Anda di halaman 1dari 4

INSTRUMEN EVALUASI LOG BOOK

1. Identitas Klien
Nama : Ny. T
Umur : 35 th
Tanggal masuk : 11 Agustus 2017
Tanggal Pengkajian : 11 Agustus 2017

2. Diagnosa Medis : G5P4A0, 38 minggu


3. Tindakan keperawatan yang dilakukan : Pemeriksaan Antenatal Care (ANC)
4. Persiapan :
a. Memberikan salam dan menyapa nama klien
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
c. Menciptakan lingkungan yang tenang
5. Tujuan :
menentukan besarnya rahim sehingga dapat menentukan tuanya kehamilan, dan letak anak
dalam rahim.
6. Rasional Tindakan :
ANC merupakan tindakan menentukan besarnya rahim sehingga dapat menentukan tuanya
kehamilan, dan letak anak dalam rahim.
a. Persiapan diri (perawat) dan persiapan klien
R/ sebagai kesiapan sebelum melakukan tindakan
b. Tindakan sesuai SOP
R/ sebagai pedoman dalam melakukan tindakan
7. Prosedur tindakan :
A. Tahap PraInteraksi
1. Melakukan pengecekan program terapi
2. Mempersiapkan alat.
3. Mencuci tangan
4. Memasang sampiran.

B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien.
2. Memperkenalkan nama perawat.
3. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.
4. Memberikan kesempatan pada klien untuk bertanya sebelum tindakan.
5. Sebelum melakukan tindakan anjurkan klien untuk buang air kecil.
6. Memulai kegiatan sesuai dengan procedure.

C. Tahap Kerja
1. Pastikan privacy klien terjaga, kemudian anjurkan klien untuk melepaskan pakaian luar
dan dalam.
2. Persilahkan klien untuk berbaring di tempat tidur dengan satu bantal di bagian kepala,
kemudian tutupi dengan alat tenun bagian tubuh yang tidk termasuk area yang akan
diperiksa.
3. Lakukan maneuver Leopold I
Cara :
a. Posisi pemeriksa menghadap ke kepala klien.
b. Letakkan kedua belah telapak tangan dibagian fundus uteri klien.
c. Lakukan palpasi dengan menggunakan ujung jari untuk menentukan apa yang ada
di bagian fundus uteri.

Hasil :
a. Sifat kepala ialah keras, bundar dan melenting sedangkan sifat bokong ialah lunak,
kurang bundar dan kurang melenting, sementara jika letak fundus uteri kosong.
b. Tuanya kehamilan :
1) Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar.
2) Akhir bulan ke III(12 minggu) fundus uteri 1-2 jari diatas sympisis pubis.
3) Akhir bulan ke IV (16 minggu) fundus uteri pada pertengahan antara sympisis
pubis dengan pusat.
4) Akhir bulan ke V (20 minggu) fundus uteri 3 jari dibawah pusat.
5) Akhir bulan ke VI (24 minggu) fundus uteri setinggi pusat.
6) Akhir bulan ke VII (28 minggu) fundus uteri 3 jari diatas pusat.
7) Akhir bulan ke VIII (32 minggu) fundus uteri pada pertengahan prosesus
xyphoideus dengan pusat.
8) Akhir bulan ke IX (36 minggu) fundus uteri 3 jari dibawah prosesus
xyphoideus.
9) Akhir bulan ke X (40 minggu) fundus uteri pada pertengahan prosesus
xyphoideus dengan pusat.

Keterangan :
Fundus uteri paling tinggi pada akhir bulan ke IX karena setelah bulan ke IX fundus
uteri pada primigravida turun lagi karena kepala mulai turun ke dalam rongga panggul
sedangkan pada multigravida yang berbaring fundus uteri tetap setinggi 3 jari dibawah
prosesus xyphoideus dan malahan menonjol kedepan.
4. Leopold II
Cara
a. Kedua tangan pindah kesamping.
b. Tentukan dimana punggung.
Hasil
a. Punggung anak terdapat di pihak yang memberikan rintangan yang terbesar dan
bagian-bagian kecil menunjukan kaki dan tangan dimana letaknya saling
bertentangan.
b. Kadang-kadang disamping terdapat kepala atau bokong pada letak lintang.
5. Leopold III
Cara :
a. Pergunakan satu tangan saja untuk memegang daerah bagian terbawah dari anak.
b. Bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari lainnya.
c. Coba goyangkan apakah masih dapat digoyangkan atau tidak.
Hasil :
a. Bagian kepala ialah keras sedangkan sifat bokong lunak.
b. Jika masih dapat digoyangkan berarti sudah masuk pintu atas panggul.

6. Leopold IV
Pemeriksaan Leopold IV tidak dilakukan kalau kepala atau bagian terbawah masih
tinggi.

Cara :
a. Pemeriksa berubah sikapnya dengan melihat kearah kaki si penderita.
b. Dengan kedua tangan tentukan apa yang menjadi bagian bawah.
c. Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam pintu atas panggul dan
berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul.
Hasil
Jika kedua tangan yang kita rapatkan pada permukaan dari bagian terbawah dari
kepala menunjukan :
a. Convergen berarti hanya bagian kecil dari kepala turun ke dalam rongga panggul.
b. Sejajar berarti separuh dari kepala masuk ke dalam rongga panggul.
c. Divergen berarti bagian terbesar dari kepala masuk ke dalam rongga panggul dan
ukuran terbesar dari kepala sudah melewati pintu atas panggul.

7. Mengukur Tinggi Fundus Uteri


Pengukuran tinggi fundus uteri diatas sympisis pubis digunakan sebagai indicator
untuk menentukan kemajuan pertumbuhan janin. Pengukuran tinggi fundus uteri juga
dapat dijadikan perkiraan usia kehamilan. Tinggi fundus yang stabil/tetap atau yang
meningkat secara berlebihan mengidentifikasikan adanya jumlah janin lebih dari satu
atau kemungkinan adanya hidramnion.
Pengukuran tinggi fundus uteri ini harus dilakukan dengan teknik pengukuran yang
konsisten pada setiap kali pengukuran dan dengan menggunakan alat yang sama. Alat
ukur ini berupa tali/pita, atau dengan menggunakan pelvimeter. Posisi yang dianjurkan
pada saat melakukan pengukuran adalah klien berbaring (posisi supinasi) dengan kepala
sedikit terangkat (menggunakan satu bantal) dan lutut diluruskan. Alat ukur (pita atau
pelvimeter) diletakan dibagian tengah abdomen dan diukur mulai dari batas atas sympisis
pubis hingga batas atas fundus. Alat ukur tersebut diletakkan mengikuti kurve atau
fundus.
Untuk mendapatkan ketepatan hasil pengukuran digunakan rumus McDonals
(McDonal’s Rule). Pengukuran fundus uteri ini dilakukan pada usia kehamilan
memasuki trimester kedua dan ketiga.

Rumus McDonal’s :
a. Usia Kehamilan (hitung bulan) :
Tinggi fundus uteri (cm) x 2/7 (atau ± 3,5).
b. Usia Kehamilan (hitung minggu) :
Tinggi fundus uteri (cm) x 8/7.

D. Tahap Terminasi
1. Menanyakan perasaan pasien setelah dilakukan tindakan.
2. Menyimpulkan hasil prosedur yang dilakukan.
3. Melakukan kontak untuk tindakan selanjutnya.
4. Akhiri kegiatan.
5. Berpamitan dengan klien
6. Mencuci tangan
7. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan