0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
210 tayangan22 halaman

Analisis OEE Produksi Undrawn Yarn

Proposal skripsi ini akan menganalisis proses produksi benang rami (UDY) pada mesin spinning dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Indorama Polychem Indonesia. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi mesin dan mengidentifikasi penyebab kerugian waktu berproduksi.

Diunggah oleh

Hafid Ari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
210 tayangan22 halaman

Analisis OEE Produksi Undrawn Yarn

Proposal skripsi ini akan menganalisis proses produksi benang rami (UDY) pada mesin spinning dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Indorama Polychem Indonesia. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi mesin dan mengidentifikasi penyebab kerugian waktu berproduksi.

Diunggah oleh

Hafid Ari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PROSES PRODUKSI UDY (UNDRAWN YARN)

PADA MESIN SPINNING DENGAN MENGGUNAKAN


METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)
PT.INDORAMA POLYCHEMICAL INDONESIA

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi


Pada Program Studi Teknik Industri

Oleh
MURSIDIN
161151154

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI WASTUKANCANA
PURWAKARTA
2016
PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Mursidin

NIM : 161151154

Jurusan : Teknik Indusri

Fakultas : Teknik

Judul : Analisis Proses Produksi UDY (Undrawn Yarn) Pada Mesin


Spinning Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment
Effectivennes (OEE) PT Indorama Polychemical Indonesia

Dengan ini menyatakan, bahwa laporan proposal skripsi yang telah


saya buat ini benar hasil karya sendiri, serta tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk persyaratan mata kuliah sepengetahuan saya tidak terdapat
karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali
yang tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Dinyatakan tanggal 18 Oktober 2018

Oleh,

Mursidin
161151154

i
ANALISIS PROSES PRODUKSI UDY (UNDRAWN YARN)
PADA MESIN SPINNING DENGAN MENGGUNAKAN
METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)
PT INDORAMA POLYCHEMICAL INDONESIA

Oleh :

MURSIDIN
161151154

(Program Studi Teknik Industri)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI WASTUKANCANA PURWAKARTA

Telah diperiksa dan disetujui sebagai proposal skripsi pada bulan Oktober
2018

Dosen

M. Ali Akbar, ST.MM

Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Industri

Indra Gumelar, S Si,M.T


NIDN. 0417067404

ii
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaniraahim
Assalammu‟alaikum, Wr. Wb.
Segala Puji dan Syukur penyusun panjatkan Kehadirat ALLAH SWT, atas
Rahmat dan Hidayah-NYA dan tidak lupa Sholawat serta Salam semoga selalu
terlimpah Kepada Junjungan Kita, Nabi Muhammad SAW, Kepada Keluarga-
NYA, Sahabat-NYA, dan kepada Kita selaku Umat-NYA hingga akhir zaman.
Alhamdulillah, Atas Izin ALLAH SWT, atas Rahmat dan Hidayah-NYA
penyusun dapat melaksanakan Tugas Proposal Skripsi selesai dengan baik dan
tepat pada waktunya. Pada saat pelaksanaan Penelitian,banyak Hikmah, Pelajaran,
Dukungan moril, Bantuan materi maupun non-materi, Kesempatan dari berbagai
pihak yang penyusun terima. Oleh karena itu, semoga ALLAH SWT membalas
semua kebaikan pihak-pihak tersebut atas apa yang penyusun terima.

Dalam kesempatan ini, penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada :


1. Bapak Dr. H. Agus Solehudin, ST., MT selaku Ketua Sekolah Tinggi
Teknologi Wastukancana Purwakarta.
2. Bapak Indra Gumelar S.Si, MT selaku Ketua Program Studi Teknik
Industri STT Wastukancana Purwakarta.
3. Bapak M. Ali Akbar ST, MM selaku Dosen di Program Studi Teknik
Industri STT Wastukancana Purwakarta.
4. Seluruh karyawan staf PT Indorama Polychem Indonesia. Terima kasih
banyak atas segala bimbingan dan dukungan yang telah diberikan kepada
penulis baik moral maupun spiritual.
5. Rekan – rekan yang selalu memberikan dukungan untuk menyelesaikan
laporan proposal skripsi ini.
6. Semua pihak yang tidak bisa di sebutkan satu persatu yang telah
memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis, semoga Allah SWT
membalas semua kebaikan kalian.

Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna dan
masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penyusun menghaturkan

iii
permohonan maaf jika terdapat kesalahan dalam laporan ini dan penyusun terbuka
terhadap kritik dan saran yang akan membantu penyusun untuk menjadi lebih
baik di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat dan
dapat menambah pengetahuan khususnya bagi penyusun dan bagi yang membaca
laporan ini pada umumnya.
Wassalammu‟alaikum, Wr. Wb.

Purwakarta, 18 Oktober 2018

Hormat Saya

Mursidin

iv
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..................................................................................................................


KATA PENGANTAR .....................................................................................................
HALAMAN JUDUL .......................................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................................
DAFTAR ISI ...................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ...............................................................................................
1.3 Batasan Masalah ..................................................................................................
1.4 Tujuan Penelitian .................................................................................................
1.5 Manfaat Penelitian ...............................................................................................
1.6 Sistematika Penulisan ..........................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .....................................................................................
A. Landasan Teori ..........................................................................................................
2.1 Efektivitas ...........................................................................................................
2.2 Produktivitas .......................................................................................................
2.3 Efisiensi ..............................................................................................................
2.4 Overall Equipment Effectiveness (OEE) ............................................................
2.5 Availability .........................................................................................................
2.6 Performance Efficiency ......................................................................................
2.7 Quality Efficiency...............................................................................................
2.8 Enam Kerugian Utama (SIX BIG LOSSES) ......................................................
B. Kerangka Berpikir .....................................................................................................
C. Hipotesis ...................................................................................................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................................
A. Jenis Penelitian .........................................................................................................
B. Populasi dan Sample ..................................................................................................

v
C. Lokasi dan Waktu Penelitian .....................................................................................
D. Variabel......................................................................................................................
E. Definisi Operasional..................................................................................................
F. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................................
G. Instrumen Penelitian ..................................................................................................
H. Teknik Pengolahan Data ............................................................................................
I. Metode Analisis Data ..................................................................................................
J. Keterbatasan ..............................................................................................................

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Dalam era globalisasi, banyak perusahaan yang mengalami perkembangan


teknologi dan informasi. Untuk dapat bertahan, perusahaan harus mampu
menerapkan kebijakan tertentu yang sesuai dengan perkembangan sehingga
mampu bersaing dan tetap memberikan pelayanan yang memuaskan kepada
konsumen. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh divisi produksi adalah
bagaimana melaksanakan proses produksi seefisien dan seefektif mungkin agar
tingkat volume Waste produksi tidak terlalu tinggi agar perusahaan tidak rugi,
serta fungsi pemeliharaan bukanlah suatu pemborosan tetapi merupakan suatu
investasi dalam sistem manufaktur yang maju.

PT.Indorama Polychem Indonesia adalah salah satu produsen petrokimia


terkemuka di dunia dan produsen global terkemuka benang wol. PT. Indorama
Polychem Indonesia memiliki kapasitas 300,000 ton per tahun, yang terdiri dari
PET (Polyethylene Terephthalate) dan serat buatan polyester dengan
menggunakan teknologi dari Jerman dan Jepang. Proses produksi dapat di artikan
sebagai salah satu cara untuk melakukan kegiatan transformasi bahan mentah
atau setengah jadi menjadi produk yang mempunyai nilai kegunaan yang lebih
tinggi. Ruang lingkup ini berisi hasil pengamatan tentang proses produksi yang
terjadi pada pembuatan serat buatan stapel fiber pada proses pabrikasinya.

Tahapan proses produksi serat buatan terbagi menjadi beberapa tahapan


yaitu : proses polimerisasi, proses spinning dan proses fiber line, bahan baku
utamanya yaitu PTA (Purified Terephthalic Acid) dan MEG (Mono Etilena
Glycol). Pada proses spinning adalah proses pertama setelah bahan baku di
lakukan proses polimerisasi untuk pembuatan serat fiber, Di sini polymer yang
masuk dari departemen poly di proses menjadi benang-benang yang selanjutnya
akan di proses di fiber line untuk di jadikan fiber.

