0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
363 tayangan7 halaman

Sejarah Motor Honda di Indonesia

Dokumen tersebut merangkum sejarah motor sport Honda di Indonesia, dimulai dari model S90 pada tahun 1970an hingga GL Pro Neo Tech pada akhir 1990an. Beberapa motor populer yang diproduksi termasuk CB100, CB125, GL100, GL Pro, dan Win 100. Honda mendominasi pasar sepeda motor Indonesia selama dekade tersebut dengan menghadirkan berbagai pilihan bermesin kecil hingga menengah.

Diunggah oleh

Sutris
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
363 tayangan7 halaman

Sejarah Motor Honda di Indonesia

Dokumen tersebut merangkum sejarah motor sport Honda di Indonesia, dimulai dari model S90 pada tahun 1970an hingga GL Pro Neo Tech pada akhir 1990an. Beberapa motor populer yang diproduksi termasuk CB100, CB125, GL100, GL Pro, dan Win 100. Honda mendominasi pasar sepeda motor Indonesia selama dekade tersebut dengan menghadirkan berbagai pilihan bermesin kecil hingga menengah.

Diunggah oleh

Sutris
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sejarah Motor (Sport Jantan) Honda di Indonesia

H
onda mengeluarkan S90 dengan 4 warna : putih, hitam, biru candy, dan merah
(awalnya merah scarlet kemudian menjadi merah candy). Sebelum 1968
mempunyai fender/ spakbor bercat silver tapi setelah 1968 menjadi krom.
Sebelum 1968 berwarna non-metalic tapi setelah Maret 1968 berwarna candy.
Mesinnya single silinder 89cc dengan kopling manual 4 kecepatan. Ada yang mengatakan
bahwa tipe ini pertama kali masuk Indonesia diimpor dari Jepang dalam bentuk semi knock-
down pada tahun 1970. Dilanjutkan dengan hadirnya 90Z yang masih memiliki bentuk dan
mesin yang sama dengan S90.

Honda 90Z (1969-1970)


Pada tahun 1969, Honda tetap melanjutkan perjalanan Honda S90, tapi hadir dengan nama
yang sedikit berubah, yaitu Honda 90Z dengan nama lengkap sebagai Honda Astra 90Z.
Penampilan Honda 90Z mengalami perubahan dibanding model sebelumnya, bentuk tangki
yang lebih dinamis dengan lapisan logam krom. Mesin tidak mengalami perubahan berarti
dan tetap mengusung mesin 90cc, satu silinder.

Honda Benly S110 (1973-1977)

PT. Federal Motor mendatangkan langsung secara Built Up dari Jepang dan diperkenalkan
ke pasar Indonesia pada tahun 1973. Melanjutkan kejayaan produk Honda sebelumnya,
kehadiran Honda Benly sebenarnya lumayan menarik minat para pengguna sepedamotor di
Indonesia, apalagi dengan kapasitas mesin 110 cc, lebih besar dari produk sebelumnya
yang mengusung kapasitas mesin 100cc. Kapasitas mesin yang lebih besar membuat gerah
para pesaingnya yang masih berkutat di mesin 2-tak. Honda Benly S110, berbasis mesin
sama dengan Honda 90Z, dengan tetap membawa keunggulan penggunaan bensin yang
tetap irit. Honda Benly S110, nyaman dikendarai untuk jarak yang jauh, selain irit bahan
bakar juga mesin yang tahan untuk dipacu menempuh jarak yang jauh.

Honda CB100 (1970-1982)

Honda CB keluar dengan kode produksi CB100-K0, diluncurkan pada tahun 1970. Hadir
dengan model yang lebih menarik dari produk sebelumnya (S90 dan 90Z), bentuk tangki
bulat dan tenaga mesin yang lebih nendang. Sangat menarik minat para pengguna
sepedamotor di Indonesia era 1970-an.Saat ini, walaupun CB100 tergolong motor lawas,
tapi ternyata penggemarnya tetap banyak dan termasuk salah satu sepedamotor klasik yang
sangat diminati para pengguna sepedamotor klasik di Indonesia.
CB100 memiliki banyak varian, dengan kode produksi K0, K1, K2, K3, K4, K5 hingga
varian N. Produksinya dihentikan pada tahun 1982.

