Anda di halaman 1dari 5

Luthfi arsyadani

2201860525
DNBA

Tugas Personal ke - 1

Minggu 2 / Sesi 3

PT. SERUPUT MAKMUR merupakan perusahaan yang memproduksi mie instant. Produk mie
instant SERUPUT MAKMUR sangat populer di kalangan Ibu Rumah Tangga, mengingat
produk ini dibuat dari bahan-bahan alami yang aman dikonsumsi setiap hari. Mengingat
permintaan pasar yang semakin meningkat, PT. SERUPUT MAKMUR ingin meningkatkan
kapasitas produksinya. Pabrik dan mesin produksi baru telah dibeli guna mengakomodir
kebutuhan tersebut. PT. SERUPUT MAKMUR juga ingin mensistematisasikan Proses
Pengadaan Bahan Bakunya yang masih manual, agar mampu mendukung kebutuhan
peningkatan kapasitas produksi.
Dalam beberapa sesi diskusi yang telah dilalui, diketahui bahwa PT. SERUPUT MAKMUR
membutuhkan sebuah Sistem Informasi Pengadaan Bahan Baku yang dapat diakses baik dari
Kantor Pusat maupun Pabrik. Perlu diketahui bahwa Kantor Pusat dan Pabrik tidak berada pada
lokasi yang sama. Selain itu, perusahaan juga mengharapkan agar Sistem Informasi yang
dibangun memiliki tampilan yang sederhana, yang didominasi gradasi warna hijau, seperti logo
perusahaan.
Ms. Chantika selaku salah satu Senior System Analyst yang terlibat di dalam kegiatan
pembangunan Sistem Informasi ini juga telah mendokumentasikan proses bisnis berjalan
terkait dengan Pengadaan Bahan Baku di PT. SERUPUT MAKMUR. Berikut proses
bisnisnya:
1. Staf Bagian Gudang, yang berada di pabrik, secara rutin akan mengecek ketersediaan
stok dari bahan baku. Apabila ada bahan baku yang habis, maka Bagian Gudang akan
membuat dokumen “Purchase Requisition,” yang memuat daftar bahan baku yang
hendak di-stok kembali. “Purchase Requisition” yang sudah disetujui oleh Kepala
Gudang kemudian akan dikirimkan kepada Staf Bagian Procurement, yang berada di
Kantor Pusat.
2. Setelah menerima “Purchase Requisition,” Staf Bagian Procurement akan membuat
dokumen “Purchase Order,” yang memuat daftar bahan baku yang akan ditujukan
kepada para Supplier. Setelah dokumen tersebut disetujui oleh Manajer Procurement,

ISYS6506–Information Systems Analysis and Design


Luthfi arsyadani
2201860525
DNBA

dokumen tersebut selanjutnya akan dikirimkan kepada Supplier. Salinan “Purchase


Order” juga akan diinformasikan kepada Staf Bagian Gudang.
3. Selang beberapa hari, Supplier akan mengirimkan Bahan Baku ke pabrik beserta
dengan Surat Jalan. Bahan Baku dan Surat Jalan akan diterima oleh Staf Bagian
Gudang. Setelah mengecek kesesuaian bahan baku dengan Surat Jalan dan salinan
“Purchase Order,” Staf Bagian Gudang akan menerima bahan baku tersebut dengan
membuat “Good Receipt,” yang berisi daftar bahan baku yang diterima. Setelah
mendapat persetujuan dari Manajer Procurement, salinan dokumen ini selanjutnya akan
diinformasikan kepada Staf Bagian Procurement dan Staf Accounting Finance.
4. Selang beberapa hari, Supplier akan mengirimkan Invoice kepada Staf Accounting
Finance, yang ada di Kantor Pusat. Staf Accounting Finance akan mengecek kesesuaian
Invoice dengan salinan “Good Receipt.” Apabila sudah sesuai, maka Staf Accounting
Finance akan membuat dokumen “Outgoing Payment,” yang berisi perintah
pengeluaran kas untuk kebutuhan pembayaran kepada Supplier. Dokumen ini harus
ditanda-tangani oleh Manajer Accounting Finance terlebih dahulu sebelum proses
pembayaran dapat dilakukan.

***

Anda sebagai Junior System Analyst, baru saja terlibat di dalam projek pembangunan Sistem
Informasi Pengadaan Bahan Baku di PT. SERUPUT MAKMUR. Pada kesempatan ini, Anda
diminta untuk:
1. (50%, LO1) Berdasarkan kasus di atas, Systems Development Methodologies apa yang
akan dijalankan? Berikan alasan dan pertimbangannya! Lalu tentukan aktivitas-
aktivitas apa saja yang akan dijalankan pada setiap tahapan dari metodologi yang
dipilih, beserta dengan output untuk aktivitas-aktivitas tersebut! Mohon agar jawaban
dapat mengacu kepada literatur dari Dennis (2015).
2. (50%, LO2) Ms. Chantika meminta Anda untuk melakukan Interviews guna menggali
lebih dalam terkait dengan user requirements. Apa yang akan Anda lakukan di setiap
tahapan Interviews berikut (Dennis, 2015):
a. Select Interviewees
b. Design Interview Questions (buat minimal 5 pertanyaan)

