Anda di halaman 1dari 16

PERCOBAAN 7

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA FISIKA
PERSAMAAN NERNST

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 9 OFFERING A

AUGUSTO DANIEL SETIADI 170331614084


HANIS MILENIA FITRI 170331614021**

LABORATORIUM KIMIA FISIKA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MEI 2019
A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa dapat menyusun dan
mengukur GGL sel elektrik (sel elektrokimia), dan mencoba membuktikan
persamaan Nernst melalui percobaan.

B. Dasar Teori
Reaksi kimia dapat menghasilkan energi atau energi. Pertukaran energi
yang terjadi biasanya dalam bentuk panas, tetapi kadang-kadang dengan
mengadakan suatu modifikasi tertentu, energi yang dipertukarkan tersebut bisa
diubah dalam bentuk energi listrik. Sebuah sel elektrik sederhana yang
menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada Gambar 7.1 berikut.

Pada sel elektrokimia seperti pada Gambar 7.1 elektron akan mengalir dari
anoda tembaga ke katoda seng. Hal ini akan menimbulkan perbedaan potensial
antara kedua elektroda. Perbedaan potensial akan mencapai maksimum ketika
tidak ada arus listrik yang mengalir. Perbedaan maksimum ini dinamakan GGL
sel atau Esel. Esel bergantung pada berbagai faktor. Bila konsentrasi larutan seng
dan tembaga adalah 1,0 M dan suhu sistem 298 K (25◦C), Esel berada dalam
keadaan standar dan diberi simbol E◦sel.
Salah satu faktor yang mempengaruhi Esel adalah konsentrasi. Persamaan
yang menghubungkan konsentrasi dengan Esel dinamakan persamaan Nernst.
Bentuk persamaan tersebut adalah sebagai berikut.
𝑅𝑇 𝑎𝑐 .𝑎𝑑
Esel = Eosel - 𝑛𝐹 In 𝑎𝐶𝑎 .𝑎𝑏𝐷.................... (1)
𝐴 𝐵

𝑎 𝑏 𝑐
𝑎𝐴, 𝑎𝐵, 𝑎𝐶 , 𝑎𝐷𝑑 , ...adalah aktivitas dipangkatkan dengan koefisien reaksi.
F = konstanta Faraday
n = jumlah (mol) elektron yang dipertukarkan dalam reaksi redoks
R = ketetapan gas

Untuk perhitungan yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi, aktivitas


dapat diganti dengan konsentrasi, sehinggan persamaan (1) menjadi.
𝑅𝑇 𝐶 𝑐 .𝐶 𝑑
Esel = Eosel - 𝑛𝐹 In 𝐶𝐶𝑎.𝐶𝐷𝑏 ..........(1)
𝐴 𝐵

Dengan C adalah konsentrasi.

C. Alat-alat yang digunakan


1. pH meter (potensiometer)
2. Kabel, penjepit
3. Labu takar (100 mL)
4. Pipet (10 mL)
5. Gelas Piala
6. Pembakar gas, kasa, dan kaki tiga.
7. Termometer 0-100 ◦C

D. Bahan yang digunakan


1. Lembaran tembaga
2. Lembaran seng
3. ZnSO4.7H2O (1,0 M)
4. NH4NO3 (atau KNO3)
5. Kertas ampelas
6. Kertas saring
E. Prosedur Percobaan

Lembaran tembaga dan seng

- Disiapkan potongan lembaran dengan ukuran ± 6x2 cm.


