Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

BAHASA INDONESIA
“Contoh Proposal Penelitian Ilmiah – Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton”
Nama : Rio Dwi Apriansyah
NIM : 5160811323
Kelas : A TS
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Dalam suatu konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit
yang terbuat dari kombinasi (agregat) dan pengikat (semen). Bentuk paling
umum dari beton adalah beton semen Portland yang terdiri dari agregat
mineral,biasanya terdiri dari kerikil, pasir, semen dan air. Beton mengerin
setelah percampuran dan peletakan. Sebenarnya beton tidak menjadi padat
karena air menuap, tetapi semen berhidrasi , mengelem komponen lainnya
bersama dan akhirnya membentuk material seperti batu. Beton digunakan
untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jembatan, dll.
Setelah beton terbentuk, akan dilakukan pengujian mutu dari beton
tersebut.
Mutu beton umumnya ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Kuat tekan
beton adalah kemampuan beton keras untuk menahan gaya tekan dalam setiap
satu satuan luas permukaan beton. Cara menguji kuat tekan beton dilakukan
terhadap benda uji ( yang umumnya berupa silinder beton dengan ukuran
diameter 150 mm dan tinggi 399 mm atau kubus dengan sisi 150 mm )
setelah umur 28 hari.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Masalah yang diteliti kali ini merupakan pengujian kuat tekan silinder
beton dengan campuran pasir, semen, kerikil dan air yang digunakan untuk
perkuatan struktur baru (beton baru) tidak menempel pada beton lama. Untuk
memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah tersebut
dirumuskan sebagai berikut :
1. Berapakah kuat tekan rata-rata silinder beton, dengan kuat tekan rata-rata
yang disyaratkan ?
2. Hal apa saja yang dapat menunjang kualitas kuat tekan beton yang
dihasilkan sesuai denan perencanaan f’c ?
3. Apakah kuat tekan silinder beton yang telah dilakukan pengujian sudah
sesuai dengan Standar Nasional Indonesia ?
4. Jenis beton seperti apakah yang bisa disimpulkan setekah melakukan
pengujian kuat tekan beton silinder ?
5. Bagaimanakah hasil kuat tekan silinder beton dari masing-masing beton
setelah dikonversi selama 7 hari dan 28 hari ?

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah dari pengujian
kuat tekan silinder beton serta mengetahui besarnya nilai kuat tekan benda uji
supaya dapat diketahui apakah nilai kuat beton tersebut sudah memenuhi
Standar Nasional Indonesia dalam pekerjaan beton dengan kekuatan tekan
yang digunakan untuk struktur dari suatu bangunan.
Untuk memperjelas langkah dalam mencapai tujuan penelitian diuraikan
sebagai berikut :
1. Mengetahui kuat tekan beton dari masing-masing pengujian yang telah
dilakukan
2. Mengetahui faktor-faktor yang dapat menunjang kualitas kuat tekan beton
yang dihasilkan
3. Mengetahui kelayakan kuat tekan beton tersebut untuk pekerjaan
konstruksi sesuai dengan SNI
4. Mengetahui jenis beton yang akan digunakan pada suatu proyek
konstruksi.
5. Mengetahui kekuatan beton setelah dikonversi selama 7 hari dan 28 hari.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini antara lain :
1. Sebagai pedoman untuk beton silinder sejenis yang memiliki kemiripan
dari berbagai aspek dengan kuat tekan yang diteliti.
2. Memberikan informasi kepada masyarakan dan penyedia jasa konstruksi
mengenai kuat tekan beton silinder yan telah diteliti guna membantu
mereka dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.
3. Memberikan informasi tentang kekuatan beton yang telah dikonversi
dalam kaitannya dengan pekerjaan konstruksi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kuat tekan beton merupakan parameter utama yang harus diketahui dan
dapat memberikan gambaran tentang hampir semua sifat-sifat mekanisnya yang
lain dari beton tersebut. Hal ini dikarenakan karakteristik utama beton adalah
sangat kuat dalam menahan gaya tekan, tetapi sangat lemah dalam menerima gaya
tarik.
Berdasarkan teori yang ada, kuat tekan beton merupakan tegangan tekan
maksimal yang dicapai pada benda uji silinder beton pada umur 7 hari dan 28 hari
akibat pembebanan selama percobaan dan bukanlah pada saat beton hancur. Dari
hasil pengujian didapatkan rata-rata kaut tekan silinder benton pada umur 7 hari
adalah 21,9 Mpa sedangkan pada umur 28 hari adalah 33,2 Mpa. Perhitungan kuat
tekan rata-rata beton dengan kuat rata-rata yang diisyaratkan denan menggunakan
rumus sebagai berikut :

