MAKALAH
KONSEP DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS
Oleh
Sinta (201801135)
Kelas : 3C Keperawatan
PROGRAM STUDI NURSE
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIDYA NUSANTARA PALU
2020/2021
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT,
karena ridho dan kehendak-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah dengan Judul “KONSEP DASAR
KEPERAWATAN KOMUNITAS” dapat diselesaikan tepat pada
waktunya.
Kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam
penulisan makalah ini, karena itu kami mohon arahan, saran dan kritik
yang sifatnya menyempurnakan makalah ini. Kami berharap makalah ini
dapat diterima dan bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.
Palu,11 september 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...............................................................................................
Daftar Isi........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang....................................................................................
B. Rumusan masalah...............................................................................
C. Tujuan................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi..............................................................................................
B. Tujuan keperawatan komunitas........................................................
C. Sasaran keperawatan komunitas.......................................................
D. Strategi intervensi keperawatan komunitas......................................
E. Prinsip keperawatan komunitas........................................................
F. Falsafah keperawatan komunitas.....................................................
G. Perbedaan pelayanan diklinik/rumah sakit dengan dikomunikasi....
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .....................................................................................
B. Saran................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
keperawatan komunitas merupakan suatu sistem dari praktek
keperawatan dan praktikkesehatan masyarakat yang diterapkan untuk
meningkatkan serta memelihara kesehatan penduduk.Seiring dengan berjalannya
waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut perawat saat
ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang.Saat ini dunia
keperawatan semakin berkembang, dimanaperawat memiliki peran yang lebih luas
dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga
memandang klien secara komprehensif. Perawat dianggap sebagai salah satu
profesikesehatan yang harus dilibatkan dalam pencapaian tujuan pembangunan
kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia.Dalam menjalankan visi misinya
tentu perawat komunitas memiliki peran dan fungsi.Diataranya Peran yang
dapat dilaksanakan adalah sebagai pelaksana pelayanankeperawatan, pendidik,
koordinator pelayananan kesehatan, pembaharu(innovator),pengorganisasian
pelayanan kesehatan (organizer), panutan (role model), sebagaifasilitator
(tempat bertanya), dan sebagai pengelola (manager).Selain peran perawat
jugamemiliki fungsi, diantaranya adalah fungsi independen, fungsi dependen
dan fungsiinterdependen.Dengan tanggung jawab fungsi dan peran tersebut
kehadiran perawat diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan masyarakat
indonesia.
B. Rumusan Masalah
A. Pengertian kepperawatan komunitas ?
B. Tujuan keperawatan komunitas ?
C. Sasaran keperawatan komunitas ?
D. Strategi intervensi keperawatan komunitas ?
E. Apa saja prinsip keperawatan komunitas ?
F. Falsafah keperawatan komunitas ?
G. Apa perbedaan pelayanan diklinik/rumah sakit dengan dikomunikasi ?
C. Tujuan
1. menjelaskan konsep keperawatan komunitas
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
1. Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang
perawatan khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu
keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai
bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhanguna
meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan
lingkunganfisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih
besar ditujukan kepadaindividu, keluarga yang mempunyai masalah
dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan
2. American Nursis Association (1973), keperawatan komunitas
merupakan suatu sistemdari praktek kepeawatan dan praktik kesehatan
masyarakat yang diterapkan untukmeningkatkan serta memelihara
kesehatan penduduk.
3. WHO (1974), keperawatan komunitas adalah kesaatuan mencakup
perawatankesehatan kerluarga (nurse health family) juga kesehatan
dan kesejahteraan masayarakat luas, membantu masyarakat tersebut
sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka
meminta bantuan kepada orang lain.
4. Ruth B.Freeman (1981), keperawtan komunitas adalah kesatuan
yang unik dari praktik keperawatan dan kesehatan masayarakat yang
ditujukan pada pengembangan serta peningkatan kemampuan kesehatan,
baik diri sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif sebagai
keluarga, kelompok khusus, atau masyarakat.Pelayanan kesehatan untuk
masyarakat.
5. Perawatan komunitas adalah perawatan yang diberian dari luar suatu
institusi yang berfokus pada masyarakat atau individu dan keluarga
(Elisabeth, 2007)
B. tujuan
tujuan umum
meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara
menyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimal secara mandiri.
Tujuan Khusus
a. Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat
b.Meningkatkannya kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat
untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi
masalah keperawatan
c.Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlukan
pembinaan dan asuhan keperawatan.
d.Tertanganinya kelompok masyarakat khusus/rawan yang memerlukan
pembinaan dan asuhan di rumah, panti dan di masyaraka
e.Tertanganinya kasus-kasus yang memelukan penanganan tindak lanjut
dan asuhan keperawatan di rumah
f. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko tinggi
yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di rumah dan di
puskesmas
g. Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk
menuju keadaan sehat optimal.