Honda CB125 (1971-1984)

Setelah meluncurkan Honda CB100, tahun 1971 Federal Motor


mengeluarkan Honda CB125 dengan penampilan yang sama dengan CB100, tapi kapasitas
mesin lebih besar. Tidak mengherankan pada era 70-an Honda CB125 menjadi favorit
pengguna sepedamotor di Indonesia, karena tenaga mesin terbilang tangguh, termasuk
melahap tanjakan dengan mudahnya, tapi soal keiritan bensin tetap diutamakan.

Honda CB175 (1970)

Pada era 70-an, tepatnya dimulai dari tahun 1969, Honda juga mengeluarkan mesin
berkapasitas besar, yaitu Honda CB175, tapi kalau tidak salah masuk ke Indonesia sekitar
tahun 1970. Mesin yang lumayan besar ternyata kurang diminati pengguna sepedamotor
pada masa itu, karena pengguna sepedamotor lebih memilih sepedamotor dengan
kapasitas kecil, antara 100 dan 125cc. Kecuali bagi pengguna sepedamotor yang menyukai
perjalanan jauh.

Honda CB200 (1972-1974)

Pada tahun 1972, Federal Motor juga pernah mendatangkan CB series bermesin lebih besar
lagi, yaitu Honda CB200. Untuk model yang satu ini memiliki model yang lebih kekar dengan
tangki yang besar, kapasitas bensin yang bisa menampung 11 liter, sehingga mampu
menjelajah perjalanan yang jauh. Tenaga yang besar mampu mengangkat beban berat
mulai menarik perhatian para pengguna sepedamotor di Indonesia. Harga jual yang
termasuk mahal pada masa itu, sehingga penjualan sepedamotor ini pun tidak bisa
menyamai penjualan sepupunya CB100 dan CB125. Berpuluh tahun telah berlalu, justru
saat ini Honda CB200 sangat dicari untuk menjadi barang koleksi "bikers" di Indonesia.
Merupakan kebanggaan istimewa apabila bisa memiliki sepedamotor ini di masa sekarang
ini.

Honda GL100 (1979-1990)

Setelah sukses dengan beberapa produk Honda sebelumnya, pada tahun 1979 Honda
memperkenalkan pendamping CB100, yaitu Honda GL100. Mesin yang digunakan mirip
dengan mesin CB100, tapi begitu mesin dinyalakan terasa perbedaan, suara mesin lebih
halus dan tenaga juga lebih besar. Honda GL100 dan Honda CB100 bagaikan dua saudara
yang hidup berdampingan.mengusung mesin 4-tak. Kemunculan Honda GL100, otomatis
meramaikan persaingan dengan para kompetitor 2-taknya, seperti Suzuki GP100, Binter
GTO dan Yamaha RX100.Honda GL keluaran tahun 1979-1981, tetap bertahan dengan
bentuk awal. Kemudian sejak tahun 1982, mulai mengalami perkembangan setiap tahunnya.

Honda GL125 (1979-1985)

Seiring dengan kemunculan Honda GL100, juga diluncurkan Honda GL125 dengan tenaga
yang lebih besar, kapasitas mesin yang bertambah menjadi 125cc, untuk memenuhi
permintaan konsumen yang mengharapkan tenaga motor yang lebih besar. Walaupun
GL125 termasuk "laris", tapi tidak bisa menyamai pencapaian penjualan GL100. Honda
GL125 hadir dalam beberapa varian dan mampu bertahan lama. Varian terakhirnya adalah
GL125K, yang sudah mengalami perkembangan khususnya pada mesin.
Sebenarnya perjalanan GL series tidak benar-benar dihentikan, tapi tetap dilanjutkan
dengan nama yang berbeda, seperti GL Max (125cc), GL Pro (145cc), GL Pro Neo Tech
(160cc), Honda Tiger (GL200) dan Honda Verza (GL150).

