Anda di halaman 1dari 6

Peran :

1. Tiara Wahyu N. : Pak Soleh


2. Nurena Lisa N. : Narator
3. Wahyu Kartiko A. : Pak Ramlan
4. Feri Istikhomah : Kuda Joni
5. Nurul Oktaviani : Kuda Soni dan Tetangga

Pak Ramlan dan Kedua Kudanya

Pada suatu hari terdapat dua kuda yang sedang ada di padang rumput untuk
menyantap makan siang. Kuda-kuda tersebut diberi nama Soni dan Joni. Pemilik kuda
tersebut adalah Pak Ramlan yang hidup sebatang kara di sebuah pedesaan. Setiap pagi, siang
dan sore Pak Ramlan selalu mengajak Kuda-kudanya untuk bermain dan makan di padang
rumput. Kuda-kuda tersebut sayang dan juga paham dengan kata-kata Pak Ramlan sehingga
Joni dan Soni sangat menuruti semua perkataan dari Pak Ramlan.

Awal mula Pak Ramlan bertemu dengan kuda-kuda tersebut saat Pak Ramlan masuk
ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar. Pada saat Pak Ramlan mencari kayu bakar beliau
melihat seekor Kuda yang sedang terperangkap di dalam lubang yang cukup dalam. Ketika
mau membawa kuda tersebut pulang Pak Ramlan melihat seekor Kuda lagi dan tidak bisa
jalan karena kakinya tersandung tali akhirnya Pak Ramlan membawa ke-dua Kuda tersebut
untuk dibawa ke rumah dan dirawat. Sebelum kandang Kuda itu jadi Pak Ramlan mengikat
kuda itu di pohon besar depan rumahnya. Suatu malam Pak Ramlan keluar rumah dan tidak
sengaja beliau mendengar orang yang bercakap-cakap.

" Pak Tua itu hidup sebatang kara kita harus membalas kebaikannya." kata Joni.

" Bagaimana kita membalas kebaikan orang tersebut? " kata Soni.

" Kita harus mengikuti semua perintah bapak itu sebagai balas budi kita terhadap
kebaikannya." kata Joni.
Tiba - tiba Pak Ramlan datang menemui mereka, karena mendengar seekor Kuda
dapat berbicara seperti manusia.

" Apakah itu kalian yang berbicara?" Pak Ramlan kepada kedua Kuda.
"Benar Pak Ramlan ini kami yang berbiara." kata Joni.

"Bagaimana bisa kalian dapat berbicara?, Kalian kan hanya seekor Kuda." kata Pak Ramlan.

"Kita bukan kuda biasa pak. Namun bapak jangan khawatir, kita tidak akan jahat dan
merepotkan. Kita akan membuat bapak bahagia." jelas Joni.

"Baiklah kalau seperti itu sekarang kalian istirahat saja. " sahut Pak Ramlan.

Pagi mulai datang Pak Ramlan membawa ke dua Kudanya untuk makan di padang
rumput. Setelah makan, Pak Ramlan mengajak kudanya untuk mandi di sekitar sungai dekat
rumahnya.

"Bagaimana jika sekarang kita menuju sungai untuk membersihkan badan kalian? " tanya Pak
Ramlan.

"Wah baiklah pak mari kita kesana." jawab Soni.

Setibanya dirumah, Pak Ramlan mengobati kaki kuda - kudanya yang sedang sakit.

"Sejak kapan Bapak hidup sendiri disini? " tanya Joni.

" Sejak 10 tahun lalu sudah sendiri disini." jawab Pak Ramlan.

“ Apakah Bapak kesepian? " tanya Soni.

" Jelas kesepian, namun tak apa ini sudah takdir." sahut Pak Ramlan.

Setelah beberapa minggu bersama, Pak Ramlan harus pergi ke kota untuk satu bulan.
Pak Ramlan kemudian menitipkan kedua kuda itu kepada tetangganya.

" Pak Soleh,dapatkah saya menitipkan kedua kuda ini kepada anda untuk beberapa hari? Saya
harus ke kota karena ada urusan." tanya Pak Ramlan.

" Baiklah Pak Ramlan, saya akan merawatnya." jawab Pak Soleh.

