Anda di halaman 1dari 21

PERCOBAAN I DAN II

PENGENALAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM

I. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan percobaan praktikum ini adalah mengenal alat-alat dan bahan


laboratorium beserta fungsinya dalam praktikum kimia dan untuk mengetahui
wujud zat cair serta menjelaskan kelarutan garam dalam air.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ketetapan hasil analisa kimia sangat tergantung pada mutu alat dan bahan
kimia dan yang dipergunakan, disamping pelaksanaan tentang dasar-dasar analisa
yang sedang dikerjakan serta kecermatan dan ketelitian kerjanya sendiri. Analisa
kimia menentukan macam, struktur, dan jumlah zat, maka setiap cabang kegiatan
manusia yang menyangkut materi, baik langsung atau tidak langsung memerlukan
suatu analisa kimia. Ketelitian dalam analisa kerja praktikum sangat diperlukan
untuk dapat membantu lancarnya aktifitas kerja dalam praktikum (Harjadi, 1990).
Sebelum kita memulai praktikum hendaknya bersihkan peralatan gelas
dengan sabun dan air keran. Gunakan sikat yang sesuai dalam hal ukuran dan
kehalusan. Bilas peralatan mula-mula dengan air keran, kemudian satu atau dua
kali dengan aquades. Kadang kala pipet atau buret perlu direndam beberapa lama
dalam air sabun dan K2Cr2O7 dan H2SO4 bila kotoran sulit dihilangkan. Baliklah
peralatan gelas yang bersih diatas serbet. Jangan mengeringkan peralatan gelas
yang ditera dalam oven atau api langsung. Bilaslah dengan pelarut atau larutan
yang digunakan (Underwood, 1998).
Bahan kimia untuk kepentingan laboraturium ada bermacam-macam jenis. Di
dalam dunia perdagangan, berdasarkan atas kegunaannya, dikenal jenis-jenis
bahan kimia dengan nama-nama sebagai berikut :
1. Sufrafur
2. Tritiplex
3. Uvasol
4. Guaranted Reagent
5. Fotopur
6. Selectipur
7. Produk for Synthesis
Berdasarkan atas perubahan wujudnya, bahan kimia dapat digolongkan
menjadi tiga kelompok besar, yaitu antara lain :
1. Bahan Kimia Berbentuk Padat
2. Bahan Kimia Berbentuk Cair
3. Bahan Kimia Berbentuk Gas
(Rohaman, 2002).

III. ALAT DAN BAHAN

A. Alat

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi, pipet tetes,
labu takar gelas beker, erlemeyer, buret, corong, pipet gondok dan propipet,
mortar dan portar, gelas arloji, desikator, neraca analisis, pengaduk, lemari
asam.

B. Bahan

Bahan – bahan yang digunakan adalah akuades, NaOH, Na2CO 3.

IV. PROSEDUR KERJA

A. Alat-alat Laboratorium

1. Pembakar gas
- Diteliti dan ditaruh di atas sekeping asbes
- Diletakan dengan jarak yang cukup jauh
- Dinyalakan dengan menggunakan korek
2. Alat Gelas
- Dicuci sebelum digunakan
- Dibilas dengan akuades agar steril
3. Penyaringan
- Diambil 5 ml larutan dalam tabung reaksi
- Ditambahkan larutan asam sulfat 0,1 M
- Diamati endapan yang terjadi
- Dicatat warna endapan yang terjadi
- Diambil dan ditimbang dengan neraca analitis
- Dioven endapan bersama kertas saring sampai kering
- Ditimbang lagi kertas saring bersama dengan endapan
- Dicatat hal yang terjadi

B. Bahan-bahan Kimia

1. Disiapkan bahan yang telah ditentukan


2. Dipelajari dan ditentukan warna awal kation dan bentuk atau jenisnya
3. Ditentukan sifat kelarutan setelah dilarutkan dengan akuades

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Alat – alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum khususnya


percobaan pertama adalah terdapat dalam tabel berikut :

No. Nama Alat dan Gambar Keterangan


1. Gelas ukur Alat ini terbuat dari bahan
plastik/kaca, digunakan untuk
mengukur volume zat kimia dalam
bentuk cair.

2. Tabung reaksi Alat ini terbuat dari bahan kaca,


digunakan untuk mereaksikan zat
kimia dalam jumlah kecil dan
dapat dipanaskan.
3. Gelas piala / Beaker glass Alat ini terbuat dari bahan kaca,
berfungsi sebagai tempat larutan
dan dipakai juga untuk
memanaskan larutan zat-zat kimia.

