Nama : Aulia Laras Permata
Kelas : C
No. : 46
METODE SIMPLEKS
Metode simpleks merupakan teknik penyelesaian yang digunakan sebagai teknik
pengambilan keputusan dalam permasalahan yang berhubungan dengan pengalokasian
sumberdaya secara optimal. Metode simpleks digunakan untuk mencari nilai optimal dari
program linier yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan banyak variabel.
Penemuan metode ini merupakan penemuan besar dalam riset operasi dan digunakan sebagai
prosedur penyelesaian dari setiap program komputer. Metode simpleks digunakan untuk
mencari nilai optimal dari program linier yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan
banyak variabel (lebih dari dua variabel).
BENTUK BAKU
Sebelum melakukan perhitungan iteratif untuk menentukan solusi optimal, pertama
sekali bentuk umum pemrograman linier dirubah ke dalam bentuk baku terlebih dahulu.
Bentuk baku dalam metode simpleks tidak hanya mengubah persamaan kendala ke dalam
bentuk sama dengan, tetapi setiap fungsi kendala harus diwakili oleh satu variabel basis awal.
Variabel basis awal menunjukkan status sumber daya pada kondisi sebelum ada aktivitas
yang dilakukan. Dengan kata lain, variabel keputusan semuanya masih bernilai nol. Dengan
demikian, meskipun fungsi kendala pada bentuk umum pemrograman linier sudah dalam
bentuk persamaan, fungsi kendala tersebut masih harus tetap berubah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat bentuk baku, yaitu :
1. Fungsi kendala dengan pertidaksamaan ≤ dalam bentuk umum, dirubah menjadi
persamaan (=) dengan menambahkan satu variabel slack.
2. Fungsi kendala dengan pertidaksamaan ≥ dalam bentuk umum, dirubah menjadi
persamaan (=) dengan mengurangkan satu variabel surplus.
3. Fungsi kendala dengan persamaan dalam benttuk umum,ditambahkan satu artificial
variabel (variabel buatan).
Langkah-langkah yang harus dipahami dalam menggunakan metode simpleks, yaitu:
1. Membuat model matrix LP
2. Merubah formulasi LP menjadi formulasi standar
Merubah formulasi biasa ke dalam formulasi standar harus mengikuti kaidah dasar
yang berlaku, yaitu:
a. Introduksikan variabel baru sebagai variable dummy dengan singkatan huruf S
sebagai singkatan dari Slack (kekurangan) atau Surplus (kelebihan)
b. Variable slack kita introduksikan apabila kita mempunyai bentuk tanda pembatas
lebih kecil atau sama dengan (≤)
c. Variabel surplus kita introduksikan apabila kita mempunyai bentuk tanda pembatas
lebih besar dari atau sama dengan (≥)
3. Menyiapkan table simplex awal
Penjelasan penggunaan tabel simplex :
a. Kolom Baris
· Kolom baris selalu ada dan ditempatkan di kolom paling kiri setelah Ci
· Untuk kolom tabel awal variabel yang pertama kali kita tulis pada kolom ini adalah:
o Variabel tambahan yang bertanda positif seperti slack variable
o Artifisial variabel
Oleh karena itu, surplus variabel tidak pernah kita masukan ke dalam kolom basis
pada tabel awal
b. Kolom Cj
Kolom coefisien fungsi tujuan diletakan pada baris pertama tabel awal simplex.
Angka koefisien dapat kita lihat pada fungsi tujuan formulasi standar daro persoalan
yang dihadapi.
c. Kolom diantara kolom Cj dan kolom paling kanan atau kolom nilai ruas kanan
Jumlah kolom ini bervariasi tergantung berapa jumlah variabel yang ada di dalam
fungsi tujuan formulasi standar. Oleh karena itu apabila terjadi kesalahan dalam
membuat formulasi standar maka penyelesaian persoalan dengan metode simplex juda
akan salah.
d. Kolom nilai ruas kanan (NRK atau Bi)
Pada kolom ini, dituliskan nilai ruas kanan dari setiap batasan yang ada di dalam
setiap persoalan yang dihadapi.
e. Jumlah baris
Jumlah baris di antara baris Basic variabel dengan baris Zj tergantung dari berapa
buah batasan yang kita hadapai di dalam perseoalan.
f. Baris Zj
Baris Zj digunakan untuk mendapat nilai Shadow Price atau Nilai Merginal Value
Product dari setiap variabel yang kita hadapi. Angka yang akan kita tuliskan pada
baris Zj ini adalah angka hasil penjumlahan perkalian setiap koefisien dari variabel
yang tertera dalam kolom baris dengan angka-angka di dalam Matrix
g. Baris Cj-Zj
baris ini bermanfaat bagi kita untuk melihat kapan kita berhenti melakukan iterasi
atau baris yang dapat membantu kita menentukan apakah penyelesaian optimal telah
kita capai.
4. Memasukan nilai-nilai dan variable dalam formulasi standar ke dalam tabel awal
5. Melakukan proses literasi
a. Tentukan kunci kolom (pivot coloum)
Caranya adalah memilih nilai Cj-Zj yang terbesar dan positif.
b. Tentukan kunci baris (pivot row)
Caranya adalah memilih dasil bagi antara NRK dengan angka-angka yang ada
dalam kolom kunci, kemudian pilih hasil bagi yang terkecil dan positif. Hasil bagi
dengan nilai negative, nol dan tak terhingga tidak dapat dijadikan sebagai kunci
baris.
c. Cari angka baru yang terdapat pada baris kunci dengan cara membagi semua
angka yang terdapat pada baris kunci dengan angka kunci. Angka kunci adalah
angka yang terdapat pada persilangan baris kunci dengan kolom kunci.
