0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
275 tayangan8 halaman

Komplementer Kemangi'

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan pustaka mengenai kemangi (Ocimum sanctum L.) yang mencakup klasifikasi taksonomi, nama-nama daerah dan asing, deskripsi morfologi tanaman dan daun, kegunaan di masyarakat seperti obat, fungisida, dan sebagai bumbu masak, serta kandungan kimia utamanya seperti minyak atsiri, eugenol, dan senyawa fenolik lainnya.

Diunggah oleh

Alih Jenis1
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
275 tayangan8 halaman

Komplementer Kemangi'

Dokumen tersebut membahas tentang tinjauan pustaka mengenai kemangi (Ocimum sanctum L.) yang mencakup klasifikasi taksonomi, nama-nama daerah dan asing, deskripsi morfologi tanaman dan daun, kegunaan di masyarakat seperti obat, fungisida, dan sebagai bumbu masak, serta kandungan kimia utamanya seperti minyak atsiri, eugenol, dan senyawa fenolik lainnya.

Diunggah oleh

Alih Jenis1
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Klasifikasi Kemangi (Ocimum sanctum L.)


Hierarki taksonomi tanaman kemangi (Ocimum basilicum) menurut Bilal
(2012), yaitu:
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Superdivision : Spermatophyta
Division : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Ocimum
Spesies : basilicum
Nama binomial : Ocimum basilicum
B. Nama Daerah
Ocimum basilicum dikenal dengan nama yang berbeda di seluruh dunia.
Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai Basil, dalam bahasa
Hindi dan Bengali disebut dengan Babui Tulsi, dalam bahasa Arab dikenal
sebagai Badrooj, Hebak atau Rihan. Kemangi di Indonesia juga dikenal
dalam berbagai nama, yaitu lampes atau surawung di Sunda, kemangi atau
kemangen di Jawa, kemanghi di Madura, uku-uku di Bali, dan lufe-lufe di
Ternate, BaramakusuMinahasa (Bilal, 2012 dan Sukandar, 2015)
C. Nama asing
Ajaka, bai gka-prow, bai gkaprow, baranda, basilici herba, brinda,
common basil, garden basil, green holy basil, hot basil, Indian basil, kala
tulasi, kala tulsi, kemangen manjari, Krishna tulsi, krishnamul, Manjari
tulsi, orientin, parnasa, patra-puspha, Rama tulsi, red holy basil, sacred
basil, sacred purple basil, shayama tulsi, St. Joseph's wort, suvasa tulasi,
Thai basil, thulasi, thulsi, Trittavu, tulasi, tulshi, tulsi, tulsi chajadha,
vicenin, Vishnu priya.
D. Deskripsi
Tanaman kemangi mempunyai batang tegak bercabang, tinggi 0,6-
0,9 m. Batang dan cabang berwarna hijau atau kadang berwarna keunguan.
Daun Ocimum basilicum panjangnya mencapai 2,5-5 cm. Daun memiliki
banyak titik seperti kelenjar minyak yang mengeluarkan minyak atsiri
sangat wangi. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk lanset (lanceolate)
hingga bundar telur (ovate) dengan permukaan rata atau berombak. Panjang
daunnya 4-6 cm, lebarnya kurang lebih 4,49 cm dengan luas 4-13 cm.
Cabangnya berjumlah dari 25 hingga 75 cabang. Tangkai daun panjangnya
1,3-2,5 cm. Umumnya, bunganya berwarna putih hingga merah muda.
Tangkai panunjang, lebih pendek dari kelopak. Kelopak panjangnya 5 mm
(Bilal, 2012 dan Zahra, 2017).
E. Deskripsi daun
Makroskopis: helaian daun bentuk lonjong, memanjang, bundar,
telur, atau bundar telur memanjang, ujung runcing, pangkal daun runcing
atau tumpul sampai membundar, tulang-tulang daun menyirip, tepi bergerigi
dangkal atau rata dan bergelombang, daging daun tipis, permukaan
berambut halus, panjang daun 2,5 cm sampai 7,5 cm, lebar 1 cm sampai 2,5
cm, tangkai daun berpenampang bundar, panjang 1 cm sampai 2 cm,
berambut halus.
Mikroskopis: Pada penampang daun melintang melalui tulang daun
tampak epidermis atas terdiri darisatu lapis sel kecil, bentuk empat persegi
