Anda di halaman 1dari 6

Pencemaran Air

Pencemaran air karena limbah industri

Limbah industri atau yang sering disebut dari limbah yang dihasilkan oleh aktivitas pabrik biasanya
mengandung komponen-komponen yang cukup berbahaya seperti logam berat yang proses
penanganan pembuangannya seringkali mengalirkan ke aliran sungai tanpa memperhatikan efek
yang akan ditimbulkan di kemudian hari. Padahal hal seperti itu akan menyebabkan sungai menjadi
tercemar dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya. Yang termasuk ke
dalam logam berat yang dihasilkan oleh limbah industri yakni seperti raksa, timbal, dan juga
kadmium. Ketiga logam berat tersebut sangatlah mempunyai dambak yang berbahaya bagi manusia.

Pencemaran air karena Limbah Pertanian

Pada saat menggunakan pupuk buatan dengan kadar yang berlebihan pada suatu lahan pertanian,
tentunya akan dapat mempengaruhi kesuburan yang terjadi pada suatu ekosistem perairan yang
berada di ruang lingkup kolam, danau, waduk dan juga sungai. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Karena tidak semua pupuk tersebut diserap secara sempurna oleh tumbuhan dan sebagian dari
pupuk aka

Limbah Rumah Tangga


Rumah tangga merupakan penyumbang pencemaran lingkungan yang persentase cukup besar.
Pasalnya sampah yang dihasilkan dari rumah tangga setiap hari akan ada secara terus menerus.
Jenis sampah dari rumah tangga yang menyumbang pencemaran lingkungan dan sulit untuk
dikendalikan adalah plastik. Sampah palstik pun memiliki sifat yang sulit untuk diuraikan karena
membutuhkan waktu yang sangat lama dalam proses penguraiannya. Jadi hal yang sebaiknya
dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik agar pencemaran lingkungan dapat dikendalikan.
(baca juga : metabolisme karbohidrat)

Pencemaran Tanah
1.Pencemaran Tanah Oleh Limbah Padat

Limbah padat merupakan limbah buangan yang berasal dari industri pabrik yang berupa bubur,
padatan, atau lumpur dari hasil pengolahan pabrik tersebut. Misalnya saja limbah dari pabrik gula,
rayon, kertas, pengawet buah, daging, ikan, dan yang lainnya.
2. Pencemaran Tanah Oleh Limbah Cair

Limbah cair merupakan limbah buangan dari industri yang bentuknya berupa cairan. Contoh limbah
cair ini adalah seperti sisa dari pengolahan limbah logan ataupun limbah kimia. Limbah yang
bentuknya cair ini sangat berbahaya sekali terutama jika limbah tersebut mengandung berbagai
bahan kimia yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia.
3. Pencemaran Tanah Oleh Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang tidak bisa mengalami penguraian yang dilakukan oleh
mikroorganisme lainnya seperti bakteri dan jamur. Contoh dari limbah anorganik ini adalah kaleng
bekas, botol bekas, kantong plastik dan yang lainnya.
Limbah anorganik ini membutuhkan tindakan khusus supaya tidak membuat kerugian pada tanah
dan juga makhluk hidup yang lainnya. Hal ini dikarenakan limbah ini dapat mencemari tanah dan
dapat merusak struktur tanah.
4. Pencemaran Tanah Oleh Limbah Organik

Limbah organik adalah kebalikan dari limbah anorganik, yakni limbah ini dapat terurai oleh bakteri
atau jamur sehingga tidak begitu berbahaya bagi tanah itu sendiri. Contoh dari limbah organik ini
adalah oli, cat, sampah rumah tangga, daun kering, dan yang lainnya.
Meskipun limbah organik ini tidak begitu berbahaya untuk tanah, namun perlu kita ingat bahwa jika
terlalu banyak limbah organik ini dalam tanah maka penguraiannyapun akan semakin lama dan hal
ini bisa membuat pertumbuhan pada tanaman menjadi terganggu.
5. Pencemaran Tanah Oleh Limbah Industri

Limbah industri ini berasal dari perumahan atau pabrik-pabrik domestik. Limbah ini biasanya lebih
banyak berasal dari perhotelan, rumah makan, pasar, tempat wisata, instansi pemerintahan, dan
yang lainnya. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat ataupun limbah cair.

