Anda di halaman 1dari 2

Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik bangsa Indonesia yang mengandung

kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala


tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam
untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mencapai tujuan nasionalnya.

1. Ancaman Ideologi

2. Ancaman Politik
Ancaman integrasi politik dari luar negeri
Ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik
terhadap Indonesia. Bentuk ancaman nonmiliter berdimensi politik antara lain intimidasi,
provokasi atau blokade politik. Ancaman tersebut seringnya digunakan oleh pihak-pihak dari
luar untuk menekan suatu negara.

Ancaman integrasi politik dari dalam negeri


Ancaman berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berupa penggunaan
kekuatan seperti pengerahan massa. Bertujuan untuk menumbangkan suatu pemerintahan
yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan
pemerintah. Bentuk ancaman integrasi bidang politik yang lain adalah separatisme yang
timbul dari dalam negeri.

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi Bu Nanik dan teman-teman. Saya Shela Sonia dengan
NIM 19030204003 akan memberikan pendapat saya terkait dengan ancaman yang berbahaya
terhadap ketahanan nasional dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosbud atau hankam.
Menurut saya, ancaman yang paling berbahaya adalah ancaman terhadap ideologi.

Ancaman ketahanan nasional yang di hadapi Indonesia dalam bidang politik adalah krisis
pemerintahan yang bersih (clean and good governance), dengan tingkat legitimasi dan kredibilitas
yang tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan mengakarnya KKN di Indonesia. Para pejabat
yang telah dipilih rakyat untuk menyalurkan aspirasinya bekerja dengan enggan, tertidur, menonton
film porno, bahkan tidak hadir saat rapat berlangsung
seperti yang telah dicontohkan oleh DPR. Di akhir masa keperiodean, DPR juga berusaha untuk
maraton mengesahkan undang-undang yang menuai kontroversi, salah satunya adalah RUU
KPK. Bahkan terjadi aksi demo dan penolakan besar oleh mahasiswa di seluruh Indonesia.
Banyak pasal yang tidak layak untuk diterapkan di Indonesia. Sebelumnya, rancangan tersebut
telah menuai banyak protes secara damai hingga protes melalui surat kepada DPR. Akan tetapi,
juga tidak mendapatkan respon.
Kasus-kasus tersebut juga disebabkan lemahnya partai politik di Indonesia. Dalam
kepengurusannya masih banyak suap kesana kemari demi kekuasaan tanpa melihat kualitas diri
seseorang. Misalnya, Nazaruddin yang menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat
yang sebelumnya tidak dikenal masyarakat dan tidak ada prestasi menonjol. Akibatnya,
Nazaruddin terlilit dalam berbagai kasus korupsi, seperti wisma atlet. Proses pemilu sebagai
sarana demokrasi juga berlangsung tidak sesuai dengan tujuan. Politik uang sangat merajalela.
Bahkan, hingga politik kambing hitam untuk menjatuhkan lawan. Serangkaian proses pemilu ini
mengakibatkan cacatnya demokrasi di Indonesia sehingga pemilihan rakyat bukan lagi karena
hati nurani tetapi pada paksaan atau imbalan materi.