0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Proposal Video Dokumenter

Film dokumenter ini membahas proses produksi film dokumenter tentang pencapaian mimpi seseorang. Mencakup tahapan praproduksi seperti riset dan pembuatan naskah, produksi seperti shooting, dan pascaproduksi seperti editing, mixing, hingga finalisasi film. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan, menarik perhatian penonton, dan memenuhi nilai produktif multimedia.

Diunggah oleh

Muhammad Abdoech
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Proposal Video Dokumenter

Film dokumenter ini membahas proses produksi film dokumenter tentang pencapaian mimpi seseorang. Mencakup tahapan praproduksi seperti riset dan pembuatan naskah, produksi seperti shooting, dan pascaproduksi seperti editing, mixing, hingga finalisasi film. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan, menarik perhatian penonton, dan memenuhi nilai produktif multimedia.

Diunggah oleh

Muhammad Abdoech
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu alasan serta tujuan saya membuat film dokumenter yang berjudul
“Menggapai Mimpi” ini agar kita semua dapat memetik hikmah serta suri tauladan yang baik
dari seorang laki-laki yang berjuang dan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang terbaik
dan menjadi orang sukses.

B. Pengertian Film Dokumenter


Film dokumenter adalah film yang menceritakan kehidupan seseorang mulai dari awal
sampai akhir hidupnya. Real dan nyata tanpa ada penipuan.

C. Pengertian Editing
Editing adalah proses penyambungan gambar dari banyak short tunggal sehingga
menjadi kesatuan cerita yang utuh, struktur editing dalam pekerjaannya dapat dibagi menjadi
2 yaitu :
1. Linear Editing (Dengan menyusun gambar satu per satu secara berurutan)
2. Non Linear Editing ( Menyusun gambar secara acak)

D. Pengertian Storyboard
Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah. Pada
awalnya storyboard merupakan kumpulan dari kertas gambar yang berisi rangkaian –
rangkaian kejadian dalam produksi film, termasuk film animasi. Storyboard juga berguna
bagi editor untuk membantu menyusun scene yang berbeda – beda menjadi sesuai dengan
scenario dengan lebih mudah dan cepat..
Secara lebih rinci storyboard dalam pembuatan film documenter diperlukan agar :
1. Memahami alur gambar / cerita yang dibuat secara sistematis sehingga kecil
kemungkinan ada bagian yang penting yang terlewatkan
2. Tidak lupa dengan alur gambar / cerita yang sudah kita rencanakan ( sebagai pedoman
atau pengingat) pada saat pengambilan gambar atau video maupun editing gambar /
video yang telah diambil
3. Mudah membaca isi cerita secara visual
Pada umumnya penulisan storyboard dan storyline sering menjadi satu kesatuan yang
saling mendukung terdiri dan beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat:
1. Bentuk adegan / potongan – potongan gambar sketsa
2. Bentuk (alur cerita) untuk memperjelas gambar sketsa

E. Teknik Kamera
Ada beberapa teknik untuk pengambilan gambar kamera atau video, yakni sebagai
berikut :
1. ELS (Extreme Long Shot), yaitu Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan
yang lebih luas, kamera mengambil keseluruhan pandangan
2. LS (Long Shot), yaitu Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat
dibandingka dengan ELS, objek masih didominasi oleh latar belakang yang lebih luas
3. MLS (Medium Long Shot), yaitu Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih
dekat dari pada Long shot, objek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai
diatas kepala.
4. MS (Medium Shot), yaitu Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggan.
Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.
5. MCU (Medium Close Up), yaitu Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala
hingga dada, fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
6. CU (Close Up), yaitu Pengambilan gambar untuk objek manusia biasanya
ditampilkan wajah dari bahu sampai atas kepala.
7. ECU (Extreme Close Up), yaitu Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya
menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu
objek.
8. Kamera Angle. Jenis – Jenis Kamera Angle dalam shooting
1) High Angle : Posisi kamera lebih tinggi dari objek sehingga tampak objek dari
atas dengan memiliki sudut kemiringan.
2) Top Angle : Posisi kamera ada diatas objek sehingga posisi dari atas kebawah
3) Bird Eye View : Posisi High Angle tapi jarak lebih jauh
4) Low Angle : Posisi kamera lebih rendah dari objek dengan mengambil posisi
membentuk sudut miring
5) Frog Eye : Posisi kamera ada dibawah paha
6) Eye Level : Pengambilan dengan ketinggian sedang atau mendatar dengan objek
7) Profil Shot : Sama dengan Eye Level akan tetapi dengan posisi kemiringan atau
mempunyai sudut.
8) Over Sholuder : Pengambilan gambar dari posisi belakang punggung objek