4. Erlenmeyer Alat ini terbuat dari bahan kaca,


dipakai untuk tempat dari zat-zat
yang dititrasi, sebagai wadah zat
cair dan keperluan lain, kadang
dapat dipanaskan.

.
5. Labu ukur (labu takar) Alat ini terbuat dari bahan kaca,
digunakan untuk membuat larutan
dengan volume setepat-tepatnya,
digunakan juga untuk pengenceran
sampai volume tertentu.

6. Pipet gondok Alat ini terbuat dari bahan kaca,


digunakan untuk mengambil
larutan dengan volume tertentu
dengan tepat.

7. Buret Alat ini terbuat dari bahan kaca,


dipakai untuk titrasi, sebagai
tempat zat penitrasi.

8. Pengaduk gelas Alat ini terbuat dari bahan kaca,


digunakan untuk mengaduk suatu
campuran, untuk membantu pada
saat menuangkan cairan dalam
proses penyaringan.
9. Gelas arloji Alat ini terbuat dari bahan kaca,
digunakan untuk menimbang zat
berbentuk kristal, untuk menutup
bejana lain saat pemanasan, dan
untuk menguapkan cairan.
10. Corong Alat ini terbuat dari bahan kaca,
digunakan untuk menyaring suatu
larutan dan untuk membantu ketika
memasukkan cairan ke dalam suatu
tempat yang sempit mulutnya.

11. Penjepit (gegep) Alat ini terbuat dari bahan kayu,


digunakan sebagai pembantu
pengambilan alat-alat yang tidak
boleh diambil dengan tangan.

12 Kaki tiga Alat ini terbuat dari bahan besi,


digunakan sebagai tungku untuk
pembakaran.
13. Segitiga porselin Alat ini terbuat dari bahan porselin,
digunakan sebagai alat penopang
wadah yang akan dipanaskan di
atas kaki tiga.

14. Kasa Alat ini terbuat dari bahan kasa


asbes, digunakan sebagai alat
perata panas, sehingga pemanasan
zat-zat dalam wadah akan
menyeluruh.

15. Penangas air Digunakan sebagai pemanasan zat


dengan menggunakan uap air.

16. Cawan Porselin Alat ini terbuat dari bahan porselin,


digunakan untuk mereaksikan zat
dalam suhu tinggi, mengabukan
kertas saring, menguraikan
endapan dalam gravimetri.
17. Pinggan porselin (evaporating Alat ini terbuat dari bahan porselin,
dish)
digunakan untuk menguapkan
larutan, mengeringkan zat padat,
mengkristalkan zat, dan
menyublimkan zat.

18. Botol semprot Berfungsi untuk membersihkan


dinding-dinding bejana dan sisa-
sisa endapan, mengeluarkan
air/cairan dalam jumlah terbatas,
sebagai tempat penyimpanan air.
19. Pipet tetes Alat ini mempunyai bentuk seperti
pipa kaca, digunakan untuk
memindahkan beberapa tetes zat
cair.

20. Pembakar spiritus Alat ini terbuat dari logam


tembaga, digunakan sebagai
sumber panas dengan bahan bakar
spiritus.

21. Kertas Saring Alat ini terbuat dari bahan yang


khusus untuk menyaring,
digunakan untuk menyaring
larutan, memisahkan zat padat dan
zat cair dari larutan.
22. Botol pereaksi Botol ini terbuat dari propelina,
lubang mulut sempit dengan tutup
berulir, digunakan sebagai wadah
zat cair.

