KATA PENGANTAR
Pada saat ini dunia kerja berhadapan dengan arus globalisasi yang memerlukan
adanya peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja, kondisi ketenagakerjaan ditandai
oleh adanya tingkat pengangguran yang cukup tinggi sebagai akibat dari krisis ekonomi
dan moneter yang dialami oleh bangsa Indonesia. Pada kondisi yang demikian, jumlah
pegawai fungsional pengantar kerja yang menangani masalah ketenagakerjaan
khususnya penempatan dan perluasan kesempatan kerja dirasakan masih kurang.
Pegawai Pengantar Kerja adalah sumber daya aparatur yang bertugas sebagai
ujung tombak dalam pengembangan dan perluasan kesempatan kerja baik melalui
penempatan tenaga kerja maupun usaha mandiri.
Salah satu langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang professional,
antara lain dengan memberikan pendidikan dan pelatihan pengantar kerja bagi para
calon pegawai pengantar kerja. Berkaitan dengan hal tersebut agar Program Diklat
Pengantar Kerja dapat berdayaguna dan berhasilguna, maka dalam persiapan diklat ini
telah diupayakan penulisan dan penyempurnaan modul yang merujuk pada kurikulum
berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pegawai pengantar kerja.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka disusun modul pengantar kerja yang
dibuat dengan tujuan untuk mempermudah peserta diklat dalam proses belajar mengajar.
Diharapkan dengan membaca modul ini sebelumnya, peserta diklat mendapatkan
wawasan dan pemikiran sebagai bahan diskusi dalam proses pembelajaran di kelas
dengan pengajar/widyaiswara.
Modul ini berisi substansi dasar dan teknis yang seyogyanya dapat dikuasai oleh
calon pengantar kerja. Untuk memperluas wawasan, diharapkan peserta diklat membaca
buku-buku referensi atau daftar pustaka dan sumber-sumber lainnya.
Diharapkan dengan berpedoman pada modul ini, para peserta dan pengajar/
widyaiswara Diklat Pengantar Kerja mempunyai kesamaan pemahaman terhadap seluruh
kompetensi.
i
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan modul ini,
disampaikan terima kasih dan semoga bermanfaat dalam mendukung kelancaran
pelaksanaan tugas.
Jakarta, Maret 2016
Kepala Pusdiklat Pegawai
Drs. Suhartono, MM.
NIP. 19630808 198403 1 002
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar --------------------------------------------------------------------------------------- i
Daftar Isi ------------------------------------------------------------------------------------------------ iii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ------------------------------------------------------------------------------------- 1
2. Dasar Hukum -------------------------------------------------------------------------------------- 2
3. Pengertian ------------------------------------------------------------------------------------------- 2
4. Ruang Lingkup ------------------------------------------------------------------------------------ 4
5. Tujuan Pembelajaran ---------------------------------------------------------------------------- 4
6. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok -------------------------------------------------------- 5
BAB II MATERI PEMBELAJARAN
1. Informasi Pasar Kerja Dalam Arti Sempit -------------------------------------------------- - 6
2. Materi dan Sumber IPK Dalam Arti Sempit ------------------------------------------------ - 7
3. Pengelola Informasi Pasar Kerja ------------------------------------------------------------- - 8
4. Arus Informasi Pasar Kerja (IPK-Net Working) ------------------------------------------- 9
5. Mekanisme Informasi Pasar Kerja ------------------------------------------------------------ 11
6. Proses Pelaksanaan ---------------------------------------------------------------------------- 15
BAB III STUDI KASUS ------------------------------------------------------------------------------ 20
BAB IV SIMULASI DAN ROLE PLAY ---------------------------------------------------------- 22
BAB V EVALUASI ---------------------------------------------------------------------------------- 24
BAB VI PENUTUP ----------------------------------------------------------------------------------- 27
DAFTAR PUSTAKA --------------------------------------------------------------------------------- 28
DAFTAR LAMPIRAN
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Informasi pasar kerja adalah salah satu jenis informasi yang sangat penting bagi
dunia ketenagakerjaan, khususnya bidang antar kerja untuk mempertemukan antara
pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja sehingga terjadi penempatan. Proses
ini terjadi berkat usaha pengantar kerja atau petugas antar kerja dalam
mempertemukan pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja, baik dalam
kunjungan perusahan dalam hal pencarian lowongan pekerjaan maupun laporan
langsung atau permintaan sendiri oleh perusahaan ke pengantar kerja atau
petugas antar kerja. Informasi pasar kerja diperlukan untuk menentukan pilihannya
dalam suatu pekerjaan.
Dengan adanya informasi mengenai lowongan pekerjaan dan persyaratan yang
diperlukan terhadap suatu pekerjaan, seorang pencari kerja akan dapat memilih
lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya, baik mengenai
persyaratan pendidikan, umur, jenis kelamin, upah dan lain-lain. Begitu pula bagi
perusahaan, instansi pemerintah dan instansi swasta akan dapat memilih calon
tenaga kerja dari daftar pencari kerja yang ada dan dianggap dapat memenuhi
persyaratan lowongan yang tersedia.
Informasi pasar kerja yang tersusun baik, adalah informasi yang dapat
memberikan secara luas mengenai kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja, dan
persyaratan lowongan pekerjaan serta memuaskan pelanggan. Dengan demikian
informasi tersebut akan dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan,
menyusun program dan rencana dibidang ketenagakerjaan, pengembangan
manajemen personalia perusahaan dan juga bagi perorangan untuk menentukan
jurusan dalam pendidikan dan ketrampilan yang ingin dimasukinya serta dalam
memilih tenaga kerja yang cocok untuk suatu lowongan pekerjaan.
Selanjutnya bertitik tolak dari uraian tersebut di atas, maka perlu adanya upaya
yang lebih baik dalam pengelolaan informasi yang dibutuhkan masyarakat sekaligus
menyebarluaskannya, baik itu melalui papan pengumuman yang ada (papan bursa
kerja), media massa, media elektronik (TV, Radio), website, bioskop maupun
panggung hiburan rakyat.
