0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
390 tayangan16 halaman

Catatan Peraturan Jabatan Notaris

Peraturan Jabatan Notaris menjelaskan tentang toleransi kelas, persyaratan untuk UTS dan UAS, tugas kuliah berupa resume proposal, pembagian nilai UTS dan UAS, pengertian notariat sebagai jabatan yang memberikan layanan hukum kepada masyarakat, sejarah perkembangan lembaga notariat dari Romawi hingga di Indonesia, serta peraturan-peraturan yang mengatur pekerjaan notaris.

Diunggah oleh

Ardisti Ghasani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
390 tayangan16 halaman

Catatan Peraturan Jabatan Notaris

Peraturan Jabatan Notaris menjelaskan tentang toleransi kelas, persyaratan untuk UTS dan UAS, tugas kuliah berupa resume proposal, pembagian nilai UTS dan UAS, pengertian notariat sebagai jabatan yang memberikan layanan hukum kepada masyarakat, sejarah perkembangan lembaga notariat dari Romawi hingga di Indonesia, serta peraturan-peraturan yang mengatur pekerjaan notaris.

Diunggah oleh

Ardisti Ghasani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Peraturan Jabatan Notaris

Kuliah I September, 6 2019

Toleransi kelas 15 menit


Kalo ga bisa ikut UTS UAS harus ada izin tertulis
Tugas : 1x resume dalam bentuk proposal
UTS : 20%  sejarah
UAS : 30% 

Pelajaran :

Notariat : Jabatan ini dilakukan secara terus-menerus didasarkan suatu ilmu


tertentu dengan tugas utamanya adalah melayani seluruh lapisan masyarakat
yang membutuhkan di persoalan perdata. Dalam hubungan kemanusiaan
terdapat masalah keperdataan yang memerlukan alat bukti. Sehingga, notaris
ini membantu untuk membuat alat bukti terkait keperdataan orang-orang yang
membutuhkan.

Notaris harus memiliki moral dan integritas yang tinggi.

Sejarah Lembaga notariat :

Lembaga Notariat : suatu Lembaga kemasyarakatan, yang timbul dari


kebutuhan masyarakat yang butuh alat pembuktian mengenai hubungan
keperdataan diantara mereka atau yang dikehendaki oleh suatu peraturan
tertentu. Yang dikehendaki oleh individu contohnya adalah perjanjian pra-
nikah, surat perjanjian, dll. Yang dikehendaki oleh Peraturan PerUUan
contohnya pembuatan akta pendirian PT. Pengabdi dari Lembaga ini adalah
Notaris. Notaris ini adalah golongan orang yang melakukan pekerjaan tertentu
untuk membuat alat bukti. Awalnya seseorang ini bernama NOTARIUS.

Diawal abad ke-2 dan ke-3 nama Notarius berubah menjadi Notarii. Notarii ini
juga melakukan pekerjaan tulis-menulis. Mereka mempergunakan Teknik
penulisan cepat yang bernama Stenografi. Sehingga Notarii berasal dari dari
Nota Literaria, yaitu Teknik tulis-menulis cepat dengan tanda tulisan yang
mereka pergunakan untuk menuliskan atau menggambarkan perkataan-
perkataan atau singkatan-singkatan
Abad ke- 5, seorang penulis pidato dari Chato diberikan jabatan di kekaisaran.
Jabatan ini ada 5 tingkatan. Tingkat tertinggi, khusus untuk melayani
pencatatan pidato.

Di Indonesia, perkembangan notaris dimulai pada zaman Belanda. Saat itu,


Notaris dijabat oleh orang Eropa sehingga hanya melayani dari gol. Eropa,
timur asing, China, hindia, dan Arab. Pribumi pada saat itu tidak mengenal
jabatan notaris karena masih primordial dan religious.

Notariat timbul di Italia Utara pada saat abad ke 11 dan 12. Italia Utara terkenal
akan pusat bisnisnya. Sehingga notariat sangat berkembang di wilayah tersebut
karena berada di tempat yang perkembangan perekonomiannya tinggi. Latijnse
Notariaat : system kenotariatan yg berasal dari Italia Utara yang berarti
menganut system civil law. Karena Indonesia dijajah oleh Belanda yang
merupakan bagian dari Eropa, maka system notaris di Indonesia berasal dari
Italia Utara.