d. Mencari angka baru pada baris yang lain dengan rumus:
Angka baru = nilai pada baris lama – (perkalian koefisien pada kolom kunci
dengan angka baru baris kunci)
e. Apabila sosialisasi optimal belum ditemukan maka kembali ke langkah 5a di atas,
sehingga nilai yang terdapat pada baris Cj-Zj ≤ 0
6. Menentukan apakah penyelesaikan optimal sudah tercapai
7. Membuat kesimpulan jawaban
Contoh penyelesain program linier dengan menggunakan metode simpleks
PT Yummy food memiliki sebuah pabrik yang akan memproduksi dua jenis produk yaitu
vanilla dan violette. Untuk memproduksi kedua produk tersebut diperlukan bahan baku A,
bahan baku B dan jam tenaga kerja. Maksimum pengerjaan bahan baku A adalah 60kg per
hari, bahan baku B 30kg per hari dan tenaga kerja 40jam per hari. Kedua jenis produk
memberikan sumbangan keuntungan sebesar Rp40,00 untuk vanilla dan Rp30,00 untuk
violette. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana menentukan jumlah unit setiap produk
yang akan diproduksi setiap hari. Kebutuhan setiap unit produk akan bahan baku dan jam
tenaga kerja dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Penyelesaian:
Z = Rupiah keuntungan per hari
X1 = Jumlah vanilla yang diproduksi/perhari
X2 = jumlah violette yang diproduksi/hari
Langkah 1
Formulasi LP (bentuk standar)
Fungsi tujuan è Zmax = 40X1 + 30X2
Fungsi kendala è I. 2X1 + 3X2 ≤ 60
II. 2X2 ≤ 30
III. 2X1 + 1X2 ≤ 40
IV. X1,X2 ≥ 0
Diubah menjadi:
2X1 + 3X2 + S1 + 0S2 + 0S3 = 60
2X2 + 0S1 + S2 + 0S3 = 30
2X1 + 1X2 + 0S1 + 0S2 + S3 = 40
40X1 + 30X2 + 0S1 + 0S2 + 0S3
C1 = 40, C2 = 30, C3 = 0, C4= 0, C5 = 0
Langkah 2
Tabel simplex awal masalah PT Yummy Food
Langkah 3
Apakah tabel tersebut sudah optimal?
Belum, karena tabel optimal bila nilai yang terdapat pada baris Cj – Zj ≤ 0
Langkah 4
Penyelesaian dengan cara iterasi
1. Menentukan kolom kunci, yaitu kolom yang memiliki nilai Cj-Zj terbesar yaitu kolom
x1. Dengan demikian x1 akan masuk dalam basis
2. Menentukan baris kunci, yaitu baris yang memiliki angka indeks terkecil dan bukan
negatif. Dalam hal ini baris s3. Dengan demikian s3 akan keluar dari basis dan
tempatnya akan digantikan oleh x1
3. Menetukan angka kunci. Angka kunci adalah angka yang terdapat pada persilangan
kolom kunci dengan baris kunci, dalam hal ini angka kunci = 2
4. Mencari angka baru yang terdapat pada baris kunci, dengan cara membagi semua
angka yang terdapat pada baris kunci dengan angka kunci
Angka baru = 40/2, 2/2, ½, 0/2, 0/2, ½
Atau = 20, 1, ½, 0,0 ½
5. Mencari angka baru pada baris lain, yaitu :
Baris S1
Angka lama = [ 60 2 3 1 0 0 ]
Angka baru = [ 20 1 ½ 0 0 ½] (2)
Angka baru = [20 0 2 0 0 -1]
Baris S2
Angka lama = [ 30 0 2 0 1 0]
Angka baru = [ 20 1 ½ 0 0 1/2] (0)
Angka baru = [ 30 0 2 0 1 0]
Hasil perhitungan di atas, akan nampak pada tabel baru simplex yaitu tabel yang merupakan
hasil iterasi pertama.
Tabel iterasi 1 belum optimal sehingga harus diulang langkah di atas dan akan di dapat tabel
iterasi 2:
Solusi optimum tabel iterasi 2 menunjukan bahwa total nilai Z = 900 dengan masing-masing
variabel keputusan X1 = 15 dan X2 = 10.
KESIMPULAN:
1. Pada tabel iterasi 2 merupakan tabel akhir simplex, dengan solusi optimal adalah :
X1 (vanilla) = 15 unit
X2 (violette) = 10 unit
Z (keuntungan) = Rp 900,00
2. Kendala kedua (bahan baku B) masih tersisa sebanyak 10 Kg yang ditunjukan oleh
nilai S2 =10, pada tabel optimal
3. Kendala 1 dan 3 tidak ada sisa (full capacity), yang ditunjukan oleh nilai S1 = S3 = 0
(variabel nonbasis). Hal ini juga dapat dibuktikan dengan memasukan nilai S1 dan S2
ke dalam kendala 1 dan 3
Kendala 1 : 2X1 + 3X2 = 60
2 (15) + 3 (10) = 60
60 = 60
Bahan baku yang digunakan = yang tersedia
Kendala 3 : 2X1 + 1X2 = 40
2 (15) + 1(10) = 40
40 = 40
Jam kerja yang digunakan = yang tersedia
PERBEDAAN METODE SIMPLEKS DENGAN METODE GRAFIK:
a. Metode Grafik:
Tidak dapat menyelesaikan persoalan linier program yang memiliki variabel
keputusan yang cukup besar atau lebih dari dua.
b. Metode Simpleks
Untuk masalah program linier yang memiliki peubah keputusan lebih dari dua,
dengan menggunakan metode ini lebih efisien
https://favianalicivil.wordpress.com/2018/04/11/riset-operasi-metode-simpleks/
http://martinkoa.blogspot.com/2016/05/operasi-riset-program-linear-dengan.html