Modul Informasi Pasar Kerja 1
2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
b. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat
c. Undang-Undang Nomor 1981 Tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di
Perusahaan
d. Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 2002 Tentang Pengesahan Konvensi ILO
Nomor 88 Mengenai Lembaga Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja
e. Keputusan Presiden Nomor 4 tahun 1980 Tentang Wajib Lapor Lowongan
Kerja di Perusahaan
f. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmgirasi Republik Indonesia Nomor
7 Tahun 2008 Tentang Penempatan Tenaga Kerja
g. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia
Nomor 230 Tahun 2003 Tentang Golongan Dan Jabatan Tertentu Yang dapat
Dipungut Biaya Penempatan Tenaga Kerja.
h. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja
Nomor Kep.268/PPTK/XII/2012
3. Pengertian
a. Informasi adalah suatu keterangan yang diperoleh dari data yang telah
masuk melalui proses pengolahan.
b. Pasar Kerja adalah seluruh aktivitas/kegiatan dari pelaku-pelaku untuk
mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja atau proses terjadinya
penempatan/hubungan kerja melalui penyediaan dan penempatan tenaga kerja.
c. Informasi Pasar Kerja adalah suatu kegiatan yang memberikan keterangan-
keterangan mengenai kebutuhan/permintaan dan pesediaan tenaga kerja serta
keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah pasar kerja.
1) Informasi dalam arti sempit menyangkut informasi pasar kerja untuk
penempatan dan berkaitan dengan Bursa Kerja (Employment Service).
2) Informasi Pasar Kerja dalam arti luas lebih banyak menyangkut informasi
tentang situasi dan kecenderungan penawaran dan permintaan tenaga
kerja di berbagai sektor, jabatan dengan pendidikan serta wilayah dan
Modul Informasi Pasar Kerja 2
daerah. IPK menyangkut informasi tentang tenaga kerja dan struktur
kesempatan kerja serta kecenderungan penempatannya.
d. Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah Republik Indonesia
selama enam bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurang dari enam
bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
e. Tenaga Kerja (TK) adalah bagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan
untuk bekerja. Untuk Indonesia tenaga kerja saat ini didefinisikan sebagai
penduduk yang berusia 15 tahun ke atas.
f. Angkatan kerja (AK) adalah bagian dari tenaga kerja yang bekerja
atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang sedang mencari
pekerjaan.
g. Bukan Angkatan Kerja (BAK) adalah bagian dari tenaga kerja yang
kegiatannya tidak bekerja maupun mencari pekerjaan atau penduduk usia
kerja dengan kegiatan sekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya seperti
pensiun, cacat jasmani dan sebagainya.
h. Bekerja adalah mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud untuk
memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan
lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara kontinyu dalam seminggu
yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu
dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi).
i. Lowongan pekerjaan.
a) Lowongan yang terjadi karena adanya perluasan organisasi, pegawai yang
berhenti, pensiun atau meninggal dunia yang memerlukan penggantian.
b) Suatu jabatan kosong yang seharusnya diisi.
c) Lowongan yang belum dipenuhi artinya belum ada yang melamar atau
memasuki pekerjaan yang bersangkutan.
d) Lowongan yang masih kosong yang belum diisi atau direalisir.
j. Penempatan adalah hasil dari kegiatan antar kerja yang menyatakan bahwa
pencari kerja telah mendapatkan pekerjaan baik dalam hubungan kerja maupun
diluar hubungan kerja.
Modul Informasi Pasar Kerja 3
4. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup dalam modul ini adalah mencakup :
a. Tata cara pelayanan kepada pencari kerja
b. Tata cara pelayanan kepada pemberi kerja
c. Pendaftaran pencari kerja dalam buku register
d. Tata cara pendaftaran lowongan kerja
e. Tata cara pencarian lowongan
f. Tata cara pencocokan lowongan dengan karakteristik pencari kerja
g. Tata cara pengolahan data informasi pasar kerja
h. Tata cara pembuatan laporan informasi pasar kerja
5. Tujuan Pembelajaran
a. Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan peserta memiliki kompetensi
dasar dan kemampuan dalam pelayanan informasi pasar kerja secara umum
baik teknik pengumpulan dan pengolahan data pengolahan data, analisis data,
peneyebarluasan informasi pasar kerja, perumusan statistic informasi pasar
kerja, proyeksi IPK ke depan, penyusunan bahan sosialisasi IPK, melakukan
sosialisasi IPK dan lain-lain.
b. Indikator Keberhasilan
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan peserta mampu melakukan
pelayanan infomasi pasar kerja kepada :
a) Pencari kerja
b) Pengguna tenaga kerja atau perusahaan
c) Menyediakan dan mencari lowongan kerja.
d) Mencocokan (matching) lowongan kerja dengan spesifikasi pencari kerja
e) Mengumpulkan/mengolah data informasi pasar kerja
f) Menyebarluaskan informasi pasar kerja kepada masyarakat
Modul Informasi Pasar Kerja 4
g) Melakukan kliring informasi pasar kerja antar provinsi/kabupaten/
kota/lembaga penempatan
h) Melakukan pelayanan informasi pasar kerja secara online
6. Materi Pokok Dan Sub Materi Pokok
a. Informasi Pasar Kerja dalam arti luas
b. Informasi Pasar Kerja dalam arti sempit.
a) Kebutuhan operasional mikro/perusahaan/unit organisasi.
b) Antar kerja.
c. Materi dan sumber IPK dalam arti sempit.
a) Operasional mikro
b) Antar Kerja
c) Sumber IPK dalam arti sempit
d. Pengelola Informasi Pasar Kerja
e. Arus Informasi Pasar Kerja (IPK Net-Working)
a) Internal Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker)
b) Eksternal Kemnaker dan Transmigrasi
c) Kaitan IPK dalam arti sempit dan dalam arti luas
f. Mekanisme pelaporan IPK
g. Informasi pasar kerja online
Modul Informasi Pasar Kerja 5
BAB II
MATERI PEMBELAJARAN
1. Informasi Pasar Kerja Dalam Arti Sempit
Informasi pasar kerja dalam arti sempit lebih banyak menyangkut informasi
untuk penempatan, yaitu informasi yang bermanfat untuk mempermudah
penempatan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaaan atau bekerja dan dipihak
lain lowongan kerja dapat terisi secara tepat waktu, tepat sasaran sesuai dengan
kebutuhan. Informasi pasar kerja dalam arti sempit dapat dimanfaatkan untuk:
a. Kebutuhan operasional mikro/perusahaan/unit organisasi.
