Anda di halaman 1dari 7

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

“ Menjahit luka /hecting ”

Dosen Pengampu : Suhardono, Skep., Ns., M.kes

Disusun Oleh :

1. Astridh Putri A (11)


2. Nur Alifah (12)
3. Cahya Mei S. (13)
4. Nisa Dwi Arbianti (21)
5. Sevi Tian R. (24)
6. Anita Puspita S. (33)
7. Jihan Putri K. D. (49)
8. M. Aji Taftazani (52)
9. Nurul Faizah (53)

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

PRODI DIII KEPERAWATAN BLORA

2019
SOP MENJAHIT LUKA/HECTING
No Dokumen No Revisi Halaman
... ... ...

STANDAR Tanggal Terbit Disetujui oleh


OPERSIONAL ... ...
PROSEDUR
Pengertian Menjahit luka/hecting proses mendekatkan tepi tepi luka dan
menahannya dengan benang sampai tensile luka tersambung
kembali.
Tujuan 1. Untuk mengoptimalkan pelayanan perawatan luka supaya tidak
terjadi nya infeksi
2. Untuk memercepatkan proses penyembuhan
3. Untuk membuat klien merasa lebih nyaman
4. Mendekatkan tepi luka dan menahannya dengan benang sampai
jaringan yang putus tersebut terhubung kembali

Kebijakan Dilakukan oleh perawat yang terampil.

Petugas Perawat

Peralatan Alat Steril :


1. Nalvoeder, gunting jaringan (1)
2. Pinset anatomi (1)
3. Pinset chirrurge (1)
4. Cup solution/ kom kecil (1)
5. Arteri klem (2),
6. Duk klem (2)
7. Duk lobang (1)
8. Nal hecting cutting dan tapper (qs)
9. Benang catgut dan side
10. Kasa steril

Non steril :
1. Plester
2. Verband Role gs
3. Gunting plester (5)
4. Bengkok (1)
5. Lampu sorot

Obat :
1. Lidocain 2% / compositem (gs)
2. Sofratul (gs)
3. Betadine/povidon
4. ATS injeksi
5. Aquadest steril / Nacl 0,9 %
Instruksi Kerja A. Tahap Prainteraksi
1. Mencuci tangan
2. Menyiapkan alat

B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan sapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
3. Menyakan persetujuan/kesiapan pasien

C. Tahap kerja
1. Menjaga privacy pasien
2. Mempersiapkan penderita dan Pelaksanaan Hecting
3. Pasien ditidurkan dengan nyaman, posisi menyamakan
lokasi luka
4. Melakukan anastesi dengan lidocain pada jaringan yang luka
sampai luka tidak sakit lagi saat dites
5. Membersihkan luka dengan Aquadest / NACL 0,9 % sampai
bersih betul, terakhir dengan betadine kalau perlu lakukan
necrotomi/ debridement
6. Lakukan penjahitan lapis demi lapis di mulai dari lapisan
yang dalam, jika ada perdarahan atasi perdarahannya
7. Setelah penjahitan selesai tutup luka dengan sofratulle,
kemudian tutup dengan kassa steril
8. Berikan ATS pada luka kotor yang dalam > 1 cm
Dosis ATS:
Anak-anak < 14 tahun ½ ampul / 750 Unit IM
9. Berikan HE pada pasien untuk menjaga luka agar
tetap bersih dan kering, obat diminum sesuai aturan /
cara/efeknya, waktu kontrol lagi
10. Alat-alat dibersihkan dan catat pada status pasien

D. Tahap Terminasi
1. Melakuka evaluasi tindakan
2. Berpamitan dengan klien
3. Mencuci tangan
4. Mencatat kegiatan dalam lembr catatatan keperawatan
5. Pasien kontrol setiap 3 hari sekali dan dirumah agar
luka dijaga jangan sampai kena air
6. Jahitan dibuka pada hari ke 5 untuk area kepala dan
wajah, untuk area lain hari ke 7 – 10
Macam-macam Jahitan Luka

Jenis jahitan dalam pembedahan banyak sekali. Dikenal beberapa jahitan sederhana,
yaitu jahitan terputus, jahitan kontinu, dan jahitan intradermal.

1. Jahitan Terputus (Simple Inerrupted Suture)

Terbanyak digunakan karena sederhana dan mudah. Tiap jahitan disimpul sendiri. Dapat
dilakukan pada kulit atau bagian tubuh lain, dan cocok untuk daerah yang banyak bergerak
karena tiap jahitan saling menunjang satu dengan lain. Digunakan juga untuk jahitan situasi.

Cara jahitan terputus dibuat dengan jarak kira-kira 1 cm antar jahitan. Keuntungan jahitan
ini adalah bila benang putus, hanya satu tempat yang terbuka, dan bila terjadi infeksi luka,
cukup dibuka jahitan di tempat yang terinfeksi. Akan tetapi, dibutuhkan waktu lebih lama
untuk mengerjakannya.

Gambar 2. Interrupted over and over suture.


2. Jahitan Matras
a. Jahitan Matras Horizontal

Jahitan dengan melakukan penusukan seperti simpul, sebelum disimpul


dilanjutkan dengan penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan pertama.
Memberikan hasil jahitan yang kuat.

Gambar 3. Interrupted horizontal mattress suture

b. Jahitan Matras Vertikal

Jahitan dengan menjahit secara mendalam di bawah luka kemudian


dilanjutkan dengan menjahit tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan
luka yang cepat karena didekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini.

Gambar 4. Interrupted vertical mattress suture


c. Jahitan Matras Modifikasi
Modifikasi dari matras horizontal tetapi menjahit daerah luka
seberangnya pada daerah subkutannya.

Gambar 5. Interrupted semi-mattress suture

3. Jahitan Kontinu

Simpul hanya pada ujung-ujung jahitan, jadi hanya dua simpul. Bila salah satu
simpul terbuka, maka jahitan akan terbuka seluruhnya. Jahitan ini jarang dipakai untuk
menjahit kulit.
a. Jahitan Jelujur Sederhana (Continous Over and Over)
Jahitan ini sangat sederhana, sama dengan kita menjelujur baju.
Biasanya menghasilkan hasil kosmetik yang baik, tidak disarankan
penggunaannya pada jaringan ikat yang longgar.

Gambar 6. Continuous over and over sutures


b. Jahitan Jelujur Feston (Interlocking Suture)
Jahitan kontinyu dengan mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya,
biasa sering dipakai pada jahitan peritoneum. Merupakan variasi jahitan jelujur
biasa.

Gambar 7. Ford suture pattern

4. Jahitan Intradermal

Memberikan hasil kosmetik yang paling bagus (hanya berupa satu garis saja).
Dilakukan jahitan jelujur pada jaringan lemak tepat di bawah dermis.

Gambar 8. Continuous intracutaneous