Anda di halaman 1dari 2

SAATNYA BERANI BERTINDAK 69.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari


keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada
Assalamu’alaikum.wr.wb.. mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-
Alhamdulillah,, benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS.Al-
Ankabut:69)
Alhamdulillahilladzii an’ama ‘alainaa
bini’matil iimaan wal islaam salaaman daaimaini 2.Tetapkan Tujuan dan Berfokuslah
mutalaazimaini mamarril ayyam. Bisyapaa’ati
Sungguh penting memiliki tujuan yang pasti
sayyidinaa muhammadin shollollohu ‘alaihi wasallam
dalam hidup ini. Sebab ada perbedaan antara cita-cita
khairil anaam. Asyhhaduan llaailaaha illallah
dengan tujuan. Cita-cita adalah gambaran masa depan
wahdahulaa syariikalah,, wa asyhhadu anna
yang kita inginkan. Sedangkan tujuan adalah langkah
muhammadann ‘abduhu wa rasuluh.
nyata untuk meraihnya.
Allahumma shalli wasallim wa baarik ‘alaa
Maka mari kita tetapkan tujuan kita.
sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aa lihii wa aush
Mulailah dengan menanyakan cita-cita apa yang kita
habihii ajma’iin, ammaba’du.
inginkan di masa depan. Menjadi ahli surga kah? Lalu
Bapak/Ibu yang saya hormati, serta teman- apa langkah nyatanya, atau tuj\nnya? Menjadi orang
teman seiman dan seakidah yang saya sayangi karna yang berguna di dunia? Berguna seperti apa?
Allah.. Yang pertama dan terpenting,,Marilah kita
Tujuan yang jelas akan membuat langkah
haturkan puji syukur kita atas limpahan rahmat dan
kita mantap dan terfokus. Selain itu, tujuan haruslah
kenikmatan yang telah diberikan Allah hingga detik
realistis. Kita bisa saja mencapai planet lain dengan
ini. Alhmdulillah..
mengendarai pesawat canggih. Namun, kita tak
Shalawat berangkaikan salam,,marilah mungkin bisa mengubah susunan tatasurya di jagat
senantiasa kita hadiahkan kepada habiballah,, kekasih raya. Jadi perlu ada kesesuaian antara tujuan dengan
Allah Nabi besar Muhammad saw. yang telah kadar kemampuan.
membimbing kita menuju jalan yang hakiki, yakni
3.Bertindaklah Terencana, Setahap Demi
surga.. dengan dua kunci pedoman hidup ,,yaitu
Sunatullah dan Al-qur’anul qariim. Setahap.

Pada kesempatan yang diberkahi Allah ini, Bila ada sepiring nasi di hadapan kita,
saya akan menyampaikan pidato yang berjudul mungkinkah kita akan menghabiskannya dalam sekali
“Saatnya Berani Bertindak”. suap?

Orang-orang sukses percaya bahwa Naah begitu juga dengan cita-cita, tak
keberhasilan bukanlah semata manifesta dari mungkin tergapai dalam sekali tindak. Harus diraih
keberuntungan. Tapi harus diwujudkan melalui setahap demi setahap. Sesuai firman Allah swt.:
tindakan nyata. Di sini akan saya sampaikan beberapa       
hal yang dapat menjadi acuan dalam bertindak demi
menjemput cita-cita. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), .7
,kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
1.Awali Segalanya dengan Rasa Percaya
8. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu
Jika kita punya mimpi, awali berharap. (QS.Al-Insyirah: 7-8)
tindakan,dengan memupuk rasa pasti bahwa kita bisa
menggapainya. Bila impian itu baik,meski tak Disinilah perlunya kita membuat rencana.
tergapai di dunia, insya Allah akan tertuai pahalanya Bahkan Allah swt menganjurakan setiap diri kita
kelak di surga. untuk merencanakan esok hari. Firman-Nya :
Selanjutnya,pupuk rasa percaya bahwa kita       
memiliki serangakaian potensi untuk berhasil. Jangan           
menilai rendah kemampun. Karna kerap kali kita  
dapat melakukan sesuatu lebih baik dari pada yang 18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
kita duga.. Yakinkan bahwa semua orang hebat sama Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang
seperti kita. Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan
Berikutnya yakinkan diri kita bahwa selalu bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha
ada jalan untuk menjemput impan,selama impian itu mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Hasyr:18)
bermuara pada kebaikan. Allah akan senantiasa
menunjukkan jalan-Nya. Sesuai firamannya : Orang bijak berkata, bila anda gagal
       merencanakan berarti anda tengah merencanakan
   