 Nilai Margin (m) ditetapkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :


M = 1,64 Sd
Dimana Sd adalah Nilai Standar Deviasi

Dalam membuat atau merencanakan sebuah beton harus memperhatikan bahan-


bahan yang digunakan, kriteria dari bahan tersebut, berat jenis dari material atau
bahan, nilai margin, nilai fas, serta volume setiap pekerjaan yang akan dibuat. Hal
tersebut untuk menunjang kualitas kuat tekan silinder benton yang dihasilkan
sesuai dengan perencanaan f’c. Standar yang meliputi penetapan kuat tekan beton
benda uji berbentuk silinder yang dicetak baik di laboratorium maupun
dilapangan. Standar ini dibatasi untuk beton yang memiliki berat isi ( unit weight )
lebih besar dari 80 Mpa. Standar ini dapat melibatkan hal-hal yang
membahayakan, baik bahan-bahannya, langkah pengoprasian dan peralatan yang
digunakan.

Berdasarkan kuat tekannya, beton dibagi menjadi beberapa jenis :

No Jenis Beton Kuat Beton (Mpa)

1 Beton Sederhana Sampai 10

2 Beton Normal (Beton biasa) 15 – 30

3 Beton Prategang 30 – 40

4 Beton Kuat Tekan Tinggi 40 – 50

5 Beton Kuat Tekan Sangat Tinggi > 80


Tabel 2.1 Teknologi Brton Ir.Kardiyono Tjokrodimulyo, M.E

Untuk Jenis beton dengan umur 7 hari termasuk dalam kelas II yaitu beton normal
atau biasa, sedangkan untuk beton dengan umur 28 hari termasuk dalam kelas III
yaitu jenis beton prategang.
Hasil dari pengujian kuat tekan beton setelah dikonversi didapatkan hasil :
 Beton umur 7 hari
I = 20,3 Mpa
II = 23,4 Mpa
Maka memiliki rata-rata kuat tekan silinder beton sebesar 21,9 Mpa.
 Beton umur 28 hari
I = 31,3 Mpa
II = 36,06 Mpa
Maka memiliki rata-rata kuat tekan silinder sebesar 33,7 Mpa.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 TEMPAT DAN WAKTU

Penelitian akan dilaksanakan di laboraturium Fakultas Teknik Universitas


Teknologi Yogyakarta karena ketersediaan peralatan yang mendukung
penelitian ini. Sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan apabila sudah
mendapatkan izin.

3.2 ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan berasal dari laboratorium Fakultas Teknik Universitas
Teknologi Yogyakarta ,berupa :
1) Alat Perata Lapis Silinder ( Capping )
2) Alat Uji Tekan Beton
3) Timbangan
4) Kaliper untuk menukur dimensi benda uji

3.3 CARA KERJA


1) Mencari data tentang benda uji beton yang akan diuji antara lain :
a. Faktor Semen
b. Nilai Slam
c. Cara perawatan dan penyimpanan benda uji
d. Kapan dibuat atau berapa umur benda uji (berdasarkan data
tersebutdapat memperkirakan kuat tekannya)
2) Bila benda uji berupa silinder,dimulai dengan mengukur diameter rata-
rata silinder ditengah-tengah tingginya, dan mengukur tinggi rata-ratanya
dengan ketelitian sampai 0,1 mm (Menggunakan Kapiler)
3) Menimbang dengan ketelitian sampai 0,005 kg
4) Meratakan permukaan beton dengan memberi lapisan perata pada
permukaan dengan bahan yang tersedia. Meratakan bahan perta tersebut
dengan kaca atau plat. Menunggu sampai lapisan perata keras dan cukup
kuat
5) Menguji kuat tekan beton denan kecepatan pembebanan 2 kg/cm² sampai
dengan 4 kg/cm² ( SNI1974:2011 ) hingga benda uji hancur.
6) Mencatat beban maksimum yang dihasilkan dan menggambarkan sketsa
keruntuhan benda uji.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Algazt, A.M., (2017) Laporan praktikum Teknologin Bahan Konstruksi, Program


Studi Teknik Sipil, Universitas Teknologi Yogyakarta

Novianti, N.A., (2016) Laporan Teknologi Bahan, Program Studi Teknik Sipil,
Universitas Teknologi Yogyakarta

Anonim, (1982), Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia, PUBI-1982,


Depdikbud, Jakarta.

Anonim, (2013), Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung,


SNI2847-2013, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional Indonesia. 1990. SNI 03-1974-1990 tentan Metode


Penguaian Kuat Tekan Beton. Jakarta