F. Tahapan – Tahapan Produksi


Suatu produksi audio video yang melibatkan banyak orang, biaya yang besar dan
banyak peralatan maka perlu pengorganisasian yang rapi dan perlu suatu tahapan produksi
yang jelas. Tahapan produksi terdiri dari tiga bagian yang lazim di industri televisi dikenal
dengan istilah standard operation procedure (SOP), seperti berikut

1. Pra Produksi (ide, perencanaan dan persiapan)


Tahap ini sangat penting, sebab pekerjaan jika dilakukan secara terperinci maka
sebagian pekerjaan dr produksi sudah beres. Tahapan pra produksi meliputi tiga bagian:
1) Penemuan ide, yakni Tahap ketika seorang produser menemukan ide atau
gagasan , membuat riset dan menuliskan naskah agar gagasan semakin
berkembang.
2) Perencanaan, yakni Tahap yang meliputi penetapan jangka waktu kerja(time
schedule), penyempurnaan naskah, pemilihan artis, lokasi dan crew.
3) Persiapan, yakni Tahap yang meliputi pemberesan semua kontrak, perizinan dan
surat menyurat.Latihan para talent dan pembuatan setting, meneliti dan
melengkapi peralatan yang diperlukan. Kunci keberhasilan produksi program
audio video sangat ditentukan oleh keberhasilan pada tahap perencanaan dan
persiapan ini.

2. Produksi (Pelaksanaan)
Setelah perencanaan dan persiapan selesai, maka pelaksanaan produksin dimulai.
Sutradara bekerja sama dengan para artis dan crew mencoba mewujudkan apa yang
direncanakan dalam kertas dan tulisan (shooting script) menjadi gambar, susunan gambar
yg dapat bercerita.Semua shot yang dibuat dicatat mulai dari saat pengambilan , isi shot
dan time code pd akhir pengambilan gambar. Catatan kode waktu ini sangat berguna dalm
proses editing.

3. Paska produksi (penyelesaiaan dan penayangan)


Pengertian- pengertian:
1) Menyusun, memotong dan memadukan kembali (film/rekaman) menjadi sebuah
cerita utuh dan lengkap
2) Usaha menciptakan kontinuitas gambar yang baik, wajar dan logis sehingga dapat
dinikmati oleh penonton.
3) Manajemen terhadap gambar bergerak, image, title, dll yang bersumber dari
kamera, vtr, char gen, dll
4) Menggabungkan beberapa hasil pengambilan gambar dan suara dengan urutan
5) urutan yang benar sesuai dengan naskah / script, dan juga menurut panjang dan
irama tertentu yang tepat dengan keadaan cerita atau irama musik

D. Tahapan – tahapan Editing

1. Logging
Mencatat dan memilih gambar yang kita pilih berdasarkan time code yang ada dalam
masing-masing kaset berdasarkan script continuity report (catatan time code)
2. Capturing
Proses pemilihan (transfer) gambar yang terdapat dalam kaset video (tape) kedalam
komputer.

3. Offline Editing
Proses pemilihan (selection) dan penyusunan shot (juxta position) sesuai dengan susunan
skenario tanpa menerapkan efek-efek tertentu

4. Online Editing
Proses penambahan efek-efek tertentu seperti efek transisi, efek warna, efek gerak,
caption, dan efek-efek lainnya sesuai dengan kebutuhan cerita
5. Sound Scoring
Proses pemilihan materi audio seperti ilustrasi musik, atmosfir, dan sound effect sesuai
dengan kebutuhan cerita
6. Mixing
Proses pencampuran dan pengaturan materi audio mulai dari pengaturan level suara
hingga pengaturan filler ilustrasi musik untuk menekankan kondisi emosi tertentu
7. Rendering
Proses penyatuan seluruh format file yang ada dalam timeline menjadi satu kesatuan yang
utuh
8. Eksport
Proses pemilihan (transfer) hasil penyuntingan kedalam bentuk yang sesuai dengan
kebutuhan seperti VCD, DVD, mauoun kaset video (tape)

1.2 Tujuan Pembuatan Film Dokumenter

1. Mengembangkan kemampuan yang dimiliki


2. Untuk menarik perhatian kepada audience
3. Untuk memenuhi nilai produktif MULTIMEDIA
4. Menyampaikan ise dan gagasan secara visualisasi
BAB II
PROSES PRODUKSI
2.1. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan

Waktu

Pra Produksi

Produksi

Pasca Produksi

Tempat Pelaksanaan

2.2. Alat dan Bahan


Alat - Alat yang digunakan:
· Kamera Vidio
· Komputer Editing
· Flashdisk
Bahan – Bahan yang digunakan:
· Mini DV
· Converter/ Pitting
· DVD-R

