Profil Kesehatan Sanggau 2017
Profil Kesehatan Sanggau 2017
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat,
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Profil Kesehatan Kabupaten Sanggau Tahun 2017 ini
dapat diselesaikan.
Profil Kesehatan Kabupaten Sanggau Tahun 2016 ini mengacu kepada Petunjuk
Teknis Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Edisi Data Terpilah menurut Jenis
Kelamin yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI yang
diharapkan dapat memberikan informasi yang menggambarkan derajat kesehatan
masyarakat, hasil upaya kesehatan, situasi sumber daya kesehatan, data umum dan
lingkungan berupa data geografis, administratif, kependudukan, sosial ekonomi dan lain-
lain di Kabupaten Sanggau, sehingga dapat berguna bagi yang memerlukannya dan menjadi
acuan untuk penyusunan buku Profil Kesehatan dimasa yang akan datang.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan
masukan dan bantuan, baik dari jajaran Dinas Kesehatan dan jaringannya maupun Satuan
Kerja Perangkat Daerah serta institusi lain yang terkait sehingga Profil Kesehatan
Kabupaten Sanggau Tahun 2016 ini dapat diselesaikan.
Mudah-mudahan Profil Kesehatan Kabupaten Sanggau Tahun 2016 ini bermanfaat
dalam mengisi kebutuhan data dan informasi di bidang kesehatan.
Sanggau, MEI 2018
Daftar Isi
Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB VI KESIMPULAN 31 - 32
BAB VII PENUTUP 34
LAMPIRAN TABEL
BAB. I
PENDAHULUAN
Buku Profil Kesehatan Kabupaten Sanggau Tahun 2017 ini telah disajikan dalam
bentuk data kesehatan yang terpilah menurut jenis kelamin. Dengan tersedianya data
kesehatan yang responsif gender, diharapkan dapat mengidentifikasi ada tidaknya serta
besaran kesenjangan mengenai kondisi, kebutuhan dan persoalan yang dihadapi laki-laki
dan perempuan terkait dengan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dalam pembangunan
bidang kesehatan.
Data yang menjadi lampiran Profil Kesehatan merupakan data gabungan dari 50
indikator wilayah sehat (Sanggau Sehat) dan 18 indikator Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Bidang Kesehatan di Kabupaten Sanggau yang sekaligus merupakan gambaran
derajat kesehatan masyarakat dan upaya-upaya kesehatan yang telah dilakukan sebagaimana
Visi Pembangunan Kesehatan Kabupaten Sanggau “Terwujudnya Sanggau Yang Lebih
Sehat Melalui Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kemandirian Masyarakat
Tahun 2019 ”.
Jenis Data
Jenis data dan informasi yang dituangkan dalam profil kesehatan ini meliputi :
a. Data umum wilayah yang meliputi Geografi, Topografi, Pemerintahan, Penduduk dan
Sosial ekonomi.
b. Data derajat kesehatan meliputi data kematian, data kesakitan dan status gizi
masyarakat.
c. Data kesehatan lingkungan dan perilaku hidup sehat masyarakat meliputi akses dan
ketersediaan air bersih, rumah sehat, tempat-tempat umum sehat dan data Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan keluarga.
d. Data pelayanan kesehatan meliputi pelayanan rumah sakit, pemanfaatan puskesmas,
pelayanan KIA dan KB, pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan keluarga miskin
(GAKIN), penanggulangan KLB dan data pelayanan kesehatan lainnya.
e. Data sumber daya kesehatan meliputi data sarana pelayanan kesehatan, data tenaga
kesehatan, data obat dan perbekalan kesehatan serta data pembiayaan kesehatan.
Sumber Data
Data untuk penyusunan profil kesehatan ini diperoleh dari berbagai sumber baik
instansi Pemerintah, Swasta maupun institusi lainnya yang berkaitan dengan kesehatan,
antara lain berupa :
a. Catatan kegiatan puskesmas dan jaringannya baik kegiatan yang dilaksanakan di dalam
gedung maupun yang di luar gedung.
c. Catatan kegiatan yang dilaksanakan langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dan
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) termasuk Gudang Farmasi Kabupaten (GFK).
d. Sanggau Dalam Angka Tahun 2014 yang disusun oleh Bappeda Kabupaten Sanggau
bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau.
Adapun sistematika penulisan Profil Kesehatan ini terdiri dari:
BAB I. Pendahuluan
Bab ini menyajikan tentang latar belakang diterbitkannya Buku Profil Kesehatan
Kabupaten Sanggau Tahun 2017 serta sistematika penyajiannya.
