Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

TEORI JEAN WATSON


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Falsafah dan
Teori Keperawatan yang diampu oleh Bapak :
Ns. Priyanto, M.Kep.,Ns.Sp.Kep.MB.

Oleh :
Kelompok VI
Agus Elmianto 010218A001
Novia Bella.A 010218A012

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN REGULER TRANSFER
SEMARANG
2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Nursing The Philosophy and Science of Caring (1979) adalah buku
pertama dan pintu masuk Watson ke dalam karya ilmiah. Buku tersebut
diterbitkan sebelum perhatian formal diberikan kepada teori keperawatan
sebagai dasar untuk disiplin keperawatan dan sebelum banyak focus telah
diarahkan ke landasan filosofis yang bermakna untuk ilmu keperawatan,
pendidikan, dan praktik.
Pekerjaan “muncul dari pencariannya untuk membawa makna baru
dan martabat untuk pekerjaan dan dunia keperawatan dan perawatan pasien”
(Watson 1997:49). Konsep teoritis diturunkan dan muncul dari pengalaman
pribadi dan professional saya, mereka secara klinis dilantik, secara empiris
didasarkan, dan dikombinasikan dengan latar belakang filosofis, etika,
intelektual, dan pengalaman.
Momen kepedulian dapat menjadi titik balik bagi perawat, dalam hal
ini melibatkan jeda, memilih untuk “melihat”, ini adalah tindakan yang
diinformasikan yang dipandu oleh kesengajaan dan kesadaran tentang
bagaimana berada disaat yang sepenuhnya hadir, terbuka bagi orang lain,
terbuka terhadap belas kasih dan koneksi, diluar fokus kendali-ego yang
sangat umum.

II. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui
tentang teori dari Jean Watson.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Biografi Jean Watson


Jean Watson lahir 10 Juni 1940 di Williamson, West Virginia. Jean
Watson lulus dari sekolah keperawatan Lewis Gale di Roanoke, Virginia,
pada tahun 1961. Ia melanjutkan studinya di Universitas Colorado di
Boulder, mendapatkan gelar B.S. pada tahun 1964, mendapat gelar seorang
M.S. dalam keperawatan kesehatan mental dan psikiatri pada tahun 1966,
dan gelar Ph.D. Dalam psikologi pendidikan dan konseling pada tahun
1973. Ia juga telah dianugerahi Sembilan gelar doctor kehormatan di enam
negara.
Jean Watson adalah seorang ahli teori perawat dan professor perawat
Amerika yang paling dikenal karena teori kepeduliannya kepada manusia.
Dia adalah penulis banyak buku, termasuk keperawatan salah satunya yaitu
The Philoshopy and Science of Caring. Penelitian Watson tentang
kepedulian telah dimasukan kedalam pendidikan dan perawatan pasien di
ratusan sekolah perawat dan fasilitas kesehatan diseluruh dunia.