kegagalan. Bila rencana sudah dibuat, patuhilah.. Dan
anda akan kaget betapa pentingnya setiap detik dalam Jadi mulai sekarang marilah kita bertindak,
kehidupan anda. bergegas, memaknai hidup ini, meski tak perlu
tergesa-gesa..
4.Lakukan Segalanya dengan Totalitas
Mungkin hanya ini yang dapat saya
Mungkin kita pernah mendengar pria sampaikan pada kesempatan kali ini. Lebih dan
bernama Bambang Rachmadi. Setelah menjabat kurangnya saya mohon maaf, kepada Allah saya
sebagai presiden direktur Panink Bank, pria ini mohon ampun.
bermimpi membangun bisnis sendiri. Untuk meraih
cita-citanya, ia rela melepaskan karirnya dan Akhirul kalam,, wabillahi taufiq wal
memulai dari nol. Ia pun berubah 180 derajat, dari hidayah.. Banyak bicara banyak salah.
seorang bankir menjadi pelayan di restoran kecil di wassalamu’alaikum. wr. wb..
Singapura. Pekerjaan sehari-harinya mengelap meja,
membersihkan toilet, menjaga tampat parkir dan
diperintah orang-orang. Dan dari hasil jeri payahnya
ia berhasil menjadi pemilik dan pengusaha jaringan
McDonald Indonesia. Dan kaya raya.

Beliau adalah salah satu contoh orang yang


mampu mewujudkan impiannya. Namun hanya
mereka yang berani bertindak sepenuh jiwa raga dan
tidak setengah-setengahlah yang akan berhasil. Orang
sukses mampu mengelola segenap energinya agar
terus menyala, hingga mengantarkannya pada puncak
prestasi.

5.Hindari Rasa Puas Diri

Dalam hal ini, kita bisa belajar dari Umar bin


Abdul Aziz. Suatu hari, dia berkata kepada
pelayannya : “Setiap kali kerinduanku pada sesuatu
terpenuhi, muncul kerinduan pada hal lain yang lebih
tinggi dari sebelumnya. Jiwaku merindukan
pernikahan dengan Fathimah, maka aku
menikahinya. Lalu jiwaku merindukan
kepemimpinan, maka aku jadi gubernur. Jiwaku
rindu pada kekhalifaan, maka aku menjadi khalifah.
Dan kini, jiwaku rindu pada surga, maka aku
berharap semoga menjadi salah satu penghuninya”

Islam mengajarkan kita untuk tidak berpuas


diri. Terus berprestasi, mengejar berbagai
ketertinggalan yang belum terlampaui. Jadikan diri
kita sebagai standar keberhasilan, bukan sebagai
orang lain. Berkompetisi dengan diri sendiri, melawan
rasa malas, rasa takut,dan ragu-ragu.

6.Mulailah Bertindak Sekarang Juga

Kita punya tujuan, kerjakanlah sekarang


juga. Kita tak pernah tahu kapan detak kehidupan ini
akan berakhir. Barangkali esok hari atau sedetik lagi.
Bila tak sempat berbuat, tentulah kita akan merugi.

Benar kata pepatah lama, manusia


menghabisakn sebagian besar waktunya untuk
memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Bukannya
bertindak, kita malah menghabiskan waktu untuk
melamun, membayangkan resikonya, dan mengeluh.