Anda di halaman 1dari 3

A.

Pengertian Persamaan Garis Lurus


Koordinat Kartesius

Gambar tersebut menunjukkan bidang koordinat Cartesius yang memiliki sumbu mendatar (disebut
sumbu-x) dan sumbu tegak (disebut sumbu-y). Titik potong kedua sumbu tersebut dinamakan titik
asal atau titik pusat koordinat.
a. Menggambar Titik pada Koordinat Kartesius
Setiap titik pada bidang koordinat Cartesius dinyatakan dengan pasangan berurutan x dan y, di
mana x merupakan koordinat sumbu-x (disebut absis) dan y merupakan koordinat sumbu-y
(disebut ordinat). Jadi, titik pada bidang koordinat Cartesius dapat dituliskan (x, y).
b. Menggambar Garis pada Koordinat Kartesius
Sebuah garis lurus dapat terbentuk dengan syarat sedikitnya ada dua titik pada bidang koordinat
Cartesius.

Menggambarkan Persamaan Garis Lurus


Persamaan garis lurus adalah suatu persamaan yang jika digambarkan ke dalam bidang
koordinat Cartesius akan membentuk sebuah garis lurus.
Cara menggambar persamaan garis lurus adalah dengan menentukan nilai x atau y secara
acak. Perlu diingat bahwa dua titik sudah cukup untuk membuat garis lurus pada bidang koordinat
Cartesius.
Untuk memudahkan menggambar persamaan garis lurus, tentukan titik yang memotong
sumbu-y dengan cara memisalkan x = 0. Kemudian, tentukan titik yang memotong sumbu-x dengan
cara memisalkan y = 0.

B. Gradien
Pengertian Gradien

Dari Gambar tersebut terlihat suatu garis lurus pada bidang koordinat Cartesius. Garis tersebut
melalui titik 𝐴(– 6, – 3), 𝐵(– 4, – 2), 𝐶(– 2, – 1), 𝐷(2, 1), 𝐸(4, 2), dan 𝐹(6, 3). Perbandingan antara
ordinat (𝑦) dan absis (𝑥) untuk masing-masing titik tersebut adalah sebagai berikut.
−3 1 1
 Titik 𝐴(−6, −3) → =  Titik 𝐷(2,1) → 2
−6 2
−2 1 2 1
 Titik 𝐵(−4, −2) → −4 = 2  Titik 𝐸(4,2) → 4 = 2
−1 1 3 1
 Titik 𝐶(−2, −1) → =  Titik 𝐹(6,3) → =
−2 2 6 2
Perhatikan perbandingan ordinat dengan absis untuk setiap titik tersebut. Semua titik memiliki
1
nilai perbandingan yang sama, yaitu . Nilai tetap atau konstanta dari perbandingan ordinat dan absis
2
ini disebut sebagai gradien. Biasanya gradien dilambangkan dengan m. Gradient juga sering disebut
sebagai tingkat kemiringan garis.

Perhitungan Gradien
Ada berbagai cara untuk menghitung gradien dari suatu persamaan garis. Hal ini bergantung
pada letak titik koordinat dan bentuk persamaan garis yang diberikan. Berikut ini akan diuraikan cara
menghitung gradien berdasarkan titik koordinat atau bentuk persamaan garis.
a. Menghitung Gradien pada Persamaan Garis 𝑦 = 𝑚𝑥
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gradien suatu garis dapat ditentukan melalui
perbandingan antara ordinat dan absis sehingga dapat ditulis sebagai berikut.
𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑡
𝐺𝑟𝑎𝑑𝑖𝑒𝑛 =
𝑎𝑏𝑠𝑖𝑠
𝑦
𝑚=
𝑥
𝑦 = 𝑚𝑥
Dari uraian ini terlihat bahwa nilai gradien dalam suatu persamaan garis sama dengan besar nilai
konstanta 𝑚 yang terletak di depan variabel 𝑥, dengan syarat, persamaan garis tersebut diubah
terlebih dahulu ke dalam bentuk 𝑦 = 𝑚𝑥.
b. Menghitung Gradien pada Persamaan Garis 𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐
Sama halnya dengan perhitungan gradien pada persamaan garis 𝑦 = 𝑚𝑥, perhitungan
gradien pada garis 𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐 dilakukan dengan cara menentukan nilai konstanta di depan
variabel 𝑥.
c. Menghitung Gradien pada Persamaan Garis 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 = 0
Sama seperti sebelumnya, gradien pada persamaan garis 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 + 𝑐 = 0 dapat
ditentukan dengan cara mengubah terlebih dahulu persamaan garis tersebut ke dalam bentuk 𝑦 =
𝑚𝑥 + 𝑐. Kemudian, nilai gradien diperoleh dari nilai konstanta 𝑚 di depan variabel 𝑥.
d. Menghitung Gradien pada Garis yang Melalui Dua Titik
Rumus umum untuk mencari gradient pada garis yang melalui dua titik, sebagai berikut.
𝑦2 − 𝑦1
𝑚=
𝑥2 − 𝑥1