IPK dalam arti sempit untuk mikro/organisasi bermanfaat untuk :
1. Rekruit/ pengadaan pegawai
2. Penyajian, kebutuhan pelatihan dan penyusunan kurikulum.
3. Perencanaan tenaga kerja mikro dalam arti perencanaan karier,
pengupahan dan perencanaan personil sampai dengan pensiun.
b. Dikaitkan dengan informasi makro dapat bermanfaat untuk perencanaan
produksi, perencanaan pemasaran dan perencanaan harga produksi.
c. Antar kerja
Antar kerja adalah mekanisme pelayanan kepada pencari kerja berupa
pelayanan penyaluran dan penempatan serta pengisian lowongan bagi
pemberi kerja atau kerja mandiri untuk melakukan kegiatan ekonomi. Dalam
pelaksanaan pelayanan antar kerja, berupa penyaluran dan penempatan
Kemnaker mempunyai wadah :
1. Bursa kesempatan kerja atau disebut juga Antar Kerja Lokal (AKL)
2. Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)
3. Antar Kerja Antar Negara (AKAN)
Untuk terlaksananya fungsi pelayanan antar kerja tersebut diperlukan pelayanan
informasi pasar kerja berupa :
1. Pelayanan informasi pasar kerja kepada pencari kerja untuk memperoleh
Modul Informasi Pasar Kerja 6
pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan baik di dalam
maupun diluar hubungan kerja, baik pekerja tetap maupun sementara. Dalam
hal ini termasuk Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan.
2. Pelayanan informasi pasar kerja kepada pemberi kerja (instansi pemerintah,
perusahaan atau perorangan) untuk memperoleh tenaga kerja yang sesuai
dengan kebutuhannya dan tepat waktu.
2. Materi dan Sumber IPK Dalam Arti Sempit
Informasi pasar kerja dalam arti sempit lebih berkaitan dengan penempatan
baik dari segi penawaran atau permintaan yang dijabarkan dalam
jabatan/pekerjaan, baik dalam arti rnikro/operasional ataupun untuk antar kerja,
dengan materi IPK yang meliputi antara lain:
a. Operasional mikro
1. Informasi persediaan tenaga kerja yaitu jumlah pegawai/ pekerja menurut
jenis kelamin, pendidikan dan jabatan dalam perusahaan dan kondisi serta
kecenderungan (trend) tentang hal yang sama di luar perusahaan.
2. Jenjang kepangkatan/jabatan dan pensiun.
3. Jumlah penerimaan tenaga kerja yang berhenti (turn over).
4. Produksi perusahaan dan rencana produksi.
5. Pelatihan teknis dan pengajaran yang ada didalam/diluar perusahaaan.
6. Hasil-hasil survei perusahaan dan analisis ekonomi oleh perusahaan-
perusahaan.
7. Biaya produksi seperti bahan, biaya tenaga kerja (labour cost) dan
aspek-aspek lain yang berkaitan.
b. Antar Kerja
Informasi pasar kerja untuk antar kerja membutuhkan materi :
1. Pencari kerja menurut jumlah, umur, jenis kelamin, pendidikan yang
dicapai, tanggal lulus, latihan kerja, pengalaman, jabatan yang diinginkan
dan alamat.
Modul Informasi Pasar Kerja 7
2. Lulusan sekolah terutama sekolah kejuruan dalam arti jumlah kejuruan
lengkap dengan umur, jenis kelamin dan lulusan serta informasi
individual lainnya dan juga lulusan lembaga-Iembaga latihan dengan
informasi individualnya.
3. Lowongan pekerjaan dari perusahaan menurut pendidikan, jabatan, umur
baik dari iklan maupun perusahaan, ataupun kunjungan perusahaan.
4. Program-program lembaga pemerintah atau swasta.
c. Sumber IPK dalam arti sempit.
1. Perusahaan-perusahaan atau rencana investasi, pemerintah dan
swasta yang berkaitan dengan IPK (data mikro).
2. Pencari kerja, yaitu berupa informasi tentang kualifikasi yang meliputi
a) Jumlah tenaga kerja dan tingkat pendidikan yang dicapai.
b) Tenaga kerja dan ketrampilan yang dimiliki.
c) Pengalaman kerja yang dimiliki.
d) Informasi lain yang berhubungan dengan kualifikasi pencari kerja.
3. Lowongan kerja meliputi: umur, jenis kelamin, sektor industri, jabatan,
pendidikan, jam kerja.
4. Pengerah tenaga kerja/ PJTKI.
5. Organisasi profesional.
6. Sumber produksi.
d. Sumber lain yang berasal dari iklan surat kabar, mengenai jumlah lowongan,
industri, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.
3. Pengelola Informasi Pasar Kerja
a. Pengelola IPK secara mikro adalah: perusahaan-perusahaan swasta, lembaga
pendidikan dan pelatihan serta instansi pemerintah.
b. Dalam bidang antar kerja pengelola IPK adalah: instansi yang membidangi
ketenagkerjaan dikabupaten/ kota, dengan tugas mulai dari pengumpulan data
Modul Informasi Pasar Kerja 8
yaitu pendaftaran pencari kerja, pendaftaran lowongan, pelayanan penempatan
(matching dan job canvassing), pengelolaan informasi dan pembuatan laporan.
