0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan25 halaman

Kelompok 5 - BUNGA BAKUNG

Bunga bakung memiliki akar, batang pendek yang tidak terlihat, daun panjang dan sempit, serta bunga berwarna yang harum berkelopak tiga dan berbentuk corong. Tanaman ini berasal dari Asia dan memiliki berbagai jenis."

Diunggah oleh

Aditya Pirmansah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan25 halaman

Kelompok 5 - BUNGA BAKUNG

Bunga bakung memiliki akar, batang pendek yang tidak terlihat, daun panjang dan sempit, serta bunga berwarna yang harum berkelopak tiga dan berbentuk corong. Tanaman ini berasal dari Asia dan memiliki berbagai jenis."

Diunggah oleh

Aditya Pirmansah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TENTANG BUNGA BAKUNG

MATA KULIAH MORFOLOGI TUMBUHAN

Dosen mata kuliah :


Gurnita,S.Si., M.P.

Disusun oleh:
kelompok 5
 Kinanti Asmarulhusna Aisyah ( 185040082 )
 Raihan Egina Nur Rachmawati ( 185040083 )
 Aghnia Nur Annisa ( 185040084 )
 Alfika Sabrina Oktareza ( 185040085 )
 Welli Dwi Yanti ( 185040086 )
 Melianti Delvia ( 185040087 )

BIOLOGI B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Bunga Bakung
ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada
Bapak Gurnita,S.Si., M.P.selaku dosen mata kuliah Morfologi Tumbuhan yang telah
memberikantugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai bunga bakung dan segala sesuatu tentang bunga bakung . Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan
makalah ini di waktu yang akan datang.

Bandung, Desember 2018

Penyusun
Daftar Isi
KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 1
Daftar Isi ........................................................................................................................................................ 2
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang .................................................................................................................................... 3
BAB II BUNGA BAKUNG (LILICEAE) ................................................................................................................ 4
2.1 Klasifikasi Bunga Bakung .................................................................................................................... 4
2.2. Morfologi Bunga Bakung ................................................................................................................... 4
2.3. Habitat............................................................................................................................................... 5
2.4. Jenis-jenis Bunga Bakung di Seluruh Dunia....................................................................................... 5
BAB III BUDIDAYA BUNGA BAKUNG ............................................................................................................ 12
3.1 Budidaya bunga bakung di lahan luas .............................................................................................. 12
3.2. Cara menanam Bunga Bakung di dalam Pot ................................................................................... 15
3.3. Tips sukses budidaya bunga bakung ............................................................................................... 16
3.4. Penanggulangan Hama dan Penyakit.............................................................................................. 16
BAB IV PEMASARAN BUNGA BAKUNG ........................................................................................................ 17
4.1. Harga bunga bakung/Lili ................................................................................................................. 17
4.2. Buket bunga .................................................................................................................................... 17
BAB V KHASIAT DAN MANFAAT BUNGA BAKUNG ...................................................................................... 18
5.1. Manfaat ....................................................................................................................................... 18
5.2. Khasiat ......................................................................................................................................... 18
BAB VI PENUTUP ......................................................................................................................................... 20
6.1 . Kesimpulan.................................................................................................................................. 20
6.2. Saran ........................................................................................................................................... 20
6.3. Lampiran......................................................................................................................................... 21
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanaman Bakung dalam Bahasa Inggris disebut Lily. Nama latin bunga bakung adalah
Crynum asiaticum L . Ada sekitar 110 suku dalam keluarga bakung (Liliceae) .Tanaman ini
tumbuh menyebar di dunia diantaranya di sebagian besar negara Eropa, di Asia seperti
Jepang,India,Indocina dan Filiphina. Bunga Bakung adalah tumbuhan tahunan yang tinggi 60
– 180 cm.

