnesa dan Gejala Klinis
a. Hb, hematokrit, SDM rendah
b. Anemia
c. BB menurun, nafsu makan menurun, mual, muntah
d. Distensi abdomen, diare konstipasi
e. Gangguan neurologi

 Pemeriksaan Penunjang
a Schiling test

DAFTAR PUSTAKA

Fauzi Rizqa. 2012. DIAGNOSIS DAN INDIKASI TRANSFUSI DARAH PADA


ANEMIA APLASTIK. Denpasar: Universitas Udayana

Muwakhidah, Hadisaputro S., Purwaningsih E, 2010. Efek Suplementasi Fe. Asam


Folat Dan Vitamin B 12 Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Pekerja
Wanita Di Kabupaten Sukoharjo

Beri Nilai