Anda di halaman 1dari 21

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., atas rahmat dan
karunia-Nya, Pemerintah dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan bagi siswa SMK.
Buku ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 dan mengacu
kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor 330/D.D5/KEP/KR/2017 tentang Kompetensi Dasar Muatan
Nasional (A), Muatan Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1),
Dasar Program Keahlian (C2), dan Kompetensi Keahlian (C3). Kurikulum
2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi
pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya
melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai
suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut.
Semua pembelajaran dalam buku ini, kami susun secara
komunikatif dan sistematis agar kamu dapat aktif dan kreatif dalam
pembelajaran Teknik Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan Kelas
XI dengan pembelajaran yang menyenangkan.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga
dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa
buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan
kritik sangat kami harapkan.
Akhirnya, dengan rasa hormat buku ini kami persembahkan
kepada Anda agar dapat menjadi sarana penunjang keberhasilan
pembelajaran Teknik Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan Kelas
XI.

Penulis
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
3. Memahami, menerapkan, 3.1 Memahami konsep bisnis
menganalisis, dan konstruksi dan properti
mengevaluasi tentang
3.2 Menerapkan prosedur
pengetahuan faktual,
pemilihan lokasi tempat
konseptual, operasional
properti
dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan 3.3 Menerapkan prosedur
lingkup kerja Bisnis legalitas dalam kepemilikan
Konstruksi dan Properti lokasi
pada tingkat teknis,
3.4 Menerapkan tahapan
spesifik, detil, dan,
pengukuran lokasi
berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, 3.5 Menganalisis data hasil
seni budaya, dan pengukuran
humaniora dalam konteks
pengembangan potensi 3.6 Mengevaluasi data hasil
diri sebagai bagian dari pengukuran untuk
keluarga, sekolah, dunia pembuatan site plan
kerja, wraga masyarakat 3.7 Menerapkan tahapan
nasional, regional, dan pembuatan gambar pra
internasional rencana gedung
3.8 Menerapkan prosedur
perhitungan kekuatan
struktur bangunan gedung
sederhana
3.9 Menerapkan tahapan
pembuatan gambar
dokumen tender
3.10 Menerapkan proses
pembuatan spesifikasi teknis
bahan yang digunakan
3.11 Menerapkan prosedur
perencanaan kebutuhan
tenaga kerja
3.12 Menganalisis Rencana
Anggaran Biaya (RAB)
Bangunan gedung
4. Melaksanakan tugas 4.1 Mempresentasikan konsep
spesifik dengan bisnis konstruksi dan
menggunakan alat, properti
informasi, dan prosedur
4.2 Melaksanakan pemilihan
kerja yang lazim
lokasi tempat properti
dilakukan serta
memecahkan masalah 4.3 Melaksanakan legalitas
sesuai dengan bidang dalam kepemilikan lokasi
kerja Bisnis Kontruksi dan
4.4 Melaksanakan pengukuran
Properti.
lokasi properti yang akan
Menampilkan kinerja di dibangun
bawah bimbingan dengan
4.5 Menyajikan data hasil
mutu dan kuantitas yang
pengukuran
terukur sesuai dengan
standr kompetensi kerja. 4.6 Membuat laporan hasil
evaluasi data pengukuran
Menunjukkan
untuk pembuatan site plan
keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji 4.7 Membuat gambar pra
secara efektif, kreatif, rencana gedung
produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif, 4.8 Menghitung kekuatan
dan solutif dalam ranah bagian-bagian struktur
abstrak terkait dengan bangunan gedung sederhana
pengembangan dari yang 4.9 Membuat gambar untuk
dipelajarinya di sekolah, dokumen tender
serta mampu
melaksanakan tugas 4.10 Membuat spesifikasi teknis
spesifik di bawah bahan yang digunakan
pengawasan langsung.
Menunjukkan 4.11 Merencanakan kebutuhan
keterampilan tenaga kerja
mempersepsi, kesiapan,
4.12 Membuat RAB Bangunan
meniru, membiasakan,
gedung
gerak mahir menjadikan
gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah,
serta mampu
melaksanakan tugas
spesifik di bawah
pengawasan langsung
Petunjuk Penggunaan Buku
Daftar Isi
Bab 1
Bisnis Konstruksi dan Properti

Sumber http://smkn3depok.sch.id/index.php/kompetensi-keahlian/bisnis-konstruksi-dan-properti-bkp
Bisnis merupakan suatu kegiatan untuk mencari keuntungan dari
kegiatan yang digelutinya. Begitu juga dengan bisnis kontruksi dan
properti, tujuan melakukan kegiatan tersebut tidak lain adalah
mendapatkan keuntungan. Barang yang dijual dalam bisnis kontruksi dan
properti seperti rumah, tanah, pembanguan gedung, dan lain sebagainya.
Untuk dapat menjadi seorang pembisnis kontruksi dan properti yang
handal maka juga dibutuhkan presentasi yang handal pula.