23. Oven Digunakan untuk mengeringkan


bahan steril dengan udara yang
kering dan panas.

24. Statif Alat ini terbuat dari logam besi,


berbentuk bulat dan dibuat seperti
tiang besi, digunakan sebagai
penyangga alat-alat.

25 Eksikator Digunakan untuk menyimpan zat-


zat supaya tetap kering atau untuk
mengeringkan zat.

26. Sudip Alat ini terbuat dari bahan politena,


digunakan sebagai sendok untuk
mengambil zat padat.

27. Lumpang dan alu Alat ini terbuat dari bahan porselin,
digunakan untuk menghancurkan
dan menghaluskan zat padat sesuai
dengan keperluan.

28. Neraca analitik Digunakan untuk menimbang


bahan dengan kejelian yang akurat.

29. Rak tabung reaksi Alat ini biasanya terbuat dari kayu
atau plastik, digunakan untuk
menyimpan tabung reaksi.

B.Pembahasan Alat

1. Alat-alat pemanasan
a. Pembakar gas
Terdiri dari pipa pemasuk gas, lubang pemasuk udara, dan pipa
pencampur gas dan udara.
b. Kaki tiga
Digunakan sebagai tungku, diatasnya terletak wadah bahan-bahan yang
dipanaskan.
c. Segitiga porselin
Digunakan sebagai alat penopang wadah yang akan dipanaskan diatas
kaki tiga.
d. Gegep (penjepit)
Digunakan untuk membantu mengambil alat-alat yang tidak boleh
diambil dengan tangan.
e. Cawan porselin (Crucible)
Digunakan mereaksi zat dalam suhu tinggi, mengabukan kertas saring,
menguraikan endapan.
f. Pinggan porselin (Evaporating Dish)
Digunakan untuk menguapkan / mereaksikan larutan / sehingga lebih
pekat atau menjadi lebih kering dan mengkristalkan zat dan untuk
menyublimkan zat.

2. Alat-alat gelas

Sebelum dipergunakan, alat-alat gelas harus diperiksa, apakah ada cacat


dan diteliti kebersihannya. Apabila alat itu retak jangan diteruskan untuk
penggunaannya. Kebersihan alat sangat penting, karena apabila masih ada alat
yang kurang atau tidak bersih maka data yang dihasilkan menjadi tidak akurat.
Bersihkan peralatan terlebih dahulu dengan air keran setelah itu bersihkan
dengan akuades 1-2 kali, setelah itu baru alat tersebut bisa digunakan
sebagaimana mestinya.

3. Alat-alat untuk mereaksikan zat :


a. Tabung reaksi
Terbuat dari gelas dan dapat dipanaskan, terutama digunakan untuk
mereaksikan zat-zat kimia dalam jumlah sedikit.
b. Gelas piala
Disebut juga gelas beker, fungsi utama adalah untuk mereaksikan zat
kimia dalam jumlah sedikit. Dapat juga digunakan sebagai tempat larutan
untuk memanaskan larutan zat kimia, menguapkan pelarut untuk
memekatkan. Harus diingat bahwa alat ini bukan alat pengukur walaupun
mempunyai volume kira-kira sama.
c. Erlenmeyer
Dipakai uantuk tempat zat yang dititrasi dan bukanalat pengukur. Kadang
kadang boleh untuk memanaskan larutan.

4. Alat-alat pengukur volume

a. Gelas ukur
Digunnakan untuk mengukur voume zat kimia cair. Gelas ini berskala
dan terdiri dari bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk
mengukur pelarut panas.
b. Pipet ukur yang terdiri dari pipet gondok dan pipet Mohr
- Pipet gondok terbuat bari gelas, tengahnya membesar ujungnya
meruncing. Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu
dengan tepat.
- Pipet Mohr, pipet yang dibubuhi skala mirip buret dan digunakan
untuk mengukur volume larutan lebih tepat daripada gelas ukur.
c. Buret
Terbuat dari gelas berskala dan memiliki kran. Untuk melakukan titrasi,
larutan dikeluarkan sedikit-demi sedikit dari kran. Volume dapat dilihat dari
skala. Untuk menggunakannya buret dicuci 2 kali dengan larutan yang akan
diisikan dan untuk titrasi dilakukan minimal 3 kali , hasilnya adalah rata-
ratanya.