4. Arus Informasi Pasar Kerja (IPK Net Working)
Pada masa era globlisasi dimana sistem informasi dan komunikasi semakin
canggih dan bergerak begitu cepat maka perlu diantisipasi untuk memperkecil
segala resiko yang akan muncul baik secara langsung maupun tidak khususnya
terhadap bentuk pelayanan informasi pasar kerja.
Pada dasarnya sistem informasi dengan menggunakan teknologi komputer
yang biasa di kenai dengan istilah online system adalah semata-mata sebagai alat
bantu dalam upaya untuk mempermudah, dan mempercepat serta akurasi data
dalam suatu kegiatan, sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terpenuhi secara
akurat dan dengan hasil yang maksimal. Penggunaan komputer online system ini
tidak hanya digunakan pada kegiatan IPK net working saja akan tetapi dapat
digunakan pada kegitan-kegitan yang lainnya.
Agar IPK bermanfaat secara optimal perlu adanya arus informasi yang
baku (bentuk pelaporan) antar sumber IPK, pengelola, pengguna sehingga
informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua pihak dan di up-date secara
terus menerus.
a. Internal Kemnaker
Arus IPK internal Kemnaker dimulai dari data yang diperoleh pengantar
kerja, diolah seksi yang bertanggung jawab dalam bidang IPK. Hasil olahan
informasi disampaikan ke seksi lain seperti: seksi latihan, seksi penempatan,
seksi hubungan dan syarat kerja yang dapat dipergunakan untuk berbagai
langkah kegiatan operasional. Disampaing itu informasi tersebut juga harus
secara rutin disampaikan kepada masyarakat, lembaga pemerintah dan
swasta/perusahaan atau kembali ke lembaga sumber IPK sebagai pemakai.
b. Eksternal Kemnaker
Untuk tingkat dinas kabupaten/kota arus informasi pasar kerja di salurkan
kepada: pihak swasta (perusahaan) dan pemerintah serta lembaga pendidikan.
Modul Informasi Pasar Kerja 9
Sedang pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan melalui :
Papan pengumuman
Radio dan Televisi
Slide
Koran-koran
Leaflet
Bioskop
Booklet
Sosialisasi
Informasi pasar kerja pada tingkat dinas kabupaten/kota lebih berfungsi
untuk penempatan atau untuk operasional bagi lembaga dan unit kerja tersebut
sebagai sumber informasi dan sekaligus pemanfaatan informasi.
c. Kaitan IPK dalam arti sempit dan dalam arti luas
Arus IPK sebagai hasil operasional dari instansi yang membidangi ketenaga
kerjaan di kabupaten/ kota diteruskan ke :
1. Tingkat provinsi
Laporan IPK yang datang dari kabupaten/kota dan kemudian diolah
oleh instasi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan di provinsi
tepatnya di bidang yang mengurusi penempatan dan perluasan kerja akan
disalurkan ke bidang-bidang lain untuk dapat dimanfaatkan seoptimal
mungkin dengan dijadikan sebagai bahan perencanaan ataupun bahan
perumusan kebijakan operasional sesuai dengan kebutuhan.
2. Tingkat Kemnaker
IPK yang datang dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota diolah di
tingkat pusat oleh Direktorat Pengembangan Pasar Kerja (Dit.PPK)
Subdirektorat Informasi Pasar Kerja (Subdit IPK) dimana informasi
tersebut selanjutnya dijadikan sebagai IPK nasional dan kemudian
disebarluaskan ke unit terkaitioperasional di tingkat pusat, internal dan
eksternal Kemnaker serta digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan
ketenagakerjaan di tingkat nasional.
Modul Informasi Pasar Kerja 10
5. Mekanisme Informasi Pasar Kerja
1. Pencari kerja mendaftarkan diri ke instansi yang bertanggung jawab di
bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota
2. Perusahaan mendaftarkan lowongan pekerjaan yang ada ke instansi yang
bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota, kemudian :
a. Dinas ketenagkerjaan kabupaten/kota
1) Membuat laporan mingguan (IPK-IlI/A) jika masih diperlukan
2) Membuat laporan bulanan (IPK- III)
3) Mengirimkan laporan IPK-III/A dan IPK-III ke dinas ketenagkerjaan
kabupaten/kota yang lain, tingkat provinsi dan tingkat pusat
b. Dinas ketenagkerjaan provinsi
1) Membuat laporan mingguan (IPK-III/A) untuk tingkat provinsi jika masih
diperlukan
2) Membuat laporan bulanan (IPK-III) untuk tingkat provinsi
3) Mengirimkan laporan IPK-III ke dinas provinsi yang lain dan tingkat
pusat
c. Tingkat Pusat (Kemnaker)
1) Membuat laporan IPK-III dan analisis singkat tentang ketenagakerjaan
secara nasional
2) Mengirimkan laporan semesteran ke seluruh instansi yang membidangi
ketenagakerjaan kabupaten/kota, dan provinsi untuk bahan
operasional seperti clearing pasar kerja.
Dinas kabupaten/kota sebagai ujung tombak Kemnaker, mengumpulkan,
mengolah, dan menyajikan data informasi pasar kerja dari hasil operasional sehari-
hari. Kemudian disusun dalam suatu laporan yang disampaikan ke Dinas Provinsi
Dinas provinsi, menghimpun, mengolah dan menyajikan informasi yang
diterima dari tiap dinas kabupaten/kota yang ada di wilayahnya masing-masing,
kemudian dikirimkan ke Dit. PPK Subdit IPK. Selanjutnya data tersebut akan diolah
menjadi laporan IPK Nasional.