- Dibersihkan permukaan lembaran logam dengan kertas amplas.
- Disipkan larutan jenuh NH4NO3 atau KNO3 (± 10 – 20 mL).
- Diambil selembar kertas saring gulung dan rekatkan dengan selotip
pada bagian tengahnya.
- Disiapkan dua gelas piala 100 mL yang satu diisi 1,0 M ZnSO4.
- Dicelupkan elektroda-elektroda logam dan dihubungkan dengan
kabel.
- Dicelupkam kertas saring yang telah dibentuk menjadi gulungan tadi
ke dalam larutan NH4NO3 dengan kertas saring lain ditempatkan
sedemikian rupa sehingga kedua ujung gulungan tercelup ke dalam
larutan yang berada pada kedua gelas piala.
- Diamati nilai GGL dengan menggunakan pH meter yang disetel pada
posisi mV.
- Dicatat polaritas kedua elektroda pada pengukuran tersebut, dicatat
suhu larutan.
- Disiapkan 100 mL larutan 0,1 M CuSO4 dengan mengecerkan
larutan 1,0 M CuSO4.
- Diganti larutan 1,0 M CuSO4 dengan larutan CuSO4 0,1 M, larutan
ZnSO4 yang digunakan tetap.
- Dicuci dan dibersihkan kembali kedua elektroda dengan kertas
amplas.
- Diganti jembatan garam dengan yang baru dan kembali diukur dan
dicatat nilai GGL dengan pH meter.
- Diulangi langkah sebelumnya tetapi menggunakan larutan CuSO4
yang lebih encer.

Hasil
Lembaran tembaga dan seng

sil
F. Data Pengamatan
Variasi pada anoda (dilakukan kelompok lain) :
Larutan pada bagian Larutan pada bagian Esel (Volt)
anoda Zn/Zn2+ (M) katoda Cu/Cu2+ (M)
1,0 1,0 1,07
0,1 1,0 1,09
0,01 1,0 1,10
0,001 1,0 1,05

Variasi pada katoda :


Larutan pada bagian Larutan pada bagian Esel (Volt)
anoda Zn/Zn2+ (M) katoda Cu/Cu2+ (M)
1,0 1,0 1,10
1,0 0,1 1,08
1,0 0,01 1,06
1,0 0,001 1,05
Suhu ZnSO4 : 26,5◦C
Suhu CuSO4 : 26,5◦C

G. Analisis dan Pembahasan


Pada percobaan ini dilakukan untuk mengukur GGL sel elektrokimia dan
mencoba untuk membuktikan persamaan nernst. Percobaan pertama yang
dilakukan adalah percobaan pengukuran GGL dengan dilakukan variasi pada
konsentrasi larutan ZnSO4 yaitu 0,001 M, 0,01 M, 0,1 M dan 1,0 M dengan
konsentrasi larutan CuSO4 dibuat tetap yaitu 1,0 M. Percobaan dimulai dari
konsentrasi larutan paling rendah agar konsentrasi larutan yang rendah tidak
banyak terkontaminasi oleh larutan yang konsentrasinya tinggi yang kemungkinan
akan menempel pada elektroda.

Zn2+(aq) + 2e- Zn(s) Eo = – 0,76 volt


Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) Eo = + 0,34 volt
Persamaan Reaksi
Reaksi di anoda : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e Eo = +0,76 volt
Reaksi di katoda : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) Eo = + 0,34 volt +

Reaksi total : Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s) Eo sel = +1,10 volt


Suhu (T) = 26,5 ◦C = 299,5 K
Tetapan gas (R) = 8,314 J/K.mol
Tetapan Faraday (F) = 96485 C/mol
Persamaan Nernst
𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+]
𝑛.𝐹

Berdasarkan percobaan, Esel yang didapatkan ketika percobaan, yaitu 1,07 V ;


1,09 V ; 1,10 V ; dan 1,05 V.
Dari data yang telah diperoleh di atas dapat digambarkan grafiknya sebagai
berikut.