C. sasaran keperawatan komunitas
Sasaran dari perawatan kesehatan komunitas adalah individu, keluarga,
kelompok khusus, komunitas baik yang sehat maupun sakit yang
mempunyai masalah kesehatan atau perawatan, sasaran ini terdiri dari:
1. Individu
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari
aspek biologi, psikologi, social dan spritual.
2. Keluarga
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat
secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara
perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya
sendiri atau masyarakat secara keseluruhan.
3. Kelompok Khusus
Kelompok khusus adalah kumpulan individu yang mempunyai
kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan, kegiatan yang
terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan.
Termasuk diantaranya adalah:
a.Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai akibat
perkembangan dan pertumbuhannya, seperti;
1) Ibu hamil
2) Bayi baru lahir
3) Balita
4) Anak usia sekolah
5) Usia lanjut
b. Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan
dan bimbingan serta asuhan keperawatan, diantaranya adalah:
1) Penderita penyakit menular, seperti TBC, lepra, AIDS, penyakit
kelamin lainnya.
2) Penderita dengan penynakit tak menular, seperti: penyakit
diabetes mellitus, jantung koroner, cacat fisik, gangguan mental
dan lain sebagainya.
c. Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit, diantaranya:
1) Wanita tuna susila
2) Kelompok penyalahgunaan obat dan narkoba
3) Kelompok-kelompok pekerja tertentu, dan lain-lain.
d. Lembaga sosial, perawatan dan rehabilitasi, diantaranya adalah:
1) Panti wredha
2) Panti asuhan
3) Pusat-pusat rehabilitasi (cacat fisik, mental dan sosial)
4) Penitipan balita.
D. strategi intervensi keperawatan komunitas
Dalam Efendi Ferry dan Makhfudli (2009) dijelaskan strategi
intervensi keperawatan komunitas antara lain :
1. Proses kelompok (group process)
Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit, tentunya setelah
belajar dari pengalaman sebelumnya, selain faktor
pendidikan/pengetahuan individu, media masa, Televisi, penyuluhan
yang dilakukan petugas kesehatan dan sebagainya. Begitu juga dengan
masalah kesehatan di lingkungan sekitar masyarakat, tentunya
gambaran penyakit yang paling sering mereka temukan sebelumnya
sangat mempengaruhi upaya penangan atau pencegahan penyakit yang
mereka lakukan. Jika masyarakat sadar bahwa penangan yang bersifat
individual tidak akan mampu mencegah, apalagi memberantas
penyakit tertentu, maka mereka telah melakukan pemecahan-
pemecahan masalah kesehatan melalui proses kelompok.
2. Pendidikan Kesehatan (Health Promotion)
Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis,
dimana perubahan tersebut bukan hanya sekedar proses transfer
materi/teori dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat
prosedur. Akan tetapi, perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran
dari dalam diri individu, kelompok atau masyarakat sendiri.
Sedangkan tujuan dari pendidikan kesehatan menurut Undang-Undang
Kesehatan
No. 23 Tahun 1992 maupun WHO yaitu ”meningkatkan kemampuan
masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan;
baik fisik, mental dan sosialnya; sehingga produktif secara ekonomi
maupun secara sosial.
3. Kerjasama (Partnership)
Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkungan
masyarakat jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi ancaman
bagi lingkungan masyarakat luas. Oleh karena itu, kerja sama sangat
dibutuhkan dalam upaya mencapai tujuan asuhan keperawatan
komunitas melalui upaya ini berbagai persoalan di dalam lingkungan
masyarakat akan dapat diatasi dengan lebih cepat.
E. prinsip keperawatan komunitas
Pada perawatan kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan beberapa
prinsip,
yaitu :
1. Kemanfaatan
Semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat
yang besar bagi komunitas. Intervensi atau pelaksanaan yang
dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi
komunitas, artinya ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian
(Mubarak, 2009).
2. Kerjasama
Kerjasama dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat
berkelanjutan serta melakukan kerja sama lintas program dan lintas
sektoral (Riyadi, 2007)
3. Secara langsung
Asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan
intervensi, klien dan lingkunganya termasuk lingkungan sosial,
ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan
(Riyadi, 2007).
4. Keadilan
Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau
kapasitas dari komunitas itu sendiri. Dalam pengertian melakukan
upaya atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas
komunitas (Mubarak, 2009).
