Anda di halaman 1dari 3

PENEMUAN SUSPEK TB MELALUI KONTAK

SERUMAH

No. Dokumen : SOP/UKM/TB/


SOP No. Revisi : 00
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas Marga II

Puskesmas Marga II

Dr. I Ketut Indra Wiguna Cakera


NIP. 197710032006041002

1. Pengertian Melakukan kegiatan penjaringan suspek TB melalui kunjungan rumah yang kontak
erat dengan penderita TB

2. Tujuan Mendapatkan/ menemukan kasus TB melalui serangkaian kegiatan sehingga


segera dapat dilakukan pengobatan agar sembuh dan tidak menularkan penyakit
kepada orang lain

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Marga II Nomor: .........tentang Ketentuan Menerapkan


DOTS di Puskesmas

4. Referensi 1. Permenkes no. 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.


2. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberculosis

5. Persiapan  Pot dahak


 Sticker
 Form TB.05
 Register TB.06
 Alat tulis

6. Prosedur/ 1. Petugas memberitahu kepala dusun dan keluarga penderita TB rencana


Langkah- kunjungan rumah
Langkah 2. Petugas melakukan kunjungan rumah penderita TB
3. Petugas memeperkenalkan diri serta menjelasakan maksud/tujuan kunjungan.
4. Petugas melakukan anamnesa kepada semua anggota kelurga dan tetangga
yg kontak erat dengan penderita TB:
Apakah mengalami batuk berdahak 2-3 minggu atau lebih, yang diikuti dengan
dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu
makan turun, Berat badan turun, malaise, berkeringat pada malam hari tanpa
kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.
5. Petugas menentukan klien sebagi suspek TB atau tidak.
6. Jika tidak, petugas memberitahu keluarga jika nanti sakit menunjukan gejala
TB segera periksa ke puskesmas atau RS.
7. Jika ya, Petugas memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan
dahak dan cara mengeluarkan dahak yang benar untuk mendapatkan dahak
yang kental dan purulen.
8. Petugas memberi pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan menyarankan
klien mengeluarkan dahak di tempat terbuka .
9. Petugas memeriksa kekentalan,warna, dan volume dahak. Dahak yang baik
untuk pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-hijauan(mukopurulen),
kental dengan volume 3-5 ml. Bila volumenya kurang, petugas meminta klien
batuk lagi sampai volume dahak mencukupi.
10. Jika tidak ada dahak yg keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai dan harus
dimusnahkan untuk menghindari kontaminasi kuman TBC
11. Petugas memberi label pada dinding pot dahak yang memuat nomor identitas
sediaan dahak sesuai TB.06
12. Petugas memberi klien pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk diisi
dirumahnya dan disuruh datang besok pagi membawa dahak paginya.
13. Petugas mengisi formulir permintaan lab. pada Form. TB-05
14. Petugas memberikan KIE pada klien untuk menerapkan etika batuk, selama
menunggu hasil pemeriksaan dahak selesai, dan meginformasikan hasil
pemeriksaan dahak selesai selambat-lambatnya dalam 2 hari.
15. Petugas mengirim pot dahak yang sdh terisi yang dilampiri form. TB.05
16. Petugas mencuci tangan

7. Diagram
Alir Melakukan Petugas menentukan
komunikasi dan anggota klg sebagai
kunjungan suspek TB / tidak petugas
rumah memberitahu
keluarga jika nanti
sakit dan
Tidak menunjukan gejala
TB segera periksa
ke puskesmas atau
ya
RS

Petugas pengelola TB Menunjukan


memberitahu klien cara tempat/bilik
mengeluarkan dahak yang pengambilan
benar dan memberi 1 pot dahak
dahak

Memberi KIE ttg etika Mengisi buku


batuk dan infomasi reg.TB.06 dan Memeriksa
hasil pemeriksaan form TB-05 kwalitas dahak
dahak dan diberi label

mengirim pot dahak Petugas


dilampiri form. mencuci
TB.05 tangan

8. Hal-hal Mendapatkan dahak yang berkwalitas


Yang Perlu
Diperhatikan

9. Unit Terkait 1. Kepala Puskesmas


2. Penanggung Jawab P2 TB
3. Pelaksana TB (Dokter, Perawat)
4. Bidan Desa
5. Petugas Lab.
6. Keluarga penderita TB.
7. Kadus/ tokoh masayarakat

10. Dokumen 1. Kerangka Acuan Kegiatan


Terkait 2. TB 04 Lab, TB 06, TB 01, TB 02, TB 03 UPK

11. Rekam historis No Halaman Yang diubah Perubahan Diberlakukan


tanggal