1
Pada proses spinning terdapat mesin – mesin diantaranya mesin Gear pump
(lantai 3), mesin Draw Off (lantai 2), dan mesin CTR (lantai 1) yang
menghasilkan produksi UDY (Undrawn Yarn) atau juga serat kapas.
Tujuan penelitian ini tersebut di lakukan untuk memperoleh akar penyebab
masalah proses produksi pada perusahaan, terhadap tingginya angka Waste yang
menjadi masalah, dengan mengukur nilai Overal Equipment Effectiveness (OEE)
Dari data yang saya ambil di perusahaan selama 3 bulan yaitu bulan Juni,
July, dan Agustus terdapat masalah kenaikan tingkat lost time, setelah dihitung
selama 3 bulan tersebut, maka pada penelitian ini yang dilakukan di PT Indorama
Polychem Indonesia mengambil judul “ANALISIS PROSES PRODUKSI
UDY (UNDRAWN YARN) PADA MESIN SPINNING DENGAN
MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT
EFFECTIVENESS (OEE) PT INDORAMA POLYCHEMICAL
INDONESIA”

1.1 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang dirumuskan masalah yang dihadapi PT


Indorama Polychem Indonesia di departemen PSF khusunya Spinning adalah :
1. Apa saja tingkat efektivitas pada mesin Spinning di PT Indorama
Polychem Indonesia departemen PSF jika dihitung dengan menggunakan
metode Overall Equipment Effectivness (OEE) ?
2. Faktor apa saja yang menyebabkan masalah pada proses UDY (Undrawn
Yarn) di PT Indorama Polychemical Indonesia ?
3. Bagaimana cara untuk menekan Waste pada proses UDY (Undrawn
Yarn) dengan menggunakan metode Overal Equipment Effectiveness
(OEE) ?
1.3 BATASAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang , maka penulis membuat batasan-batasan
masalah sebagai berikut :
1. Hanya dilakukan pada proses spinning.
2. Tidak menganalisa proses supply barang / material.
3. Tidak membahas perhitungan biaya produksi

2
1.4 TUJUAN PENELITIAN
Maksud dan tujuan kerja praktek ini adalah:

1. Mengetahui permasalahan dalam proses produksi UDY (Undrawn


Yarn).
2. Mengetahui faktor penyebab permasalahan pada proses produksi UDY
(Undrawn Yarn).
3. Melakukan analisis dengan menggunakan metode Overal Equipment
Effectiveness (OEE).

1.5 MANFAAT PENELITIAN


2. Bagi mahasiswa, dapat secara langsung mengetahui bagaimana cara
pemecahan masalah yang menekan Waste tinggi jika di hitung dengan
menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di
perusahaan khususnya di departement Spinning.
3. Bagi perguruan tinggi, mengetahui faktor penyebab permasalahan pada
proses produksi UDY (Undrawn Yarn) serta menjalin kerja sama antara
universitas dan perusahaan sehingga universitas di kenal di dunia
industri.
4. Bagi perusahaan, adanya masukan yang bermanfaat dengan mengetahui
permasalahan dalam proses produksi UDY (Undrawn Yarn) untuk
meningkatkan produktivitas perusahaan sesuai dengan hasil pengamatan
yang dilakukan mahasiswa selama kerja praktek.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Agar memudahkan dalam memahami penelitian dan penulisan laporan
kerja praktek ini maka dibuat sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan berbagai hal mengenai latar belakang, rumusan masalah,
tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Uraian bab ini dimaksudkan untuk menjelaskan latar belakang penelitian
sehingga dapat memberi masukan sesuai dengan tujuan penelitian dengan
batasan-batasan masalah yang ada.

3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang referensi pustaka yang mendukung dan terkait langsung
dengan penelitian, yang diperoleh melalui buku, jurnal penelitian maupun sumber
literatur lain. Pada bab ini juga dielaborasikan hasil-hasil penelitian terdahulu
yang berkaitan dengan masalah yang dikaji oleh penulis dalam penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisi tentang langkah-langkah terstruktur dan sistematis yang dilakukan
dalam penelitian. Langkah-langkah (tahapan tersebut disajikan dalam bentuk
diagram alir yang disertai dengan penjelasan singkat.