Polusi Udara
1. Lalu lintas

Di era modern ini kendaraan merupakan kebutuhan yang penting untuk kegiatan sehari-hari kita.
Jika dahulu banyak orang yang masih menggunakan transportasi umum untuk berpergian maka kini
sebagian besar orang memilih untuk membeli kendaraan sendiri seperti mobil dan motor. Dari tahun
ke tahun jumlah kendaraan di Indonesia pun semakin meningkat sehingga menimbulkan kemacetan
di jalan raya seperti yang terjadi di Jakarta dan kota besar lainnya. Tidak hanya berdampak pada
kemacetan namun kendaraan bermesin yang semakin banyak juga dapat menyebabkan terjadinya
peningkatan polusi udara. Kendaraan bermesin biasanya menggunakan bahan bakar diesel atau
bensin untuk menghasilkan energi agar kendaraan dapat beroperasi.

2. Pembangkit listrik

Sebagian pembangkit listrik konvesional masih menggunakan bahan batu bara, gas dan minyak
untuk menghasilkan energi listrik. Seperti pada kendaraan bermesin dalam prakteknya proses
pembakaran pada pembangkit listrik terjadi secara tidak sempurna sehingga menghasilkan gas
berbahaya yang menyebabkan pencemaran udara. Gas berbahaya tersebut adalah Sulfur dioksida,
Nitrogen oksida, Carbon dioksida dan partikulat. Senyawa – senyawa tersebut juga sangat berperan
dalam terjadinya pemanasan global.

3. Letusan gunung berapi

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung berapi sehingga tidak
menutup kemungkinan terjadi bencana alam letusan gunung berapi. Salah satunya adalah letusan
gunung kelud yang terjadi pada tahun lalu. Letusan gunung kelud tersebut merupakan salah satu
letusan gunung berapi yang memberikan dampak letusan gunung berapimenjadi pencemaran udara,
banyak abu vulkanik yang bertaburan dimana-mana. Dalam abu vulkanik tersebut diketahui
mengandung logam seperti timah, tembaga, seng, krom besi dan silika. Gas dan abu vulkanik akibat
letusan gunung tersebut selain menganggu aktifitas sehari – hari juga dapat menganggu kesehatan
pernafasan kita.
4. Industri atau pabrik

Di era modern ini banyak sekali pabrik atau industri yang berdiri di setiap sudut kota. Cerobong –
cerobong asap pabrik berdiri kokoh mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya. Beberapa
industri menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, diantaranya adalah industi pembuatan
plastik, semen, alumunium, baja dan industri kimia sejenisnya. Karbon monoksida, Hidokarbon dan
senyawa organik merupakan polutan yang biasa dihasilkan oleh pabrik yang akan
mempercepat proses terjadinya efek rumah kaca.

5. Pertanian

Di zaman sekarang ini agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan sehat perlu diberikan pupuk
dan obat anti hama seperti insektisida dan pestisida. Akan tetapi penggunaan bahan-bahan tersebut
memiliki dampak yang tak baik bagi lingkungan. Pada insektisida, pestisida dan pupuk pertanian di
dalamnya mengandung amonia atau NH3 yang sangat berbahaya bagi atmosfer. Dan tidak hanya
menimbulkan pencemaran udara saja amonia tersebut juga dapat menyebabkan polusi air. Amonia
ini memiliki pengaruh tidak baik baik bagi kesehatan, salah satu penyakit yang ditimbulkan karena
amonia adalah bronkitis.

Pulusi Suara

1. Industrialisasi:
Sebagian besar industri menggunakan mesin-mesin besar yang mampu menghasilkan
sejumlah besar kebisingan. Selain itu, berbagai peralatan seperti kompresor, generator, kipas
angin, grinding pabrik juga berpartisipasi dalam memproduksi suara besar. Pekerja Oleh
karena itu, Anda harus telah melihat di pabrik-pabrik dan industri memakai sangkutan
telinga untuk meminimalkan efek dari noise.

2. . Buruk Perencanaan Kota:

Di sebagian besar negara berkembang,


perencanaan kota yang buruk juga memainkan peran penting. Rumah padat, keluarga besar
berbagi ruang kecil, berebut parkir, sering perkelahian atas fasilitas-fasilitas pokok
menyebabkan polusi suara yang dapat mengganggu lingkungan masyarakat.

3. Sosial Events:

Kebisingan pada puncaknya di sebagian besar kegiatan sosial. Apakah itu pernikahan, pesta,
pub, disk atau tempat ibadah, orang-orang biasanya mencemoohkan aturan yang ditetapkan
oleh pemerintah daerah dan menciptakan gangguan di daerah.