panjang, warna jernih, dinding tipis, kutikula tipis dan licin. Pada
pengamatan tangensial berbentuk poligonal, berdinding lurus atau agak
berkelok-kelok. Epidermis bawah terdiri dari satu lapis sel kecil bentuk
empat persegi panjang, warna jernih, dinding tipis, kutikula tipis dan licin.
Rambut penutup, bengkok, terdiri dari 1 sel tangkai dan 2-4 sel kepala,
bentuk bundar, tipe Laminaceae. Jaringan palisade terdiri dari selapis sel
berbentuk silindris panjang dan berisi banyak butir klorofil. Jaringan bunga
karang, dinding samping lurus atau agak berkelok tipis, mengandung butir
klorofil. Berkas pembuluh tipe kolateral terdapat jaringan penguat yaitu
kolenkim. Stomata tipe diasitik pada epidermis atas dan bawah (Depkes RI,
1995)
F. Kegunaan di masyarakat
Kemangi (Ocimum sanctum L) mempunyai banyak khasiat, antara lain
adalah :
1. Sebagai obat
Kemangi berfungsi untuk menambah nafsu makan, membantu
pencernaan, menyehatkan jantung, menurunkan panas, menghilangkan
sesak napas, mengobati diare (Hasanah Ustavian, 2010). Menurut
beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa kemangi
mempunyai efek sebagai asetaminofen akut berupa nekrosis hati yang
fatal. Nekrosis tubulus ginjal dan koma hipoglikemik mungkin juga
terjadi. Tetapi yang paling sering terjadi antara lain mual, muntah dan
anoreksia.
2. Fungisida, bakterisida, nematisida dan repellen
Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum sanctum L) mempunyai
aktivitas antibakteri terhadap S. Aureus dan E. Coli sehingga berfungsi
sebagai antibiotika. Efek fugisidanya untuk mengendalikan Pyricularia
oryzae yang merupakan penyebab penyakit bercak dan busuk daun yang
menyerang tanaman padi. Kandungan eugenolnya mampu menekan
pertumbuhan nematoda (Hasanah Ustavian, 2010). Selain itu kemangi
telah terbukti efektif digunakan sebagai repellen.
3. Penghasil minyak atsiri
Minyak atsiri kemangi berbau harum yang dikenal dengan nama
basil oil, minyak ini digunakan sebagai bahan pembuatan parfum,
shampo dan aroma terapi (Hasanah Ustavian, 2010). 4) Sayuran dan
minuman penyegar Daun kemangi digunakan sebagai sayuran atau
lalapan untuk menambah nafsu makan (appetizer). Selain daunnya, biji
kemangi juga sering dimanfaatkan sebagai bahan minuman penyegar.
Biji kemangi dapat menurunkan kolesterol, penambah daya ingat dan
tonik (Hasanah Ustavian, 2010).
Daun dapat digunakan untuk mengobati demam, batuk, selesma,
encok, urat syaraf, air susu kurang lancar, sariawan, panu, radang
telinga, muntah-muntah dan mual, peluruh kentut, peluruh haid,
pembersih darah setelah bersalin, borok, dan untuk memperbaiki fungsi
lambung (Sudarsono dkk., 2002).
Biji digunakan untuk mengatasi sembelit, kecing nanah, penyakit
mata, borok, penenang, pencahar, peluruh air kencing, peluruh keringat,
kejang perut (Sudarsono dkk., 2002).
Akar digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Semua bagian
tanaman digunakan sebagai pewangi, obat perangsang, disentri, dan
demam (Sudarsono dkk., 2002).
G. Kandungan kimia
Daun kemangi memiliki banyak kandungan senyawa kimia antara
lain alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, minyak atsiri, karbohidrat,
fitosterol, senyawa fenolik, lignin, pati, terpenoid, antrakuinon. Kandungan
paling utama pada kemangi yaitu minyak atsiri yang terdapat pada bagian
daun dan bagian-bagian yang terdapat pada bagian yang tumbuh di atas
tanah. Minyak atsiri memiliki kandungan bahan aktif yang dapat
diidentifikasi dengan analisis GC-MS yaitu ρ-cymene, 1,8-cineole, linalool,
α-terpineol, eugenol, germacrene-D (Larasati, 2016 dan Zahra, 2017).
Tabel 2.1 Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Ocimum basilicum.