BAB. II
GAMBARAN UMUM
LETAK
Secara geografis Kabupaten Sanggau terletak antara 1 derajat 0 menit Lintang Utara
dan 0 derajat 06 menit Lintang Selatan, dan antara 109 derajat 08 menit dan 111 derajat
03 menit Bujur Timur yang berbatasan:
LUAS WILAYAH
Sedangkan kecamatan terkecil adalah Kecamatan Balai dengan luas 395,60 km² dan
Kecamatan Beduai dengan luas 435,00 km².
IKLIM
Secara umum Kabupaten Sanggau beriklim tropis dengan rata-rata hari hujan
tertinggi terjadi pada bulan Desember, yaitu 104 hari. Sedangkan hari hujan terendah
selama 27 hari terjadi pada bulan September. Angka curah hujan tertinggi juga terjadi pada
bulan Desember sebesar 2.008,38 mm dan curah hujan terendah sebesar 181,6 mm terjadi
pada bulan September.
TOPOGRAFI
Secara topografi Kabupaten Sanggau terdiri dari dataran tinggi yang berbukit-bukit
dan berawa-rawa dilintasi oleh Sungai Kapuas yang merupakan sungai terbesar dan
terpanjang di Kalimantan Barat dengan anak-anak sungainya antara lain: Sungai Dawak,
Sungai Cempedik, Sungai Semadak, Sungai Tayan, Sungai Liku, Sungai Sekayam, Sungai
Ranas, Sungai Entakai, Sungai Biang dan Sungai Engkode.
JENIS TANAH
Menurut jenisnya tanah yang terdapat di Kabupaten Sanggau sebagian besar adalah
jenis tanah padsolik merah kuning batuan dan padat yang hampir merata di seluruh
kecamatan (44,80%) sedangkan jenis latosol merupakan jenis terkecil (1,06%) yang
terdapat hanya di Kecamatan Toba dan Kecamatan Meliau.
GEOLOGI
Formasi geologi yang terdapat di Kabupaten Sanggau adalah formasi kwarter, kapur,
trias, plistosen, intruksif dan plutomik basa menengah, intruksif plutomik asam, sekis
hablur, lapisan batu dan permo karbon.
PEMERINTAHAN
~ 15 Kecamatan
~ 169 Desa, 6 Kelurahan
~ 833 Dusun
Kecamatan dan desa yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga Malaysia
adalah:
1. Kecamatan Entikong (Desa Entikong, Desa Pala Pasang, Desa Suruh Tembawang dan
Desa Semanget).
2. Kecamatan Sekayam (Desa Bungkang, Desa Lubuk Sabuk dan Desa Sungai Tekam).
PENDUDUK
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sanggau,
penduduk Sanggau pada akhirTahun 2017 berjumlah 483.981 jiwa terdiri dari penduduk
laki-laki 251.238 dan 232.743 jiwa penduduk perempuan dengan rasio jenis kelamin
107.95 yang berarti setiap 108 jiwa laki-laki ada 100 jiwa perempuan. Jika dibandingkan
dengan luas wilayah Kabupaten Sanggau yang sebesar 12.857,70 km² maka penduduk
Kabupaten Sanggau tergolong masih jarang karena kepadatan penduduk rata-rata hanya 37
orang/km².
Gambar. 1.
Piramida Penduduk Kabupaten Sanggau Menurut Kelompok Umur Tahun 2017
PENDIDIKAN
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
Kabupaten Sanggau diketahui bahwa penduduk usia 10 tahun ke atas yang melek huruf
sebesar 93,49%, terdiri dari tamat SD/MI sebanyak 8.705, tamat SMP/MTs sebanyak
5.989, SMA/MA sebanyak 3.502 dan sekolah kejuruan tidak ada data sedangkan data
pendidikan tertinggi yang ditamatkan diploma 1/diploma II 2.638, Akademi/Diploma III
3.184, universitas/Diploma IV 8.522 dan S2/S3 (Magister/Doktor) 284 orang.
SOSIAL EKONOMI
BAB. III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
Derajat Kesehatan sangat dipengaruhi oleh empat faktor utama/ empat pilar, yang
meliputi :
~ Faktor Lingkungan ( 40 % )
~ Faktor Perilaku ( 30 % )
~ Faktor Pelayanan Kesehatan ( 20 % )
~ Faktor Keturunan (gen) ( 10 % )
Tolak ukur yang dipakai untuk menentukan derajat kesehatan suatu
wilayah,diantaranya ada tiga indikator yaitu :
1. Angka Kematian (MORTALITAS)
2. Angka Kesakitan (MORBIDITAS)
3. Status Gizi Masyarakat
Situasi Derajat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Sanggau pada Tahun 2016dapat
digambarkan sebagai berikut :
A. ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS)
Perlu dipahami bahwa angka/jumlah kematian yang ditampilkan pada Profil Kesehatan
ini belumlah mewakili populasi, karena hanya berdasarkan data yang dilaporkan (bukan
hasil suatu survey ataupun riset).
Angka kematian yang dipakai/dihitung di profil ini adalah kematian bayi ( 0 – 11 bulan
atau 0 tahun), kematian balita ( 0 – 4 tahun ) dan kematian maternal ( kematian ibu
karena hamil, bersalin dan masa nifas).
Angka-angka kematian yang dilaporkan pada Tahun 2017 adalah sebagai berikut :
1. Angka Kematian bayi (AKB) :masih ditemukan 55 kasus kematian bayi terdiri atas
30 bayi laki-laki dan 25 bayi perempuan. Jika dikonversikan ke angka kematian bayi
maka angkanya adalah 6,25 per 1.000 kelahiran hidup artinya kasus ini meningkat
dari Tahun 2016 yang sebesar 33 kasus kematian bayi.
2. Angka Kematian Balita (AKABA) :ditemukan 58 kasus kematianyang terdiri atas 31
balita laki-laki dan 27 balita perempuan. Jika dikonversikan ke angka kematian
balita maka angkanya adalah 6,59 per 1.000 kelahiran hidup.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau 10
Profil Kesehatan
Kabupaten Sanggau Tahun 2017
3. Angka Kematian Ibu (AKI) Maternal yang ditemukan atau yang dilaporkan Tahun
2017 sebanyak 13 kasus kematian ibu. Jika jumlah ini dikonversikan ke Angka
Kematian Ibu (AKI) maka angkanya adalah 148 per 100.000 kelahiran hidup.
25 23 Perempuan
21 22
Laki - laki
20
15
9
10
0 2
HIV AIDS SYPHILIS
4. Diare
Berdasarkan hasil Survei Nasional Kesakitan Diare Tahun 2006 penderita diare
sebesar 126 per 1.000 penduduk. Perkiraan penderita diare yang datang ke sarana
pelayanan kesehatan adalah 10 % dari angka kesakitan dikalikan jumlah penduduk.
Perkiraan penderita diare di Kab. Sanggau Tahun 2017 sebanyak 10.355 yang
ditemukan sebanyak 5.988 penderita (57.92% dari perkiraan penderita). Penderita
terdiri dari 2.979 penderita laki-laki dan 3.019 penderita perempuan dan semua
yang ditemukan telah ditangani (100%).
Gambar. 3. 1.
Pemantauan Status Gizi Balita Menurut Jenis Kelamin Tahun 2017
10,000
9,000
8,000 Perempuan
7,000 Laki - laki
6,000
5,000
4,000
3,000
2,000
1,000 111
4 4 290 313 91 98
0 104
Gizi Lebih Gizi Baik Gizi Kurang Gizi Buruk
Tahun 2017 di Kabupaten Sanggau dilaporkan 48 balita mengalami gizi buruk atau
21,5 % menurut data surveilans dari jumlah balita sebanyak 44.892 orang, terdiri
dari 24 laki-laki dan 24 perempuan yang kesemuanya telah ditangani (100%).
Gambar. 3. 2.
Penemuan Kasus Balita Gizi Buruk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2017
24
24
50%
50%
Perempuan Laki-laki
BAB. IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN
Hampir semua upaya kesehatan yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan
Kabupaten Sanggau sudah termasuk dalam Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Bidang Kesehatan. Kondisi upaya kesehatan di Kabupaten Sanggau Tahun 2016dapat
digambarkan sebagai berikut :
A. PELAYANAN KESEHATAN
1. Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil`
Kunjungan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil yang mencapai 4 kali selama
kehamilan (K4 Bumil) mencapai 9.500 Bumil atau 90,13 % dari total Bumil
sebanyak 10.540 orang.
2. Penolong Persalinan
Persalinan yang ditolong oleh Tenaga Kesehatan yang memiliki kompetensi
Kebidanan (dokter & Bidan) sebanyak 8.273 orang atau 82.04 % dari total Bulin
sebanyak 10.084.