Honda CG110 (1973-1982)

Honda CG110 oleh PT. Federal Motor di Indonesia pertama sekali dihadirkan dalam
keadaan built-up dengan kode K-1. Honda CG memiliki postur rada mirip dengan Honda CB.
Teknologi mesin Honda CG merupakan gebrakan Honda pertama dalam mendesain mesin
4-tak, dengan menerapkan teknologi OHV (Over Head Valve), merupakan teknologi yang
sangat unik dan menarik, yang saat itu belum dikenal oleh produk lain di luar Honda.
Teknologi OHV (Over Head Valve), adalah dimana posisi camshaft terletak di bawah, pada
area blok silinder, sedangkan untuk menggerakkan buka tutup klep diatur oleh rocker arm
yang menggunakan mekanisme dari push road atau batang stik. Teknologi ini sama dengan
teknologi yang diterapkan pada sepeda motor Harley Davidson pada masa itu.

Honda CG125 (1975-1982)

Dua tahun setelah kemunculan Honda CG110, Federal Motor juga menghadirkan CG125
tepatnya pada tahun 1975, juga dalam keadaan built-up. Honda CG125 walaupun tidak
selaris Honda CB100 dalam segi penjualan, tapi lumayan banyak juga yang ber "seliweran"
di jalan-jalan Indonesia. Soal tenaga dan keawetan mesin tidak perlu ditanya lagi karena
Honda CG125 memang terkenal tangguh dan awet soal urusan mesin. Tarikan yang halus
tapi bertenaga, membuat pengendara sangat nyaman ketika mengendarainya.

Honda Win 100 (1984-2005)

Setelah era Honda 90Z dan Benly S110 berakhir, Honda tetap berminat meneruskan gaya
Benly dengan tampilan lebih baru dan menarik, yaitu Honda Win dengan kapasitas mesin
diturunkan menjadi 100cc. Kemunculan Honda Win menarik perhatian pengguna
sepedamotor di Indonesia. Penjualan Honda Win pun laris manis bak kacang goreng pun
membuat Honda semakin kokoh sebagai penguasa pasar sepedamotor di Indonesia. Honda
Win paling banyak dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan atau pekerjaan yang banyak
melalui medan berat. Honda Win berbasis mesin C100 dengan bentuk nyaris "sport jantan"
mampu bertahan selama 21 tahun, yang kemudian dilanjutkan produk Honda lainnya yang
lebih "real" jantan dan bergaya sport.

Honda GL Max 125 (1985-2005)

Pada tahun 1985, Honda memperkenalkan produk Honda GL Max dengan penampilan lebih
kekar dan tenaga yang lebih besar. Tetap mempertahankan tradisi mesin 4-tak dengan
pengapian masih platina. Walaupun pada kemunculan GL Max, para kompetitornya sedang
ramai-ramainya mengeluarkan mesin 2-tak yang berlomba-lomba membuat sepedamotor
kencang. Honda GL Max hadir tidak terlalu mengutamakan kecepatan untuk bersaing
dengan para kompetitor, tapi mengandalkan ketangguhan mesin dan keiritan penggunaan
bahan bakar. Oleh karena itu Honda GL Max mampu dibawa untuk perjalanan jauh sejauh
yang kita mampu tanpa mengalami gangguan mesin.