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami konsep bisnis konstruksi dan properti
4.1 Mempresentasikan konsep bisnis kontruksi dan properti

Kata Kunci
Peta Konsep

Bisnis Konstruksi dan Properti

Konsep Bisnis Konstruksi dan Presentasi Bisnis Konstruksi dan


Properti Properti

Pada masa sekarang ini banyak berbagai macam jenis bisnis beredar di
tengah masyarakat. Akan tetapi ada beberapa bisnis yang dari dahulu
hingga sekarang masih dijalankan oleh pembisnis, salah satunya adalah
bisnis konstruksi dan properti. Pada dasarnya bisnis konstruksi dan
properti merupakan bisnis yang menyediakan jasa dan barang konstruk
dan properti. Contoh yang paling mudah dilihat adalah jasa penjualan
rumah atau jasa penjualan tanah. Bukan hanya jasa penjualan rumah,
bisnis ini juga bisa berupa jasa pembangunan rumah atau gedung. Di
berbagai daerah sudah banyak ditemui berbagai perusahaan bisnis
konstruksi dan properti. Mereka bersaing untuk mendapatkan klien.
Umumnya klien akan meminta jasa tersebut dengan cara lelang, yakni
mencari penawaran yang terbaik dari semua pengusa bisnis konstruksi
dan properti. Agar bisa menyakinkan klien tersebut maka seorang
pengusaha harus menguasai cara presentasi yang baik untuk menarik
minat klien. Pembisnis yang handal adalah pembisnis yang mampu
mempengaruhi klien agar mau menggunakan jasanya. Pada materi ini
akan dibahas mengenai konsep bisnis konstruksi dan properti dan cara
melakukan presentasi kepada klien.

