Anda di halaman 1dari 5

Tingkat Kemiringan dan Tingkat Keruncingan Kurva (SKEWNESS dan KURTOSIS)

Tingkat kemiringan suatu kurva adalah merupakan ukuran kecenderungan mencengnya


suatu kurva, berdasarkan konsep hubungan pemusatan data antara nilai rata-rata hitung, modus
dan mediannya ( , Mo, dan Me), jika nilai = Mo = Me, maka kecenderungan kurvanya akan

terbentuk simetris (normal), dan apabila nilai-nilai ≠ Mo ≠ Me, maka ada 2 (dua) kemungkinan
yang dapat terjadi pada kurvanya, bisa condong ke kiri (positif) atau bisa juga condong ke kanan
(negatif).

Gambar 1

 Tingkat Kemiringan Kurva (SKEWNESS)


Contoh soal:

Interval Kelas Frekuensi


10 - 29 8
20 - 34 12
30 - 39 26
40 - 44 13
50 - 49 11
60 - 54 9
70 - 59 14
80 - 64 7
90 - 99 10
Jumlah 100

Penyelesaian :
Untuk memudahkan dalam penyelesaian soal, terlebih dahulu kita harus membuat tabel:

Interva
Frek ( - )
Kelas

10 – 19 10 14,5 145 -33,5106 1,122,96 11,229,63 -37.631,20 -376.312,03


20 – 29 15 24,5 367,5 -23,5106 552,75 8,291,25 -12.995,51 -194.932,62
30 – 39 20 34,5 690 -13,5106 182,54 3,650,75 -2.466,20 -49.323,92
40 – 49 12 44,5 534 -3,51064 12,32 147,89 -43,27 -519,21
50 – 59 8 54,5 436 6,489362 42,11 336,89 273,28 2.186,23
60 – 69 6 64,5 387 16,48936 271,90 1,631,39 4.483,44 26.900,65
70 – 79 9 74,5 670,5 26,48936 701,69 6,315,18 18.587,22 167.285,00
80 – 89 4 84,5 338 36,48936 1,331,47 5,325,89 48.584,62 194.338,48
90 – 99 10 94,5 945 46,48936 21,61,26 21,612,61 100475,63 1.004.756,33

Jumlah 94 4.513 58.541,49 774.378,90

Dengan menghitung:

 Nilai rata-rata hitung: = = = 48,01


 Nilai simpangan baku: s = = = 25,09

 Modus: Mo = b + p = 29,5 + 10 = 33,35

 Median: Me = b + p = 39,5 + 10 = 40,5

 Kuartil -1: =b+p = 19,5 +10 = 28,5

 Kuartil -2: =b+p = 39,5 +10 = 40,5

 Kuartil -3: =b+p = 59,5 +10 = 68,67

Tingkat kemiringan suatu kurva (skewness), ditentukan dengan menggunakan rumus


(formulasi) sebagai berikut:

a. Pearson: = = = = 0,58

Karena
> 0,01, maka kurva miring ke kiri (positif)

atau = = = = 0,89

Karena
> 0,01, maka kurva miring ke kiri (positif)

: Skewness

: Rata-rata
Mo : Modus
Me : Median
s : Simpangan baku

b. Moment Matematis: = = = = 0,22

 Suatu kurva dikatakan condong ke kiri (positif), jika


> 0,01
 Suatu kurva dikatakan normal, jika
= 0,01
 Suatu kurva dikatakan condong ke kanan (negatif), jika
< 0,01

Karena > 0,01, maka kurva miring ke kiri (positif)

c. Bowley: = = = = 0,402
Jika = ± 0,1, maka kurva dikatakan cenderung condong ke kiri, kanan dan/atau normal,
sedangkan jika > ± 0,3, ma tingkat kecondongannya lebih berarti.
 Karena > 0,01, maka kurva miring ke kiri (positif) secara meyakinkan

d. Andi Supangkat: = = = = 0,45

: Kemiringan kurva

: Paruh Interval (semi interval) = = 54,5

Mo : Nilai Modus = 33,35

: Titik tengah kurva = = = 44,5

: Selisih modus = - Mo = 54,5 – 33,35 = 21,15


Adapun kriteria dalam menentukan kemiringan kurvanya dinyatakan sebagai berikut:
Jika > 0, maka kurva dikatakan cenderung condong ke kiri (positif)

Jika = 0, maka kurva dikatakan normal (uniform)

Jika < 0, maka kurva dikatakan cenderung condong ke kanan (negatif)


 Karena 0,47 > 0 kurva penghalus cenderung condong ke kiri (positif). Kesesuaian antara
nilai-nilai skewness tersebut secara grafis:

 Tingkat Keruncingan Kurva (KURTOSIS)

Kurtosis/keruncingan adalah derajat kepuncakan suatu distribusi, biasanya diambil


relatif terhadap distribusi normal. Ukuran keruncingan adalah suatu besaran yang digunakan
untuk menentukan apakah sekumpulan data derajat kepuncakan leptokutik (lancip), normal
atau platikurtik (tumpul). Tingkat keruncingan suatu kurva (kurtosis) memiliki 3 jenis, yaitu:
1. Leptokurtis (puncak relative tinggi) (Merah)
2. Mesokurtis (puncak normal) (Hitam)
3. Platikurtis (puncak relative rendah) (Kuning)
Rumus Kurtosis sementara hanya dihitung berdasarkan formulasi dari pearson (moment
matematis), sebagai berikut:

K= =

Dimana: K: Kurtosis ( )
: Mid Point
: Rata-rata
n: Jumlah data
: Frekuensi

Kriteria untuk menyatakan keruncingan kurva:


 Suatu kurva dikatakan runcing , jika nilai K > 3
 Suatu kurva dikatakan normal, jika K = 3
 Suatu kurva dikatakan datar, jika K< 3

Contoh soal:
PENDAPATAN MASYARAKAT WILAYAH “X”
Interval Kelas Frekuensi
300 - 449 14
450 - 599 22
600 - 749 34
750 - 899 10
900 - 1049 5
1050 - 1199 12
1200 - 1349 8
Jumlah 105

Diminta: tentukan jenis kurvanya (runcing,normal,atau datar), sesuai dengan formula


model moment matematis:
Jawaban:
Rata-rata: = = = 62,72

Simpangan baku: s = = = 66,09

Kurtosis:
Menurut cara matematis:

K= =

= = 1,33

- Karena nilai K < 3, maka kurvanya datar