Sifat-sifat Gradien
Ada beberapa sifat gradien yang perlu kamu ketahui, di antaranya adalah gradien garis yang sejajar
dengan sumbu-x, gradien garis yang sejajar dengan sumbu-y, gradien dua garis yang sejajar, dan
gradien dua garis yang saling tegak lurus.
a. Gradien Garis yang Sejajar dengan Sumbu 𝑥
Jika garis sejajar dengan sumbu- x maka nilai gradiennya adalah nol.
b. Gradien Garis yang Sejajar dengan Sumbu 𝑦
Jika garis sejajar dengan sumbu-y maka garis tersebut tidak memiliki gradien.
c. Gradien Dua Garis yang Sejajar
Setiap garis yang sejajar memiliki gradien yang sama.
d. Gradien Dua Garis yang Tegak Lurus
Hasil kali antara dua gradien dari garis yang saling tegak lurus adalah – 1.

C. Menentukan Persamaan Garis Lurus


Bentuk 𝑦 = 𝑚𝑥 merupakan bentuk persamaan garis lurus sederhana. Dikatakan sebagai
bentuk sederhana karena garis yang dibentuk oleh persamaan garis tersebut selalu melalui titik pusat
koordinat.
Adapun bentuk umum dari persamaan garis lurus dapat dituliskan sebagai berikut.
𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐
Persamaan garis ini hampir sama dengan bentuk sederhananya, namun diberi tambahan
konstanta (diberi lambang 𝑐). Hal ini menunjukkan bahwa garis yang dibentuk oleh persamaan garis
tersebut tidak akan melalui titik 𝑂(0, 0).
Menentukan Persamaan Garis dari Gradien dan Titik Koordinat

Gambar tersebut menunjukkan sebuah garis k pada bidang koordinat Cartesius. Garis
tersebut melalui titik 𝐴(𝑥1 , 𝑦1 ) dan tidak melalui titik pusat koordinat sehingga persamaan garis pada
gambar tersebut dapat dituliskan:
𝑦1 = 𝑚𝑥1 + 𝑐 … (1)
Adapun bentuk umum persamaan garis yang tidak melalui titik pusat koordinat dituliskan:
𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐 … (2)
Jika ditentukan selisih dari persamaan (2) dan persamaan (1) maka diperoleh:
𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 )
Menentukan Persamaan Garis yang Melalui Dua Titik
Perhatikan uraian berikut.
 𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 ) adalah rumus umum persamaan garis dari gradient dan titik koordinat
𝑦 −𝑦
 𝑚 = 2 1 adalah rumus gradient dari dua titik koordinat
𝑥2 −𝑥1
Dari kedua rumus tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut
𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 )
𝑦2 − 𝑦1
𝑦 − 𝑦1 = (𝑥 − 𝑥1 )
𝑥2 − 𝑥1
(𝑦2 − 𝑦1 )(𝑥 − 𝑥1 )
𝑦 − 𝑦1 =
𝑥2 − 𝑥1
𝑦 − 𝑦1 (𝑦2 − 𝑦1 )(𝑥 − 𝑥1 )
=
𝑦2 − 𝑦1 (𝑦2 − 𝑦1 )(𝑥2 − 𝑥1 )
𝑦 − 𝑦1 𝑥 − 𝑥1
=
𝑦2 − 𝑦1 𝑥2 − 𝑥1
Jadi, rumus untuk menentukan persamaan garis yang melalui dua titik koordinat adalah
𝑦 − 𝑦1 𝑥 − 𝑥1
=
𝑦2 − 𝑦1 𝑥2 − 𝑥1
Menentukan Koordinat Titik Potong dari Dua Garis Lurus
Ada dua cara yang dapat digunakan, yaitu cara menggambar (cara grafik) dan cara substitusi.
a. Grafik
Dengan cara ini, dua persamaan garis digambar ke dalam bidang koordinat Cartesius sehingga
koordinat titik potong kedua garis tersebut dapat dilihat dari gambar.
b. Substitusi
Dengan cara substitusi, salah satu variabel dari persamaan garis yang diketahui dimasukkan
(disubstitusikan) ke dalam variabel yang sama dari persamaan garis yang lain.