3. Imunisasi TT2+
Dari sebanyak 10.540 bumil, yang diimunisasi TT-1 sebanyak 391 bumil (3,71%),
mendapatkan TT2+ sebanyak 656 bumil (6,22%).
4. Pemberian Tablet Fe pada Bumil
Salah satu program untuk pelayanan kesehatan ibu hamil adalah memberikan
Tablet Fe (suplemen zat besi). Dari sebanyak 10.540 bumil, yang mendapat Fe1
(30 tablet) sebanyak 10.077 bumil (95,61%) dan yang mendapat Fe3 (90 tablet)
sebanyak 9.430 bumil (89,47%).
5. Penanganan Bumil Risiko Tinggi (RISTI)
Dari jumlah bumil sebanyak 10.540 orang bumil, yang diperkirakan beresiko
tinggi sebanyak 2.108 bumil atau 81,64%. Bumil risti ditemukan hanya 1.721
orang (81,64%) dan semuanya telah ditangani (100%).
6. Penanganan Neonatus Resiko Tinggi (RISTI) Komplikasi
Perkiraan neonatal beresiko tinggi 1.320 neonatus atau 14,39% dari kelahiran
hidup sebanyak 8.802. Neonatal risti/komplikasi yang ditangani sebanyak 761
(57,64%).
7. Pemberian Vitamin A pada bayi, anak balita dan ibu nifas
Vitamin A wajib diberikan pada bayi usia 6 – 11 bulan minimal 1 (satu) kali,
sedangkan pada anak usia 1 – 4 tahun diberikan 2 (dua) kali setiap tahun, dan
pada ibu nifas diberikan sebanyak 2 (dua) kali selama masa nifas.
Dari sebanyak 8.908 bayi yang telah diberi vitamin A sebanyak 3.311 bayi berusia
6 – 11 bulan (37,17%). Anak balita dengan usia 1 – 5 tahun sebanyak 35.982 anak
balita dan telah diberikan vitamin A sebanyak 2 kali sejumlah 25.620 anak balita
atau sebesar 71,20%. Sedangkan pada ibu nifas yang telah diberikan vitamin A
sebanyak 8.780 orang atau 87,07% dari 10,084 ibu nifas.
Gambar. 4.1
Pemberian Vitamin A Pada Bayi dan Pada Anak Balita Tahun 2017
17,500
13,571
15,000 12,052 Laki-laki
12,500 Mendpt Vit A
10,000
Perempuan
7,500 4,535 4,373
5,000 Mendpt Vit A
1,747 1,564
2,500
0
Bayi Anak Balita
8. Pelayanan Akseptor KB
a. Peserta KB (Akseptor) Baru sebanyak 6.970 akseptor atau 7,27% dari Pasangan
Usia Subur (PUS) sebanyak 95.847 pasangan dengan rincian per- mix
kontrasepsi sebagai berikut :
- IUD : 214 (3,07 %)
- MOP : 5 ( 0,1 %)
- MOW : 14 ( 0,20%)
- IMPLANT : 577 (8,28 %)
- Suntikan : 3.987 (57,20 %)
- Pil : 2.024(29,04 %)
- Kondom : 149 (2,14%)
Gambar. 4. 2
Peserta KB Baru Berdasarkan Mix Kontrasepsi Tahun 2017
IUD
29 MOP
MOW
Implant
57 3 Suntik
Pil
0 Kondom
0 2
8
-
-
b. Peserta KB aktif sebanyak 38.391 akseptor atau 40,05 % dari Pasangan Usia
Subur (PUS) dengan rincian per mix kontrasepsi terdiri dari :
- IUD : 214 (3,07%)
- MOP : 5 (0,07 %)
- MOW : 14 (0,20 %)
- IMPLANT : 577 (8,28 %)
- Suntikan : 3.987 (57.20%)
- Pil : 2.024 ( 29,04%)
- Kondom : 149( 2,14%)
Gambar. 4. 3
Peserta KB Aktif Berdasarkan Mix Kontrasepsi Tahun 2017
IUD
3,987 MOP
MOW
Implant
Suntik
577 2,024 Pil
214
Kondom
149
5
9. Kunjungan Neonatus
Kunjungan Neonatus 1x (KN1) sebanyak 8.546 atau sebesar 92,77% dari jumlah
lahir hidup 9.212 Sedangkan Neonatus yang dikunjungi sampai 3x (KN3 Lengkap)
selama masa neonatus adalah 8.215 bayi atau 89,18% dari jumlah lahir hidup
9.212 bayi.