Ciri-ciri Latinjse Notariaat:


1. Diangkat oleh penguasa umum
2. Diangkat untuk kepentingan umum
3. Menerima honorarium dari masyarakat umum.

Honorarium kenapa ga disebut upah/gaji? karena pada masa itu merupakan


kedudukan/jabatan yang terhormat atau dimuliakan di dalam masyarakat.

Ga bisa diubah ke system common law, karena klo diubah, harus mengubah
BW.

Dari Italia Utara, berkembang sesuai dengan gerak peradaban dunia. Dari Italia
Utara masuk kedaratan Eropa melalui Spanyol lalu sampai ke Prancis. Di prancis
dia akan berkembang. Notaris yg berasal dari Italia Utara, Lembaga notaris itu
dapat dikatakan sebagai profesi yang tertua. Pada thn 1888, di Univ. Bologna
diadakan peringatan 8 abad atas berdirinya law school oleh Irnerius dengan
dipersembahkan buku “Formularium Tabellionum”. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa Lembaga notariat sudah ada pada thn 1088 sebagai Lembaga tertua.

Dalam Summa-summa terdapat bab khusus tentang Notaris terkait dengan


sejarah, tugas, syarat yang harus dipenuhi, bentuk-bentuk akta, apa yang harus
dimuat dalam akta (hari, tanggal, tahun, saksi, salinan akta, kewajiban untuk
merahasiakan akta, dll) yang berlaku sampai abad ke-19. Selain itu membahas
hukum perdata yang terkait dengan notaris dan ada pula dibahas mengenai
hukum acara, karena notaris merangkap menjadi panitera di Pengadilan.

Di Prancis, pada abad ke-19. Notaris ini baru mulai dilembagakan, sehingga ada
campur tangan negara. Jadi untuk pertama kalinya Notaris diangkat oleh
negara dengan ada syarat-syarat tertentu. Prancis menjajah Belanda, jadi
semua peraturan yang berlaku di Prancis, juga berlaku di Belanda.

Tabeliones : sekumpulan orang yang juga bekerja untuk membuat alat bukti
dengan didasarkan oleh UU tapi tidak terikat dengan pemerintah. Yang berada
di daratan-daratan Eropa.

Tabularii : Pegawai Pemerintahan yang mempunyai keahlian untuk membuat


alat bukti yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu dalam masyarakat
timbul persaingan untuk lebih menggunakan Tabularii. Karena persaingan itu,
Tabeliones itu merapat ke Tabularii sehingga banyak Tabuliones yang tidak
cakap. Akhirnya Tabeliones dan Tabularii bergabung menjadi Collegium.
Sehingga Tabularii yang lebih dekat dengan corak notaris yang berkembang
hingga saat ini.

Kuliah II September, 13 2019

Jika terjadinya pada saat awal, notaris tidak diangkat. Jika di Perancis, sudah
diangkat oleh penjabat negara.
Ps. 15 UUPJN, diketahui bahwa Notaris berwenang membuat akta otentik
mengenai semua perbuatan, perjanjian dan ketetapan yang diharuskan oleh
peraturan perUUan.

Notaris atau notarius itu akhirnya dilembagakan artinya keberadaannya diakui


oleh negara. Sehingga, awal mula notaris dilembagakan itu di Perancis
(diundangkan pada tgl 6 Oktober 1791). Kemudian pada tanggal 16 Maret 1803
terbit UU Ventosewet dan pada saat itu pula Lembaga Notariat di sahkan
menjadi suatu Lembaga. Para Notaris dijadikan Ambtenaar, yaitu Pegawai
Negeri.

Pada awal sejarah, surat yang dibuat oleh Notaris pada saat itu masih disebut
sebagai akta dibawah tangan. Jika ingin menjadi akta otentik, perjanjian itu
harus diakui oleh pihak yang bertandatangan.
Ventosewet itu terdapat persyaratan-persyaratan untuk menjadi notaris. Salah
satunya adalah calon notaris harus mengikuti ujian dan harus mengikuti
magang selama 6 tahun dan Notaris harus diangkat oleh negara dan diawasi
oleh Chambre des Notaires.