Bunga ini memiliki tampilan yang menarik dan fresh serta memiliki aroma yang harum
sehingga memang cocok ditanam sebagai penghias kebun, taman atau rumah. Bahkan pada
skala yang besar, bunga bakung ini bisa dijadikan usaha yang menjanjikan.
Tanaman bunga bakung sendiri termasuk tanaman bunga dengan ukuran medium. Ia akan
cocok untuk ditanam sendiri atau berkelompok. Agar hasil tampilan tanaman ni semakin
menarik, tentunya kita harus bisa mengusahaan agar tanaman bunga bakung yang kita tanam
tumbuh dengan subur dan sehat. Maka dari itu jika anda memutuskan ingin menanam bunga
bakung alias bunga lili ini, maka sebaiknya anda memahami terlebih dahulu cara menanam
bunga bakung yang baik dan benar.
Tanaman hias berumbi ini diidentikkan sebagai lambang kebahagiaan dan kesucian.
Orang-orang bule selalu menyertakan bunga lili sebagai lambang kebahagiaan abadi dalam
setiap pesta pernikahan. Bukan hanya itu, bunga lili juga sering digunakan sebagai simbol
untuk menyampaikan rasa sukacita dalam setiap peristiwa yang membahagiakan seperti
perayaan ulang tahun atau kelahiran putra-putri mereka.
Bunga Bakung merupakan salah satu bunga yang memiliki komersial yang cukup
tinggi.Sebagian besar masyarakat menggunakan dalam acara – acara penting seperti
pernikahan maupun acara yang bersifat non formal atau formal.
BAB II BUNGA BAKUNG (LILICEAE)
2.1 Klasifikasi Bunga Bakung

Bunga Bakung

Kingdom :Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
Super divisi :Spermatophyta
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Liliopsida
Sub kelas :Lilidae
Ordo :Liliales
Famili :Amaryllidaceae
Genus : Crynum
Spesies : Crynum asiaticum L.

2.2. Morfologi Bunga Bakung


1. Akar
2. Batang
Bunga Bakung termasuk tumbuhan yang tidak berbatang ( planta acaulis ).
Batangnya amat pendek hingga tidak terlihat,hanya terlihat daunnya yang keluar dari
tanah saja.Namun ketika berbunga,batangnya akan terlihat atau mempunyai batang
palsu yang ditutupi oleh pelepah daun tua.Batangnya tumbuh dengan ketinggian 60 –
180 cm dan memiliki tangkai yang kuat dan kokoh.
3. Daun
Daunnya panjang dan ujung daunnya
meruncing serta pada penampangnya melintang
pipih,tulang daunnya sejajar atau bertulang
lurus,memiliki satu tulang di tengah yang besar
yang membujur daun ( monokotiledon ).Daging
daunnya tebal dan berair serta permukaan
daunnya rata dan di bagian atas lebih mengkilap daripada bawah,daun menjorong
sempit sampai lebar,semi – tegak dan margin
mengutuh.
4. Bunga
Bunganya bewarna indah di setiap
kelopaknya.Bunganya memiliki tiga kelopak
yang mempunyai harum wangi dan terdapat
dalam berbagai warna dari
putih,kuning,jingga,merah muda,ungu,warna
tembaga,hingga hampir hitam terdapat pula
corak berupa bintik – bintik.Bunganya
berbentuk corong dengan biji besar bundar
gepeng dan berlendir.Mahkota bunga
lancip.Bunga berkelipatan 3. Memiliki 1
putik dan 5 benang sari

5. Buah / Umbi
Tanaman ini mempunyai umbi yang besar tumbuh ditanah berdiameter 5 – 10
cm, umbi ini dikenal dengan poison bulb karena mengandung racun.

2.3. Habitat
Tanaman ini bisa tumbuh di tempat – tempat yang tanahnya subur,bisa dijumpai di tepi
sungai,di tepi danau ataupun di tepi hutan pada tempat – tempat yang teduh.Terkadang
tanaman ini bisa menyesuaikan dengan habitat hutan,pegunungan dan kadang – kadang
habitat rerumputan maupun rawa.Namun pada umumnya tanaman ini lebih cocok tinggal di
habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam yang seimbang.