Honda GL Max memiliki beberapa varian lanjutan, seperti GL Max Black Engine dan tahun
1995 dilanjutkan dengan GL Max Neo Tech 1250 dan produksi dihentikan pada tahun 2005.
Honda GL Pro (White Engine) (1985-1991)

Tahun 1985, gebrakan Honda cukup mengejutkan pasar sepedamotor Indonesia, dengan
menghadirkan Honda GL Pro dengan kapasitas mesin bertambah besar, yaitu 145cc.
Otomatis tenaga yang dikeluarkan pun lebih besar. Penampilan dengan desain lebih
menarik dan kekar dibanding seri GL sebelumnya. Keluarnya GL Pro langsung mendapat
sambutan hangat dari pengguna sepedamotor di Indonesia. Penjualannya pun termasuk
"laris" menyisihkan para kompetitor, menjadikan Honda semakin "berlari" sendiri, nyaris
tanpa saingan menguasai pasar sepedamotor di Indonesia.

Honda GL Pro Black Engine (1992-1994)

Belum puas dengan hadirnya GL Pro sebelumnya yang memiliki ciri khas mesin berwarna
putih silver atau biasa disebut white engine. Honda mendatangkan Honda GL Pro secara
CBU dengan mesin berwarna hitam atau GL Pro Black Engine. Sekilas tidak ada perbedaan
dengan kedua varian GL Pro berkapasitas 145cc ini. Selain mesin yang lebih awet dan
tangguh, GL Pro Black Engine juga jauh lebih bertenaga serta akselerasinya sangat
mengejutkan. Hingga saat ini, GL Pro Black Engine masih menjadi incaran para pengguna
sepedamotor. Bahkan menurut penuturan para "bikers", bahwa Honda GL Pro Black Engine
mampu mengimbangi sepedamotor keluaran tahun 2010-an ke atas, yang berkapasitas
150cc.

Honda GL Pro Neo Tech (1995-1999)

Selanjutnya pada tahun 1995, Honda memperkenalkan Honda GL Pro dengan teknologi
baru, atau lebih dikenal dengan nama GL Pro Neo Tech, masih mengandalkan mesin SOHC
dengan kapasitas mesin 160cc. Menggunakan mesin baru, yang berbeda dengan mesin GL
Pro sebelumnya. Tenaga yang dikeluarkan juga lebih besar dari GL Pro White Engine, tapi
dari penuturan beberapa teman yang pernah memiliki sepedamotor ini, secara kemampuan
masih sedikit di bawah GL Pro Black Engine, apalagi untuk urusan power dan topspeed.
Pada tahun 1999, produksi Honda GL Pro dihentikan.

Honda Tiger 2000 (GL200) (1993-2013)

Memasuki tahun 1993, Honda memperkenalkan versi motor gede, yaitu Honda Tiger 2000
yang berkapasitas mesin 200cc. Hadirnya Tiger 2000 lumayan menarik perhatian pengguna
sepedamotor di Indonesia, karena sebelumnya sepedamotor 4-tak ber cc besar hanya
dikuasai oleh Binter Merzy 200 (produk Kawasaki). Untuk masa itu harga jual termasuk
mahal, tapi langsung diminati banyak pihak. Hanya saja keluhan orang bahwa sepedamotor
ini terlalu berat, jadi terkesan kurang lincah di jalan padat dan jalan kecil. Walau begitu
Honda Tiger berhasil menancapkan kukunya menjadi sepedamotor berkelas, yang menjadi
kebanggaan setiap orang yang mengendarainya.

Honda NSR150 (1994-1998)

Pada tahun 1994, Honda mengejutkan dunia sepedamotor Indonesia, karena sebagaimana
diketahui bahwa Honda selalu mengeluarkan produk mesin 4-tak, tapi pada tahun ini, Honda
mendatangkan Honda NSR150 bermesin 2-tak secara CBU dari Thailand yang pada tahun
berikutnya, dirakit di Indonesia oleh Astra Honda Motor.Pada masa ini sebenarnya Honda
NSR sudah banyak dikenal di Indonesia, karena prestasi yang diraih Honda NSR500 oleh
legenda Michael Doohan dan Valentino Rossi yang menjuarai ajang GP500.
Produk Honda yang sebelumnya diketahui tidak terlalu mengutamakan kecepatan dan
hanya mengandalkan keiritan bensin, tapi kali ini sepertinya Honda bertukar haluan dengan
mengeluarkan sepedamotor 2-tak lewat Honda NSR150, adalah sepedamotor 2-tak
terkencang dengan teknologi yang paling canggih yang ada pada masa itu. Di tahun-tahun
berikutnya Honda NSR150 hadir dengan beberapa varian, dengan embel-embel R, RR dan
SP.