A. Konsep Bisnis Konstruksi


Konstruksi merupakan suatu kegiatan yang membangun suatu
sarana dan prasarana umum. Bisnis konstruksi memiliki hubungan erat
dengan bisnis properti. Konstruksi biasnya hanya membangun sebuah
sarana dan prasarana sedangkan properti membangun atau
menyewakan rumah atau lahan.
1. Definisi Bisnis Konstruksi
Kegiatan konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun
sarana maupun prasarana yang meliputi pembangunan gedung (building
construction), pembangunan prasarana sipil (Civil engineer) dan
instalasi mekanikal dan elektrial. Kegiatan konstruk merupakan suatu
pekerjaan namun di dalam kegiatan konstruksi itu sendiri terdiri dari
berbagai pekerjaan.
Suatu kegiatan konstruksi diawali dengan sebuah perencanaan
yang matang. Kegiatan perencanaan dilakukan oleh konsultan
perencanaan (team leader). Pelaksaannya dilakukan oleh manajer
proyek (di dalam koantor) dan mandor proyek (di lapangan). Mandor
akan mengawasi buruh bangunan, tukangn dan ahli bangunan lainnya.
Dalam pembangunan suatu gedung akan diawasi oleh Konsultan
pengawas (supervision engineer).
2. Perencanaan Konstruksi
Suatu konstruksi bangunan tidak bisa dibuat dengan cara mendadak saja
melainkan dibutuhkan suatu perencanaan yang matang. Hal tersebut
terkait dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan,
rancang bangun, dan ketentuan-ketentuan lain yang kemungkinan akan
terjadi saat pelaksanaan konstruksi. Suatu penjadwalan perencanaan
konstruksi yang baik akan menentukan sukses atau tidaknya suatu
bangunan yang akan dibangun. Hal tersebut terkait dengan biaya,
dampak lingkungan, keamanan lingkungan, ketersediaan material,
logistik, ketidaknyamanan publik terkait dengan pekerjaan konstruksi,
persiapan dokumen tender, dan lain sebagainya.
3. Jenis-Jenis Jasa Konstruksi
Jasa konstruksi adalah layanan jasa konsultansi perencanaan
pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi
dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi.
Sedangkan pekerjaan konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang
berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan mencakup
pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan
masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu
bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.
Bentuk fisik yang termasuk dalam jasa konstruksi adalah semua
bangunan yang melekat dengan tanah seperti gedung, rumah, , jalan,
dermaga, bendungan, dan lain sebagainya. Ada tiga jenis kategori yang
tercakup dalam Undang-Undang No 18 Tahun 1999, yaitu sebagai
berikut.
a. erencana konstruksi yaitu yang memberikan layanan jasa
perencanaaan dalam konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau
bagian-bagian dari kegiatan mulai dari studi pengembangan sampai
dengan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi, ini umumnya
disebut Konsultan Perencana.
b. pelaksana konstruksi yaitu yang memberikan layanan jasa
pelaksanaan dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi rangkaian
kegiatan atau bagian-bagian dari kegiatan mulai dari penyiapan lapangan
sampai dengan penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi, yang
umumnya disebut Kontraktor Konstruksi.
c. pengawasan konstruksi yaitu kegiatan yang memberikan layanan
jasa pengawasan baik sebagian atau keseluruhan pekerjaan pelaksanaan
konstruksi mulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan
akhir konstruksi, ini biasa disebut Konsultan Pengawas.
Bentuk suaha konstruksi dapat dijalankan oleh perorangan
ataupun badan usaha. Perorangan hanya dapat melakukan kegiatan yang
memiliki resiko kecil, berteknologi sederhana dan berbiaya kecil.
Sedangkan Badan Usaha merupakan pekerjaan yang berisiko besar,
berteknolgi tinggi, dan berbiaya besar. Perusahaan jasa konstruksi yang
diperbolehkan berusaha antara lain sebagai berikut.
a. Perusahaan Badan Usaha Nasional berbadan hukum yang dibagi
dalam : a. Perusahaan Nasional berbadan hukum seperti Perseroan
terbatas (PT), b. Perusahaan bukan berbadan hukum seperti CV, Fa, Pb,
Koperasi, dsb
b. Badan Usaha asing yang dipersamakan
Tugas 1.1
B. Konsep Bisnis Properti
Pada dasarnya bisnis konstruksi dan properti merupakan bisnis
yang sangat menjanjikan. Namun masih banyak orang yang tidak mau
terjun dalam bisnis ini. Hal tersebut disebabkan masih banyak orang yang
tidak mengetahui konsep dasar bisnis konstruksi dan properti.
1. Definisi Bisnis Properti
Bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling
menguntungkan atau memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Sedangkan yang dimaksud dnegan perusahaan bisnis sendiri adalah
sutau orgtanisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, atau uang
untuk menghasilkan keuntungan.
Properti adalah suatu hal yang berkaitan dengan lahan (tanah),
hunian, jenis bangunan perkantoran dan jenis bangunan untuk
perdagangan (komersial). Jadi, bisnis konstruksi dan properti dapat
diartikan sebagai pertukarang barang, jasa, atau uang yang berkaitan
dengan lahan, hunian, bangunan perkantoran, dan bangunan komersial
lainnya.
2. Aspek-Aspek Bisnis Properti
Seorang pembisnis harus mengetahui beberapa aspek sebelum
terjun langsung ke dunia bisnis. Setiap orang yang ingin masuk ke dalam
suatu dunia bisnis pasti melihat bahwa ada peluang bisnis yang bisa
memberikan keuntungan. Aspek yang perlu dilihat dari bisnis konstruksi
dan properti, antara lain sebagai berikut.
a. Aspek pasar dan pemasaran
Aspek pasar dan pemasaran merupakan aspek dimana barang dan
jasa itu dijual. Adakah pasar yang dapat dijadikan sebagai target
pemasaran perusahaan bisnis konstruksi dan properti.
Info
Dalam melakukan pemasaran perumahan dan permukiman perlu
memperhatikan kondisi pasar antara lain
1. Keinginan yang spesifik dari konsumen yang ditarget
2. Kemampuan ekonomi target pemasaran (kondisi keuangan)
3. Aksesbilitas (pencapaian lokasi)
4. Perilaku konsumsivitas dari target pemasaran (konsumen)
5. Tingkat kemampuan daya beli konsumen.
Sumber Marlina, Endy dan Sastra M., Suparno (2005), Perencanaan dan Pengembangan Perumahan, CV
Andi Offset, Yogyakarta.