Modul Informasi Pasar Kerja 11
KOMPOSISI PENDUDUK DAN TENAGA KERJA
PENDUDUK
TENAGA KERJA BUKAN TENAGA KERJA
ANGKATAN KERJA BUKAN ANGKATAN KERJA
MENGANGGUR BEKERJA SEKOLAH MENGURUS RUMAH
TANGGA
SETENGAH BEKERJA
PENGANGGUR
PENUH
SETENGAH SETENGAH
PENGANGGUR PENGANGGUR
KENTARA (JAM TIDAK KENTARA
KERJA)
PRODUKTIVITAS PENGHASILAN
RENDAH RENDAH
Modul Informasi Pasar Kerja 12
Mekanisme Penyebarluasan IPK
Kantor/dinas Kantor/dinas Pusat (Direktorat
Kabupaten/kota Provinsi Pengembangan
Pasar Kerja Subdit
PENCAKER & IPK dan PTK)
PENGGUNA
Kantor/dinas Kantor/dinas
Kabupaten/kota Provinsi
Pelayanan Pencaker, Perusahaan Dan Lowongan
1. Telepon
2. Fax
Perusahaan 3. Surat
Lowongan 4. Kunjungan
5. Kepres No.4/80
6. UU No. 7/81
Informasi
Jabatan
Kantor/Dinas
Nakertrans
KAB/KOTA AK-I-
AK V BKOL Laporan Dinas
Pencari Laporan Pusat
LPTKS BKK IPK Provinsi
Kerja Melapor
IPK
Modul Informasi Pasar Kerja 13
SISTEM DAN MEKANISME
PENEMPATAN TENAGA KERJA
PENDIDIKAN KEBIJAKAN LUAR
PENEMPATAN BNP2TKI NEGERI
TKLN
BURSA KERJA
PERLUASAN KK
Bursa Kerja - PADAT KARYA
Khusus, Bursa - TEKNOLOGI TEPAT GUNA
PENCAKER
Kerja Pemerintah - WIRAUSAHA BARU
Bursa Kerja Swasta - SUBSIDI PROGRAM
(LPTKS, PPTKIS) - PENDAMPINGAN USAHA
MANDIRI
FUNGSI Diluar Hubungan
PENGANTAR Kerja
LOWONGAN KERJA KEBIJAKAN
PENEMPATAN
IPK (Informasi TKDN
Pasar kerja) Didalam
Perantaraan Kerja Hubungan Kerja
PBJ ( Penyuluhan
Bimbingan
Jabatan)
Pendampingan, PHI DAN
PERUSAHAAN Pemanduan PENGAWASAN
Modul Informasi Pasar Kerja 14
HUBUNGAN PERENCANAAN DENGAN INFORMASI PASAR KERJA
MODEL KETERPADUAN PERENCANAAN
Perencanaan Perencanaan
Pendidikan Tenaga Kerja
Informasi
Pasar Kerja
Perencanaan Perencanaan
Pelatihan Pembangunan
6. Proses Pelaksanaan
1. Sumber-sumber informasi
a. Hasil kegiatan antar kerja dari instansi yang membidangi ketenagakerjaan
di kabupaten/kota berupa data pencari kerja dan lowongan.
b. Hasil kunjungan ke perusahaan untuk memperoleh data kesempatan
kerja/lowongan kerja.
c. Laporan dari pengusaha/pemberi kerja.
d. Hasil kegiatan antar kerja oleh PPTKIS, LPTKS, BKK, BKS yang
dilaporkan ke instansi yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/
kota berupa data pencari kerja dan lowongan dan penempatan.
Modul Informasi Pasar Kerja 15
e. Hasil pengawasan berkala dari pegawai pengawas.
f. Informasi dari BKPMD maupun instansi lain.
2. Kegiatan yang dilakukan oleh pengelola IPK di tingkat kabupaten/kota.
a. Menyusun konsep program/rencana kegiatan informasi pasar kerja tingkat
kabupaten/kota
b. Mengumpulkan data pencari kerja, lowongan pekerjaan, penempatan
pencari kerja, data hasil kegiatan antar kerja oleh PPTKIS, LPTKS, BKK,
BKS dan lain-lain.
c. Mengecek kembali apakah data yang dikumpulkan sudah benar.
d. Mengatur dan menyusun data dalam kelompok umur, jenis kelamin,
jabatan, tingkat pendidikan, lapangan usaha dan lain-lain.
e. Menganalisis/menyusun data IPk tingkat kabupaten/kota
f. Menyusun laporan IPK
g. Menyimpan data yang sudah diolah baik melalui kearsipan ataupun sistem
komputer.
h. Menerbitkan hasil olahan data IPK dalam bentuk laporan dan bentuk
lainnya.
i. Menyebarluaskan informasi/data tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh
pihak yang membutuhkan.
j. Memproyeksikan IPK yang akan datang
k. Menyusun rekomendasi implikasi IPK tingkat kabupaten/kota
l. Menyusun statistik IPK
m. Menyusun materi sosialisasi IPK
n. Melaksanakan sosialisasi IPK
o. Melakukan kliring IPK antar kabupaten
Modul Informasi Pasar Kerja 16
3. Cara menyebarluaskan Informasi
a. Melalui papan bursa kerja yang dipasang pada papan pengumuman, atau
tempat yang dapat dilihat oleh umum, informasi yang dapat diperoleh
terdapat menurut tingkat pendidikan dan lowongan pekerjaan menurut jenis
jabatan.
b. Buletin.
Buletin berita pasar kerja dapat diterbitkan yang memuat informasi
mengenai hasil kegiatan antar kerja pemerintah maupun bursa kerja
swasta, memuat perkembangan dan perubahan keadaan pendaftaran
pencari kerja dan lowongan serta penempatan.
c. Slide melalui bioskop memuat informasi :
- Pesan-pesan khusus pada kalayak umum tentang ketenagakerjaan.
- Adanya lowongan pekerjaan yang tersediaI segera diisi.
d. Melalui radio pemerintah daerah/ swasta dimanfaatkan Menyebarluaskan
lowongan kerja yang harus diisi, juga digunakan untuk menyampaikan
IPK dengan penyiaran sandiwara/ panggung.
e. Melalui TV.