" Terimakasih Pak Soleh." kata Pak Ramlan dengan sangat senang.

" Iya, Pak. Hati-hati di jalan." jawab Pak Soleh.

Pak Ramlanpun menghampiri kedua kuda itu.


“ Baik-baik di sini bersama Pak Soleh ya.” ucap Pak Ramlan.

“ Berapa lama Bapak akan pergi? ” tanya Soni.

“ Sekitar beberapa minggu saja.” jawab Pak Ramlan.

“ Baiklah Pak, kita tidak akan merepotkan Pak Soleh, hati hati di jalan.” Ucap Joni.

“ Saya pergi dulu ya.” Kata Pak Ramlan.

Satu minggu sejak kepergian pak Ramlan kuda-kuda itu merasa rindu dengan bapak tua
tersebut.
"Joni, apakah kamu merindukan Pak Ramlan?" tanya Soni.

"Iya, aku merindukan bapak tua itu." jawab Joni.

"Aku tidak ingin tinggal bersama Pak Soleh, dia tidak menyayangi kita." kata Soni.

"Ya, aku pun merasakannya Pak Soleh tidak menyayangi kita." kata Joni

Semenjak satu minggu itu kuda-kuda merasa terabaikan tidak dirawat. Mereka
merasa bahwa Pak Ramlan juga tidak menyayangi mereka karena meninggalkan mereka
dengan waktu yang sangat lama. Mereka merasa tidak bisa bebas untuk bermain ketika
sedang bersama Pak Soleh. Mereka ingin bermain di tanah lapang yang luas, mandi di
sungai sama seperti ketika bersama Pak Ramlan. Namun Pak Soleh hanya menempatkan Joni
dan Soni di kandang setiap hari, itu menyebabkan kuda-kuda itu merengek setiap harinya.
(Suara kuda)

" Hei ada apa dengan kalian kenapa terus bersuara?" tanya Pak Soleh.

" Apakah kalian lapar? tapi di samping kalian  ada makanan, makanlah." kata Pak Soleh.

Akhirnya Pak Soleh pergi meninggalkan kuda-kuda tersebut, setelah menunggu kuda
itu untuk makan. Kuda-kuda itu memutuskan untuk tidak makan sebagai tanda protes mereka
atas sikap Pak Ramlan yang meninggalkan mereka kepada orang lain. Kurang seminggu dari
kepulangan Pak Ramlan Kuda-kuda itu berencana ingin kabur dari tempat Pak Soleh karena
sudah tidak betah tinggal bersama Pak Soleh. Saat malam hari mereka melakukan rencana
kabur tersebut ketika suasana terlihat sepi dan Pak Soleh sudah tidur. Pagi harinya Pak Soleh
datang ke kandang Kuda untuk mengecek stok makanan dan membersihkan kandang kuda.
Dia terkejut sebab dia tidak melihat Kuda-kuda di kandang.
“ Di mana Kuda-kuda itu kenapa tidak ada di kandang? ” keluh Pak Soleh.

“ Bagaimana ini sebentar lagi Pak Ramlan akan pulang dari kota, alasan apa yang harus aku
beri kepada beliau? ” keluh Pak Soleh.

Tak lama datang tetangganya yang melihat keadaan Pak Soleh yang terlihat sedang
kebingungan.

“ Pak Soleh sedang apa? kenapa terlihat seperti orang yang sedang kehilangan sesuatu? ”
tanya sang tetangga.

“ Aku sedang mencari Kuda-kuda Pak Ramlan yang dititipkan kepadaku.” jawab Pak Soleh.

“ Memangnya terakhir terlihat dimana kuda-kuda tersebut? ” tanya tetangga.

“ Semalam Kuda-kuda itu masih ada di kandang.” jawab Pak Soleh.

“ Baiklah saya akan memita tolong warga untuk membantu mencari Kuda- kuda itu.” jawab
tetangga.

Warga mulai mencari Kuda-kuda itu, dimulai menyusuri desa sampai masuk ke dalam
hutan. Namun seminggu berlalu Kuda-kuda itu belum juga ditemukan oleh warga. Sampai
pada Pak Ramlan pulang, beliau datang ke rumah Pak Soleh untuk menjemput Kuda-
kudanya.