Pada akhir Abad ke-14 itu terjadi tingkat kemrosotan dari Notaris dikarenakan
jabatan tersebut di jual-belikan oleh penguasa. Sehingga banyak Tabeliones
yang nempel dengan tabularii, membuat akta notaris karena masyarakat
banyak yang mengira tabeliones bisa membuat akta karena dekat dengan
tabularii. Akhirnya masyarakat merasa dirugikan atas ulah tabeliones tersebut
sehingga menyebabkan kekurangan kepercayaan terhadap mereka.

Perancis menjajah Belanda, sehingga semua ketentuan mengenai notaris


Perancis berlaku pula di Belanda. Melalui 2 dekrit Kaisar :
1. Dekrit Pertama  8 Nov 1810
2. Dekrit kedua  1 Mar 1811
Kemudian berlaku di seluruh Belanda pada 1 Mar 1811

Kalo di Perancis, membuat 1 akta harus ada 2 notaris tanpa saksi. Sementara di
Belanda, akta dibuat oleh hanya 1 notaris tapi ada 2 saksi, kecuali untuk akta-
akta tertentu.
Rakyat Belanda pada saat itu mendesak pemerintah untuk membuat satu UU
sendiri mengenai notaris. Pada 1842 di undangankan Notarisewet di Belanda,
maka peraturan2 dari perancis tidak berlaku lagi di Belanda.

Di Indonesia, pada awal abad ke-17 Notaris berkembang di Indonesia dengan


adanya VOC pada 1602. Kemudian pada 27 Agustus 1620, Lembaga Notariat
dilembagakan di Indonesia dengan diangkatnya notaris berkebangsaan Belanda
pertama di Indonesia bernama Melchior Kerchen yang merupakan Sekretaris
dari Collage van Schepenen di Jakarta. Sehingga pada saat itu, notaris bisa
rangkap jabatan.
Lalu pada 1625, Jabatan notaris public dipisahkan dari jabatan Sekretaris, maka
sudah tidak ada rangkap jabatan. Sehingga, Notaris yang ada di Indonesia ini
merupakan latinese notariat dengan 3 karakteristik.

Pada 1822 dikeluarkan instruksi kedua membuat 34 Pasal yang mirip dengan
Ventosewet. Maka peraturan2 Notarisewet dari Belanda, berlaku pula di
Indonesia. Keluarlah Staatsblad No. 3 tahun 1860 yang berisi 66 Pasal dan
mulai berlaku 1 Juli 1860 atas dasar perintah Ratu Belanda Wilhelmina yang
menganggap perlu adanya peraturan yuridis sebagai dasar dan landasan
pekerjaan Notaris di Indonesia.
Berlakunya Staatsblad No.3/1860 ini berlaku hingga UUJN thn 2004 terbit.
Harus menyebut UUJN tahun 2004 Jo. UU 2/2014.

Perkembangan Notaris di Indonesia tidak sepesat di negara Barat karena di


Indonesia masih menganut system primordial dan religious, sehingga
perubahan-perubhan itu terlalu dinamis. Dan juga system di Indonesia ini
membeda-bedakan dari tiap-tiap golongan. Sehingga peraturan notaris hanya
berlaku untuk orang-orang Eropa atau orang yang tunduk pada hukum BW.

Pasal 1866 KUHPer berkaitan dengan alat bukti notaris, yaitu bukti tulisan.
Sehingga pada pasal 1867 KUHPer, bukti tulisan berupa :
1. Tulisan-tulisan authentic
2. Tulisan-tulisan
Di pasal 1868 KUHPer, syarat akta authentic itu adalah:
a. Dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh UU;
b. Oleh atau dihadapan pejabat umum yang berwenang (notaris);
c. Ditempat akta itu dibuat.
Lalu dari pasal 1868 KUHPER, dijawab oleh Pasal 1 ayat (1) UUJN.