2.3 Gambar ALUR kerja ( flowchart)


Alur kerja yang saya lakukan adalah :

PRA PRODUKSI
PASCA PRODUKSI

PRODUKSI
§ Pemberian materi § Proses editing film
pembelajaran Video dimulai dari : Capturing,
Editing § Proses shooting film Editing, Mixing,
§ Melakukan Riset dokumenter Finishing, Rendering
§ Pembuatan naskah film § Pemberian hasil karya
documenter atau packaging
§ Pencarian pemeran film § Premiere karya siswa
§ Pembuatan visualisasi SMK NU LASEM kelas
script/ Storyboard dan XI jurusan Multimedia
izin lokasi syuting
§ Workshop Kameramen
dan Ass. Kameramen
§ Pembuatan Proposal

BAB III
DIRECTOR TREATMENT
3.1 Crew Produksi

Produser
Ajeng Putri Pratiwi

Sutradara
Ajeng Putri Pratiwi

Narasumber
Moch. Jabir

Pemeran
Sofa Maulidi sjani
Laili Rahmawati

Kameramen
Siti Maysaroh
Ass.Kameramen
Sofiatul Ima

Penulis Naskah
Ajeng Putri Pratiwi

Editor
Ajeng Putri Pratiwi

3.2 Naskah
Scene 1
EXT. PERPUSTAKAAN
Diperpustakaan Bapak Moch.Jabir selaku narasumber bercerita mengenai masa kecilnya dari
pertama sekolah sampai menjadi PNS di Pemda Gresik.

Scene 2
EXT. HALAMAN RUMAH
Ada anak berseragam SMP yang berpamitan kepada ibunya untuk berangkat kesekolah.
MJ : Saya berangkat kesekolah dulu mak..
M : Iya nak, belajar yang pintar ya? Hati – hati dijalan.
MJ : iya mak, Assalamu’alaikum
M : Wa’alaikumsalam

Scene 3
EXT. JALAN RAYA
MJ berangkat sekolah biasa dengan jalan kaki, tetapi saat itu ia bertemu dengan temannya
yang menaiki sepeda.
E : Eh, kamu bareng sama aku yuk.. daripada jalan kaki..
MJ : iya.. makasih ya..

Scene 4
EXT.SEKOLAH
MJ sampai disekolah dan kemudian masuk gerbang untuk menuju ke kelasnya dan mengikuti
pelajaran.

Scene 5
EXT. GERBANG SEKOLAH
MJ pulang dari sekolah

Scene 6
EXT.RUMAH, SIANG
(dalam Keadaan SMA)
Setelah sampai dirumah MJ mengajak adiknya pergi ke ladang untuk membantu pekerjaan
Orang tuanya.
MJ : Dik, ayo ikut saya ke ladang
A : Ayo mas..!

Scene 7
EXT. Depan Perusahaan
Setelah lulus SMA MJ melamar kerja diperusaahan untuk menambah pengalaman dan untuk
mencukupi kebutuhan ibu dan keluarganya.
Scene 8
EXT.RUMAH
Setelah diterima diperusahaan tersebut MJ juga membuat surat lamaran kerja ke instansi
pemerintahan yang sekiranya sesuai dengan keinginannya

Scene 9
EXT. JALAN
Pada saat itu MJ keluar masuk perusahaan karena tidak ada kecocokan dalam pekerjaan
tersebut. Dan tiba – tiba dijalan MJ bertemu saudaranya yang menawarkan pekerjaan sebagai
pekerja honoran di kantornya yaitu BRI.
S : “Kamu darimana kok kelihatannya murung..?? kok tidak bekerja?”
MJ : “Aku keluar dari perusahaan itu.. karena tidak cocok dengan pekerjaan itu”
S : “Bagaimana kalo kamu kerja dikantorku saja tetapi sebagai pekerja honoran. Hanya
mencari nasabah saja”
MJ : (Dia berfikir sambil menunggu panggilan dari PNS lebih baik bekerja sementara di
kantor saudaranya)
“ Baiklah.. aku terima tawaran itu”

Scene 10
EXT.RUMAH

3 Tahun berjalan, pada saat itu MJ duduk di depan rumahnya tiba” ada seorang petugas
menghampirinya untuk memberinya surat. Kemudian MJ membaca surat itu, Surat tersebut
berisi panggilan kerja dari PNS di kantor Gubernur Gresik dan ditugaskan untuk mendata
seluruh karyawan Perusahaan di wilayah gresik.