b. Aspek teknis dan teknologi


Aspek teknis dan teknologi merupakan aspek yang menyangkut
lokasi/proyek yang direncanakan, sumber bahan baku, jenis teknologi
yang digunakan, kapasitas produksi, jenis dan jumlah investasi yang
diperlukan disamping membuat rencana produksi selama umur
ekonomis proyek.
c. Aspek organisasi dan manjemen
Aspek organisasi dan manajemen, yang perlu diuraikan adalah
bentuk kegiatan dan cara pengelolaan dari gagasan usaha/proyek yang
direncanakan secara efisien. Apabila bentuk dan cara pengelolaan telah
ditentukan, selanjutnya disusun bentuk organisasi yang cocok dan sesuai
untuk menjalankan kegiatan tersebut.
d. Aspek ekonomi dan keuangan
Adapun aspek ekonomi dan keuangan yang perlu dibahas antara
lain menyangkut perkiraan biaya investasi, perkiraan biaya operasi dan
pemeliharaan, kebutuhan modal kerja, sumber pembiayaan, perkiraan
pendapatan dan perhitungan kriteria investasi.
3. Tujuan Bisnis Properti
Pada umumnya ada beberapa tujuan orang melakukan tindakan
bisnis, antara lain sebagai berikut.
a. mencari keuntungan/profit.
b. mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
c. pertumbuhan perusahaan dan
d. tanggung jawab sosial.
Bisnis konstruksi dan properti merupakan salah satu bagian dari
kegiatan bisnis, sehingga tujuannya sama dengan tujuan dari bisnis pada
umumnya. Namun ada beberapa saat tujuan bisnis konstruksi dan
properti hanya berupa tindaka sosial. Misalnya misi pemerintah yang
membangun rumah kepada warganya. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa tujuan dari bisnis konstruksi dan properti adalah
mencari keuntungan, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan,
pertumbuhan perusahaan, tanggung jawab sosial terhadap produk yang
dihasilkan dan mengemban misi sosial.
4. Jenis-Jenis Bisnis Properti
Pada dasarnya ada beberapa jenis bisnis properti, antara lain
sebagai berikut.
a. Bisnis Tanah
Bisnis tanah merupakan bisnis yang paling menguntungkan
dibandingkan dengan jenis binsi properti lainnya. Bisnis tanah menjadi
komoditas yang menjanjikan untuk membangun rumah tinggal baik
secara perorangan atau komuditas seperti perumahan. Namun sekarang
ini banyak bisnis tanah hanya berupa menyediakan lahan dalam bentuk
kavling yang dapat dibangun apa saja dan kapan saja.
b. Usaha ruko
Ruko merupakan sejenis toko yang memiliki luas menengah dan
tidak terlalu luas. Ruko dapat dijadikan sebagai tempat bisnis baik itu
berupa pertokoan atau perkantoran. Ruko dapat dijadikan sebagai
tempat bisnis sekaligus dapat dijadikan sebagai tempat tinggal. Hal inilah
yang menjadikan harga ruko lebih mahal dibandingkan dengan harga
rumah.
c. Penyewaan properti
Penyewaan properti akan dilakukan oleh perusahaan kecil yang
tidak memiliki modal banyak dan karyawan juga tidak terlalu banyak.
Penyewaan properti dapat berbentuk penyewaan ruko atau perkantoran.
Perusahaan kecil akan lebih memilih sewa ruko dibandingkan dengan
membelinya. Karena hal tersebut untuk menekan biaya pengeluaran
perusahaan tersebut.
d. Usaha perhotelan dan Apartemen
Usaha ini membutuhkan modal yang sangat besar karena dalam
pembuatannya membutuhkan bahan dan sumber daya manusia yang
banyak pula. Sebelum membangun usaha ini harus diperhatikan pasar
dan pemasaran usahanya.
Tugas 1.1
Lakukan