Kuliah III September, 16 2019

Di Indonesia, keberadaan Notaris dimulai dari :


1. Perkembangan peradaban dunia, masuk melalui Belanda (VOC).
Sehingga mereka membutuhkan alat bukti. 1620 diangkatlah notaris
pertama di Indonesia yang diangkat oleh Gurbernur Jenderal Pieter Zon
Coen bernama Melchior. Dia juga sebagai sekretaris di pemerintahan.
Lalu 5 thn kemudian, notaris dan sekretaris negara dipisah.
Pada 1632 keluar pelakaat dari Pemerintah Hindia Belanda yang
menyatakan bahwa Notaris-Notaris itu dibatasi dalam hal pembuatan
wasiat, jual beli. Sehingga harus ada izin terlebih dahulu. Pengawas
notaris dilarang untuk membuka dokumen-dokumen yang ada di dalam
pelakaat. Sehingga artinya pemerintah ikut campur. Jika negera merasa
rugi, maka dokumen akan dirahasiakan
Pada 1625, sudah ada peraturan tentang Jabatan Notaris. Keluar
Instruksi pertama yang menyatakan bahwa notaris itu harus diuji untuk
diangkat dan disumpah.
Pada 1751, berkaitan dengan penambahan notaris di Batavia. Pada 1765,
protocol notaris yang terkait dengan akta transportasi dan jual beli itu
dilarang dibuka. Peraturan itu disesuaikan dengan kepentingan
penguasa.
Pada 1822, dikeluarkan instruksi kedua yang memuat 34 Pasal. Sudah
dilembagakan yang berarti sudah ada campur tangan negara mengenai
Notaris. Peraturan dalam pasal 1 Instruksi Kedua, mempunyai kemiripan
dengan Ventosewet tentang siapa itu notaris dan apa kewenangannya.

2. Secara yuridis, Notaris muncul di Indonesia dikarenakan adanya


kebutuhan dari pembuktian di Pasal 1866 KUHPer mengenai alat bukti
tulisan. Sedangkan hubungan keperdataan antar orang pasti terjadi.
Sehingga untuk itu ada alat bukti di bawah tangan (register2, formulir,
dll) dan alat bukti otentik di pasal 1868 KUHPer (bentuknya sudah
ditentukan oleh UU yang dibuat oleh penguasa umum yang berwenang
dan dibuat ditempat akta dibuat). Sehingga adanya hal itu keluarlah
Statsblaad No. 3 thn 1860 yang sebagai peraturan pelaksana dari Pasal
1868 KUHPer.

Peraturan jabatan notaris Staatsblaad No. 3 tahun 1860 berlaku hingga muncul
UU Jabatan Notaris pada tahun 2004. Pada tahun 1954 diundangkan UU
tentang Wakil Notaris dan Wakil Notaris Sementara yang bertujuan mengisi
kekosongan-kekosongan Jabatan Notaris pada saat itu.
Kemudian perkembangan notaris di Indonesia harus melalui Pendidikan. Mulai
dari kursus-kursus dan sekolah notaris (spesialis notariat). Spesialis Notaris ini
berjalan hingga adanya PP 60/1959.

Notaris baru mempunyai kewenangan selama ia sudah menjadi Pejabat Umum


untuk membuat akta otentik. Notaris sebagai pejabat umum adalah orang yang
mendapat kewenangan dari Negara untuk melaksanakan fungsi public dalam
bidang hukum perdata untuk membuat alat bukti otentik. Didalam UU, untuk
menjadi notaris ada aturan/syaratnya. Jadi kewenangan dari negara diberikan
jika calon notaris memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat untuk
melaksanakan fungsi public?
Hanya dalam bidang hukum perdata karena fungsinya itu untuk membuat alat
bukti mengenai hubungan keperdataan dari pihak-pihak yang membutuhkan.
Dikaitkan dengan 1 PJN dan 15 UUJN.

Notaris sebagai Notaris umum ketika Notaris telah mendapatkan SK


Pengangkatan dari Menteri Hukum dan HAM. Ketika masih notaris umum, dia
belum bisa membuat akta otentik, sehingga masih berbentuk akta dibawah
tangan. Notaris baru dapat membuat akta otentik ketika telah disumpah oleh
Negara. Kewajiban setelah disumpah adalah menyerahkan dokumen kepada
gurbernur/walikota, kejaksaan, dll sesuai dengan UU.

