Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Beberapa cacing nematoda usus yang menjadi masalah kesehatan adalah

kelompok “soil transmitted helminth”. Soil transmitted helminth adalah

nematoda usus yang siklus hidupnya membutuhkan tanah untuk proses

pematangan sehingga terjadi perubahan dari stadium non infeksi menjadi

stadium infektif. Kelompok nematoda ini adalah Ascaris lumbricoides

menimbulkan ascariasis, Trichuris trichiuria menimbulkan trichuriasis, cacing

tambang (ada dua spesies, yaitu Necator americanus menimbulkan

necatoriasis, Ancylostoma duodenale menimbulkan ancylostomasis),

Strongyloides stercolaris menimbulkan strongyloidosis atau strongyloidiasis.

Adapun jenis kelompok nematoda usus lainnya atau disebut juga nematoda

usus non-soil transmitted helminth adalah nematoda usus yang siklus

hidupnya tidak membutuhkan tanah. Ada tiga spesies yang termasuk

kelompok ini, yaitu Oxyuris/Enterobius vermicularis (cacing kremi)

menimbulkan enterobiasis dan Trchinnela spiralis dapat menimbulkan

trichinosis serta parasit yang paling baru ditemukan Capillaria philippinensis

(Andi febriyadi, dkk, 2015).

Nematoda usus adalah yang ditemukan pada manusia Ascaris

lumbricoides. Trichuris trichiura, Oxyuris vermicularis, Ancyllostoma

duodenale, Ancylostoma vermicularis, Stringylodes stercoralis dan Necatur

Americanus. Umumnya manusia merupakan hospes definitive. Tiap spesies


Nematoda Usus memiliki morfologi yang berbeda-beda. Cacing betina

ukurannya lebih besar dari pada jantan (Muslim,2005).

Tiap larva spesies nematoda usus berada di dalam sirkulasi darah (siklus

paru) kecualli Trichuris trichiura gejala kilns dipengaruhi oleh tingkat infeksi

(jumlah cacing). Jenis parasit, stadium parasit (larva/dewasa), lokalisasi

parasit, dan lamanya kasus infeksi, diagnose penyakit ditegakkan dengan

menemukan telur dalam feses, bilasan duodenum, larva dalam jaringan

melalui teknik jaringan tekan atau diwarnai, uji intradermal, uji serologis

(Muslim,2005).
BAB II
PENDAHULUAN
2.1 Pengartian Nematoda

Nematode berasal dari bahasa yunani, nama artinya benang.

Nematoda merupakan salah satu jenis cacing parasit yang paling sering

ditemukan pada tubuh manusia. Nematoda yang hidup dalam usus manusia

disebut dengan nematoda usus. Nematoda usus terdiri dari beberapa spesies,

yang banyak ditemukan didaerah tropis dan tersebar diseluruh dunia (Ganda

husada dkk, 2003).

Nematoda adalah cacing yang bentuknya panjang, silindrik tidak

bersegmen, dan tubuhnya bilateral. Nematoda pada manusia digolongkan

menjadi dua menurut tempat hidupna, yaitu Nematoda usus dan Nematoda

jaringan (Muslim,2005).

2.2 Jenis-JenisNematoda

1. Ascaris Lumbricoides

Gambar 2.2.1 Ascaris Lumbricoides

Manusia merupakan satu-satunya hospes ascaris lumbricoides penyakit

yang disebabkan disebuta scariasis.Parasite ini ditemukan kosmopolit.Sufei

yang dilakukan di Indonesia antara tahun 1970-1980 menunjukan pada


umumnya prevalensi 70% atau lebih. Prevalensi tinggi sebesar 78,5% dan

72,6% masih ditemukan pada tahun 1998 (Ganda husada dkk, 2003).