2.4. Jenis-jenis Bunga Bakung di Seluruh Dunia


 Lilium albanicum  Lilium auratum – Bakung Cahaya
 Lilium amabile Emas Jepang
 Lilium amoenum  Lilium bakerianum
 Lilium anhuiense  Lilium bolanderi
 Lilium arboricola  Lilium bosniacum – Bakung Bosnia
 Lilium brevistylum
 Lilium brownii  Lilium medogense
 Lilium bulbiferum – Bakung Jingga  Lilium michauxii – Bakung Carolina
 Lilium callosum  Lilium michiganense
 Lilium canadense – Bakung Kanada  Lilium monadelphum
 Lilium candidum – Bakung Madonna  Lilium nanum
 Lilium carniolicum  Lilium neilgherrense
 Lilium catesbaei  Lilium nepalense
 Lilium cernuum  Lilium occidentale
 Lilium chalcedonicum  Lilium oxypetalum
 Lilium columbianum  Lilium papilliferum
 Lilium concolor  Lilium paradoxum
 Lilium dauricum  Lilium pardalinum – Bakung Macan
 Lilium davidii Kumbang
 Lilium distichum  Lilium parryi
 Lilium duchartrei  Lilium parvum
 Lilium fargesii  Lilium philadelphicum
 Lilium floridum  Lilium pinifolium
 Lilium formosanum  Lilium pomponium
 Lilium grayi  Lilium primulinum
 Lilium habaense  Lilium pumilum – Bakung Korea
 Lilium hansonii  Lilium pyrenaicum
 Lilium heldreichii  Lilium pyrophilum
 Lilium henrici  Lilium regale
 Lilium henryi  Lilium rhodopaeum
 Lilium huidongense  Lilium rosthornii
 Lilium humboldtii  Lilium rubescens
 Lilium iridollae  Lilium saccatum
 Lilium jankae  Lilium sargentiae
 Lilium jinfushanense  Lilium sempervivoideum
 Lilium kelleyanum  Lilium sherriffiae
 Lilium kelloggii  Lilium souliei
 Lilium lancifolium – Bakung Macan  Lilium speciosum – Bakung Jepang
 Lilium lankongense  Lilium stewartianum
 Lilium ledebourii  Lilium sulphureum
 Lilium leichtlinii  Lilium superbum
 Lilium leucanthum  Lilium taliense
 Lilium lijiangense  Lilium tianschanicum
 Lilium longiflorum – Bakung Paskah  Lilium tsingtauense
 Lilium lophophorum  Lilium wallichianum
 Lilium maritimum  Lilium wardii
 Lilium martagon – Bakung  Lilium washingtonianum
Martagon  Lilium wenshanense
 Lilium matangense  Lilium xanthellum
 Lilium medeoloides
1. Lilium auratum (Bakung Cahaya Emas Jepang)
Di Jepang disebut Yamayuri yang berarti Lily / Bakung gunung. Dia berasal dari Jepang
dan terkadang disebut juga sebagai Golden Rayed Lily of Japan.

2. Lilium candidum (Bakung Madonna)

Salah satu dari keluarga Lily. Bunga ini berasal dari Balkans dan Asia Barat. Membentuk
umbi pada permukaan tanah, dan tidak seperti bakung pada umumnya, bunga ini tetap
mempunyai calon daun di musim dingin, yang kemudian mati di musim panas.Bunganya
yang berwarna putih dan kuning kemerahan dipangkalnya muncul pada akhir musim semi
dan menyebarkan wangi pada musim panas.

3. Lilium lancifolium (Bakung Macan)


Spesies bakung yang berasal dari daerah utara dan timur Asia, termasuk Jepang.
Salah satu jenis bakung yang diberi nama umum bakung macan dan lebih banyak dikenal
melalui nama ini.Berbunga pada akhir waktu periode singkat sebelum mereka layu dan
digantikan oleh bunga baru.

4. Lilium longiflorum (Bakung Paskah)

Disebut juga Bakung November. Bunga ini merupakan tanaman asli Kepulauan Ryukyu,
Jepang. Di Jepang, bunga ini disebut dengan Teppouyun. Tumbuh di ladang, padang
rumput dan daerah sejuk.Bunga ini sangat beracun bagi kucing.

5. Lilium martagon (Bakung Martagon atau Bakung Peci Turki)


Bunga ini berasal dari daerah luas mulai dari daerah timur Prancis Timur melewati
daerah utara Asia sampai Mongolia dan Korea.Bunganya biasanya berwarna pink
keunguan, dengan titik-titik hitam, tapi cukup bervariasi, mulai dari keputihan hingga
kehitaman dan wangi.

6. Lilium michauxii (Bakung Carolina)

Dapat ditemukan di daerah tenggara Amerika Serikat dari Virginia Barat di Utara sampai
Florida di selatan sampai Texas di barat. Biasanya muncul pada saat musim panas di bulan
Juli dan Agustus tapi bisa juga ditemukan berbunga sampai Oktober.

Kelopaknya menekuk ke belakang dan berbintik-bintik. Daerah warnanya mulai dari


kuning kejinggaan sampai merah untuk bagian belakang kelopak dan merah keunguan
sampai coklat untuk bintiknya.

7. Lilium pardalinum (Leopard Lily / Bakung Macan Tutul)


Berasal dari Oregon dan California dan biasanya tumbuh di area lembab. Wilayahnya
meliputi daerah California yang dipenuhi semak-semak dan pohon-pohon kecil dan
pegunungan Nevada.Bunganya berbentuk seperti peci, berwarna merah kejinggaan dengan
banyak bintik coklat. Biasanya berbunga di bulan Juli.