Scene 11
EXT.DEPAN PERUSAHAAN
Paginya, MJ akan masuk Perusahaan tersebut dengan membawa beberapa buku untuk
mendata karyawan perusahaan.

Scene 12
EXT.DITEPI JALAN RAYA
Selang beberapa tahun terjadilah otonomi daerah yang menjadikan semua instansi menjadi
campur aduk, akhirnya MJ diturunkan di kantor satpol PP. Dia ditugaskan untuk mengatur
dan menjadikan kota tersebut indah tanpa adanya pedagang – pedagang yang jualan di tepi
jalan
Scene 13
EXT.KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN
Setelah setahun di kantor satpol PP, MJ dipindah di kantor Perpustakaan dan arsip dan
ditugaskan untuk melayani pinjam buku dan melayani penyimpanan arsip.
3.2 Rancangan Film Dokumenter
Tema Cerita
Jenis Cerita : Film Dokumenter
Judul : Menggapai Mimpi

List Interview
Nama Narasumber : Moch. Jabir

Pemain

NO NAMA AKTRIS/AKTOR PERAN

1 Sofa Maulidi Sjani Peran Utama

2 Laili Rahmawati

3 Ajeng Putri Pratiwi

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Menampilkan sebuah karya yang baik dan dapat diterima oleh orang lain tidak semudah yang
dibayangkan, kita memerlukan kerjasama yang baik untuk mengerjakannya. Banyak
pengetahuan yang dapat diambil dan dimanfaatkan selanjutnya.

4.2 Saran

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan film ini masih jauh dari kesempurnaan,
dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki, untuk kritik dan saran yang
bersifat membangun, sangat kami butuhkan untuk pengembangan ilmu kami dikemudian
hari.

Sipnosis
“ Menggapai Mimpi” Adalah sebuah cerita dari seorang laki – laki yang berusaha
untuk menjadi seorang yang sukses. Demi keluarganya dan untuk mencukupi kebutuhan
keluarganya dia rela bekerja kesana kemari dari pekerjaan yang berat dan sampai akhirnya
dia hanya duduk manis di kantoran. Dia dilahirkan dari 11 bersaudara, ia anak ke 10 dari
mendiang ayahnya yang menjabat sebagai lurah didesanya. Pada saat ia berumur 13 tahun
ayahnya meninggal dunia. Ia hidup bersama ibu dan saudara – saudaranya. Semasa hidup ia
tinggal bersama ibunya dan ia bekerja keras membantu sebagai petani untuk
mensejahterahkan keluarga.
Setelah lulus SMA ia berkerja di perusahaan untuk menambah pengalaman dan untuk
mencukupi kebutuhan keluarganya, pada saat bekerja di perusahaan ia juga membuat surat
lamaran kerja ke instansi pemerintahan yang sekiranya sesuai dengan keinginannya, pada
waktu itu ia keluar masuk perusahaan karena tidak ada kecocokan. Akhirnya ia bertemu
saudranya yang menawari pekerjaan sebagai pegawai sementara dikantornya yaitu BRI,
sambil menunggu panggilan dari PNS ia menerima tawaran itu. Dikantor tersebut ia diajari
bagaimana cara untuk mencari nasabah. Setelah bekerja di kantor BRI tersebut berjalan
kurang lebihnya 3 tahun.
Pada tahun 1986 ia di panggil sebagai PNS di Kantor Gubernur Jawa Timur, ia
ditugaskan dikantor Dinas Tenaga kerja di gresik, tugas utamanya adalah mendata seluruh
karyawan perusahaan diwilayah gresik mulai dari gaji, dan fasilitas – fasilitas diperusahaan
yang ada.
Sampai pada tahun 2001 terjadilah otonomi daerah, artinya semua instansi menjadi
campur aduk, akhirnya ia jatuh di Kantor Satpol PP, tugas utamanya adalah menjadikan dan
menata kota menjadi teratur dan indah tanpa adanya pedangan – pedagang kaki lima di tepi
jalan raya.
Setelah 1 tahun sebagai Satpol PP ia dipindah lagi pada tahun 2003 di Kantor
Perpustakaan dan Arsip kabupaten Gresik. Tugas utamanya yaitu melayani pinjam buku bagi
anak – anak sekolah sampai orang dewasa dan untuk umum, dan melayani penyimpanan
arsip. Dikantor inilah ia mengabdikan dirinya hingga sampai saat ini.

Setelah beberapa pekerjaan yang ia jalani akhirnya ia hanya duduk manis di dalam
ruangan tanpa kesana kemari di bawa terik matahari.

Anda mungkin juga menyukai