Grafik Hubungan antara ln [Zn2+]/[Cu2+]


dengan Esel variasi pada konsentrasi
larutan ZnSO4
1.11
1.1
1.09 Grafik Hubungan antara
1.08 ln [Zn2+]/[Cu2+] dengan
1.07 Esel variasi pada
y = 0.0022x + 1.085
1.06 konsentrasi larutan
R² = 0.0847
1.05 ZnSO4
1.04
-8 -6 -4 -2 0

Eo sel percobaan berdasarkan grafik diperoleh 1,092 V sedangkan berdasarkan


teori diperoleh Eo sel sebesar 1,10 V. Dapat dihitung persen kesalahan sebesar.
𝑜 𝑜
𝐸𝑠𝑒𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖−𝐸𝑠𝑒𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Kesalahan =[ 𝑜 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 ] x 100%
𝐸𝑠𝑒𝑙

1,10 −1,085
=[ ] x 100%
1,10

= 1,363 %
Percobaan kedua yaitu percobaan pengukuran GGL dengan dilakukan
variasi pada konsentrasi larutan CuSO4 yaitu 0,001 M, 0,01 M, 0,1 M dan 1,0
M.dengan konsentrasi larutan ZnSO4 dibuat tetap yaitu 1,0 M.
Zn2+(aq) + 2e- Zn(s) Eo = – 0,76 volt
Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) Eo = + 0,34 volt
Persamaan Reaksi
Reaksi di anoda : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e- Eo = +0,76 volt
Reaksi di katoda : Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) Eo = + 0,34 volt +

Reaksi total : Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s) Eo sel = +1,10 volt


Suhu (T) = 26,5oC = 299,5K
Tetapan gas (R) = 8,314 J/K.mol
Tetapan Faraday (F) = 96485 C/mol
Persamaan Nernst
𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+]
𝑛.𝐹

Berdasarkan percobaan, Esel yang didapatkan ketika percobaan, yaitu 1,10 V ;


1,08 V ; 1,06 V ; dan 1,05 V.
Dari data yang telah diperoleh diatas dapat digambarkan grafiknya sebagai
berikut.

Grafik Hubungan antara ln


[Zn2+]/[Cu2+] dengan Esel
1.11
1.1
Grafik Hubungan
1.09 antara ln
1.08 [Zn2+]/[Cu2+] dengan
Esel
1.07
Linear (Grafik
1.06 Hubungan antara ln
y = -0.0074x + 1.098
1.05 [Zn2+]/[Cu2+] dengan
R² = 0.9797
Esel)
1.04
0 2 4 6 8

E◦sel percobaan berdasarkan grafik diperoleh 1,098 V sedangkan berdasarkan teori


diperoleh Eo sel sebesar 1,10 V. Dapat dihitung persen kesalahan sebesar.
𝑜 𝑜
𝐸𝑠𝑒𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖−𝐸𝑠𝑒𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% Kesalahan =[ 𝑜 ] x 100%
𝐸𝑠𝑒𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖

1,10 −1,098
=[ ] x 100%
1,10

= 0,18 %
Persamaan Nernst menyatakan hubungan antara potensial dari sebuah
elektron ion-ion metal dan konsentrasi dari ion dalam sebuah larutan. Pada sel
elektrokimia sederhana, elektron akan mengalir dari anoda ke katoda. Hal ini akan
menimbulkan perbedaan potensial antara kedua elektroda. Perbedaan potensial
akan mencapai maksimum jika tidak ada arus listrik yang mengalir. Perbedaan
maksimum ini dapat disebut GGL sel atau Esel. Salah satu faktor yang
mempengaruhi Esel adalah konsentrasi. Persamaan yang menghubungkan
konsentrasi dengan Esel dinamakan persamaan Nernst.
Elektroda yang digunakan untuk menguji persamaan Nernst yaitu logam
Zn dan logam Cu. Jembatan garam juga digunakan, fungsinya untuk menetralkan
kelebihan anion dan kation pada larutan serta untuk menutup rangkaian agar
reaksi dalam berlangsung secara kontinu. Saat dirangkai pada sel elektrokimia,
terjadi perpindahan elektron dari anoda seng ke katoda tembaga karena terdapat
perbedaan potensial antara elektroda tersebut. Jika perbedaan potensial telah
mencapai maksimum didapatkan Esel. Secara teoritis, bila dalam keadaan standar
konsentrasi kedua larutan sama dan pada suhu sistem 298 K atau 25°C nilai Eosel
adalah 1,10.
Pada percobaan ini, dilakukan variasi konsentrasi larutan ZnSO4 sehingga
menghasilkan nilai Esel yang berbeda pada setiap konsentrasi yang berbeda pula.
Dari percobaan ini dapat diketahui bahwa semakin besar konsentrasi Zn2+ maka
semakin kecil Esel yang dihasilkan, karena logam Zn cenderung melarut: Zn(s)
Zn2+(aq) + 2e-. Logam Zn mengalami oksidasi sehingga logam Zn menghasilkan
elektron berlebih yang kemudian mengalir ke katoda (logam Cu), sedangkan
larutan Cu2+ mengalami reduksi, sehingga cenderung membentuk endapan:
Cu2+(aq) + 2e- Cu(s). Hal ini menyebabkan logam Cu kekurangan elektron
sehingga logam Cu lebih positif terhadap larutan dan dapat terjadi perpindahan
elektron, dimana kelebihan elektron menyebabkan logam Zn akan larut dalam
larutan Zn2+ dan ion Cu2+ akan terus mengendap sebagai Cu.
Berdasarkan data dan analisis data, pada percobaan pertama yaitu dengan
memberikan variasi konsentrasi pada larutan ZnSO4 dan Esel yang didapatkan
ketika percobaan, yaitu 1,07 V, 1,09 V, 1,10 V, dan 1,05 V. Selanjutnya membuat
grafik hubungan ln Zn2+ / Cu2+ terhadap Esel. Berdasarkan grafik diperoleh Eosel
hasil percobaan sebesar 1,085V. Hasil tersebut kemudian dihitung persen
kesalahannya terhadap Eo sel teori (1,10 V), diperoleh persen kesalahan sebesar
1,36 %. Persen kesalahan yang cukup besar ini bisa jadi disebabkan oleh elektroda
yang digunakan tidak diamplas dan dilap dengan bersih . Pada data dan analisis
percobaan kedua yaitu dengan memberikan variasi konsentrasi terhadap CuSO4
dan Esel yang didapatkan ketika percobaan, yaitu 1,10 V, 1,08 V, 1,06 V, dan 1,05
V. Selanjutnya membuat grafik hubungan ln Zn2+ / Cu2+ terhadap Esel.
Berdasarkan grafik diperoleh Eosel hasil percobaan sebesar 1,098 V. Hasil tersebut
kemudian dihitung persen kesalahannya terhadap Eo sel teori (1,10 V), diperoleh
persen kesalahan sebesar 0,18 %. Hal tersebut terjadi dimungkinkan akibat
perbedaan luas permukaan logam yang tercelup dalam kedua larutan elektrolit,
jembatan garam fungsinya sudah menurun, potensiometer tidak berfungsi dengan
baik, perbedaan volume kedua larutan elektrolit dalam satu rangkaian, suhu sistem
yang tidak dalam keadaan standar, konsentrasi larutan yang kurang tepat
(terkontaminasi).
H. Kesimpulan
1. Nilai Esel yang dihasilkan dari larutan CuSO4 1 M dengan variasi larutan
ZnSO4 sebagai berikut.
[Zn2+] Esel (v)
1M 1,07 Volt
0,1 M 1,09 Volt
0,01 M 1,10 Volt
0,001 M 1,05 Volt

2. Nilai Esel yang dihasilkan dari larutan ZnSO4 1 M dengan variasi larutan
CuSO4 sebagai berikut.
[Cu2+] Esel (v)
1M 1,10 Volt
0,1 M 1,08 Volt
0,01 M 1,06 Volt
0,001 M 1,05 Volt

3. Nilai persen kesalahan pada percobaan pengukuran GGL dengan dilakukan


variasi pada konsentrasi larutan ZnSO4 sebesar 1,36 %.