8. Lilium canadense (Bakung Kanada)

Disebut juga Bakung Meadow. Berasal dari daerah timur Amerika Utara. Bunganya
muncul di bulan Juni dan menghadap ke bawah, kuning, jingga atau merah, dengan bintik-
bintik.Berada di padang rumput yang lembab dan celah kayu.

9. Lilium bulbiferum (Fire Lily / Bakung Api)


Disebut juga Bakung Jingga. Bunga ini umum ditemukan di gunung di daerah pusat dan
selatan Eropa dari Pyrenees sampai daerah utara Balkans.Tumbuh di padang rumput
gunung dan bebatuan. Lebih menyukai tanah berkapur yang hangat, tempat cerah tapi juga
tumbuh di tanah yang sedikit asam.Dalam kebudayaannya, Bakung Api sudah lama diakui
sebagai simbol Orange Order (organisasi politik protestan di Irlandia Utara). Dalam
Hanakotoba, bahasa bunga di Jepang, Bakung Api melambangkan kebencian atau dendam
bila diberikan sebagai hadah.

10. Lilium Speciosum (Bakung Jepang)

Berasal dari Jepang. Warna bunganya putih sampai merah muda dan cukup wangi.
Berbunga lebih lambat dari jenis lainnya.
BAB III BUDIDAYA BUNGA BAKUNG
Tanaman bunga bakung sendiri termasuk tanaman bunga dengan ukuran medium. Ia akan
cocok untuk ditanam sendiri atau berkelompok. Agar hasil tampilan tanaman ni semakin
menarik, tentunya harus bisa mengusahaan agar tanaman bunga bakung yang ditanam tumbuh
dengan subur dan sehat. Maka dari itu jika ingin menanam bunga bakung alias bunga lili ini,
maka sebaiknya pahami terlebih dahulu cara menanam bunga bakung yang baik dan benar.

3.1 Budidaya bunga bakung di lahan luas

1. Persiapan Lahan

Tanaman bunga bakung sendiri sebenarnya mampu beradaptasi dengan baik bila
ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun demikian anda sebaiknya tidak
sembarangan memilih lahan. Pada cara menanam bunga bakung ini maka lahan yang ideal
ialah setidaknya memiliki kriteria sebagai berikut ini :

 Tanahnya gembur
 Memiliki pH tanah yang normal yaitu antara 5 – 7,5
 Terpapar cukup sinar matahari minimal 4 jam sehari
 Lingkungan bersuhu sejuk (Jika pada dataran rendah maka anda bisa menempatkannya
didekat tanaman perindang)
 Memiliki drainase yang baik
 Memiliki cukup unsur hara
 Jauh dari pantai agar tidak terkena aerosol air asin

Tanaman bakung ini memang lebih subur dan memiliki tampilan yang lebih segar jika
ditanam di area yang cenderung sejuk atau dingin semisal pegunungan. Namun bagi anda
yang tinggal di dataran rendah pun tak perlu khawatir karena anda bisa memanfaatkan
tanaman perindang semisal jambu air, mangga, dan jambu biji sebagai penyejuk
lokasi.Untuk cara menanam jambu air lalu cara menanam mangga dan cara menanam
jambu biji bisa anda baca di daftar postingan situs ini. Setelah anda mendapatkan lokasi
yang ideal, maka lanjut ke tahap pengolahan lahan.
2. Penggemburan Tanah
Untuk menanam bunga bakung terutama jika jumlahnya lebih dari satu maka
anda harus menggemburkan tanah lahan tanam terlebih dahulu. Tujuan penggemburan
tanah pada cara menanam bunga bakung ini ialah agar akar tanaman mampu
berkembang dengan baik sehingga unsur hara dalam tanah lebih mudah diserap. Untuk
penggemburan tanahnya, anda bisa menggunakan cangkul atau mesin traktor jika
skalanya cukup luas.

3. Pembuatan Alur Tanam dan Aur Pupuk Dasar


Cara menanam bunga bakung yang selanjutnya setelah tanahnya digemburkan
ialah membuat lubang alur bakal bedengan yang harus diisi pupuk dasar dahulu.
Buatlah lubang alur yag memanjang untuk diisi pupuk dasar nantinya. Jarak antar satu
alur dengan alur lainnya ialah sekitar 40-50 cm. Jarak ini juga yang nantinya akan
menjadi jarak bedengan.