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan metode


rasional, uraian lengkap mengenai pembuatan alat bantu pedal kaki melalui
pengumpulan dan pengolahan data anthropometri, pengumpulan dan pengolahan
data waktu siklus (sebelum dan setelah penggunaan alat bantu pedal kaki), serta
analisis dan interpretasi hasil penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan
saran perbaikan yang perlu dilakukan pada objek penelitian.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

2.1 Efektivitas

Menurut Handoko (2001:7) mengatakan bahwa ”efektivitas merupakan


kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.” Selanjutnya Druckes (Handoko, 2001:7) menyebutkan bahwa
”efektivitas adalah melakukan pekerjaan dengan benar.” Selanjutnya Stoner
(Tangkilisan, 2005:138) menekankan efektivitas adalah kunci dari kesuksesan
suatu organisasi.
Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Miller (Tangkilisan,
2005:138) bahwa ”efektivitas dimaksud sebagai tingkat seberapa jauh suatu
sistem sosial mencapai tujuannya. Selanjutnya pendapat Ivancevich, dkk
(2006:23) menyebutkan bahwa ”kriteria dari efektivitas adalah apakah organisasi
tersebut bertahan dalam lingkungannya.
Menurut Steers (1985:206) menyebutkan bahwa secara umum dikemukakan
bahwa efektivitas itu sendiri paling baik dapat dimengerti jika dilihat dari sudut
sejauh mana organisasi berhasil mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya
dalam usahanya mengejar tujuan operasi dan tujuan operasional.”
Selanjutnya Soekarno (1986:42) mengatakan bahwa efektivitas adalah
”Pencapaian tujuan atau hasil yang dikehendaki tanpa menghiraukan faktor -
faktor tenaga, waktu, biaya, pikiran yang telah dikeluarkan atau digunakan.”.
Argis (Tangkilisan, 2005:139) mengatakan bahwa efektivitas adalah
keseimbangan atau pendekatan secara optimal pada pencapaian tujuan,
kemampuan,dan pemanfaatan tenaga manusia.
Tolak ukur efektivitas menurut Sharma dalam Tangkilisan (2005:140) ada
beberapa kriteria atau ukuran efektivitas organisasi yang menyangkut faktor
internal organisasi dan faktor eksternal organisasi, yaitu sebagai berikut :
1. Produktivitas organisasi atau output.

5
2. Efektivitas organisasi dalam bentuk keberhasilannya menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan di dalam dan di luar organisasi.
3. Tidak adanya ketegangan di dalam organisasi atau hambatan–hambatan
konflik diantara bagian - bagian organisasi.

2.2 Produktivitas
Produktivitas merupakan perbandingan antara output dengan input
perusahaan, industri dan ekonomi secara keseluruhan. Produktivitas kerja menurut
Hasibuan (2007) adalah perbandingan antara output dengan input, di mana
outputnya harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaan yang lebih baik.
Sedangkan menurut T. Hani Handoko (2000) produktivitas adalah hubungan
antara masukan-masukan dan keluaran-keluaran suatu sistem produktif. Dalam
setiap usaha baik usaha perorangan, usaha segolongan warga negara maupun
masyarakat selalu ada kecenderungan untuk meningkatkan produktivitas
karyawan walaupun motivasi pendorong peningkatan produktivitas kerja berbeda-
beda antar perusahaan tersebut.

Dari beberapa pernyataan di atas dapat diketahui bahwa produktivitas


merupakan perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan pengorbanan yang
telah diberikan. Pengorbanan itu bukan hanya tenaga kerja tetapi faktor produksi
lainnya, antara lain modal dan keahlian. Produktivitas yang rendah akan
menimbulkan in-efesiensi dalam penggunaan tenaga kerja yang sekaligus
merupakan pemborosan bagi suatu perusahaan. Oleh sebab itu peranan karyawan
dan pimpinan sangat menentukan produktivitas suatu perusahaan dalam mencapai
tujuannya.