B. Teori Jean Watson


a. Teori Nursing The Philoshopy and Science of Caring
Peduli ilmu sebagai titik awal untuk keperawatan, studi
menawarkan landasan disipliner yang berbeda untuk profesi. Jean
Watson memberikan narasi yang etis, bermoral, dan bernilai untuk sains
dan fenomena manusianya, pendekatannya terhadap alam yang peduli
penyembuhan. Ia juga memperkenalkan kembali dimensi roh dan suci
kedalam pekerjaan dan kehidupan dunia kita. Hal ini memungkinkan
reuni antara metafisika dan dunia materi fisik sains modern.
Dalam memanfaatkan ilmu peduli sebagai konteks disiplin dan
yang memandu pengembangan professional dan kedewasaan. Watson
mengakui bahwa ada perbedaan antara disiplin keperawatan dan profesi
keperawatan. Sudah diketahui secara luas bahwa disiplin (bidang
apapun) harus menginformasikan profesi. Ilmu kepedulian
menginformasikan dan berfungsi sebagai titik awal moral-filosofi-
teoritis-dasar untuk pendidikan keperawatan, perawatan pasien,
penelitian, dan bahkan praktik administrasi.
Peduli ilmu pengetahuan semakin menegaskan bahwa kesatuan
dan keterhubungan ada diantara semua hal dalam lingkaran besar
kehidupan: Perubahan, penyakit, penderitaan, kematian, dan kelahiran
kembali. Orientasi ilmu kepedulian menggerakan manusia lebih dekat
ke komunitas, lebih dekat dengan hubungan damai, dengan komunitas
lain, negara, dan waktu.
b. Konsep Utama dan Definisi Ten Carative Carative
Watson terus mengembangkan pemikirannya tentang
keperawatan, mulai dari pandangannya, teori dan aplikasi keperawatan.
Manusia diyakini sebagai person as a whole, as a fully functional
integrated self. Jean Watson mendefinisikan sehat sebagai kondisi yang
utuh dan selaras antara badan, pikiran, dan jiwa, ini berkaitan dengan
tingkat kesesuaian antara diri yang dipersiapkan dan diri yang di
wujudkan.
Dari beberapa konsep sehat dan sakit di atas, dapat dikemukakan
beberapa prinsip, antara lain :
1. Sehat menggambarkan keutuhan kondisi seseorang yang bersifat
multidimensional, dan fluktuatif, tergantung dari intelerasi antara
faktor-faktor yang memengaruhinya.
2. Kondisi sehat dapat dicapai karena adanya kemampuan seseorang
untuk beradaptasi terhadap lingkungan, baik internal maupun
eksternal.
3. Sehat tidak dapat dinyatakan sebagai sebagai suatu kondisi yang
terhenti pada titik tertentu, tetapi berubah-ubah tergantung pada
kepastiannya untuk berfungsi pada lingkungan yang dinamis.
Ten carative factors digunakan sebagai kerangka kerja dalam
keilmuan dan praktik keperawatan. Pada perjalanannya Watson
mengembangkan “Caritas” yang menghubungkan caring dan love
secara eksplisit dan disebut sebagai clinical caritas processes. Setiap
carative factors dan clinical caritas processes menggambarkan proses
caring dalam rangka mencapai dan mempertahankan kesehatan pasien
atau meninggal dengan damai.
Konsep utama dan definisi Ten Carative Factors meliputi :
1. Terbentuknya sistem yang humanistic dan altruistic pada hubungan
perawat-pasien. Faktor ini menggambarkan adanya kepuasaan
perawat bila ia dapat menggunakan dirinya untuk membantu pasien.
2. Menumbuhkan harapan pasien. Faktor ini menunjukkan peran
perawat dalam meningkatkan kesejahteraan pasien dengan
membantu pasien mengadopsi perilaku sehat, dengan menggunakan
sugesti secara positif, dan dengan mengembangkan hubungan
perawat-pasien yang efektif.
3. Sensitif terhadap diri sendiri dan orang lain. Bila perawat dapat
mengekspresikan perasaannya, dia akan mampu memberikan
kesempatan kepada orang lain untuk mengekspresikan perasaan
mereka.
4. Mengembalikan hubungan saling percaya. Pada hubungan saling
percaya, perawat akan jujur, ikhlas, empati, berbicara dengan nada
suara yang tidak tinggi, dan berkomunikasi dengan jelas.
5. Menerima ekspresi perasaan positif dan negatif dapat membuat
perasaan pasien atau perawat tidak enak. Perawat perlu
mempersiapkan diri dan juga mempersiapkan pasien untuk
menerima, terutama perasaan negatif.
6. Menggunakan proses penyelesaian masalah dalam pengambilan
keputusan. Penggunaan proses keperawatan pada pemberian asuhan
keperawatan merupakan metode penyelesaian masalah pasien. Hal
ini menunjukkan bahwa perawat memiliki otonomi untuk
menetapkan tindakan keperawatan, tidak hanya melalui tindakan
medik semata.
7. Meningkatkan proses belajar mengajar melalui proses interpersonal.
8. Menyediakan lingkungan biopsikososial dan cultural yang suportif
dan proektif.
9. Membantu pemenuhan kebutuhan dasar. Perawat membantu pasien
dalam memenuhi kebutuhan biopsikososial dan spiritual.
10. Memberi kesempatan pada pasien untuk mempelajari fenomena
yang terjadi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pasien
suatu pengalaman atau pemikiran yang dapat meningkatkan
pemahamannya terhadap dirinya dan orang lain.
c. Asumsi Dasar
Teori Watson terletak pada tujuh asumsi dasar yang menjadi
kerangka kerja dalam pengembangan teori, yaitu :
1. Caring dapat dilakukan atau dipraktikkan secara interpersonal.
2. Caring meliputi faktor-faktor caratif yang dihasilkan dari kepuasan
terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
3. Caring yang efektif akan meningkatkan status kesehatan dan
perkembangan individu serta keluarga.
4. Respon caring adalah menerima seseorang tidak hanya sebagai
seseorang pada saat ini, tetapi bagaimana seseorang tersebut di masa
depannya.
5. Caring environment, yaitu menyediakan perkembangan potensi dan
memberikan keluasan memilih kegiatan yang terbaik bagi diri
seseorang dalam waktu yang telah ditentukan.
6. Caring bersifat healtogenic, daripada curring. Praktik caring
mengintegrasikan pengetahuan biospikal dan perilaku manusia
untuk meningkatkan kesehatan dan untuk membantu pasien yang
sakit, dimana caring melengkapi curring.
7. Caring merupakan inti dari keperawatan.
d. Konsep Utama Keperawatan
Nilai-nilai yang mendasari konsep caring menurut Jean Watson
meliputi :
Manusia
Manusia merupakan suatu fungsi yang utuh dari diri terintegrasi
(ingin dirawat, dihormati, mendapatkan asuhan, dipahami dan dibantu).
Manusia pada dasarnya ingin merasa dimiliki oleh lingkungan
sekitarnya merasa dimiliki dan merasa menjadi bagian dari kelompok
atau masyarakat, dan merasa dicintai serta mencintai.
Kesehatan
Kesehatan merupakan sebuah keutuhan dari pikiran, fungsi
fisik, dan fungsi sosial. Hal ini menekankan pada fungsi pemeliharaan
dan adaptasi untuk mengingatkan fungsi dalam pemenuhan kebutuhan
sehari-hari. Kesehatan juga merupakan keadaan bebas dari keadaan
sakit.
Lingkungan
Berdasarkan teori Jean Watson, caring dan nursing merupakan
konstanta dalam setiap keadaan di masyarakat. Perilaku caring tidak
diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya, akan tetapi diwariskan
dengan pengaruh budaya sebagai strategi untuk melakukan mekanisme
coping terhadap lingkungan tertentu.
Keperawatan
Keperawatan berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan
penyakitdan caring ditujukan untuk pasien baik dalam keadaan sakit
maupun sehat.