d. Labu ukur
Digunakan untuk membuat larutan standar atau larutan tertentu secepat-
cepatnya.
5. Alat lain
a. Pengaduk gelas

Alat ini terbuat dari kaca. Dipakai untuk mengambil suatu serta berguna
untuk membantu pencampuran larutan.
b. Gelas arloji
Terbuat dari gelas, berguna untuk alas dan menimbang zat kristal, untuk
menutup bejan saat pemanasan dan untuk menguapkan cairan.
c. Corong
Terbuat dari gelas, untuk membantu memasukkan larutan cair ketempat
yang sempit.
d. Botol semprot
Digunakan untuk membersihkan dinding bejana dari sisa-sisa endapan,
mengeluarkan air / cairan dalam jumlah terbatas, dan tempat menyimpan air .
e. Eksikator
Digunakan untuk menyimpan zat agar tetap kering atau untuk
mengeringkan zat.
6. Hal-hal yang perlu diperhatikan
1. Mengeringkan alat-alat, setelah dicuci diletakkan terbalik, hanya bagian
luar yang dilap,bagian lain tidak boleh dilap. Apabia perlu cepat kering alat
dipanaskan sedikit.
2. Menuang cairan dari botol yang beretiket ; etiket dipegang menghadap
telapak tangan dan cairan dialirkan dari sisi yang berjauhan dengan etiket
jadi isi botol dapat selalu diketahui dengan mudah.
C. Pembahasan Bahan

a. Nitrat
No. Langkah Percobaan Hasil Pengamatan
1. Dipelajari warna kation dan kelarutan Putih-jernih, larut
senyawa NaNO3
2. Ba(NO3)2 Putih-jernih, larut
3. Co(NO3)2 Merah-merah jernih,
larut
4. AgNO3 Putih-putih jernih, larut

b. Sulfat
No. Langkah Percobaan Hasil Pengamatan
1. Dipelajari warna kation dan kelarutan Putih - putih jernih, larut
senyawa NaSO4
2. MgSO4 Putih - putih jernih, larut
3. FeSO4 Hijau – jernih, larut
4. CuSO4 Biru pekat - biru bening,
larut

c. Klorida
No. Langkah Percobaan Hasil Pengamatan
1. Dipelajari warna kation dan kelarutan Putih - putih jernih, larut
senyawa NaCl
2. KCl Putih - putih jernih, larut
3. MgCl2 Putih - putih jernih, larut
4. NH4Cl2 Putih - putih jernih, larut

Setiap benda mempunyai banyak sifat. Sifat-sifat tersebut dapat


digolongkan menjadi dua, yaitu sifat kimia dan fisik. Sifat kimia adalah
sifat-sifat yang melibatkan perubahan-perubahan komposisi zat menjadi
zat-zat baru yang lain. Sedangkan sifat fisik adalah sifat-sifat materi yang
dapat diamati tanpa mengubah zat menjadi baru yang lain, contohnya
seperti bau, massa jenis, rasa, kelarutan, kilap titik mencair dan yang
lainnya.
a.Nitrat
Kelarutan garam nitrat pada senyawa NaNO3, Ba(NO₃)₂, Co(NO3)2 dan

AgNO3 larut dalam akuades. Pada larutan NaNO3, Ba(NO₃)₂ dan


AgNO3 diperoleh warna yang sama yaitu putih. Sedangkan larutan
Co(NO3)2 diperoleh warna merah.
b. Sulfat
Warna-warna yang dihasilkan dari senyawa sulfat pada umumnya
berwarna putih, seperti larutan NaSO4 dan MgSO4. Molekul-molekul
tersebut dapat larut setelah dilarutkan dalam akuades.
c.Klorida
Warna-warna yang dihasilkan dari senyawa klorida seperti NaCl, KCl,
MgCl2 dan NH4Cl2 memiliki perubahan warna yang sama yaitu putih.
VI. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah


1. Alat-alat yang digunakan dalam laboratorium terdiri dari bermacam-
macam jenis, bentuk dan cara penggunaan yang berbeda-beda.
2. Alat-alat laboratorium banyak yang terbuat dari gelas, karena alat gelas
mudah untuk membaca volume.
3. Untuk menggunakan alat-alat laboratorium harus diperhatikan dengan
betul agar tidak menimbulkan kesalahan yang fatal.
4. Pembacaan miniskus untuk larutan bening adalah bagian bawahnya,
sedangkan untuk larutan yang berwarna gelap pembacaan miniskus.
5. Bahan kimia terdiri tiga yaitu bahan padat, cair dan gas.
6. Warna suatu kelarutan itu berbeda-beda.
7. Dapat menjelaskan kelarutan dalam air.

DAFTAR PUSTAKA

Day, R.A. Jr. And A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi
Revisi, Terjemahan R. Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.

Harjadi ,W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT Grammedia . Jakarta.

Rohaman, Taifiqur. 1998, Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia
Serta Penanganan Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia, makalah
Seminar pada Pelatihan Dosen Biokomia di UVAYA, Banjarbaru/
PERCOBAAN III
PENGENALAN INDIKATOR

I. TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan percobaan praktikum ini adalah untuk menentukan penggunan


indicator yang sesuai denagn kondisi titrasi.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Pada proses analisis contoh yang menggunakan metodetitrasi visual,
peranan indicator sangat penting dalam menentukan kondisi titik ekivalen dan titik
akhir titrasi. Kesalahan dalam menggunakan indikator mengakibatkan kesalahan
dalam menentukan suatu kadar suatu contoh(Day, 1998).
Indikator merupakan senyawa asam atau basa lemah organic, yang
memiliki keadaaan molekul tak terionisasi dan molekul terionisasi, yang
ditunjukkan dalm perbedaan warna. Kesetimbangna perubahan indicator dapat
ditunjukkan oleh reaksi berikut :

Hln + H2O ↔ ln- H3O+


Warna A warna B

Ka=[H3O+] [ln-]
[Hln]

pH = pKa – log [Hln]


[ ln- ]

Indikator yang baik harus memenuhi beberapa syarat seperti dibawah ini :
1. indikator harus lebih lemah dari asam atau basa analit, sehingga indicator
akan bereaksi terakhir denagn titran.
2. jumlah indikator yang ditambahkan harus jauh lebih kecil dibandingkan
dengan jumlah analit, sehingga tidak memerlukan jumlah yang besar dalam
proses memberikan indikasi atau perubahan warna.
3. indikator harus berwarna sangat jelas, sehingga hanya diperlukan beberapa
tetes titran larutan encer unutk menghasilkan warna yang mudah diamati
oleh mata(Harjadi, 1990).
Pemilihan indikator yang benar berdasarkan pada perubahan pH larutan
contoh yang terjadi pada saat titrasi menggunakan larutan standar. Sebagai
contoh, indikator Brom Cresol Green dalam konmdisi tak terionkan berwarna
biru.
Rentang perubahan pH yang menimbulkan perubahan warna yang jelas
harus diketahui. Pada titrasi larutan asam dan basa, indicator yang sering
digunakan didasarkan pada perubahan pH larutan yang terjadi, antara lain :
1. Asam kuat dengan basa kuat, dapat menggunakan beberapa indicator
2. asam kuat dengan basa lemah, dapat menggunakan indikator metil orange
3. asam lemah dengan basa kuat, dapat menggunakan indicator
phenolphthalein
4. asam lemah dengan basa lemah, tidak ada indicator yang memenuhi,
karena merupakan system buffer, maka analisis disarankan secara
potensiometri.
Terkadang dalam suatu proses titrasi dapat digunakan indicator ganda yang
merupakan gabungan beberapa indicator. Keuntungan dari indicator ini adalah
mempunyai batas titik akhir titrasi sangat jelas. Salah satu jenis indicator ini
adalah indicator universal atau lebih dikenal denag indicator bogen. Beberapa
perubahan indicator warna indicator dan rentang pH indicator terlihat pada label
berikut ini :
Table perubahan warna indicator, rentang pH indicator pH kritis :
No Indikator Perubahan Rentang pH pH kritis
warna asam
basa
1 Timol blue Merah-kuning 1,2-2,8 1,9
2 Jingga metil Merah-jingga 3,1-4,4 3,7
3 Biru brom Kuning-violet 3,0-4,6 4,0
fenoll
4 Hijau brom Kuning-biru 3,9-5,4 4,6
kresol