2.3 Efisiensi
Efisiensi adalah rasio antara output terhadap input atau jumlah output per
unit dibandingkan input (Halim,2000). Pusat pertanggung jawaban A lebih efisien
dari B jika menggunakan input yang lebih sedikit dibandingkan dengan B,
sedangkan output yang dihasilkan sama, atau memperoleh hasil yang lebih besar
sedangkan input yang digunakan sama. Di beberapa pusat pertanggungjawaban,
ukuran efisiensi bisa dikembangkan dengan menghubungkan antara biaya yang
sesungguhnya dengan biaya standar yang telah ditetapkan sebelumnya (misalnya

6
anggaran). Ukuran seperti ini bisa menjadi bermanfaat tetapi, ia bukan merupakan
ukuran yang sempurna karena beberapa alasan berikut :
1. Biaya yang dicatat tidak merupakan ukuran yang persis terhadap sumber
daya yang digunakan.
2. Ukuran standar hanyalah merupakan ukuran ideal yang seharusnya
dicapai.

2.4 Overall Equipment Effectiveness (OEE)


Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan produk dari six big
losses pada mesin/peralatan. Keenam faktor dalam six big losses seperti telah
dijelaskan di atas, dapat dikelompokkan menjadi tiga komponen utama dalam
OEE.
Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan ukuran menyeluruh
yang mengindikasikan tingkat produktivitas mesin/peralatan dan kinerjanya secara
teori. Pengukuran ini sangat penting untuk mengetahui area mana yang perlu
untuk ditingkatkan produktivitas ataupun efisiensi mesin/peralatan dan juga dapat
menunjukkan area bottleneck yang terdapat pada lintasan produksi. OEE juga
merupakan alat ukur untuk mengevaluasi dan memberikan cara yang dapat untuk
menjamin peningkatan produktivitas penggunaan mesin/peralatan.
Kondisi operasi mesin/peralatan produksi tidak akan akurat ditunjukkan jika
hanya didasarkan pada perhitungan satu faktor saja, misalnya performance
efficiency saja. Dari enam faktor pada six big losses baru minor stoppages saja
yang dihitung pada performance efficiency mesin/peralatan. Rugi-rugi lainnya
belum dihitung. Keenam faktor dalam six big losses harus diikuti dalam
perhitungan OEE, kemudian kondisi aktual dari mesin/peralatan dapat dilihat
secara akurat.
Formula matematis dari Overall Equipment Effectiveness (OEE)
dirumuskan sebagai berikut :
𝑂𝐸𝐸 = 𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑥 𝑃𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 𝑥 𝑄𝑢𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑥 100%

Keenam faktor adalah six big losses harus diikutkan sertakan dalam
perhitungan OEE, kemudian kondisi aktualnya dari mesin atau peralatan dapat

7
dilihat secara akurat. Adapun standar dari JIPM ( Japan Institute of Plant
Maintenance ) untuk TPM Indeks yang ideal adalah sebagai berikut :

 Ketersediaan/availability (AV) ≥ 90%.


 Efektivitas produksi/Performance Efficiency (PE) ≥ 95%.
 Tingkat Kualitas/Rate of Quality product (RQ) ≥ 99%.
 Efektivitas keseluruhan peralatan dan mesin/Overall Equipment
Effectiveness (OEE) ≥ 85%.

2.5 Availability
Availability (ketersediaan) mesin/peralatan merupakan perbandingan antara
waktu operasi (operation time) terhadapa waktu persiapan (loding time) dari suatu
mesin/peralatan. Sehingga untuk melakukan perhitungan Availability diperlukan.
Boris dikutip Badik Yuda Asgara (2014):

a. Waktu operasi (operation time).


b. Waktu persiapan (loding time).
c. Waktu tidak bekerja (downtime).

Maka Availability dapat dihitung sebagai berikut :

𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒
𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 = 𝑥 100%
𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒

𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 − 𝐷𝑜𝑤𝑛𝑡𝑖𝑚𝑒


𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 = 𝑥 100%
𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒

Dimana loading time adalah waktu yang tersedia (total Availability time)
perhari atau perbulan yang dikurangi dengan dengan downtime mesin/peralatan
yang direncanakan (planned downtime).

𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑣𝑎𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑇𝑖𝑚𝑒 − 𝑃𝑙𝑎𝑛𝑛𝑒𝑑 𝐷𝑜𝑤𝑛𝑡𝑖𝑚𝑒

Dimana planned downtime adalah jumlah downtime yang direncanakan


dalam rencana produksi, termasuk di dalamnya terdapat downtime mesin/peralatan
untuk perawatan.