C. Aplikasi Teori Jean Watson


No Carative Factors Caritas Processes
1 Membentuk sistem nilai Menerapkan perilaku yang penuh
humanistic –altruistic kasih sayang, kebaikan dan
ketenangan dalam konteks kesadaran
dalam caring.
2 Menanamkan keyakinan Hadir dengan sepenuhnya untuk
dan harapan mewujudkan serta mempertahankan
sistem kepercayaan dalam dunia
kehidupan subjektif dari dirinya dan
orang yang dirawat.
3 Mengembangkan Memberi perhatian terhadap praktik-
sensitivitas untuk diri praktik spiritual dan transpersonal
sendiri dan orang lain diri orang lain, melebihi ego dirinya.
4 Membina hubungan saling Mengembangkan dan
percaya dan saling bantu mempertahankan suatu hubungan
caring yang saling membantu dan
saling percaya.
5 Meningkatkan dan Hadir untuk menampung dan
menerima ekspresi mendukung ekspresi positif negatif
perasaan positif dan sebagai suatu hubungan dengan
negative semangat yang dalam dari diri
sendiri dan orang yang dirawat.
6 Menggunakan metode Menggunakan diri sendiri dan semua
pemecahan masalah yang cara yang diketahui secara kreatif
sistematis dalam sebagai bagian dari proses caring
pengambilan keputusan untuk terlibat dalam penerapan
caring healing yang artistic.
7 Meningkatkan proses Terlibat dalam pengalaman belajar
belajar mengajar mengajar yang sebenarnya yang
intrapersonal mengakui keutuhan diri orang lain
dan berusaha memahami sudut
pandang orang lain.
8 Menyediakan lingkungan Menciptakan lingkungan healing
yang mendukung, pada seluruh lingkungan baik fisik
melindungi dan maupun nonfisik, lingkungan yang
memperbaiki mental, kompleks dari energy dan kesadaran
sosialkultural dan spiritual yang memiliki keholistikan,
keindahan, kenyamanan, martabat
dan kedamaian.
9 Membantu dalam Membantu terpenuhinya kebutuhan
pemenuhan kebutuhan dasar dengan kesadaran caring yang
dasar manusia penuh, memberikan human care
essentialis yang memunculkan
penyesuaian jiwa raga dan pikiran,
serta keholistikan dan kesatuan diri
dalam seluruh aspek care dengan
melibatkan jiwa dan keberadaan
secara spiritual.
10 Mengembangkan faktor Menelaah dan menghargai misteri
kekuatan eksistensial- spiritual dan dimensional eksistensial
fenomenologis dari kehidupan dan kematian
seseorang, soul care bagi diri sendiri
dan orang yang dirawat.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Teori Jean Watson mengajarkan kita tentang cara mengekspresikan
kepedulian kita kepada pasien, merawat adalah pusat praktik keperawatan, dan
mempromosikan kesehatan lebih baik daripada penyembuhan medis sederhana.
Menurut Jean Watson kepedulian yang diwujudkan dalam keperawatan telah ada di
setiap masyarakat, namun sikap peduli tidak ditransmisikan dari generasi ke
generasi.

Saran
Dengan dibuatnya makalah ini, kami mengharapkan agar makalah ini dapat
menjadi referensi untuk teman-teman sesama mahasiswa maupun perawat
professional yang ada di rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya. Kami
mengharapkan bahwa kita sebagai perawat dapat menerapkan teori yang diberikan
Jean Watson yaitu Caring yang mengajarkan tentang kepedulian kepada pasien
tanpa memandang perbedaan, suku dan agama.
Kami sadar bahwa makalah yang kami buat masih jauh dari kata sempurna,
maka dari itu kami mengharapkan teman-teman dan pembaca memberikan saran
dan kritik yang membangun, agar kami di lain waktu dapat membuat makalah yang
lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Parker. Marilyn.E (2001). Nursing Theories and Nursing Practice. Philadelphia :


Davis Company
Teting, Bernarda (2018). Teori Caring dan Aplikasi Dalam Pelayanan
Keperawatan. Edisi I. Yogyakarta : ANDI
Watson. J (2008). Nursing The Philosophy and Science of Caring. Revisi Edisi.
Colorado : University Press