5 Merah metil Merah-kuning 4,2-6,2 5,7


6 Biru brom Kuning-biru 6,0-7,6 6,9
timol
7 phenolphtalein Tidak berwarna 8,0-9,8 8,3
merah

III.ALAT DAN BAHAN


A. Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah pipet tetes dan plat kaca 12
lubang,
B. Bahan
Bahan-bahan yang diperlukan pada percobaan ini adalah HCl 0,1 N, NaOH 0,1
N, indikator metil merah, indikator brom timol, indicator metal orange dan
indikator phenolphthalein.

IV. PROSEDUR KERJA


1. siapkan plat kaca indikator yang mempunyai lubang 8 buah
2. teteskan pada masing-masing lubang palt kaca sebanyak 3 tetes untuk tiap
indikator yang akan dianalisis
3. catat warna asal masing-masing indikator yang dianalisis
4. teteskan pada tiap lubang yang berisi indikator masing masing 3 tetes HCl
0,1 N
5. catat perubahan warna masing-masing indicator yang dianalisis
6. teteskan pada tiap lubang yang telah berisi indicator masing-masing 5 tetes
NaOH 0,1 N
7. catat perubahan warna masing-masing indicator yang di analisis
8. lakukan langkah1-7 di atas untuk penambahan larutan NaOH lebih dahulu
kemudian larutan HCl
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Inikator Warna awal Di campur Di campur Di campur
HCl 0,1 N NaOH 0,1 N NaOH &
HCL
Phenolphtelaein Tidak Bening Merah muda Kembali ke
berwarna bening
(bening)
Metil merah Kuning Merah tua kuning Merah muda
Jingga metil Kuning Merah muda Kuning kuning
muda
Biru Brom Orange Kuning muda biru orange
Timol
Biru Timol Kuning Biru tua ungu Merah muda

VI. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai


berikut :

1. Indikator adalah senyawa asam basa lemah organik yang memiliki


keadaan molekul tak terionisasi yang ditunjukkan dengan perubahan warna.

2. Indikator harus lebih lemah dari asam atau basa analit, jumlah
indikator yang ditambahkan harus jauh lebih kecil dibandingkan dengan
jumlah analit, indikator harus jelas warnanya.

3. Indikator yang digunakan dalam percobaan ini adalah Metil Merah,


Phenolphtalein, Metil Orange, Biru Brom Timol, Biru Brom fenoll, Timol
Blue dan Hijau Brom Kresol.

4. Keuntungan dari indikator adalah mempunyai batas titik akhir


titrasi sangat jelas.

5. Larutan asam dapat menetralisir sifat basa dan sebaliknya sehingga


indikator mengalami perubahan warna. Perubahan warna pada indikator juga
tergantung sifat asam atau basa pada larutan.
6. Dalam menentukan suatun warna hendaknya mengacu pada
literature sehingga kemungkinan warna baru yang dilihat itu tidak terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

Day, R.A. Jr and A.L. Underwood, 1998. Kimia Analisa Kuantitatif. Edisi
revisi, Tejemahan R. Soendoro dkk. Penerbit Erlangga. Jakarta

Harjadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Penerbit PT. Gramedia.


Jakarta

Jurusan kimia FMIPA IPB. 2000. Penuntun Praktikum Kimia Dasar


I. bogor