8
2.6 Performance Efficiency
Performance efficiency adalah tolak ukur dari efisiensi suatu kinerja mesin
menjalankan proses produksi. Performance efficiency merupakan hasil perkalian
dari operating speed rate dengan net operating speed. Rumusnya sebagai berikut :

𝑃𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 = 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑆𝑝𝑒𝑒𝑑 𝑟𝑎𝑡𝑒 𝑥 𝑁𝑒𝑡 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑆𝑝𝑒𝑒𝑑

 Dimana operating speed adalah perbandingan kecepatan idel mesin sebenarnya


(theoretichal cycle time). dengan kecepatan aktual mesin (actual cycle time).

𝐼𝑑𝑒𝑎𝑙 𝐶𝑦𝑐𝑙𝑒 𝑇𝑖𝑚𝑒


𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑆𝑝𝑒𝑒𝑑 𝑅𝑎𝑡𝑒 =
𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝐶𝑦𝑐𝑙𝑒 𝑇𝑖𝑚𝑒

 Lalu net operating speed adalah perbandingan jumlah produk yang diproses
dengan waktu operasi (operation time), dikalikan dengan kecepatan aktual mesin
(actual cycle time).

𝑁𝑒𝑡 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑆𝑝𝑒𝑒𝑑


𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑒𝑑 𝐴𝑚𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑥 𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝐶𝑦𝑐𝑙𝑒 𝑇𝑖𝑚𝑒
= 𝑥 100%
𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

Net operating speed berguna untuk menghitung menurunnya kecepatan


produksi. Tiga faktor yang penting untuk menghitung Performance efficiency
adalah :
a. Ideal cycle time (Waktu siklus ideal/waktu standar).
b. Processed amount (Jumlah produk yang diproses).
c. Operation time (waktu proses mesin).

Maka Performance efficiency dapat dihitung sebagai berikut :

𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑒𝑑 𝐴𝑚𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑥 𝐼𝑑𝑒𝑎𝑙 𝐶𝑦𝑐𝑙𝑒 𝑇𝑖𝑚𝑒


𝑃𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 = 𝑥 100%
𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

9
2.7 Quality Efficiency
Quality efficlency adalah perbandingan jumlah produk yang baik terhadap
jumlah produk yang diproses. Jadi Quality efficiency merupakan hasil perhitungan
dengan faktor berikut : (Borris dikutip Badik Yuda Asgara, 2014)
a. Processed amount.
b. Defect amount.

Maka dapat diketahui rumusnya sebagai berikut :

𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑒𝑑 𝐴𝑚𝑜𝑢𝑡 − 𝐷𝑒𝑓𝑒𝑐𝑡 𝐴𝑚𝑜𝑢𝑛𝑡


𝑄𝑢𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 = 𝑥100%
𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑒𝑑 𝐴𝑚𝑜𝑢𝑛𝑡

2.8 Enam Kerugian Utama (Six Big Losses)


Tujuan dari perhitungan six big losses ini adalah untuk mengetahui nilai
efektivitas keseluruhan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Dari nilai OEE
ini dapat diambil langkah-langkah untuk memperbaiki atau mempertahankan nilai
tersebut. Keenam kerugian tersebut dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Downtime (Penurunan Waktu)
 Equipment Failure/Breakdown (Kerugian karena kerusakan
peralatan).
 Set-up and Adjusment (Kerugian karena pemasangan dan penyetelan).
2. Speed Losses (Penurunan kecepatan)
 Idling and Minor Stoppages (Kerugian karena beroperasi tanpa beban
maupun berhenti sesaat).
 Reduced Speed (Kerugian karena penurunan kecepatan produki).
3. Defects (Cacat)
 Process Defects (Kerugian karena produk cacat maupun karena kerja
produk diproses ulang).
 Reduced Yield Losses (Kerugian pada awal waktu produksi hingga
mencapai waktu produksi yang stabil)