Begitu notaris meninggal dunia secara mendadak, Majelis Pengawas Daerah


akan menunjuk Pejabat Sementara Notaris. Jika Notaris meninggal dunia pada
saat cuti, maka yang menggantikan adalah langsung ke si Notaris Pengganti.
Orang yang akan menjadi PSN atau Notaris Pengganti harus disumpah dan ada
syarat-syaratnya juga.

Syarat-syarat pengangkatan jadi Notaris dalam UUJN:


1. WNI  Kenapa WNA tidak bisa menjadi notaris? Notaris negara asing
tidak boleh praktik di Indonesia karena notaris itu sebagai pejabat umum
yang melaksanakan sebagian fungsi public dari negara Indonesia di
bidang keperdataan. Selain itu Notaris menggunakan lambang negara
dalam menjalankan tugasnya, sehingga WNA tidak dapat menggunakan
lambang tersebut. Dan juga Notaris harus disumpah oleh Negara
sedangkan WNA tidak dapat disumpah oleh Negara Indonesia. Karena
dalam sumpah disebutkan bahwa Notaris harus patuh dan setia kepada
NKRI, Pancasila, dan UUD 45 sehingga hal ini mendasari bahwa notaris
harus WNI.
2. Bertakwa kepada Tuhan YME  Notaris harus punya moral yang baik,
jujur, dan integritas. Sehingga dianggap jika mempunyai keimanan, akan
takut untuk berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kewenangannya
sebagai Notaris.
3. Berusia 27 tahun  dianggap sudah dewasa dalam hal berpikir, melayani
masyarakat dan berkomunikasi
4. Sehat Jasmani dan rohani  “jasmani” ada batasannya
5. Ijazah S.H dan lulusan S2 Kenotariatan
6. Telah menjalani magang selama 2 tahun sesudah lulus S2.
7. Tidak berstatus ganda  tidak boleh rangkap jabatan sebagai Pegawai
negeri, pejabat negara (walikota, Anggota DPR), lawyer, atau yang
dilarang oleh UU.
8. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana  tidak boleh dipenjara
berdasarkan putusan pengadilan yang telah BHT dengan ancaman 5 thn
penjara atau lebih.
Kuliah IV September, 23 2019

Pekerjaan Notaris ini bukan merupakan sebuah profesi, namun adalah jabatan
yang diperoleh dari Negara.
Kode etik ada 2, yaitu kode etik jabatan dan kode etik organisasi.
Contoh kasus pelanggaran kode etik jabatan:
A Notaris yang berkedudukan di Kota Depok, namun ia bisa membuat akta di
Kota Bandung karena Depok dan Bandung masih satu wilayah yaitu Provinsi
Jawa Barat. Yang tidak boleh dilakukan si A adalah membuat akta di Kota
Bandung setiap saat karena ia tidak menghargai Notaris-Notaris yang berada di
Kota Bandung.

Walaupun termasuk kedalam Kementerian Hukum dan Ham, tetapi Notaris


bukan Pegawai Negeri karena tidak diatur dalam UU Kepegawaian dan tidak
punya NIP. Dan juga Notaris tidak diangkat oleh Pemerintah namun diangkat
langsung melalui UU Jabatan Notaris.

Notaris berhak menggunakan lambang negara, hal ini secara jelas diatur dalam
UU. Peruntukan lambang negara ini untuk salinan akta, kutipan akta, legalisasi,
waarmaking, fotocopy yang disamakan, copy kolasione, dan buku daftar akta.
Lambang yang dikeluarkan oleh notaris itu bentuknya cap dengan lambang
Garuda (Bentuknya bulat, gambar garuda di tengah, dipinggirnya ada nama
notaris dan tempat kedudukan). Dalam minuta akta, tidak boleh ada cap
notaris. Kecuali ada gross akta terhadap minuta terkait hak tertentu, maka
keterangan yang ada Grosse Akta itu harus dicap.

