Anda di halaman 1dari 1

Convex Trap Reservoirs

Convex Trap Reservoirs berkarakteristik dikelilingi dengan lapisan air di sekitar dalam reservoir
tanpa gangguan, karena porositas tidak terbatas dan meluas ke segala arah di luar area resrvoir

Permeability Trap Reservoirs,

Tipe Reservoir dalam kelompok ini berbeda dari Convex Trap Reservoirs dengan area batas sisi-
air terganggu di sisi updip area reservoir dan digantikan oleh impermeable barrier yang
disebabkan oleh hilangnya permeabilitas lateral pada lapisan reservoir.

Pinch Out Traps

Pinch out traps terjadi ketika adanya lapisan membaji, dimana lapisan batuan yang memiliki
porositas dan permeabilitas yang tinggi (contohnya: batupasir) tersisipkan di antara lapisan yang
non permeable

Fault Trap Reservoirs

Perangkap struktur terbagi menjadi dua pada umumnya yaitu berbentuk lipatan/ fold dan
berbentuk patahan/fault dimana kedua ini terjadi akibat pergerakan tektonik. ebakan patahan
merupakan patahan yang terhenti pada lapisan batuan. Jebakan ini terjadi bersama dalam sebuah
formasi dalam bagian patahan yang bergerak, kemudian gerakan pada formasi ini berhenti dan
pada saat yang bersamaan minyak bumi mengalami migrasi dan terjebak pada daerah patahan
tersebut, lalu sering kali pada formasi yang impermeabel yang pada satu sisinya berhadapan
dengan pergerakan patahan yang bersifat sarang dan formasi yang permeabel pada sisi yang lain.
Kemudian, minyak bumi bermigrasi pada formasi yang sarang dan permeabel.

Piercement Trap Reservoirs

Efek dari piercement tektonik terutama diamati dalam kubah garam(salt Dome) jenis piercement
dengan colokan garam batu dan di anticlines diapiric dengan inti material plastik, clay, atau
garam. Dalam hal pembentukan dan pergerekan salt dome ke arah atas, tentunya sebuah lapisan
tipis dari overburden diperlukan dan bidang perlapisan dari salt dome sendiri. Pergerakan ke atas
dari salt melalui lapisan diatasnya dan menghasilkan defromasi di akhir, disebut Halocinetics
Atau Salt Tectonics.