Anda di halaman 1dari 11

Ringkasan dan Analisis

The Warren
Buffett
Way
by Robert G. Hagstrom

Edisi Revisi

INVESTABOOK
Daftar Isi
Prakata .................................................................................... 2
Guru ........................................................................................ 4
12 Kriteria................................................................................ 8
Menerapkan Warren Buffett Way: Coca Cola ...................... 25
Focus Investing...................................................................... 30
Behavioral Investing .............................................................. 34
Kegagalan dalam Menerapkan Warren Buffett Way ............ 36
2

Prakata
Banyak investor ingin menjadi seperti Warren Buffett.
Sayangnya, menurut Robert G. Hagstrom, dalam bukunya
yang berjudul The Warren Buffett Way, tidak ada yang bisa
menjadi seperti Warren Buffett. Termasuk dirinya sendiri yang
telah lama berusaha ingin menjadi seperti Warren Buffett.

Apa yang bisa investor lakukan, menurut Hagstrom, hanyalah


mempelajari apa yang dilakukan oleh Warren Buffett (dan
investor sukses lainnya) lalu mengambil pelajaran yang sesuai
dan cocok dengan diri kita.

The Warren Buffett Way sebenarnya adalah filosofi dan


strategi investasi yang sederhana, tetapi sebagian besar orang
di pasar modal dengan sadar memilih untuk tidak
melakukannya.

Sebuah tujuan investasi sederhana dari Warren Buffett:

“Membeli saham perusahaan yang bisnisnya mudah dipahami


dan labanya akan terus tumbuh selama 5, 10, hingga 20 tahun
ke depan di harga yang wajar. Lambat laun kamu akan
menemukan hanya sedikit perusahaan yang memenuhi
kriteria tersebut. Jika kamu menemukannya, kamu harus
membelinya dalam jumlah yang signifikan.” (Warren Buffett –
Berkshire Hathaway Annual Report 1996).

Untuk menjalankan filosofi dan strategi tersebut, kamu harus


mengabaikan mr.market yang moody dan menawarkan harga
saham dengan rasa optimis dan pesimis secara bergantian
dalam hitungan menit. Jadikan mr.market sebagai pelayanmu
untuk melihat peluang investasi, bukan tuanmu yang harus
selalu kamu patuhi.

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
3

Fokuskan pandanganmu hanya kepada perusahaan-


perusahaan bagus yang dikelola oleh manajemen yang jujur
dan kompeten serta sedang dijual pada harga diskon.

Kesempatan investasi semacam itu mungkin tidak selalu ada,


Warren Buffett pun sering menghadapinya ketika pasar
sedang bullish. Maka ketika kesempatan itu datang, pastikan
kamu punya cash yang cukup untuk melakukan pembelian.

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
4

Guru
Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Warren Buffett adalah
murid terbaik dari Benjamin Graham. Namun, Warren Buffett
sesungguhnya memiliki beberapa guru yang mempengaruhi
filosofi dan strategi investasinya.

Bagan di bawah ini adalah gambaran siapa saja guru Warren


Buffett dan apa pengaruh yang mereka berikan kepada
Buffett.

•Fokus pada Bisnis di


Benjamin balik Lembar Saham
Graham •Cari Margin of Safety
dari Fluktuasi Pasar

•Cari Perusahaan dengan


Potensi di Atas Rata-
Philip Rata
Fisher •Cari Perusahaan dengan
Manajemen yang
Kompeten

John Burr •Metode Valuasi


Williams Discounted Cash Flow

•Perusahaan Sangat
Charlie Bagus di Harga Wajar >
Munger Perusahaan Biasa di
Harga Sangat Bagus

Walaupun masih menjadikan Benjamin Graham sebagai guru


yang paling berpengaruh dalam filosofi dan strategi

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
5

investasinya, Buffet mengakui bahwa filosofi dan strategi


investasi dirinya berevolusi.

Sejak tahun 1965, Buffett mulai meninggalkan strategi


Benjamin Graham untuk mencari saham yang dihargai sangat
murah. Karena kemungkinan besar bisnis di balik saham
tersebut memang sedang mengalami masalah pelik yang
membuatnya memang layak dihargai sangat murah.

Contoh paling epik adalah pembelian Buffett terhadap


Berkshire Hathaway pada tahun 1962, perusahaan tekstil yang
bisnisnya sedang mengalami tren penurunan. Meski pada
tahun 1967, Buffett mulai “banting stir” pada bisnis asuransi
yang kemudian membuat Berkshire Hathaway bisa sebesar
sekarang, Buffett baru menutup lini bisnis tekstilnya pada
1985. Karena lambatnya keputusan penutupan lini bisnis
tekstil tersebut, Buffett memperkirakan bahwa Berkshire
Hathaway mengalami opportunity loss sebesar 200 Miliar US
Dollar.