4. Nilai persen kesalahan pada percobaan pengukuran GGL dengan dilakukan


variasi pada konsentrasi larutan CuSO4 sebesar 0,18 %.

I. Tugas
1. Isi tabel di atas.
2. Tulis reaksi sel dan bentuk umum persamaan Nernst untuk sel tersebut.
3. Buat kurva Esel sebagai fungsi log CZn2+/CCu2+.
4. Hitung gradien dan perpotongan kurva dengan sumbu E.
5. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan gradien teoritis yang dihitung dengan
menggunakan persamaan Nernst, juga bandingkan E◦sel pada literatur.
6. Apakah yang mungkin menjadi sumber kesalahan dalam percobaan ini ?
Jawaban
1. Tabel Percobaan
Variasi pada anoda :
Larutan pada Larutan pada Esel (Volt)
bagian anoda bagian katoda
Zn/Zn2+ (M) Cu/Cu2+ (M)
1,0 M 1,0 M 1,07 Volt
0,1 M 1,0 M 1,09 Volt
0,01 M 1,0 M 1,10 Volt
0,001 M 1,0 M 1,05 Volt

Variasi pada katoda :


Larutan pada Larutan pada Esel (Volt)
bagian anoda bagian katoda
Zn/Zn2+ (M) Cu/Cu2+ (M)
1,0 M 1,0 M 1,10 Volt
1,0 M 0,1 M 1,08 Volt
1,0 M 0,01 M 1,06 Volt
1,0 M 0,001 M 1,05 Volt
Suhu ZnSO4 : 26,5◦C
Suhu CuSO4 : 26,5◦C

2. Persamaan Reaksi
Reaksi di anoda : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e Eo = +0,76 volt
Reaksi di katoda : Cu2+(aq) + 2e- Cu(s) Eo = + 0,34 volt +

Reaksi total : Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s) Eo sel = +1,10 volt

Persamaan Nernst
𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+]
𝑛.𝐹
3. Kurva Esel sebagai fungsi ln [Zn2+ ] / [Cu2+]
Variasi Larutan ZnSO4

Grafik Hubungan antara ln [Zn2+]/[Cu2+]


dengan Esel variasi pada konsentrasi
larutan ZnSO4
1.11
1.1
1.09 Grafik Hubungan antara
1.08 ln [Zn2+]/[Cu2+] dengan
1.07 Esel variasi pada
y = 0.0022x + 1.085
1.06 konsentrasi larutan
R² = 0.0847
1.05 ZnSO4
1.04
-8 -6 -4 -2 0

Variasi Larutan CuSO4

Grafik Hubungan antara ln


[Zn2+]/[Cu2+] dengan Esel
1.11
1.1
Grafik Hubungan
1.09 antara ln
1.08 [Zn2+]/[Cu2+] dengan
Esel
1.07
Linear (Grafik
1.06 Hubungan antara ln
y = -0.0074x + 1.098
1.05 [Zn2+]/[Cu2+] dengan
R² = 0.9797
Esel)
1.04
0 2 4 6 8

4. Gradien dan perpotomgan kurva dengan sumbu E


Pada grafik pertama yaitu variasi konsentrasi larutan ZnSO4 menunjukkan
nilai R2 = 0,084 dengan persamaan y = 0,002x + 1,085 dengan nilai gradien
atau b (y = a + bx) yaitu sebesar 0,002. Pada grafik kedua yaitu variasi
konsentrasi larutan CuSO4 menunjukkan nilai R2 =0,979 mendekati nilai 1
dengan persamaan y = = -0,007x + 1,098 dengan nilai gradien atau b (y = a +
bx) yaitu sebesar -0,007

5. Perbandingan gradien teoritis dengan percobaan dan perbandingan Eosel


teoritis dengan percobaan.
Variasi larutan ZnSO4 (hitungan secara teoritis)
𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ] 𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+] Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+ ]
𝑛.𝐹 𝑛.𝐹