Zat Terkandung Ocimum Ocimum Ocimum
basilicum basilicum (Biji) basilicum
(Daun) (Batang)
Alkaloid + + +
Aminoacid + + +
Karbohidrat + - -
Glikosida - - -
Flavonoid + + +
Kelompok fenolik + - -
Lemak dan minyak - + +
Saponin + + +
Tanin + - -
Protein + + -
Minyak Atsiri + + +
Fitosterol + - -
Lignin + - -
Pati + - -
Terpenoid + - -
Antrakuinon + - -
(Ramasubramania, 2012 dan Larasati, 2016)
Secara keseluruhan tanaman kemangi mengandung minyak atsiri yang
banyak memiliki aktivitas antibakteri. Disamping itu juga mengandung
flafon apigenin, luteolin, flavon O-glukotisidaapigenin 7-O glukoronida,
luteolin 7-O glukoronida, flavon C-glukosida orientin, molludistin dan asam
ursolat. Sedangkan pada daun kemangi sendiri, penelitian fitokomia telah
membuktikan adanya flafonoid, glikosid, asam gallic dan asternya, asam
kaffeic, dan minyak atsiri yang mengandung eugenol sebagai komponen
utama. Minyak atsiri dalam daun kemangi (Ocimum sanctum L)
mengandung aldehid, alkaloid, asam askorbat, beta carotene, carvacrol,
cineole, eugenol, eugenol-metil-eter, glikosida, linalol, metil chavicol,
limatrol, caryofilin, asam ursolat, n-triacontanol dan fenol. Kandungan pada
biji kemangi ungu antara lain beta-sitosterol, lemak, asam linoleat, asam
oleat, asam palmitat, pentosa dan protein. Kandungan kimia dari daun
kemangi yang bersifat larvasida adalah eugenol dan metil chavicol (Fitriani
Tallama, 2014).
Eugenol merupakan anggota dari kelas alibenzena. Warnanya kuning
jernih sampai kuning pucat. Bentuknya cairan berminyak yang diekstraksi
dari tanaman tertentu, salah satunya dari Ocimum sanctum L. Sifatnya
sedikit larut dalam air namun mudah larut dalam pelarut organik. Aromanya
menyegarkan dan pedas sehingga sering menjadi komponen untuk
menyegarkan mulut. Senyawa ini dipakai dalam industri parfum, penyedap,
minyak atsiri, obat pencuci hama dan pembius lokal. Dalam industri,
eugenol digunakan dalam memproduksi isoeugenol yang dipakai untuk
membuat vanillin. Metil eugenol juga digunakan sebagai atraktan. Lalat
buah jantan terpikat oleh metil eugenol karena senyawa ini mirip feromon
seks yang dikeluarkan oleh betina. Feromon merupakan bahan yang
diekskresikan oleh organisme dan berguna untuk berkomunikasi secara
kimia dengan sesamanya dalam spesies yang sama. Berdasarkan fungsinya
formon seks termasuk dalam jenis feromon releaser yang memberikan
pengaruh langsung terhadap sistem syaraf pusat individu penerima untuk
menghasilkan respon tingkah laku dengan segera. Menurut Fitriani Tallama,
(2014) eugenol yang dapat mempengaruhi sitem susunan saraf, khas
dipunyai oleh serangga dan tidak terdapat pada hewan berdarah panas.
Senyawa eugenol dalam ekstrak daun kemangi ungu mampu menekan
pertumbuhan nematoda pada tanaman lada.
Metil chavicol atau estragol terbentuk dari cincin benzena yang
bergabung dengan ikatan metoksi dan propenil. Metil chavicol biasanya
digunakan dalam parfum dan zat perasa tambahan pada makanan, metil
chavicol yang terkandung dalam Ocimum sanctum L bersifat larvasida.
Saponin merupakan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan beberapa
spesies tanaman, terutama tanaman dikotil dan berperan sebagai bagian dari
sistem pertahanan tanaman. Saponin merupakan senyawa glikosida
kompleks dengan berat molekul tinggi. Ternyata saponin tanpa dicampur
dengan apapun dapat berfungsi sebagai insektisida. Cara kerja saponin
dalam meracuni serangga belum sepenuhnya diketahui dengan jelas.
Pengaruh saponin terlihat pada gangguan fisik pada tubuh luar serangga
(kutikula), yakni mencuci lapisan lilin yang melindungi tubuh serangga dan
menyebabkan kematian, karena serangga akan kehilangan banyak cairan