Memanfaatkan untuk menyebarluaskan IPK secara tidak langsung,
misalnya fragmen.
f. Mass media lainya seperti buletin informasi komunikasi dan surat
kabar.
g. Secara lisan.
Melalui teman-teman tentang adanya lowongan pekerjaan dan dapat
dimanfaatkan penyebaran IPK dengan rapat-rapat dinas antar instansi atau
dengan swasta.
4. Cara penyajian IPK.
Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja Nomor Kep. 268/PPTK/XII/2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pengelolaan Informasi Pasar Kerja, maka : Setiap bulan hasil kegiatan Antar
Kerja oleh DinasKabupaten/kota dilaporkan ke Dinas Provinsi dan Pusat
dengan menggunakan formulir IPK III/1, III/2, III/3, III/4, III/5, III/6, III/7, III/8, di
Modul Informasi Pasar Kerja 17
dinas provinsi oleh Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja,
seksi yang bertanggungjawab untuk IPK dan di pusat oleh Subdit IPK Dit PPK
diolah dan menghasilkan laporan IPK semesteran (Buku Statistik Antar
Kerja). Buku ini adalah statistik mengenai kegiatan antar kerja selama 6 bulan
di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari IPK-III adalah sebagai
berikut :
1). Pencari kerja.
a). Sisa pencari kerja yang terdaftar pada akhir bulan lalu dirinci
menurut kelompok umur, jenis pendidikan dan kelompok jabatan.
b). Pencari kerja yang terdaftar pada bulan ini dirinci menurut kelompok
umur, jenis pendidikan dan kelompok jabatan.
c). Jumlah pencari kerja yang ditempatkan bulan ini dirinci menurut
kelompok umur, jenis pendidikan, kelompok jabatan dan sektor
lapangan usaha.
d). Jumlah pencari kerja yang dihapuskan dirinci menurut kelompok umur,
jenis pendidikan dan kelompok jabatan.
e). Sisa pencari kerja yang belum ditempatkan pada akhir bulan ini
dirinci menurut kelompok umur, jenis pendidikan dan kelompok
jabatan.
2). Lowongan pekerjaan.
a). Jumlah lowongan yang belum dipenuhi akhir bulan lalu dirinci
menurut jenis pendidikan, kelompok jabatan dan golongan pokok
sektor.
b). Jumlah lowongan yang terdaftar bulan ini dirinci menurut jenis
pendidikan, kelompok jabatan dan golongan pokok sektor.
c). Jumlah lowongan yang dihapuskan bulan ini dirinci menurut jenis
pendidikan, kelompok jabatan dan golongan pokok sektor.
d.) Jumlah lowongan yang belum dipenuhi akhir bulan ini dirinci
menurut jenis pendidikan, kelompok jabatan dan golongan pokok
sektor.
Modul Informasi Pasar Kerja 18
Modul Informasi Pasar Kerja 19
BAB III
STUDI KASUS
Salah satu metoda pembelajaran yang lazim dilakukan oleh peserta/siswa
dalam memahami materi pelajaran secara langsung dan melihat kenyataan adalah
kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat dan mengetahui
keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Diharapkan melalui kunjungan
lapangan ini materi atau teori yang dipelajari dapat dipraktekkan atau dipahami
dengan baik dan lebih jelas.
Contoh:
Jika seorang calon tenaga kerja bernama Anto ingin mendapatkan pekerjaan yang
sesuai dengan bakat, kemampuan, dan keahlian yang dia miliki, maka
sebaiknya kemanakah dia harus mencari informasi. Jarak rumah Anto dengan Dinas
Tenaga Kerja Kabupaten A tidak begitu jauh, tetapi fungsi dinas ini tidak begitu
dikenal oleh masyarakat setempat. Untuk itu, pemerintah Kabupaten A bermaksud
melakukan sosialisasi tentang tugas dan fungsi mereka kepada masyarakat pencari
kerja dan perusahaan. Mendengar hal ini Anto berkeinginan untuk ikut serta dalam
kegiatan sosialisasi tersebut. Setelah Anto mengikuti kegiatan ini, maka keesokan
harinya dia mencoba datang ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten A untuk menagih
janji iklan lowongan kerja yang tersedia, namun setelah sampai di kantor ternyata
lowongan yang ditawarkan tidak menarik bagi dia. Tetapi malah mendapatkan AK-I
dan sekaligus mengisi Ak-II. Pada hari berikutnya Anto mendapatkan surat penggilan
berupa AK-IV untuk mengisi lowongan kerja yang sesuai dengan AK-II beliau.
Setelah mendapatkan AK-IV tersebut Anto datang ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten A
untuk mendapatkan AK-V atau surat pengantar dan kemudian berangkat ke
perusahaan pengguna. Setelah melalui beberapa kali test dan wawancara akhinya
beliau diterima bekerja di perusahaan tersebut. Pada saat Anto di terima bekerja
ternyata perusahaan tersebut tidak mengembalikan AK-I atau Ak-V sebagai
pemberitahuan ke Disnaker Kabupaten ABC untuk melaporkan bahwa Anto telah
diterima bekerja.
Kemudian setelah 7 (tujuh) tahun kemudian perusahaan mengalami kerugian
dan akhirnya Anto ikut kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibat PHK ini,maka
Anto berkeinginan untuk mendapatkan semua haknya sesuai dengan aturan
Modul Informasi Pasar Kerja 20
ketenagakerjaan yang ada,tetapi dia lupa bahwa pada saat pertama kali dia diterima
bekerja ternyata antara Anto dan perusahaan tidak ada perjanjian kerja dan dia hanyalah
seorang tenaga kerja outsourching yang ditempatkan diperusahaan yang lain.
1. Bagaimana cara pengantar kerja untuk mengetahui bahwa Anto telah ditempatkan
(bekerja) ?
2. Menurut anda sebagai seorang calon pengantar kerja kemanakah si Anto harus
mencari keadilan, apakah ke bidang penempatan atau ke bidang hubungan
industrial?