“Selamat siang Pak Soleh, saya ingin mengambil Kuda-kuda yang saya titipkan.” kata Pak
Ramlan.

Pak soleh terlihat bingung untuk menjawab perkataan Pak Ramlan.

“Ada apa Pak Soleh kenapa kau terlihat bingung seperti itu? ” tanya Pak Ramlan.

“Hm, begini Pak Ramlan sebelumnya saya mohon maaf, Kuda- kuda milik Pak Ramlan
hilang.” jawab Pak Soleh.

“Lho, bagaimana Pak Soleh kok bisa hilang?, Apa Kuda-kudanya tidak dimasukkan
kandang? ” tanya Pak Ramlan.

Akhirnya mengalirlah cerita Pak Soleh tentang kejadian kuda-kuda itu bisa hilang.
Setelah bercerita Pak Soleh meminta maaf kepada Pak Ramlan tentang sikap dia saat
merawat kuda milik Pak Ramlan. Setelah Pak Ramlan mendapat penjelasan dari Pak Soleh
dia pergi ke dalam hutan. Di dalam hutan dia mencari tempat pertama kali Pak Ramlan
menemukan Kuda-kuda itu. Pak Ramlan berjalan kesana kemari sambil berteriak memanggil
Kuda- kuda tersebut.

“Joni!! Soni!! Kalian di mana aku sudah kembali dari kota ayo kembali pulang bersamaku!! ”
teriak Pak Ramlan.

“Aku minta maaf karena meninggalkan kalian terlalu lama, ayo kita pulang dan kita bisa
bermain bersama kembali!! ” bujuk Pak Ramlan.

Hingga waktu tak terasa langit sudah mulai gelap, matahari mulai tenggelam di ufuk
barat. Namun bujukan Pak Ramlan belum juga membuahkan hasil untuk membawa pulang
kembali Kuda-kuda kesayangannya. Pak Ramlan tak menyerah untuk mencari dan berteriak
membujuk Kuda-kuda itu supaya datang kembali kepadanya dan mau pulang bersama.
Hingga samar-samar Pak Ramlan mendengar ringkikan kuda tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Apakah itu kalian berdua Joni dan Soni?” tanya Pak Ramlan.
“Pak Ramlan untuk apa kau kemari bukankah kau sudah tidak perduli kepada kami?” tanya
Soni.
“Apa maksud kalian bilang aku sudah tak perduli?, aku sungguh perduli kepada kalian dan
aku sayang kepada kalian, hanya kalian yang aku punya di tempat ini untuk menjadi teman
berbagi.” jawab Pak Ramlan.

“Namun jika kau perduli kenapa kau memberikan kami kepada orang lain? ” tanya Joni.

“Aku tidak memberikan kalian kepada orang lain aku hanya menitipkan kalian, kalian berdua
salah paham.” jawab Pak Ramlan.

“Apakah kau tahu kami begitu merindukan kau hingga kami berpikir kau sudah tak
menginginkan kami lagi? ” keluh Joni.

“Tidak, aku juga merindukan kalian. Ayo pulang bersamaku, aku akan selalu ada untuk
menemani kalian bermain.” jelas Pak Ramlan.

“Apakah itu benar kau tidak akan meninggalkan kami lagi?” tanya Joni.

“Iya aku tidak akan meninggalkan kalian dengan waktu yang lama lagi dan membuat kalian
salah paham.” jawab Pak Ramlan.
“ Baiklah kami akan pulang dengan kau, ayo kita pulang kami rindu bermain dengan mu Pak
Ramlan!!” teriak Soni penuh semangat.

Akhirnya mereka pulang bersama dengan penuh kegembiraan sebab tak ada lagi salah
paham yang membuat Soni dan Joni merasa tak disayangi. Dari cerita ini dapat kita
simpulkan jika kita berbuat baik maka kebaikan juga yang akan datang kembali pada kita.
Dan juga kita jangan pernah mengambil kesimpulan pada suatu kejadian tanpa mencari tahu
terlebih dahulu penyebabnya. Karena dari sebuah kesalahpahaman dapat menimbulkan
masalah di belakang.