Honda Mega Pro (1999-2014)

Pertengahan tahun 1999, Honda mengeluarkan Honda Mega Pro bergaya sport-touring
berkapasitas mesin 160cc, tetap dengan mesin SOHC 4-tak. Mungkin ini merupakan
kelanjutan dari GL Pro Neo Tech, karena mesin kelihatannya mirip dengan mesin GL Pro
Neo Tech.Pada tahun 2006, varian kedua Honda Mega Pro mengalami perkembangan
terutama pada bentuk yang lebih dinamis dan kemudian pada tahun 2010, hadir dengan
bentuk dan mesin baru dengan nama New Mega Pro berkapasitas mesin 150cc.

Honda Mega Pro terkenal memiliki mesin lumayan handal serta tetap mengutamakan
keawetan mesin dan keiritan bensin. Sehingga sangat cocok digunakan untuk "touring"
perjalanan jauh tanpa mengalami kendala. Kompetitor utama Mega Pro adalah Suzuki
Thunder 125, Yamaha Vixion, dan kemudian menyusul Yamaha Bison.Honda Mega Pro
menjalani perjalanan yang panjang dengan menghadirkan beberapa varian, dan mengalami
perkembangan mesin dan bentuk, hingga terakhir tahun 2014 sudah Fuel Injection.

Varian:

1999-2005: Old Mega Pro

2006-2009: Mega Pro (Primus)

2010-2013: New Mega Pro

2014: Mega Pro FI

Honda CS1 (2008-20013)

Tahun 2008, Honda juga meluncurkan satu motor sport bergenre ayago, yaitu Honda CS1
berkapasitas mesin 125cc dengan bentuk yang futuristic. Sudah dilengkapi dengan radiator,
double cakram, dan monoshock pada bagian belakang, serta sistem digital pada
speedometer, menunjukkan bahwa CS1 termasuk sepedamotor sport yang berteknologi
mapan. Selain itu speedometer CS1 termasuk salah satu speedometer yang paling akurat.
Handling yang nyaman membuat sepedamotor ini enak dibawa rebah waktu sedang
menikung, serta akselerasi dan power yang baik membuat CS1 stabil dibawa ngebut. Model
dan desain Honda CS1 rupanya menjadi tren di negeri China, karena banyak sekali produk
sepedamotor di negeri China seperti Beijing, Yatian, Kavassaki, Sprintco dan masih banyak
lagi, yang mengadopsi desain Honda CS1.

Honda Phantom 200 (2011-)

Honda Phantom ? kalau nggak salah tahun 2010 atau 2011, Astra Honda Motor
mendatangkan Honda Phantom secara CBU dari Thailand ke Indonesia. Sepedamotor yang
menggunakan nama "Hantu" ini bergaya "chopper" yang merupakan barang baru bagi orang
Indonesia.Mesin Phantom yang berkapasitas 200cc, menurut penuturan yang pernah
memiliki Phantom ini, bahwa dalaman mesin mirip dengan Honda Tiger, jadi soal mesin tidak
usah kuatir ketiadaan sparepart, karena bisa menggunakan milik Honda Tiger.