3. Apakah perusahaan ini layak mendapatkan sanksi hukum dari pemerintah
(Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi) ?
4. Bagaimana pendapat anda tentang Anto yang tidak cermat dalam memilih
pekerjaa khususnya dalam perjanjian kerja, sehingga akhirnya kehilangan semua
haknya akibat terkena PHK ?
Modul Informasi Pasar Kerja 21
BAB IV
SIMULASI DAN ROLE PLAY
Bayangkan anda sekarang sudah lulus sebagai seorang pengantar kerja dan
sudah diangkat menjadi seorang fungsional di tempat kerja masing-masing. Pada
hari tertentu anda mendapat seorang tamu seorang pencari kerja yang ingin
mendapatkan informasi tentang informasi pasar kerja atau kondisi ketenagakerjaan
secara umum. Tempat anda bekerja sebut saja Kabupaten B yang terkenal dengan
pelayanan bidang ketenagkerjaan yang sangat hebat dan memuaskan dan bahkan
sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 untuk bidang pelayanan dan penempatan
tenaga kerja. Melihat kondisi ini apa yang anda lakukan terhadap pencari kerja
tersebut? Pertama sekali harus melayani mereka dengan baik tanpa mengahrapkan
balasan apalagi dalam bentuk uang, karena pelayanan yang diberikan kepada
masyarakat umum harus bersifat cuma-cuma dan tidak boleh dipungut biaya dalam
bentuk apapun. Untuk itu, tanyakan apa kemauannya, jika dia ingin mendpatkan AK-I,
ambilkan buku register dan tanyakan namanya kemudian catat dibuku register
tersebut, sambil memberikan nomor antrian jika sitem ini sudah dilakukan, tetapi kalau
belum menggunakan sistem antrian, maka suruh dia duduk dan menunggu di ruang
tunggu. Setelah mendapat giliran, sebaiknya anda mengisi AK-II nya terlebih dahulu
secara lengkap dan benar sebelum mengisi dan menyerahkan AK-I. Dengan harapan
jika suatu saat ada lowongan yang tercatat dalam AK-III, maka AK-II nya akan
diambil dan diproses untuk pencocokan atau matching antara AK-II dengan AK-III.
Jika AK-II sesuai dengan AK-III, maka pencari kerja tersebut akan dipanggil dengan
AK-IV (surat panggilan) dan kemudian akan diberangkatkan dengan AK-V (surat
pengantar). Pencari kerja tersebut boleh berangkat langsung dengan membawa AK-V
atau ditemani oleh pengantar kerja.
Jika tamu anda berikutnya adalah seorang pengguna tenaga kerja atau perusahaan,
maka sebaiknya anda melakukan pelayanan dengan baik dan benar. Ambilkan AK-III
untuk mencatat lowongan yang ditawarkan perusahaan tersebut, kemudian
tempelkan di papan bursa kerja yang ada dan arsipnya simpan dengan
baik di tempat yang telah ditentukan dengan harapan jika ada pencari kerja yang
datang dapat ditawarkan langsung. Jika ada AK-II pencari kerja yang sesuai dengan
Modul Informasi Pasar Kerja 22
AK-III maka sebaiknya dilakukan pencocokan atau matching dan jangan melakukan
kesalahan dan menawarkan calon tenaga kerja yang tidak sesuai dengan spesifikasi
yang diiminta oleh perusahaan pengguna karena dapat berakibat di kemudian hari
perusahaan tersebut tidak mau lagi datang ke dinas yang membidangi ketenagakerjaan
untuk melaporkan lowongan yang ada.
Jika ada kesalahan atau keluhan yang dialami oleh pencari kerja atau perusahaan
sebaiknya segera diselesaikan dan hasilnya harus dicatat dalam lembar khusus dan
kemudian ditempelkan dalam AK-II jika dia pencari kerja dan dalam AK- III jika dia
perusahaan pengguna. Prinsif pelayanan seperti ini harus dipegang oleh seorang
pengantar kerja dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Prinsif ini dilakukan
untuk menghasilkan informasi yang baik dan data atau laporan IPK yang baik jika
pelayanan yang dilakukan dalam dinas tersebut masih bersifat manual.
Jika pelayanan sudah menggunakan online system, maka semua langkah-
langkah ini secara sistem sudah diatur dalam satu program mulai dari pengisian AK- II,
pelayanan AK-I, proses matching dan penempatan sampai pembuatan laporan IPK
secara lengkap. Dengan menggunakan system online , maka diharapkan informasi yang
diberikan semakin baik dan data yang dilaporkan adlah data yang terbaru. Pelayanan
secara online ini sangat diharapkan untuk mengurangi tatap muka dan sekaligus
meminimalkan biaya operasional bagi pencari kerja dan perusahaan pengguna tenaga
kerja.Secara keseluruhan tugas ini adalah tanggung jawab pengantar kerja atau petugas
antar kerja.
Modul Informasi Pasar Kerja 23
BAB V
EVALUASI
A. Soal
1. Sebutkan dengan singkat tujuan dan sasaran Informasi Pasar Kerja.
2. Apa yang dimaksud dengan :
a. Pasar Kerja.
b. Informasi Pasar Kerja.
3. Sebutkan cara-cara penyebarluasan IPK kepada masyarakat.
4. Sebutkan sumber-sumber IPK.
5. Apakah laporan penempatan melalui padat karya, TIG dapat dimasukkan
dalam laporan IPK
6. Coba jelaskan dan gambarkan bagaimana caranya untuk menghitung
penghapusan pencari kerja.
7. Bagaimana tanggapan anda dengan adanya pengalihan pelayanan antar kerja
khususnya AK-I ke Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP)
8. Beberapa tahun terakhir ini Menpan dan RB mengatakan bahwa AK-I tidak
diperlukan lagi dalam melamar pekerjaan, tapi hanya dilampirkan pada saat
seorang pencari kerja telah diterima bekerja. Jelaskan pendapat anda apakah
itu bertentangan dengan sitem antar kerja atau tidak.