4. Pemberian Pupuk Dasar

Pupuk dasar berfungsi untuk meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah
sekaligus menjaga suplai unsur hara selama tanaman hidup dilokasi tersebut. Pupuk
dasar yang digunakan pada cara menanam bunga bakung ini adalah pupuk organik
saja. Dengan syarat bahwa pupuk organik tersebut siap diserap tanaman. Jika itu pupuk
kandang atau pupuk kompos maka anda harus menjadikannya bokashi terlebih dahulu
dengan bantuan bakteri EM4 atau jamur tricodherma.

Untuk cara pebuata bokashinya ialah sebagai beriut :

 Siapkan pupuk organiknya (kandang/kompos), jerami/sekam, serbuk kayu lalu


dicampur
 Siapkan 1 botol EM4, 1 ons gula, 1 ember air dan 1 buah pepaya matang
 Blender atau cacah buah pepaya hingga halus
 Larutkan gula dalam seember air lalu tambahkan 200 ml EM4
 Masukkan jus pepaya atau cacahan pepaya tadi
 Tutup dan biarkan minimal 3 hari
 Siramkan secara merata pada campuran pupuk tadi dan pupuk kemudian ditutup
terpal minimal 7 hari
 Kini pupuk sudah menjadi bokashi dan siap diaplikasikan.

Untuk langkah praktisnya, maka anda bisa menggunakan butiran organik yang
banyak dijual di toko pertanian sebagai pupuk dasarnya. Setelah diisi dengan pupuk
dasar maka selanjutnya ialah menutupnya dan membentuk bedengan

5. Pembentukan Bedengan
Memang mirip dengan cara menanam cabe rawit atau cara menanam terung dan
cara menanam bunga tulip yang sebaiknya ditanam pada bedengan. Bedanya pada cara
menanam bunga bakung ini maka anda tidak perlu menutupi bedengan dengan plastik
mulsa.
Bedengan ini dibentuk setelah alur tadi diisi pupuk. Tinggi gundukan bedengan
ialah sekitar 15 cm dengan lebar menyesuaikan. Jika anda hanya akan menanam 1 baris
diatas bedengan maka lebarnya cukup sekitar 30 cm atau kurang. Namun jika ingin
menanam 2 baris daiatas 1 bedengan maka buatlah lebar bedengannya menjadi 60 cm
atau lebih.

6. Pembuatan Lubang Tanam


Lubang tanam dibuat dengan melubangi permukaan bedengan. Untuk cara
menanam bunga bakung, maka buatlah lubang dengan kedalaman sekitar 5 cm. Jarak
antar lubang juga harus diatur, yakni sekitar 20-30 cm antar lubang. Sebelum ditanami
maka anda bisa mengkocorkan insektisida dan fungisida terlebih dahulu pada lubang
tersbut agar tanaman nantinya bebas dari serangan serangga atau jamur pengganggu.

7. Penanaman Umbi atau Bibit Bunga Bakung

Tanaman bunga bakung atau bunga lili ini memiliki cara perkembangbiakan
melalui umbi jadi cara menanam bunga bakung ini hampir mirip dengan cara menanam
bawang putih, cara menanam bawang bombay atau cara menanam talas.
Kita harus memilih umbi yang berasal dari tanaman bunga bakung yang sehat.
Pisahkan umbi tersebut agar segera ditanam. Umbi yang terlalu lama disimpan malah
justru akan kering dan kurang sehat.
Jika anda kesulitan mendapatkan umbi yang baik, maka anda bisa membeli bibit
tanaman bunga bakung di toko bunga, namun tentunya anda harus mengeluarkan biaya
lebih. Tanam umbi dan sisiakan sedikit bagian atasnya yaitu bagian yang tumbuh tunas.
Sebaiknya dipilih waktu pagi atau sore saat menanam lalu segera disirami agar umbi
tetap segar dan cepat tumbuh.
8. Penyiraman Tanaman Bunga Bakung
Tanaman umbi seperti bunga bakung ini memerlukan suplai air yang memadai agar
menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Ia membutuhkan pengairan yang ideal
yakni jika model pengairan sistem pompa air disela-sela bedengan, maka anda bisa
mengairinya sekitar 7-10 hari sekali sedangkan untuk siste gembor, maka anda bisa
menyiraminya 2 hari sekali.
Tanaman tipe berumbi termasuk pada cara menanam bunga bakung ini
membutuhkan kadar air yang pas tidak boleh terlalu lama kekeringan atau terlalu lama
tergenang air yang mana malah akan membusukkan umbinya.