C. Pemasaran Properti
Langkah penting sebagai kontraktor atau pembisnis properti
adalah cara pemasaran. Berikut ini merupakan contoh pemasaran hasil
properti.
1. Pahami Klien
Semua hasil properti harus dijual atau disewakan kepada klien
karena merekalah menjadi titik utama dalam bisnis. Oleh sebab itu Anda
harus pahami siapa mereka dan motivasinya. Memberikan informasi
lengkap dan memahami keinginan klien menjadi aspek utama dalam
bisnis properti. Untuk dapat memahami keinginan klien dapat dilakukan
cara sebagai berikut.
a. Ajukan pertanyaan-pertanyaan penting mengenai status klien
namun tanpa harus menyinggung perasaan klien. Hal tersebut akan
memberikan kemudahan bagai Anda untuk dapat menentukan langkah
selanjutnya.
b. Pastikan agar pesan jualan Anda sampai kepada klien. Buatlah
semacam gambbaran umum mengenai properti yang dijual atau
disewakan. Ungkap berbagai macam keunggulan dan minimalisir
berbagai kekurangan pada properti.
c. Pertimbangkan segmentasi pasar yang sedang dihadapi Anda
ataupun klien Anda.
2. Pertimbangkan Jenis Properti
Strategi pemasaran untuk unit perkantoran, ruang retail, atau
tempat tinggal berbeda-beda. Pikirkan mengenai tujuan properti untuk
dapat memprediksi yang diinginkan oleh klien.
a. Klien pribadi dari daerah dengan tingkat kepadatan penduduk
rendah umumnya akan mencari rumah keluarga tunggal.
b. Klien dari daerah yang memiliki kepadatan tinggi akan mencari
ruang yang dapat mencangkup orang banyak, seperti apartemen,
kondominium. Aspek-aspek kenyamanan, rasa lega, serta kelengkapan
fasilitas pada bangunan dianggap sebagai hal penting.
c. ruang retail dan perkantoran akan banyak dicari klien dalam
mencari keuntungan bagi dirinya atau perusahaan.
d. Properti untuk industri mungkin menjadi lebih menarik saat Anda
menekankan pada fasilitas listrik dan air serta kemudahan aksesnya.
Properti ini juga mungkin mencakup pergudangan serta ruang pabrik.
3. Bandingkan properti komersial dengan residensial
Fokus utama dari properti yang bersifat komersial adalah mencari
keuntungan. Properti tersebut dapat melibatkan penjualan,penyewaan,
atau penggunaannya untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin.
Keputusan yang dijalankan juga mungkin dibuat oleh dewan atau
sekelompok orang.
4. Jalankan Analisis SWOT
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kelebihan), Weaknesses
(kekurangan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman/risiko).
Meski SWOT pada awalnya dikembangkan untuk merencanakan strategi
kompetisi, Anda juga dapat memanfaatkannya untuk pemasaran. Analisis
SWOT harus menjadi tahap pertama dari perencanaan pemasaran Anda.
5. Tentukan Tujuan dan Rencanakan Tugas
Tujuan Anda kemungkinan akan berkaitan dengan pemasukan,
karena strategi besarnya adalah menjual/menyewakan sebanyak
mungkin properti dan/atau menerima banyak komisi. Untuk mencapai
semua tujuan ini, rencanakan apa yang Anda ingin lakukan dan kapan.
Buat daftar tugas yang harus diselesaikan untuk meluncurkan kampanye
secara sukses, serta perkiraan berapa lama hingga Anda dapat
mencapainya. Kemudian, tuliskan pada kalender. Pertanggung jawabkan
diri sendiri terhadap tanggal-tanggal ini.
6. Rapikan Semua Keputusan Penting
Siapkan folder untuk menyatukan berbagai hal. Atau, jika Anda tidak
gagap teknologi, pastikan semua berkas dan folder memiliki nama dan
tanggal yang jelas serta spesifik. Jangan sampai desktop Anda berisikan
berbagai dokumen tanpa judul.
Tugas 1.3
Carilah informasi mengenai cara merawat sistem kelistrikan pada
kendaraan ringan yang belum disebutkan pada materi! Tulis hasilnya
pada buku tugas kemudian bacakan hasilnya di depan kelas secara
bergantian!