ISYS6506–Information Systems Analysis and Design


Luthfi arsyadani
2201860525
DNBA

c. Prepare for the Interview


d. Conduct the Interview
e. Post-Interview Follow-Up

Jawab :
1. Berdasarkan kasus diatas akan dijalankan Systems Development Methodologies
menggunakan metode Rapid Application Development yang menggunakan penggabungan
beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menyisipkan tahapan khusus terkait dengan
kegiatan pengembangan purwarupa dari sistem informasi. menggunakan metode
prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan
perancangan sistem informasi. Mengingat urgency, waktu dan implentasi sistem yang akan
digunakan dalam jangka panjang. dengan menggunakan metode RAD ini dapat dilakukan
dalam waktu yang relatif lebih cepat

Tahapan-tahapan Model RAD

 Bussiness Modeling
Fase ini untuk mencari aliran informasi yang dapat menjawab pertanyaan berikut:

o Informasi apa yang menegndalikan proses bisnis?


o Informasi apa yang dimunculkan?
o Di mana informasi digunakan ?
o Siapa yang memprosenya ?

 Data Modeling
Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modeling
disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang
bisnis tersebut. Karakteristik (atribut) masing-masing objek diidentifikasi dan
hubungan antar objek-objek tersebut didefinisikan.

 Proses Modeling
Aliran informasi yang didefinisikan di dalam fase data modeling
ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi
sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah,
memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data.

 Aplication Generation
Selain menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga memakai
komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai
lagi. Ala-alat bantu bisa dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.

ISYS6506–Information Systems Analysis and Design


Luthfi arsyadani
2201860525
DNBA

 Testing dan Turnover


Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen
program telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi
komponen baru harus diuji dan semua interface harus dilatih secara penuh.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem RAD

1. Kelebihan
 RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem seperti umumnya, tetapi
mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada
(reusable object).
 Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh
tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih
efesien.
2. Kekurangan
 Tidak cocok untuk proyek skala besar
 Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
 Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
 Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini

2. Interview untuk user requirement


a. Select Interviewees : Management dan staff yang akan menjadi user serta pelaku pada
proses ini
b. Design Interview Questions (buat minimal 5 pertanyaan)
1. Bagaimana pendapat anda tentang akan adanya proses pengadaan bahan baku
secara otomatis dengan menggunakan system informasi?
2. Apa tujuan-tujuan penting dari departemen anda?
3. Adakah data yang ingin anda tambahkan untuk system informasi terkait?
4. Regulasi seperti apa yang anda harapkan bisa terekam dalam system informasi
untuk mempermudah/ mempersingkat proses bisnis?
5. Sebagai user, system seperti apa yang anda butuhkan?
c. Prepare for the Interview
 Membaca materi latar belakang
 Menetapkan tujuan-tujuan wawancara
 Memutuskan siapa yang diwawancarai
 Menyiapkan orang yang diwawancarai
 Memutuskan jenis dan struktur pertanyaan

ISYS6506–Information Systems Analysis and Design


Luthfi arsyadani
2201860525
DNBA

Melibatkan user dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Kebutuhan user. user adalah orang dalam perusahaan. Analisi sistem atau ahli
sistem adalah orang diluar perusahaan. Sistem informasi dikembangkan bukan
untuk pembuat sistem tapi untuk user agar sistem bisa diterapkan, sistem tersebut
harus bisa menyerap kebutuhan user dan yang mengetahui kebutuhan user adalah
user sendiri, sehingga keterlibatannya dalam pengembangan sistem informasi akan
meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangan sistem informasi.
2. Pengetahuan akan kondisi lokal. Pemahaman terhadap lingkungan dimana sistem
informasi akan dioterapkan perlu dimiliki oleh perancang sistem informasi, dan
untuk memperoleh pengetahuan tersebut perancang sistem meminta bantuan user
yang menguasai kondisi lingkungan tempatnya bekerja.
3. Keengganan untuk berubah. Seringkali user merasa bahwa sistem informasi yang
disusun tidak dapat dipergunakn dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk
mengurangi keengganan untuk berubah tersebut dapat dikurangi bila user terlibat
dalam proses perancangan dan pengembangan sistem informasi.
4. User merasa terancam. Banyak user menyadari bahwa penerpan sistem informasi
komputer dalam organisasi mungkin saja mengancam pekerjaannya, atau
menjadikan kemampuan yang dimilikinya tidak relevan dengan kebutuhan
organisasi. Keterlibatn user dalam proses perancangan sistem informasi merupakan
salah satu cara menghindari kondisi yang tidak diharapkan dari dampak penerapan
sistem informasi dengan komputer.
5. Meningkatkan alam demokrasi. User terlibat secara langsung dalam mengambil
keputusan yang berdampak terhadap mereka.
d. Conduct the Interview
 Melakukan interview terhadap subject secara profesional dan santai
 Menggali informasi tanpa melakukan tekanan maupun paksaan
 Memberi motovasi terhadap sistem baru yang akan dibuat
e. Post-Interview Follow-Up
 Melakukan pengamatan terhadap subjek yang di wawancarai
 Melakukan diskusi secara berkala terhadap interviewees terkait proses yang sedang
dijalankan
 Melakukan cek and balanced terkait hasil interview dengan proses yang sedang
berjalan

ISYS6506–Information Systems Analysis and Design