5. Otonomi Klien
Otonomi klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau
melaksanakan beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan
masalah kesehatan yang ada (Mubarak, 2009).
F. falsafah keperawatan komunitas
Keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan
pelayanan terhadap pengaruh lingkunngan (bio-psiko-sosial-cultural-
spritual) terhadap kesehatan komunitas dan memberikan prioritas pada
strategi pencegahan penyakit dan peningkatan pencegahan. Falsafah yang
melandasi komunitas mengacu kepada falsafah atau paradigma
keperawatan secara umum yaitu manusia atau kemanusia merupakan titik
sentral setiap upaya pembangunan kesehatan yang menjunjung tinggi
nilai-nilai dan bertolak dari pandangan ini disusun falsafah atau paradigma
keperawatan komunitas yang terdiri dari 4 komponen dasar,
Berdasarkan gambar di atas, dapat dijabarkan masing-masing unsur sbg
berikut :
1. Manusia
Komunitas sebagai klien berarti sekumpulan individu / klien yang
berada pada lokasi atau batas geografi tertentu yang memiliki niliai-
nilai, keyakinan dan minat yang relatif sama serta adanya interaksi
satu sama lain untuk mencapai tujuan.
2. Kesehatan
Sehat adalah suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan
kebutuhan dasar klien / komunitas. Sehat merupakan keseimbangan
yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan mengatasi stressor.
3. Lingkungan
Semua factor internal dan eksternal atau pengaruh disekitar klien yang
bersifat biologis, psikologis, social, cultural dan spiritual.
4. Keperawatan
Intervensi / tindakan yang bertujuan untuk menekan stressor, melalui
pencegahan primer, sekunder dan tersier. (Efendi Ferry dan
Makhfudli, 2009).
G. perbedaan pelayanan di klinik/rumah sakit dengan di komunitas
Hal ini dapat ditinjau dari 5 aspek :
1. Tempat kegiatan
2. Type pasien yang dilayani
3. Ruang lingkup pelayanan
4. Focus (perhatian) utama
5. Sasaran pelayanan
No Aspek Rumah sakit Komunitas
1 Tempat 1. Bangsal 1. puskesmas
kegiatan perawatan 2. rumah
2. Klinik 3. sekolah
4. perusahaan
5. panti
2 Type pasien 1. orang sakit 1. orang sehat
yang dilayani 2. orang 2. orang sakit
meninggal 3. orang meninggal
3 Ruang lingkup 1. kuratif 1. promotif
pelayanan 2. rehabilitatif 2. preventif
3. kuratif
4. rehabilitatif
5. resosiati
4 Focus 1. rasa aman 1. peningkatan
(perhatian) selama sakit kesehatan
utama 2. pencegahan
penyakit
5 Sasaran 1. individu 1. individu
pelayanan 2. keluarga
3. kelompok khusus
4. masyarakat
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang
merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan
masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan
masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan,
penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,rehabilitasi,
pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar ditujukan kepada
individu, keluarga yang mempunyai masalah dimana hal itu
mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.Dalam menjalankan visi
misinya tentu perawat komunitas memiliki peran dan fungsi. Diataranya
Peran yang dapat dilaksanakan di antaranya adalah sebagai pelaksana
pelayanan keperawatan, pendidik, koordinator pelayananan kesehatan,
pembaharu(innovator), pengorganisasian pelayanan kesehatan (organizer),
panutan (role model), sebagai fasilitator (tempat bertanya), dan sebagai
pengelola (manager).Selain peran perawat juga memiliki fungsi, diantaranya
adalah fungsi independen,fungsi dependen dan fungsi interdependen.
B. Saran
Penyusun senantiasa mengharapkan kritik saran yang
membangun guna penyempurna makalah kami selanjutnya, selain itu
penyusun juga menyarankan kepada rekan-rekan calon perawat dan perawat
untuk memahami peran dan fungsi perawat sehingga kita dapat menjalankan
tugas dengan baik tanpa menyalahi aturan yang sudah di tentukan.
DAFTAR PUSTAKA
Iqbal Mubarak,W.2009.Ilmu Keperawatan Komunitas.jakarta:Salemba
Medika Anderson Elizabeth. 2006. Buku Ajar Keperawatan Komunitas Teori
dan Praktik.Edisi 3.EGC.Jakartas
Harnilawati.2013. Pengantar Ilmu Keperawatan Komunitas. Sulawesi:
Pustaka As Salam
Hidayat Aziz Halimul. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan Dasar.
Salemba Medika : Jakarta.
Mubarak, Iqbal Wahit. 2009. Pengantar dan Teori Ilmu Keperawatan
Komunitas 1. Jakarta : CV. Sagung Seto