Lambang Garuda boleh digunakan untuk kop surat Notaris, cover akta dan
surat untuk instansi. Cap lambang negara tidak boleh dipergunakan untuk
kwitansi, tanda terima dokumen, di map, di kartu nama, dan diamplop.

Cover dan salinan akta di jahit menggunakan benang dan di benang tersebut
harus ditempelkan Sachet (teraan cap notaris). Jadi cap notaris di minuta
digunting, lalu di tempelkan ke salinan. Gaboleh pake sticker. Arsip-arsip atau
minuta merupakan arsip negara yang harus disimpan dan dipelihara oleh
Notaris sesuai dengan UUJN. Minuta ini beredar selama 25 tahun dikalangan
notaris. Kalo sudah berusia 100 tahun, harus disimpan di Arsip Negara.

Wilayah jabatan notaris adalah provinsi, Tempat kedudukan adalah Kab/Kota.


Yang mutlak, tandatangannya harus di tempat kedudukan notaris. Notaris
boleh mengajukan pindah wilayah jabatan dengan mengajukan ke
kementerian.
Syarat lainny adalah telah membuat 100 akta di wilayah jabatan tersebut.

Grosse Akta harus dikeluarkan atas permintaan kreditur.

Tugas notaris adalah membuat akta. Dalam membuat akta, terdapat kewajiban-
kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu:1
1. Jujur, amanah, teliti, tidak berpihak dan menjaga kepentingan pihak yang
terkait dalam perbuatan hukum  Ps. 16 ayat 1a UUJN

2. Membuat akta dalam bentuk Minuta Akta dan menyimpannya sebagai


bagian dari Protokol Notaris  Minuta adalah asli akta, yaitu terdapat
tandatangan dari Para Pihak, Saksi, dan Notaris. Jika para pihak telah
meninggalkan tempat lebih dulu, maka cukup saksi dan notaris yang
bertandatangan. Minuta harus disimpan dalam protocol notaris dan
harus dijaga karena merupakan arsip negara. Akta Originally = aslinya
yang diserahkan kepada Para Pihak yang berkepentingan, bisa dibuat
dalam 2 eksemplar dengan kekuatan yang sama (hanya dalam hal akta
sekali pakai, ex: akta kuasa untuk menjual, tidak boleh bersifat kuasa
Volmacht, yaitu kuasa yang namanya belum disebut). Setiap dokumen
pelengkap untuk uraian identitas harus dilekatkan jadi 1 (satu) dengan
minuta.

3. Melekatkan surat dan dokumen serta sidik jari dari para penghadap pada
Minuta Akta. Untuk bisa menguatkan tandatangan di Minuta Akta, maka
harus ada Sidik Jari dari para penghadap (teraan jempol kanan).

1 Pasal 16 UUJN
4. Mengeluarkan Grosse Akta  Salah satu Salinan Akta dari Pengakuan
Hutang Murni dari yang mempunyai kekuatan eksekutorial yang mana
dalam salinan tersebut dalam kepala akta memuat rasa “DEMI KEADILAN
BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”, pada bagian akhir akta
diberikan Grosse Akta Pertama atau Kedua, untuk dan atas
kepentingan……. Ex: Bank ABC berkedudukan di… pada tanggal…….
Dalam Grosse Akta harus ada keterangan Notaris : Saya yang
bertandatangan dibawah ini,
Salinan Akta  Salinan dari Minuta Akta, yang bunyinya sama sekali
sama dengan Minuta Akta, Kutipan akta  Salinan dari bagian tertentu
dari Minuta Akta yang bunyinya sama sekali sama dengan Minuta Akta.

5. Notaris tidak boleh menolak pembuatan akta, kecuali pada keluarga,


diluar wilayah jabatan, melanggar ketertiban, kesusilaan, dan UU.

6. Menjaga Rahasia Jabatan adalah semua keterangan yang diperoleh oleh


notaris untuk membuat akta, selain yang ditulis dalam akta itu.

7. Setiap bulan harus menjilid Minuta Akta yang dikeluarkan dalam bulan
itu. Maksimal 50 akta. Even 1 Minuta Akta saja, harus dijilid.