Diagram pareto adalah diagram yang dikembangkan oleh seorang ahli


ekonomi yang berasal dari Italian bernama Vilfredo Pareto pada abad ke 19

10
(1993). Diagram pareto digunakan untuk memperbandingkan berbagai kategori
kejadian yang disusun menurut ukurannya, dari yang paling besar di sebelah kiri
ke yang paling kecil berada di sebelah kanan. Susunan tersebut akan membantu
kita untuk menentukan pentingnya atau prioritas kategori kejadian-kejadian atau
sebab-sebab kejadian yang dikaji atau untuk mengetahui masalah utama dalam
prosesnya. Dengan bantuan diagram pareto, kegiatan akan lebih efektif dengan
memusatkan perhatian pada sebab-sebab yang mempunyai dampak yang paling
besar terhadap kejadian daripada meninjau berbagai sebab pada suatu ketika
(Nasution, 2005).
Berbagai diagram pareto dapat digambarkan dengan menggunakan data
yang sama, tetapi digambarkan secara berlainan. Dengan cara menunjukkan data
menurut frekuensi terjadinya, menurut biaya, waktu terjadinya, dapat diungkapkan
berbagai prioritas penanganannya bergantung pada kebutuhan spesifik.
Kegunaan diagram pareto ialah untuk menemukan atau mengetahui
prioritas utama dari masalah yang dihadapi dan merupakan kunci dalam
penyelesaian masalah yang dihadapi dan perbandingan terhadap keseluruhan.
Kegunaan diagram pareto adalah :
1. Menunjukkan prioritas sebab-sebab kejadian atau persoalan yang perlu
ditangani.
2. Diagram pareto dapat membantu untuk memusatkan perhatian pada persoalan
utama yang harus ditangani dalam upaya perbaikan.
3. Menunjukkan hasil upaya perbaikan dan menyusun data menjadi informasi yang
berguna.

11
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian adalah gambaran proses yang saling berkaitan, yang


dimulai dari rumusan masalah sampai dengan kesimpulan yang dapat diambil dari
peneliaian yang dilakukan. Pada bab ini diuraikan secara sistematis mengenai
langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian, kemudian dipetakan dalam
bentuk diagram alir.

A. JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat didefinisikan dalam
sebuah bagan yang berisi langkah-langkah berikut ini:

B. POPULASI DAN SAMPLE


Populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah produk UDY, UDY
adalah hasil dari output produk yang berasal dari proses polymerisasi yang diubah
menjadi serat filament, kemudian serat filament tersebut diubah oleh mesin
drawoff unit menjadi produk UDY.

C. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


Lokasi penelitian dilakukan di department PSF Spining PT. Indorama
Polychem Indonesia yang terletak di jalan industri , desa sampih, ubrug-Jatiluhur-
Purwakarta. Adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama dua bulan, yaitu
dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2018.

D. VARIABEL

12
Variable yang diteliti dalam penelitian ini mengenai produksi serat buatan
yaitu produk UDY. Dimana diharapkan produk yang optimal untuk memenuhi
kenutuhan pelanggan dalam batas waktu yang ditentukan.

E. DEFINISI OPERASIONAL
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah produktivitas mesin
dalam menghasilkan produk UDY, yang dimana diolah dengan menggunakan
metode Overall Equipment Effectivness (OEE) dimana diharapkan mesin dapat
beroperasi dengan maksimal sehingga dapat menghasilkan produk UDY yang
berkualitas.

F. TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara terjun
langsung ke area lapangan dimana data diambil secara actual dan signifikan.

G. INSTRUMEN PENELITIAN
Alat ukur dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode
Overall Equipment Effectivness (OEE)untuk mengolah data yang telah didapat
secara actual, sehingga data yang telah didapat bias diketahui hasil nilai
Cavability dan produktivitasnya.

H. TEKNIK PENGOLAHAN DATA

Pengolahan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode


Overall Equipment Effectivness (OEE).

I. METODE ANALISIS DATA


Data yang telah didapatkan kemudian diolah dan di uji dengan
menggunakan metode Overall Equipment Effectivness (OEE). Yang kemudian

13
hasil dari pengolahan data tersebut bisa didapatkan hasil yang optimal yang
selanjutnya dari hasil pengolahan data tersebut bisa kita ambil untuk menentukan
kesimpulan penelitian yang kita lakukan.

J. KETERBATASAN
Keterbatasan dalam penelitian yang dilakukan adalah dimana data yang
diperoleh dari perusahaan kurang optimal dimana data asli yang bersifat privasi
tidak mungkin didapatkan, sehingga penulis hanya mengolah data yang ada
semaksimal mungkin.

14
15

Anda mungkin juga menyukai