9. Penyiangan Tanaman Liar (Gulma)


Karena bedengan yang dibuat tidak dilapisi plastik mulsa maka kemungkinan
tumbunhnya rumput liar akan lebih besar. Sebenarnya rumput ini bisa anda manfaatkan
untuk menambah background warna taman atau bunga sehingga yang perlu anda
lakukan ialah hanya memangkas dan menjaga ketinggian rumput tersebut. Cara lainnya
ialah dengan menanam jenis rumput hias dibedengan sehingga bedengan tampak hijau.

10. Pemupukan Kocor Susulan


Sebenarnya ini tidak terlalu penting dalam cara menanam bunga bakung, namun
jika anda lakukan maka hasil perkembangan tanaman bunga bakung akan lebih optimal.
Pupuk yang digunakan ialah pupuk NPK yaitu dengan cara melarutkan 1 gelas NPK
kedalam 40 L air lalu disiramkan kesetiap pangkal tanaman yakni sekitar 50-100 ml per
tanaman. Pengkocoran ini dilakukan setelah tanaman tumbuh sekitar 15 cm dengan
interval 10-14 hari sekali.

3.2. Cara menanam Bunga Bakung di dalam Pot


Bunga bakung biasanya dijual dalam bentuk tanaman fullnya atau dalam bentuk
bongkahan umbi tanpa daun dan bunga atau bulb.
Dalam memilih umbi bunga bakung ukuran harus menjadi perhatian utama anda,
semakin besar bulb semakin banyak bunga yang akan mekar nanti. Selain itu umbi haruslah
dalam kondisi baik, tidak ada tanda-tanda pembusukan.
 Untuk menanam dalam pot, pilihlah pot yang berlubang untuk sistem drainase yang
baik agar umbi dan akar tidak membusuk. Ukuran pot setidaknya harus 2 kali lebih
besar dan tinggi dari umbi bunga bakung anda.
 Isi pot dengan tanah yang kaya akan unsur hara, bisa juga dicampur media tanam lain
seperti cocopeat, perlite atau peat moss. Isi setengah full potnya.
 Letakan umbi pada pot yang telah diisi media tanam dan penuhi lagi pot dengan media
tanam sampai sepertiga umbi tersisa dan masih terlihat, tekan tanah agar padat.
 Angkat pot dan siram dengan air menggunakan selang hingga semua bagian tanah
basah lalu biarkan air mengalir melalui lobang sampai kering sepenuhnya.
 Letakan pot ditempat yang tersinari matahari langsung.

3.3. Tips sukses budidaya bunga bakung

 Tanamlah bunga bakung dalam jumlah yang banyak agar semakain banyak bunganya
 Tanamlah berbagai varian bunga bakung yang posisinya diatur dalam bedengan
sehingga bunganya akan tampak indah dan bercorak / berpola
 Gunakan ZPT auxin pada saat tanaman sudah dewasa sehingga nantinya bunga yang
muncul akan semakin banyak
 Anda bisa menggunakan semprotan selang untuk menyirami daun tanaman di musim
kemarau agar daun tetap tampak segar
 Tinggi bedengan dapat dibuat lebih tinggi pada jenis tanah liat agar tidak becek saat
hujan.

3.4. Penanggulangan Hama dan Penyakit


Cara menanam bunga bakung sebenarnya tergolong mudah. Namun demikian tetap saja
ada hama yang bisa merusak tanaman bunga bakung ini. Beberapa hama yang menyerang
bunga bakung ini ialah dari golongan serangga semisal ulat dan uret. Namun yang paling
sering menyerang malah dari golongan jamur yakni jamur amarylis.
Untuk penanggulangannya maka dibedakan dari jenis hamanya. Jika itu dari jenis
serangga maka untuk mengatasinya gunakan insektisida sedangkan jika itu dari jenis
jamur, maka gunakan fungisida.
Anda bisa menikmati hasil kerja keras anda ketika melihat bunga bakung mulai muncul
dan merekah terutama ketika pagi hari. Ada berbagai varietas bunga bakung yang bisa anda
tanam seperti bunga bakung merah, bunga bakung putih, bunga bakung kuning dan bunga
bakung ungu.
BAB IV PEMASARAN BUNGA BAKUNG
Bunga bakung/lili yang beredar di pasar Indonesia umumnya diimpor dari luar negeri.
Varietas-varietas lili yang diimpor merupakan anggota seksi Oriental, OT (Oriental Trumpet),
Asiatik, LA (Longiflorum asiatik), dan Longiflorum. Namun kini Kementrian Riset dan
Teknologi telah berhasil merakit berbagai varietas lili unggul dalam negeri. Pemuliaan lili tropis
dimulai dari kegiatan penelitian Riset Unggulan Terpadu V pada tahun 2007.
Bunga Bakung/lili merupakan salah satu bunga yang memiliki komersial yang cukup
tinggi.Sebagian besar masyarakat menggunakan dalam acara – acara penting seperti pernikahan
maupun acara yang bersifat non formal atau formal.