8,314 .299,5 0,001 8,314 .299,5 0,01


= 1,1 – ln = 1,1 – ln
2 . 96485 1 2 . 96485 1

= 1,1 – 0,01290 . (-6,9) = 1,1 – 0,01290 . (-4,6)

= 1,1 + 0,08901 = 1,1 + 0,05934

= 1,18901 volt = 1,15934 volt

𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ] 𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+] Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+ ]
𝑛.𝐹 𝑛.𝐹

8,314 .299 0,1 8,314 .299 1,0


= 1,1 – ln = 1,1 – ln
2 . 96485 1 2 . 96485 1

= 1,1 – 0,01290 . (-2,3) = 1,1 – 0,01290 . (0)

= 1,1 + 0,02967 = 1,1 + 0

= 1,12967 volt = 1,1 volt

Grafik Hubungan antara ln[Zn2+]/[Cu2+]dengan


Esel
variasi pada konsentrasi larutan ZnSO4
1.2
1.18
1.16
Esel

1.14
1.12
y = -0.0129x + 1.1
1.1
R² = 1
1.08
-8 -6 -4 -2 0
ln[Zn2+]/[Cu2+]
Variasi larutan CuSO4 (hitungan secara teoritis)
𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ] 𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+] Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+]
𝑛.𝐹 𝑛.𝐹

8,314 .299,5 1 8,314 .299,5 1


= 1,1 – ln0,001 = 1,1 – ln0,01
2 . 96485 2 . 96485

= 1,1 – 0,01290 . (6,9) = 1,1 – 0,01290 . (4,6)

= 1,1 – 0,08901 = 1,1 – 0,05934

= 1,01099 volt = 1,04066 volt

𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ] 𝑅 .𝑇 [𝑍𝑛2+ ]
Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+] Esel = Eosel – ln [𝐶𝑢2+]
𝑛.𝐹 𝑛.𝐹

8,314 .299,5 1 8,314 .299,5 1


= 1,1 – ln 0,1 = 1,1 – ln1
2 . 96485 2 . 96485

= 1,1 – 0,01290 . (2,3) = 1,1 – 0,01290 . (0)

= 1,1 – 0,02967 = 1,1 – 0

= 1,07033 volt = 1,1 volt

Grafik Hubungan antara ln[Zn2+]/[Cu2+]dengan


Esel
variasi pada konsentrasi larutan CuSO4
1.12
1.1
1.08
Esel

1.06
1.04
1.02 y = -0.0129x + 1.1
R² = 1
1
0 1 2 3 4 5 6 7 8
ln[Zn2+]/[Cu2+]

Dapat disimpulkan bahwa gradien hasil teoritis sebesar –0,012. Pada grafik
percobaan variasi larutan ZnSO4 diperoleh gradien sebesar 0,002 dan pada
grafik percobaan variasi larutan CuSO4 diperoleh gradien sebesar -0,07. Eo sel
teoritis berdasarkan grafik sebesar 1,1 V. Eo sel percobaan variasi larutan
ZnSO4 sebesar 1,085 V sedangkan Eo sel variasi larutan CuSO4 sebesar 1,098
V.

6. Kesalahan yang terjadi pada percobaan ini kemungkinan disebabkan adanya


perbedaan luas permukaan logam yang tercelup dalam kedua larutan
elektrolit, fungsi dari jembatan garam menurun, potensiometer tidak dapat
berfungsi dengan baik, terdapat perbedaan volume kedua larutan elektrolit
dalam satu rangkaian, suhu sistem tidak dalam keadaan standar, konsentrasi
larutan yang kurang tepat (terkontaminasi) serta elektroda yang tidak diamplas
dan dibersihkan dengan baik.

J. Daftar Pustaka
Atkins, P. W. 1993.Kimia Fisika. Jakarta: Erlangga
Tim KBK Kimia Fisika. 2019. Kimia Fisika. Malang : Universitas Negeri
Malang
LAMPIRAN