Rangkuman
1. Sistem kelistrikan kendaraan ringan adalah rangkaian listrik yang
disusun untuk menjalankan sebuah fungsi tertentu. Ada dua jenis sistem
kelistrikan pada kendaraan ringan yaitu sistem kelistrikan mesin dan
sistem kelistrikan body.
2. Kelistrikan mesin merupakan sistem kelistrikan yang berfungsi
untuk menghidupkan mesin dan sekaligus sebagai penentu baik
buruknya kerja suatu mesin. Sistem kelistrikan mesin dapat dibagi
menjadi beberap macam, antara lain sistem pengapian (Ignition System),
Sistem Starter (Starting System), Sistem Pengisian (Charging System),
Glowplug System (Diesel), Sistem efi, dan Sistem commonrail (Diesel).
3. Sistem kelistrikan body merupakan rangkaian kelistrikan yang
terdapat pada body kendaraan. Pada sistem kelistrikan body memiliki
beberapa komponen, antara lain Sistem penerangan eksterior, Sistem
penerangan interior, Sistem peringatan.
4. Sistem kelistrikan kendaraan ringan tidak bisa dilepaskan dari
beberapa komponen antara lain Bateri (ACCU), Kunci Kontak, Fuse dan
Fuseble link, Lampu CHG, Regulator, Alternator, dan Kabel penghubung.
5. Sistem kelistrikan pada kendaraan ringan harus dirawat secara
berkala karena dapat menyebabkan konrsleting mobil. Hal tersebut dapat
menyebabkan mobil mengalami kebakaran.

Refleksi Diri
Sudahkah Anda memahami materi pembelajaran dalam Bab I ini dengan
baik, dapat bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan, serta dapat
mengimplementasikan sikap dan pengetahuan itu melalui perbuatan
nyata? Jika Anda telah mampu menguasai dan melakukan hal itu, silakan
Anda melakukan evaluasi terhadap pemahaman Anda mengenai materi
yang ada dalam buku ini dengan mengerjakan soal latihan. Namun, jika
Anda belum mampu melakukan hal itu, Anda disarankan untuk
berdiskusi dengan beberapa teman dan/atau berkonsultasi dengan guru!
a. Berilah tanda centang ( ✓) pada kotak yang Anda anggap sesuai!
Setelah mempelajari bab ini, bagaimanakah penguasaan Anda terhadap
materi-materi berikut?
No Materi Tidak Menguasai Sangat
Menguasai Menguasai
1. Jenis Kelistrikan
Kendaraan Ringan
2. Komponen
Kelistrikan
Kendaraan Ringan
3. Perawatan Sistem
Kelistrikan
Kendaraan Ringan
b. Dari materi-materi tersebut, bagian manakah yang paling Anda
sukai? Mengapa?
c. Apa manfaat yang Anda dapatkan setelah mempelajari materi bab
ini untuk kehidupan sehari-hari?