4.1. Harga bunga bakung/Lili


Harga tanaman lily dipasaran online berkisar antara 5-100 ribu rupiah per benihnya
berupa umbi yang biasanya sudah dipotong.

4.2. Buket bunga

Buket bunga atau karangan bunga biasanya dibuat oleh ahli merangkai bunga dari
tiap florist dengan menggunakan jenis bunga yang memiliki kualitas baik. Buket bunga
digunakan sebagai hadiah. Harga buket bunga bakung berkisar antara 100-300 ribu
rupiah.
BAB V KHASIAT DAN MANFAAT BUNGA BAKUNG
5.1. Manfaat
Lili atau bunga bakung sangat terkenal sebagai bahan masakan di Asia, Timur
Tengah dan Dunia Barat khususnya pada Era Victorian dari tahun 1800an sampai
1900an. Dalam dunia masak Asia kuncup lili yang dikeringkan terkenal dengan nama
“golden needles” atau jarum emas. Rasanya yang manis bunga lili seringkali dijadikan
hidangan penutup atau sebagai penghias makanan.

5.2. Khasiat
Sebagai obat herbal lili telah masuk kedalam pengobatan tradisional Asia semenjak
2000 tahun yang lalu, berikut bahasan lengkapnya :
 Khususnya di India Jus daun bakung dijadikan tetes telinga untuk sakit telinga.
 Lili juga digunakan sebagai obat penyakit kulit
 Tanaman ini digunakan untuk mengobati orang yang digigit laba-laba beracun.
 Mengobati Infeksi Saluran Kencing
 Akarnya digunakan untuk mengobati sakit perut
 Membantu mengurangi Batuk
 Membantu mengurangi Tuberkolosis
 Membantu mengurangi Demam
 Membantu mengurangi rasa sakit saat melahirkan
 Mengobati luka dan mempercepat penyembuhannya (dibalurkan air rebusan pada
luka)
 Kuncupnya yang direbus dan dikonsumsi digunakan untuk mengobati peradangan
perut.
 Kuncup mentahnya digunakan untuk melunakan tumor keras.
 Setelah diextrak menjadi cair kuncup lili digunakan untuk mengobati luka bakar agar
tidak berbekas.
 Kuncup lili yang di jus dapat mengobati penyakit edema atau pembengkakan pada
kaki atau tangan, biasanya karena penyakit jantung, liver, dan ginjal.
Gunakan semua obat herbal secara bijak, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter
untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
 Mengobati luka memar
Cara meramu : ambil daun bung abkung lalu olesi dengan minyak kelapa kemudian
layukan diatas api ,selanjutnya tempelkan ke bagian yang sakit
 Mengobati borok (Uklkustripikum)
Cara meramu : tumbuk halus daun bunga bakung segar secukupnya, kemudian peras
dan ambil airnya, lalu oleskan merata ke bagian yang borok.
 Melancarkan buang air kecil
Cara meramu : olesi daun bunga bakung dengan minyak kelapa , kemudian
tempelkan di daerah kandung kemih
 Sakit gigi
Cara meramu : sediakan akar bakung putih seperlunya lalu tempelkan pada gigi yang
terasa sakit, bisa juga dengan merebus akar bakung putih , setelah dingin pakai untuk
berkumur.
 Frambusia/patek
Cara meramu : Cuci bersih 5-10g umbi bakung ,lalu tumbuk halus . saring dan minum
air tumbukan herba. Ampas bekas tumbukannya dapat ditempelkan dan dibalutkan
pada bagian yang luka. Jika muntah-muntah menandakan herbanya bereaksi dengan
baik dan emmbantu keluarnya racun di tubuh.
 Rematik, keseleo
Cara meramu : panaskan daun bunga bakung sampai layu dengan api kecil, lalu
tambahkan minyak wijen seperlunya . Tempelkan ditempat yang sakit.
 Sakit pinggang
Cara meramu :haluskan daun bakung putih dengan jahe merah, lalu oleskan pada
pinggang yang sakit.
BAB VI PENUTUP
6.1 . Kesimpulan