B. Kunci Jawaban
1. Tujuan informasi pasar kerja adalah untuk memberikan pelayanan informasi
pasar kerja secara cepat, tepat waktu dan akurat kepada masyarakat pencari
kerja dan pengguna tenaga kerja, asosiasi-asosiasi profesi dan Pemerintah.
Sasaran Informasi Pasar Kerja adalah :
a. Pencari kerja untuk dapat bekerja sesuai dengan bakat, minat,
kemampuan, pengalaman dan menurut kemauannya.
b. Pengguna tenaga kerja baik instansi Pemerintah, Badan Usaha Swasta,
BUMN, BUMO maupun perorangan yang membutuhkan tenaga kerja.
Modul Informasi Pasar Kerja 24
c. Masyarakat lainnya (pemerhati tenaga kerja) yang memerlukan pelayanan
informasi pasar kerja.
2. a. Pasar kerja adalah seluruh aktivitas/kegiatan dari pelaku-pelaku untuk
mempertemukan pencari kerja yang membutuhkan pekerjaan, dengan
pengguna tenaga kerja yang membutuhkan tenaga kerja sehingga terjadi
hubungan kerja.
b. Informasi Pasar Kerja adalah kegiatan yang memberikan keterangan-
keterangan mengenai kebutuhan tenaga kerja dan persediaan tenaga kerja
serta karakteristik-karakteristik yang berhubungan dengan kedua hal
tersebut di atas (persediaan dan kebutuhan tenaga kerja) secara terus
menerus.
3. Cara-cara penyebarluasan IPK kepada masyarakat.
a. Melalui Lembar Bursa Tenaga Kerja yang dipasang pada papan
pengumuman Kantor Dinas Nakertrans, atau tempat yang dapat dilhat
oleh umum, informasi yang dapat diperoleh terdapat menurut tingkat
pendidikan dan lowongan pekerjaan menurut jenis jabatan.
b. Melalui Radio (RRI) atau Radio Pemerintah Daerah, dimanfaatkan untuk
menyebarluaskan lowongan pekerjaan yang harus segera diisi, juga
digunakan untuk menyampaikan IPK dengan penyiaran sandiwara/fragmen.
c. Melalui Buletin Berita Pasar Kerja dapat diterbitkan oleh Dinas Nakertrans
memuat informasi mengenai hasil kegiatan Antar Kerja Pemerintah
maupun Antar Kerja Swasta, memuat perkembangan dan perubahan
keadaan pendaftaran pencari kerja dan lowongan serta penempatan.
d. Melalui Bioskop atau Panggung Hiburan Rakyat.
e. Melalui Leaflet, Booklet atau Media Massa.
4. Sumber-Sumber IPK.
a. Perusahaan-perusahaan atau rencana investasi Pemerintah dan
Swasta yang berkaitan dengan IPK.
b. Pencari kerja.
Modul Informasi Pasar Kerja 25
c. Lowongan.
d. PJTKI, LPPS, BKK dan pengerah tenaga kerja lainnya.
e. Organisasi Profesi.
f. Sumber lain yang berasal dari surat kabar.
5. Tidak, karena penempatan yang dimasukkan dalam laporan IPK adalah
penempatan tenaga kerja yang menggunakan lowongan kerja yang formal dan
terlindungi oleh hukum. Sedangkan penempatan melalui Padat Karya, TTG, dan
TKM hanyalah bersifat sementara untuk menanggulangi pengangguran dan
setengah penganggur dalam memberdayakan ekonomi masyarakat khusunya
korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
6. Penghapusan pencari kerja dari laporan IPK sebaiknya dilakukan setiap 6
bulan sesuai dengan aturan yang berlaku. Setiap pencari kerja yang
memiliki AK-I harus memperpanjang masa berlakunya AK-I tersebut setiap 6
bulan, sehingga jika seorang pencari kerja tidak memperpanjang AK-I nya pada
waktu yang telah ditentukan maka dia akan dihapuskan dari daftar pencari
kerja. Misalnya: Jika pencari kerja harus memperpajang pada tanggal 30 Juli
2013, maka semua pencari kerja yang terdaftar pada waktu 6 bulan yang lalu
sebelum 30 Juli 2013 yaitu tanggal 30 Januari 2013 wajib dihapuskan dari
daftar pencari kerja atau laporan IPK dengan mengambil dan mendata pencari
kerja dari buku register yang telah tersedia.
30 Januari 2016 30 Juli 2016
Penerbitan AK-I Perpanjangan AK-I
Modul Informasi Pasar Kerja 26
BAB VI
PENUTUP
Demikian modul informasi pasar kerja ini dibuat sebagai salah satu bahan ajar
dalam pendidikan dan pelatihan fungsional pengantar kerja. Semoga dapat berguna bagi
peserta pendidikan dan pelatihan khususnya pengantar kerja dan dijadikan sebagai
pegangan dalam melaksanakan fungsi antar kerja dimana salah satunya adalah
pelayanan informasi pasar kerja kepada masyarakat pada umumnya khususnya pencari
kerja dan pengguna tenaga kerja di daerah masing-masing.
Modul Informasi Pasar Kerja 27
DAFTAR PUSTAKA
1. International Labour Organization Bangkok,
“Labuor Market Policies And Poverty Reduction Strategies in Recovery From the
Asian Crisis: "Strengthening the Indonesian Labour Market Information System"
2. International Labour Office - Jakarta,
"Labuor Market Dinamics in Indonesia: Analisys of 18 Key Indicators of the Labour
Market (KILM) 1986-1999".
3. Departemen Tenaga Kerja PUSDIKLAT PEGAWAI,
"Informasi Pasar Kerja"; Jakarta 2000.
4. Departemen Tenaga Kerja Direktorat Jenderal Binapenta,
"Informasi Pasar Kerja", Proyek Penyaluran dan Penyebaran Tenaga Kerja, 1992/
1993.
Modul Informasi Pasar Kerja 28