2. Necatur Americanus

Gambar 2.2.2 Necatur Americanus

Parasit ini diberi nama cacing tambang karena pada zaman dahulu

cacing ini ditemukan dieropa pada pekerja pertambangan, yang belum

mempunyai fasilitas sanitasi yang menadi.Hospes parasite ini adalah

manusia cacing ini menyebabkan necaturiasis (Gandahusadadkk, 2003).

3. Anchilostoma Duodenale

Gambar 2.2.3 Achilostoma Duodenale

Anchilostoma duodenale dan necatur americanus adalah parasit yang

diberi nama cacing tambang karena pada zaman dahulu cacing ini di

temukan di eropa pada pekerja pertambangan, yang belum mempunyai


fasilitas sanitasi yang menadi. Hospes parasite ini adalah manusia cacing

ini menyebabkan necaturiasis (Ganda husada dkk, 2003).

4. Stongyloides Stercoralis

Gambar 2.2.4 Stongyloides Stercoralis

Manusia merupakan hospes utama cacing ini parasite ini dapat

menyebabkan penyakit stongylodiasis, nematode ini terutama terdapat

didaerah tropic dan suptropik sedangkan di daerah yang beriklim dingin

jarang ditemukan. Hanya diketahui cacing dewasa betina yang hidup sebagai

parasite divilus duodenum yeyunum (Gandahusadadkk, 2003).

5. Trichuris Trichiura

Gambar 2.2.5 Trichuris Trichiura

Habitat cacing ini di dalam usus besar terutama sekum, dapat pula

pada kolon dan apendiks. Manusia merupakan hospes definitive dan tidak
membutuhkan hospes perantara. Cacing dewasa menyerupai cambung

sehingga disebut cacing cambuk.Manusia mengalami infeksi jika telur

infektif tertelan.Waktu yang diperlukan sejak telur infektif tertelan sampai

cacing betina menghasilkan telur adalah 30-90 hari.Dalam sehari cacing

betina menghasilkan 3000-4000 telur.Telur ini terapung dalam larutan

garam jenuh.Penyakit yang ditimbulkannya disebut trikuriasis (Muniroh,

dkk, 2016).

2.3 Cara Penularan Penyakit Parasit

Cara penularan (taransmisi) Nematoda dapat terjadi secara langsung

dan tidak langsung.Mekanisme penularan berkaitan erat dengan hygienedan

sanitasi lingkungan yang buruk.Menurut Penularan dapat terjadi dengan :

1. Menelan telur infektif (telur berisi embrio)

2. Larva (filariorm) menembus kulit

3. Memakan larva dalam kista

4. Perantara hewan vector

Dewasa itu cara penularan Nematoda yang paling banyak adalah

melalui aspek SiolmTrasmitted Helminth yaitu penularan melalui media

tanah (Ganda husada dkk, 2003).


METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu Dan Tempat

Praktikum parasitologi di laksanakan di dalam Laboratorium mikrobiologi

bertempat di STIKES Bina Mandiri Gorontalo,pada hari kamis, tanggal 21

Maret 2019 Pukul 13:00 – selesai.

3.2 Pra Analitik

Berdasarkan praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2019,

alat dan bahan yang digunakan yaitu:

1. Kantong Plastik ukuran 30x200mm

2. Kertas Saring ukuran 3x15cm

3. Mikroskop

4. Lidi Bambu

5. Penjepit

6. Aquades steril

7. Tinja

3.3 Analitik

1. Plastik di isi aquades steril kurang lebih 5ml

2. Dengan lidi bamboo, tinja di oleska pada kertas saring sampai mengisi

sepertiga bagian tengahnya.

3. Kertas saring dimasukan ke dalam plastik tersebut diatas. Cara masukanya

kertas dilipat membujur denga ujung kertas menyentuh permukaan

aquades dan tinja jangan sampai terkenan aquades.


4. Nama penderita, tanggal penamaan, tempat penderita, dan nama

mahasiswa. Tabung di tutup/dijepret.

5. Simpan selama 3-7 hari.

6. Disentrifuge dan diambil dengan pipet kemudian diamati dibawah

mikroskop.