Honda CBR150 (2002-)

Siapa yang tidak kenal Honda CBR ? Hampir seluruh pengguna sepedamotor Indonesia
pasti mengenal Honda CBR, yang merupakan salah satu sepedamotor tercanggih yang
pernah dikeluarkan Honda. Pada tahun 2002 Indonesia dikejutkan oleh Honda yang
mendatangkan Honda CBR150, sebuah mesin gahar yang dalam dunia balap sangat
terkenal, terutama untuk mesin 600, 800 dan 1000cc nya. Sedangkan yang masuk ke
Indonesia adalah dalam bentuk mesin berkapasitas kecil, yaitu 150cc, kemudian disusul
dengan yang 250cc. Honda CBR bermesin DOHC 4-katup, berbeda dengan produk Honda
sebelumnya yang SOHC, kali ini mengeluarkan tenaga super gede, sanggup memuntahkan
tenaga di atas 20 daya kuda, sehingga dengan mudah melindas saingan-saingannya.

Honda Verza (2013-..)

Memasuki tahun 2013, Astra Honda Motor kembali meluncurkan tipe sport-touring, Honda
Verza 150. Dari beberapa sumber dikatakan bahwa Honda Verza merupakan kelanjutan
mesin GL dengan kode GL150. Bentuk yang kokoh dan sporty, langsung menggebrak pasar
sepedamotor Indonesia, dalam waktu singkat menjadi sepedamotor yang populer di
Indonesia. Harga yang tidak terlalu mahal, bentuk kokoh dan gagah, mesin awet serta irit,
mampu dibawa jelajah jarak jauh, sangat menarik minat para pengguna sepedamotor di
Indonesia. Dari komentar beberapa pengguna sepedamotor ini, bahwa Honda Verza
merupakan kombinasi dari Mega Pro Primus, New Mega Pro dan CB150R. Mengusung
mesin SOHC 4-tak 150cc, menunjukkan bahwa Honda Verza juga merupakan sepedamotor
yang bertenaga dan lincah dibawa di keramaian kota.

Honda CB150R Street Fire (2013-..)

Akhir tahun 2013, kembali Honda meluncurkan sport-bike Honda CB150R Street Fire, yang
dalam gebrakan awalnya langsung mendapat sambutan hangat dari pengguna sepedamotor
di Indonesia. Bentuk yang gagah sporty, bermesin DOHC transmisi 6-speed, serta tenaga
yang ganas menggetarkan para kompetitornya yang masih mengandalkan mesin SOHC
transmisi 5-speed. Harga jual Honda CB150R yang agak mahal sepertinya tidak mengurangi
minat orang untuk memiliki sepedamotor ini, sehingga tidak asing kalau melihat
sepedamotor ini banyak "seliweran" di jalan-jalan Indonesia. Hanya saja dengan hadirnya
CB150R ini secara tidak langsung berimbas berkurangnya peminat Honda Mega Pro di
Indonesia. Menurut info yang beredar Honda juga akan mengeluarkan CB150R versi fairing
yang tentunya membuat penampilannya semakin sangar.

Honda CBR250

Produk terkuat Honda di Indonesia, adalah Honda CBR250R, yang sebenarnya pernah
masuk di Indonesia pada tahun 2011, tapi mulai gencar masuk Indonesia sejak tahun 2014.
Honda CBR250RÂ dengan design sport full fairing mengadopsi model ala Honda VFR1200F
dan Honda CBR1000RR. Didukung inovasi teknologi balap modern yang menghasilkan
akselerasi dan power yang galak. Walaupun termasuk sepedamotor yang kencang, tapi
tidak sembarang kencang, karena CBR250Rtetap mengutamakan keiritan bahan bakar,
sehingga selain nyaman dipakai untuk aktifitas sehari-hari juga galak untuk dipakai
berkompetisi di ajang balap.

Honda K45 (CBR150R versi Indonesia)

Menurut kabar, bahwa Astra Honda Motor akan mengeluarkan Honda CBR150 versi
produksi Indonesia atau biasa disebut dengan versi lokal, dengan harga yang lebih
terjangkau, dengan nama Honda K45 (CBR150R versi Indonesia), jadi tidak secara CBU
lagi yang memang sangat mahal. Sayang kami belum mendapatkan pic nya. Mari kita
tunggu penampakannya

Anda mungkin juga menyukai