10. Desa / Kelurahan UCI
Cakupan desa/kelurahan yang mencapai UCI desa/kelurahan adalah 138
desa/kelurahan atau 81,66 % dari 169 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten
Sanggau.
160291
33,22%
11997
2,47%
JKN Jamkesda
D. KEADAAN LINGKUNGAN
1. Rumah Sehat
Dari jumlah rumah sebanyak 111.276 rumah, yang dibina ada 13.604 rumah
(23.48%), dan yang dapat dinyatakan sehat sebanyak 6.333 rumah atau 46,55%
dari jumlah rumah yang dibina. Dilihat dari komulatif rumah sehat di Kabupaten
sanggau dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 adalah 59,674 rumah atau
53,63 % dari total rumah yang ada.
- Sarana pendidikan yang ada sebanyak 387 unit, yang memenuhi syarat 387 unit
(100%)
6. Ketersediaan Jenis Obat
Dari 144 jenis obat pelayanan kesehatan dasar (PKD) yang diminta data dan
informasinya melalui tabel Profil Kesehatan ini (Tabel 66) dapat Obat PKD yang
tidak ada stocknya sebanyak 22 (dua) jenis (15,28%).
Berdasarkan data diatas disimpulkan bahwa ketersediaan obat di Kabupaten
Sanggau Tahun 2014 adalah cukup, karena rata-rata jenis obat tersedia (84,72) obat
tersedia di gudang Famasi Kabupaten.
BAB.V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
Sumber Daya Kesehatan terdiri dari sarana kesehatan, tenaga kesehatan dan
pembiayaan kesehatan.
Situasi dan kondisi sumber daya kesehatan Kabupaten Sanggau Tahun 2016dapat
disampaikan sebagai berikut :
A. Sarana Kesehatan
Sarana Kesehatan di Kabupaten Sanggau Tahun 2017 adalah sebagai berikut :
1. Rumah Sakit (RS)
Rumah Sakit yang berada di wilayah Kabupaten Sanggau pada Tahun 2017
sebanyak 4 (empat) unit yaitu : RSU Daerah Sanggau yang menyelenggarakan
pelayanan 4 spesialis dasar (Type C) ,RS BUMN (RS Parindu PTPN XIII) Type D,
Rumah Sakit Bergerak Balai Karangan dan Rumah Sakit Sentra Medica.
Rumah Sakit Bergerak Balai Karangan yang terletak di Kecamatan Sekayam adalah
fasilitas kesehatan yang siap guna dan bersifat sementara dalam jangka waktu tertentu
dan dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain di daerah tertinggal, terpencil,
kepulauan dan daerah perbatasan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan upaya
kesehatan perorangan yang dilaksanakan selama 24 jam melalui pelayanan rawat
inap, rawat jalan, gawat darurat/pelayanan darurat.
Rumah Sakit Bergerak ini diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan dan
Pemerintah Daerah dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan selanjutnya akan
diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau dibawah naungan Dinas
Kesehatan Kabupaten Sanggau yang telah mulai beroperasi pada Bulan November
Tahun 2012 yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan derajat kesehatan
masyarakatterutama pada daerah perbatasan, tertinggal dan terpencil.
2. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Puskesmas Pembantu (PUSTU).
- Puskesmas di Kabupaten Sanggau sebanyak 19 unit,yang menyelenggarakan rawat
inap dan rawat jalan ada 13 unit,dan yang hanya menyelenggarakan rawat jalan
ada 6 unit, rata-rata puskesmas per kecamatan adalah 1,2 puskesmas.
Gambar. 6
Posyandu Berdasarkan Strata Tahun 2017
224
40,43%
135 166
29,96% 30,46%
29
5,32%
Harapan pada Indikator Indonesia Sehat (IIS) Tahun 2010 adalah Posyandu Strata
Purnama dan Mandiri minimal sebanyak 40%, sementara berdasarkan data yang ada pada
Tahun 2017 hanya mencapai 36,10%.
B. Tenaga Kesehatan
Tenaga Kesehatan yang dimaksud adalah data tenaga kesehatan PNS pada Rumah
Sakit dan Puskesmas beserta jaringannya yang tersebar di 15 kecamatan dalam wilayah
Kabupaten Sanggau dengan rincian sebagai berikut :
1. Dokter :
- Dokter Spesialis 22 orang (4,55 per 100.000 penduduk)
- Dokter Umum 42 orang (8,68 per 100.000 penduduk)
- Dokter Gigi 9 orang (1,86 per 100.000 penduduk)
Untuk Dokter yang tugas belajar dan kepala puskesmas tidak dihitung dalam
jumlah dokter.