8. Membuat buku daftar protes.

9. Wajib membuat Buku Daftar Akta (Reportorium). Untuk akta wasiat ada
buku tersendiri yang bernama Buku Daftar Wasiat.

10.Harus dilaporkan salinan Buku Daftar Akta Wasiat ke Kementerian paling


lambat tanggal 5 setiap bulannya. Kalo melanggar, Akta Wasiat menjadi
tidak otentik.

11.Mencatat dalam reportorium tanggal pengiriman daftar wasiat pada


setiap akhir bulan.

12. Mempunyai cap/stempel berwarna merah yang ada lambang Negara

13.Membacakan akta dihadapan penghadap dengan dihadiri 2 orang saksi,


kecuali terhadap akta-akta tertentu yang memerlukan 4 org saksi
dilanjutkan dengan tandatangan. Jika tidak dibacakan, maka akta akan
berubah menjadi akta di bawah tangan. Akta boleh tidak dibacakan,
apabila Para penghadap meminta akta tersbut untuk tidak dibacakan
karena Para Pihak telah mengetahui isinya. Tapi sebelum menerima
permintaan tidak perlu dibacakan, maka notaris harus mengirimkan draft
akta kepada para Pihak dan mereka menyetujui draft itu dengan cara
paraf disetiap lembar dan tandatangan. Setelah itu, Notaris akan
membuat minuta yang sebenarnya, lalu draft akta dan minuta harus
dilekatkan menjadi satu. Tidak dibacakan itu bukan berarti tidak
dibacakan semuanya, Notaris harus baca judul, tanggal, pukul, tempat,
identitas Para Pihak, inti Perjanjian, dan penutup akta.

14.Tidak boleh meninggalkan wilayah jabatan selama 7 hari berturut-turut.


Namun jika tidak berturut-turut tapi dilakukan secara terus-menerus
tatap tidak boleh.

Kuliah V September, 30 2019

Perbedaan pelaksaan jabatan Notaris dan PPAT?


Ex: Tanah di Bekasi, sedangkan Notaris di Jakarta
Akta Perjanjian Kredit  Kalo PPAT, dia berwenang ttd di tempat objek,
wlaupun tidak . Kalo Notaris tidak boleh ttd di luar wilayah jabatannya, tapi
Akta PPAT 

Kuliah VI October, 7 2019

Jika suatu akta tidak dilakukan kewajiban-kewajiban formil, maka akta akan
menjadi akta di bawah tangan. Akta dibawah tangan itu hanya mengikat bagi
mereka yang menandatangani dan tidak mengikat Pihak Ketiga. Jika akta
notaril, akan mengikat semua pihak dan pihak ketiga yang bersangkutan karena
dibuat dihadapan pejabat yang berwenang.

Pasal 17 UUJN  Larangan Notaris


Semua reportorium, dokumen-dokumen harus disimpan di wilayah jabatan.
Untuk TTD Akta, harus dilakukan di tempat kedudukan minimal atau di wilayah
jabatan dengan tidak boleh dilakukan secara repetitive.

Jika berkomunikasi melalui email, kooridor kerahasian jabatan masih terjaga.


Dilarang memberikan keterangan yang diperoleh dalam pelaksanaan jabatan
diluar wilayah jabatan, maka ia melanggar Pasal 4, yaitu melanggar rahasia
jabatan.

Contoh kasus:
A notaris di Batam berkunjung ke Singapura, kemudian di bertemu Tuan X dari
Batam yang ingin membuat PT di Batam. Tuan X menginfokan segala informasi
terkait PT yang akan didirikannya.
APAKAH BOLEH NOTARIS A MEMBERIKAN KETERANGAN-KETERANGAN UNTUK
PENDIRIAN PT kepada Tuan X? Tidak boleh. Karena melanggar ketentuan ps. 4
tentang rahasia jabatan. Sebab pemberian keterangan tersebut dilakukan di
luar wilayah jabatan dalam hal ini justru di luar NKRI.

Hari kerja Notaris, yaitu setiap hari 24/7.


Hibah itu tidak boleh bersyarat, yang boleh hanya wasiat.

Notaris tidak boleh rangkap jabatan, jadi tidak boleh punya NIP. Ketika seorang
PNS menjadi notaris, ia harus melepaskan jabatannya itu.
Dengan adanya pasal 11, jika dilanggar maka terjadi pelanggaran hukum.