Latihan
A. Pilgan
1. Lampu tanda belok atau yang lebih dikenal dengan istilah lampu
sein yang dipasang di bagian depan dan belakang ujung kendaraan yang
berwarna ....
A. Kuning
B. Biru
C. Putih
D. Merah
E. Hitam
2. Perhatikan pernyataan berikut ini!
(1) mobil akan terbakar karena terjadi konseleting
(2) Jalannya mobil akan terganggu
(3) Umur baterai akan semakin pendek
(4) Lampu sein akan menyala secara bersamaan
(5) Sasis pada mobil akan mengalam kerusakan
Hal yang akan terjadi apabila sistem kelistrikan pada mobil tdiak dirawat
ditunjukkan pada nomor ....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 2, 3, dan 5
3. Sistem penerangan yang menyalakan lampu pada siang hari bila
kondisi cuaca tiba-tiba gelap misalnya ketika melewati terowongan atau
berkabut yaitu ....
A. DRL
B. TAIL
C. HEAD
D. Immobilizer
E. SRL
4. Cara kerja lampu kabut depan dan belakang adalah pada saat
saklar kontrol lampu diposisikan pada TAIL atau HEAD dan saklar lampu
kabut digerakkan ke posisi ....
A. Rr
B. TAIL
C. Fr
D. HEAD
E. SRL
5. Komponen pada sistem kelistrikan yang berfungsi untuk
pengaman rangkaian saat terjadi hubungan pendek adalah ...
A. Kabel
B. Lamp
C. Fuse
D. Tes lamp
E. Regulator
6. Untuk membuat kedipan pada lampu sein digunakan komponen ...
A. Fuse
B. Relay
C. Fusible link
D. Relay control wiper
E. Flasher
7. Perhatikan hal-hal berikut ini!
(1) lampu otomatis akan hidup saat pintu mobil dibuka
(2) Lampu kabut akan menyala saat terjadi kabut
(3) lampu belakang akan menyala saat dilakukan pengereman
(4) Muncul bola api pada sistem pengapian pada busi
(5) ACCU akan memberikan suplai kelistrikan pada mesin
Contoh sistem kelistrikan body pada kendaraan ringan ditunjukkan pada
nomor ....
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 1, 3, dan 5
D. 2, 3, dan 4
E. 2, 3, dan 5
8. Jumlah sikat pada sistem starter tergantung pada ….
A. Kapasitas mesin
B. Besarnya tegangan
C. Jenis mesin
D. Ukuran mesin
E. Beban mesin
9. Pada saat melaksanakan perbaikan bodi yang berkaitan dengan
sistem kelistrikan, maka harus dilepaskan terlebih dahulu adalah ....
A. Kawat tegangan tinggi
B. Terminal baterai
C. Kabel yang di isolasi
D. Baut massa (ground bolt)
E. Pengaman sirkuit
10. Secara umum, posisis penempatan sekring pada sirkuit kelistrikan
terletak di bagian ....
A. Atas
B. Bawah
C. Depan
D. Tengah
E. Belakang
11. Konstruksi circuit breaker terdiri dari sebuah lempengan bimetal
yang dihubungkan pada kedua terminal yang salah satu diantaranya
saling ....
A. Berjauhan
B. Berseberangan
C. Bertautan
D. Berhubungan
E. Bersentuhan
12. Bagian penting dari kendaraan baik untuk sepeda motor atau
mobil adalah sistem ....
A. Sirkuit kelistrikan
B. Relay elektromagnetik
C. Penerangan
D. Relay transistor
E. Tekanan hydraulis
13. Jarak jangkau sinar yang dipancarkan oleh lampu kepala jarak
jauh minimal ....
A. 100 m
B. 90 m
C. 80 m
D. 70 m
E. 60 m
14. Salah satu fungsi overrunning clutch (kopling starter) adalah….
A. Menarik plunger melawan spring (pegas) hingga kontak
terhubung
B. Menghubungkan arus yang besar dari baterai ke starter motor
C. Menyalurkan torsi (tenaga putar) yang dihasilkan motor starter
ke flywheel (roda gila)
D. Memegang plunger pada posisi tertarik agar pengontakan tetap
berlangsung
E. Menggeserkan (shifting) gigi pinion (pinion gear) motor starter ke
depan
15. Test lamp digunakan untuk ...
A. Mengukur besarnya tegangan baterai
B. Mengukur besarnya tahanan baterai
C. Mengukur besarnya arus yang mengalir
D. Untuk mengetahui seberapa besar daya pada beban
E. Untuk mengetahui ada tidaknya arus yang mengalir pada
rangkaian

B. Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan sistem kelistrikan pada kendaraan
ringan?
2. Sebutkan fungsi dari sistem kelistrikan pada kendaraan ringan!
3. Jelaskan mengenai sistem kelistrikan mesin!
4. Jelaskan secara singkat mengenai sistem starter?
5. Terangkan mengenai sistem EFI pada kelistrikan kendaraan
ringan!
6. Jelaskan mengenai sistem kelistrikan body!
7. Uraikan mengenai sistem peringatan pada sistem kelistrikan
body?
8. Apa yang kalian ketahui tentang alternator pada kendaraan
ringan?
9. Bagaimana cara merawat tiang dan kabel ACCU pada mobil?
10. Bagaimana cara merawat alternator?

Proyek
Lakukan tugas berikut bersama kelompok Anda di bengkel kerja sekolah
Anda!
1) Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan
seefisien mungkin.
2) Lakukan identifikasi tehadap komponen-komponen kelistrikan
pada kendaraan yang ada di bengkel kerja sekolah Anda baik kelistrikan
mesin maupun kelistrikan bodi!
3) Lakukan pengujian dan pemasangan komponen pengaman sirkuit
kelistrikan pada kendaraan yang ada di bengkel kerja sekolah Anda!
4) Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas!
5) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang Anda peroleh!

Daftar pustaka
Anoraga, Pandji (2005), Pengantar Bisnis Pengelolaan Bisnis dalam Era
Globalisasi, Rineka Cipta, Jakarta.
Ibrahim, Yacob (2003), Studi Kelayakan Bisnis, Rineka Cipta, Jakarta.
Marlina, Endy dan Sastra M., Suparno (2005), Perencanaan dan
Pengembangan Perumahan, CV Andi Offset, Yogyakarta.
panduan-lengkap-berbisnis-propert