tubuh. Beberapa kasus menunjukkan bahwa saponin dapat masuk melalui
organ pernafasan dan menyebabkan kerusakan membran sel atau
mengganggu proses metabolisme (Novizan, 2002). Saponin juga
mengandung steroid yang dapat menurunkan tegangan permukaan selaput
mukosa traktis digestivus larva sehingga dinding traktus digestivus larva
menjadi korosif.
H. Efek farmakologis
Minyak atsiri dari daun kemangi memiliki efek antimikrobiologi
yaitu efek melawan Microbacterium tuberculosis dan Staphylococcus
aureus in vitro dan bakteri serta jamur lainnya. Efek tersebut diperankan
oleh eugenol dan methyl eugenol yang menunjukkan reaksi yang positif.
Oleh karena itu infeksi bakteri dan jamur kulit dapat diobati dengan jus daun
kemangi (Batla, 2004).
Ekstrak cair daun kemangi menunjukkan efek hipotensi dan dapat
menghambat kontraksi otot halus yang dirangsang oleh asetilkolin,
karbakol, dan histamin (Batla, 2004).
Sedangkan ekstrak padat daun kemangi dalam dosis 500mg x 3
selama seminggu, signifikan menurunkan sesak nafas pada 20 pasien
dengan eosinofilia tropical. Meskipun disana tidak ada pengurangan jumlah
eosinofil pada darah tepi (Batla, 2004).
I. Komponen daun kemangi yang memiliki efek antioksidan
Daun Ocimum sanctum L. digunakan untuk mencegah formasi
radikal bebas dan telah digunakan dalam pengobatan arthritis, nyeriotot, dan
reumatik. Kandungan utama Ocimum sanctum L. yang bersifat antioksidatif
adalah asam askorbat, karotene, sitosterol, eugenol, asam palmitat, dan
tannin (Mishra et al., 2007).
Penelitian yang dilakukan oleh Balanehru dan Nagarajan
menyebutkan bahwa asam ursolic yang terkandung dalam ekstrak daun
Ocimum sanctum L. dapat menghambat peroksidasi lemak (Balanehru dan
Nagarajan, 1991).
J. Teh Daun Kemangi
.Teh merupakan minuman non alkohol yang banyak digemari oleh
masyarakat. Teh sebagai bahan minuman, dibuat dari pucuk muda daun
Camellia sinensis yang telah mengalami proses pengolahan tertentu. Proses
pengolahan teh secara umum meliputi proses pelayuan, fermentasi dan
pengeringan. Daun teh mengandung khasiat yang bermanfaat bagi
kesehatan tubuh manusia, salah satunya adalah sebagai antioksidan (Ayu
dkk, 2012).
Teh juga dapat digunakan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak,
mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol
dalam darah, dan melancarkan sirkulasi darah (Soraya, 2007). Khasiat yang
dimiliki oleh minuman teh berasal dari kandungan bahan kimia yang
terdapat dalam daun teh (Ayu dkk, 2012).Menurut Setyamidjaja (2008),
bahan kimia yang terkandung dalam daun teh terdiri dari empat kelompok
yaitu substansi fenol (catechin dan flavanol), substansi bukan fenol (pektin,
resin, vitamin, dan mineral), substansi aromatik, dan enzim-enzim. Teh
mengandung tanin, kafein, dan flavonoid.
Produk teh saat ini telah mengalami banyak perkembangan, di mana
teh tidak hanya terbuat dari daun Camellia sinensis saja, namun juga dapat
dibuat dari beberapa tanaman lainnya. Daun kemangi merupakan salah satu
tanaman yang berpotensi untuk dijadikan teh karena pada kemangi
mengandung senyawa antioksidan.Herba kemangi mengandung minyak
essensial yang kaya senyawa fenolik (Simon et al.,1990) dan senyawa alami
yang meliputi polifenol seperti flavonoid(Phippen and simon,1998).
Menurut Koche et al (2011), daun kemangi mengandung 11,8% alkaloid,
11,5% flavonoid, 3,55% tanin dan 0,28% saponin.Asam ursolat flavonoid
yang terkandung dalam daun kemangi terdiri dari apigenin, polifenol,
anthocyanins, luteonin, eugenol dan tymol atau sesquiterpene alcohols
(Joshi etal, 2011).Pada proses pembuatan teh dilakukan proses pengeringan
dengan suhu 50o selama 60 menit

Anda mungkin juga menyukai