Tidak boleh menjadi pimpinan atau pegawai BUMN/BUMD atau swasta.


Kenapa tidak boleh rangkap jabatan? Karena Notaris bisa saja melakukan
keberpihakan. Seharusnya Notaris bersikap netral.

Notaris tidak boleh menjadi PPAT dalam 1 wilayah jabatan.

Contoh kasus:
Notaris Jakarta sedang cuti ke Batam, lalu bertemu Notaris Batam yang ingin
mengajukan cuti. Lalu Notaris Batam ingin Notaris Jakarta menjadi Notaris
pengganti. Bisakah? Tidak boleh. Notaris tidak boleh menjadi notaris
pengganti. Karena SKnya masih ttp berlaku, walaupun dia sedang cuti.

Dilarang melakukan pekerjaan lain yang bertentangan dengan kesusilaan,


kepatutan, norma agama. Contohnya : Mabok-mabokan atau main perempuan

Notaris tidak boleh punya 2 kantor.


Notaris boleh mendirikan suatu perserikatan perdata

Dalam Ps. 15, kaitannya dalam praktik, jika klien tersbut bersengketa dan
Notaris di panggil polisi. Jadi jawabannya adalah Notaris itu ditugasi oleh
negara untuk melayani masyarakat. Sehingga bukan ditunjuk oleh pihak-pihak
tertentu.
Jadi bukan kemauan seorang notaris untuk membuat dokumen itu, tp hanya
diminta untuk membuat saja.

Tugas pokok Notaris adalah membuat Akta.

Kuliah VII 14 October 2019

Surat Kuasa memang Hipotik diubah menjadi Surat Kuasa untuk membebankan
Hak Tanggungan. Yang berwenang untuk membuat Surat Kuasa tersebut adalah
seorang Notaris dan Seorang PPAT.
Akta otentik mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna, jadi tidak
butuh alat bukti lain untuk isi yg ada didalamnya, kecuali dibuktikan sebaliknya.

Apa yang dimuat dalam akta otentik itu dijamin kebenarannya bagi semua
pihak dan dimuka pengadilan. Notaris tidak menjamin kebenaran yang tidak
disampaikan para pihak.
Pembuktian secara materiil  isi dari akta dijamin kebenarannya karena
disampaikan dihadapan pejabat yang berwenang, yaitu notaris.

Akta Otentik mempunyai 3 kekuatan pembuktian, yaitu lahiriah, formal dan


material.

Akta Otentik itu adalah akta yang dibuat oleh Notaris (Akta Relaas/akta
Pejabat) atau yang dibuat dihadapan notaris (Akta Partij). Akta Relaas adalah
akta yang buat sebagai suatu keterangan apa yang dia lihat, saksikan, dengar,
dan keadaan yang terjadi didepannya, misalnya Akta Berita Acara RUPS. Akta
Relaas tidak bisa digugat, tapi bisa akta relaas itu dianggap akta palsu karena
keterangannya tidak sesuai dengan fakta. Akta Relaas boleh tidak
ditandatangani oleh para Pihak yang hadir dan boleh tidak dibacakan, minuta
boleh tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Akta Relaas tetap ditandatangani oleh
Saksi dan Notaris.

Akta Partij itu para pihak mendatangani notaris untuk dibuatkan suatu alat
bukti atas perbuatan hukum yang akan para pihak lakukan.
Pasal 38 UUJN  Bentuk Akta

Buku Daftar Akta (Repertorium)

Nomo Nomor Tanggal Sifat Akta Nama Penghadap


r Urut Balman atau Kuasa
Penghadap
1 1 01-09-2019 Perjanjian Pinjam 1. Tuan ABU
Pakai dengan
Persetujuan
isterinya Nyonya
ANI
2. Tuan Andi
2 2 05-09-2019 Perjanjian 1. Tuan AHMAD
Pengikatan Jual 2. Tuan BUDHI
Beli

Nomor ini, harus dilaporkan setiap tanggal 15 tiap bulan ke MPD.

Anda mungkin juga menyukai