Tanaman Bakung dalam Bahasa Inggris disebut Lily. Nama latin bunga bakung
adalah Crynum asiaticum L . Ada sekitar 110 suku dalam keluarga bakung (Liliceae)
.Tanaman ini tumbuh menyebar di dunia diantaranya di sebagian besar negara Eropa, di
Asia seperti Jepang,India,Indocina dan Filiphina.
Bunga ini memiliki tampilan yang menarik dan fresh serta memiliki aroma yang
harum sehingga memang cocok ditanam sebagai penghias kebun, taman atau rumah.
Bahkan pada skala yang besar, bunga bakung ini bisa dijadikan usaha yang menjanjikan.
Tanaman ini bisa tumbuh di tempat – tempat yang tanahnya subur,bisa dijumpai di tepi
sungai,di tepi danau ataupun di tepi hutan pada tempat – tempat yang teduh.Terkadang
tanaman ini bisa menyesuaikan dengan habitat hutan,pegunungan dan kadang – kadang
habitat rerumputan maupun rawa.Namun pada umumnya tanaman ini lebih cocok tinggal di
habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam yang seimbang.
Tanaman bunga bakung sendiri termasuk tanaman bunga dengan ukuran medium.
Ia akan cocok untuk ditanam sendiri atau berkelompok. Agar hasil tampilan tanaman ni
semakin menarik, tentunya kita harus bisa mengusahaan agar tanaman bunga bakung
yang kita tanam tumbuh dengan subur dan sehat. Maka dari itu jika anda memutuskan
ingin menanam bunga bakung alias bunga lili ini, maka sebaiknya anda memahami
terlebih dahulu cara menanam bunga bakung yang baik dan benar.
Bunga bakung biasanya dijual dalam bentuk tanaman fullnya atau dalam bentuk
bongkahan umbi tanpa daun dan bunga atau bulb. Dalam memilih umbi bunga bakung
ukuran harus menjadi perhatian utama anda, semakin besar bulb semakin banyak bunga
yang akan mekar nanti. Selain itu umbi haruslah dalam kondisi baik, tidak ada tanda-
tanda pembusukan.
Ada berbagai varietas bunga bakung yang bisa ditanam seperti bunga bakung merah,
bunga bakung putih, bunga bakung kuning dan bunga bakung ungu.
Untuk penanggulangannya maka dibedakan dari jenis hamanya. Jika itu dari jenis
serangga maka untuk mengatasinya gunakan insektisida sedangkan jika itu dari jenis
jamur, maka gunakan fungisida.
Harga tanaman lily dipasaran online berkisar antara 5-100 ribu rupiah per benihnya
berupa umbi yang biasanya sudah dipotong. Kunjungi juga florist terdekat untuk hunting
bunga cantik ini.

6.2. Saran
1. Dalam memilih umbi bunga bakung ukuran harus menjadi perhatian utama anda,
semakin besar bulb semakin banyak bunga yang akan mekar nanti.
2. Umbi haruslah dalam kondisi baik, tidak ada tanda-tanda pembusukan.
3. tanaman ini lebih cocok tinggal di habitat dengan tanah yang mengandung kadar
asam yang seimbang
4. Untuk menanam bunga bakung terutama jika jumlahnya lebih dari satu maka anda
harus menggemburkan tanah lahan tanam terlebih dahulu.

6.3. Lampiran
DAFTAR PUSTAKA

1. Budiyanto.2014.Klasifikasi Bakung. www.biologionline.info/2014/11/klasifikasi-bakung-


crinum-asiatica.html . Diakses 07 desember 2018.
2. P,Erik.2018.Bunga Lily atau Bunga Bakung. https://edukanal.com/bunga-lily-atau-bunga-
bakung/. Diakses 07 Desember 2018.
3. Pusat Informasi Budidaya.2017.Cara Menanam Bunga Bakung.
https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bunga-bakung/. Diakses 09 Desember 2018.
4. https://carabermanfaat.com/cara-menulis-daftar-pustaka/
5. http://www.tanobat.com/bakung-ciri-tanaman-kandungan-zat-khasiat-manfaat-dan-
klasifikasinya.html

Anda mungkin juga menyukai