Meskipun begitu, Warren Buffett tetap tidak meninggalkan


sama sekali ajaran Benjamin Graham. Buffett masih mencari
peluang di balik fluktuasi pasar untuk menemukan
perusahaan yang sahamnya dihargai lebih murah dibanding
value bisnisnya. Buffett masih mencari Margin of Safety.

Namun, Buffett mulai mengkombinasikan ajaran Benjamin


Graham dan ajaran Philip Fisher tentang pentingnya
memahami perusahaan secara menyeluruh untuk
menemukan perusahaan dengan potensi bisnis di atas rata-
rata dan manajemen yang kompeten.

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
6

Buffett pun mulai mengembangkan jaringan orang-orang yang


bisa membantunya mengumpulkan Scuttlebutt, sekumpulan
informasi mengenai industri dan bisnis dari berbagai sudut
pandang.

Dari Fisher juga, Buffett belajar mengenai Focus Investing.


Menurut Fisher, menaruh telur ke dalam beberapa keranjang
tidak akan mengurangi risiko jika justru membuat kita jadi
tidak bisa mengawasi dengan detail setiap telur yang kita
taruh. Jadi, menurut Fisher, berinvestasi pada sebuah
perusahaan tanpa memahami dengan baik bisnisnya itu lebih
berisiko daripada melakukan diversifikasi yang terlalu sedikit.

Buffett mengkombinasikan metode kualitatif Fisher untuk


memahami bisnis dan manajemen dengan metode kuantitatif
Graham untuk memahami value dari sebuah perusahaan.
Untuk menjembatani kombinasi tersebut, Buffett
menggunakan metode valuasi dari John Burr Williams yang
menilai sebuah perusahaan dari potensi kas yang diberikannya
di masa depan (Discounted Cash Flow).

Buffett memang pernah mengatakan bahwa dirinya 15%


Fisher dan 85% Graham. Namun, pernyataan itu muncul pada
tahun 1969. Menurut Hagstrom, secara bertahap Buffett
mulai mengadopsi lebih banyak filosofi dan strategi Fisher
yang membuat pengaruh Graham dan Fisher terhadap Buffett
mendekati 50:50.

Berikutnya adalah Charlie Munger. Munger bukan hanya


sahabat dan rekan kerja, tetapi juga guru bagi Buffett. Munger
lah yang memperkenalkan dan membuat pengaruh Fisher
lebih kuat dalam diri Buffett. Munger mendorong Buffett

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
7

untuk rela membayar lebih mahal untuk perusahaan luar biasa


dengan kualitas di atas rata-rata.

Meski begitu, Munger juga memiliki sisi Benjamin Graham


dalam dirinya melalui bahasannya soal irasionalitas dalam
pengambilan keputusan investasi. Tema yang juga diajarkan
oleh Graham kepada Buffett.

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
8

12 Kriteria
Warren Buffett mempunyai 12 kriteria yang digunakan untuk
memilah perusahaan yang bagus untuk dibeli dan dimiliki. 12
kriteria tersebut dihimpun oleh Hagstrom ke dalam 4 aspek
besar yang tergambar dalam bagan berikut:

Bisnis Manajemen Finansial Value

Sederhana
ROE
dan Mudah Rasional
Dipahami Valuasi
Laba Pemilik
Jujur dan
Konsisten
Terbuka
Margin Laba
Harga Saham
Prospektif
Independen Diskon
dalam Jangka Laba Ditahan
Panjang

Perlu dicatat bahwa 12 kriteria ini digunakan oleh Buffett


melalui Berkshire Hathaway bukan hanya pada saat akan
membeli saham perusahaan di pasar modal, tetapi juga saat
melakukan akuisisi terhadap mayoritas atau seluruh saham
sebuah perusahaan.

Bagi Bufett, berapa pun jumlah saham yang dibeli, seorang


investor harus memiliki kerangka berpikir dan sikap mental
yang sama. Membeli saham artinya membeli sebuah bisnis.

Oke, mari kita lihat satu per satu kriteria yang digunakan oleh
Warren Buffett.

Dibuat oleh Investabook – Toko Buku Investasi Lengkap


https://www.instagram.com/investabook_
Tools Valuasi
Ala Warren Buffett

Dapatkan tools valuasi (editable sheet)

sebagai paket tambahan dari ebook

ini yang akan membantumu

mempraktikkan cara Buffett dalam

mencari nilai intrinsik perusahaan

dalam konteks emiten yang ada di

Indonesia.

INVESTABOOK
Mau Versi
Lengkapnya?
Harga: Rp 150.000,-
Ebook (PDF) - 37 halaman
dan Tools Valuasi

Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Lakukan transfer ke CIMB Niaga

dengan nomor rekening 761381406200

atau transfer melalui ovo ke nomor

085715220369 a.n. Muhammad

Alfisyahrin

2. Kirimkan bukti transfer melalui email

investabook@gmail.com atau DM

Instagram Investabook.

3. Pengiriman akan dilakukan maksimal 1

hari setelah konfirmasi.

INVESTABOOK