2. Perawat :
- Perawat Umum 394 orang (81,41 per 100.000 penduduk)
- Perawat Gigi 25 orang (5,17 per 100.000 penduduk)
3. Bidan 267 orang (55,17% per 100.000 penduduk)
4. Kefarmasian 33 orang (6,82 per 100.000 penduduk) terdiri dari Apoteker 4 orang
dan tenaga kefarmasian 33 orang.
5. Tenaga Gizi untuk Nutrisionis 25 orang (5,20per 100.000 penduduk)
6. Tenaga Kesehatan Masyarakat (Kesmas) 17 orang (3,51 per 100.000 penduduk).
7. Tenaga Sanitasi 20 orang (4,37 per 100.000 penduduk)
8. Tenaga Teknisi Medis 50 orang (10,33 per 100.000 penduduk) terdiri dari
:Radiografer 3 orang, teknisi elektromedis 18 orang, teknisi gigi 1 orang, Analis
Kesehatan 26 orang, rekam medis 3 orang.
9. Fisioterapis sebanyak 3 orang (0,83 per 100.000 penduduk).
Secara kwantitas jika dilihat dari segi rasio tenaga per 100.000 penduduk semua
tenaga kesehatan masih kurang karena belum ada yang sama dengan ataupun melebihi
target rasio sebagaimana harapan Indikator Indonesia Sehat Tahun 2010. Namun jika
dibandingkan dengan jumlah sarana pelayanan maka jumlah tenaga relatif cukup
karena hampir semua sarana pelayanan sudah memiliki tenaga kesehatan.
C. Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan Kesehatan yang dipakai sebagai sumber perhitungan biaya di
Kabupaten Sanggau diperoleh dari anggaran kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan
Kabupaten Sanggau beserta jaringannya sementara anggaran disektor lain belum
terdata.
Gambar. 7
Anggaran Kesehatan Berdasarkan Sumber Pembiayaan Tahun 2017
51,898%
APBD Kab
APBN (TP) 48,102%
BAB. VI
KESIMPULAN
Berdasarkan data hasil upaya-upaya kesehatan yang dilakukan Tahun 2017 ini jika
dihubungkan dengan hasil akhir (output) program dalam bentuk Standar Pelayanan
Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Derajat Kesehatan dan Millenium Development Goals
(MDGs) Bidang Kesehatan, cakupan/capaiannya dapat digolongkan pada 3 (tiga) kategori
yaitu :
~ Berhasil
Berhasil adalah cakupan /capaian Program yang telah mencapai atau melampui target
yang ditetapkan
~ Belum berhasil
Belum berhasil adalah suatu capaian program yang belum mencapai target (56% s/d
99%) dari yang diharapkan.
~ Belum berhasil dengan capaian sangat rendah
Belum berhasil dengan capaian sangat rendah adalah capaian programnya < 56% dari
target yang diharapkan.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap data capaian program yang tertuang dalam
tabel-tabel Profil Kesehatan Kabupaten ini dengan membandingkan target yang ada pada
Standar Pelayanan Minimal (SPM), Derajat Kesehatan, dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
A. Program yang Berhasil adalah upaya-upaya :
1. Penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita
2. Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH)
3. Penurunan Persentase Balita Gizi Buruk
4. Penanganan dan Perawatan Balita Gizi Buruk
5. Penyelidikan Epidemiologi sebelum 24 jam bagi Desa/Kelurahan yang terserang
Kejadian Luar Biasa (KLB)
6. Pelayanan dan Pembinaan kepesertaan Keluarga Berencana
7. Penyembuhan Penderita TB Paru
8. Penurunan Angka Kesakitan Malaria
Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau 31
Profil Kesehatan
Kabupaten Sanggau Tahun 2017
Jika dibandingkan dengan ketersedian sumber daya kesehatan yang ada pada beberapa
tahun terakhir ini, secara jumlah relatif memadai namun peningkatan capaian ternyata
belum menunjukkan perubahan (peningkatan yang signifikan) sehingga perlu pengkajian
lebih lanjut mengenai apa penyebabnya, bagaimana solusinya, siapa yang akan difungsikan,
dimana sasaran tepatnya dan lain-lain sehingga tercapailah visi kesehatan untuk masyarakat
sehat yang mandiri dan berkeadilan.
BAB. VII
PENUTUP