Anda di halaman 1dari 2

2.4.1.

Paramagnetik
Bahan paramagnetik adalah bahan- bahan yang memiliki suseptibiitas

magnetik χ m yang positif dan sangat kecil. Paramagnetik muncul dalam bahan

yang atom- atomnya memiliki momen magnetik hermanen yang berinteraksi satu
sama lain secara sangat lemah. Apabila tidak terdapat Medan magnetik luar,
momen magnetik ini akan berorientasi acak. Dengan daya Medan magnetik luar,
momen magnetik ini arahnya cenderung sejajar dengan medannya, tetapi ini
dilawan oleh kecenderungan momen untuk berorientasi acak akibat gerakan
termalnya. Perbandingan momen yang menyearahkan dengan medan ini
bergantung pada kekuatan medan dan pada temperaturnya. Pada medan magnetik
luar yang kuat pada temperatur yang Sangat rendah, hampir seluruh momen akan
disearahkan dengan medannya (Tipler, 2001).
Karakteristik dari bahan yang bersifat paramagnetik adalah memiliki
momen magnetik permanen yang akan cenderung menyearahkan diri sejajar
dengan arah medan magnet dan harga suseptibilitas magnetiknya berbanding
terbalik dengan suhu T. Variasi dari nilai susceptibilitas magnetik yang
berbanding terbalik dengan suhu T adalah merupakan hukum Curie
2
N ( gμ B ) J ( J +1 )
χ=
V 3 kB T (2.18)
μ P2
N B2
χ=
3V kBT (2.19)
C
χ=
T (2.20)
Persamaan di atas adalah merupakan persamaan hukum Curie dimana T adalah

suhu pengamatan, μB adalah bilangan Bohr Magneton, N adalah jumlah atom

bahan, kB adalah konstanta Boltzman, C adalah tetapan Curie, P adalah


bilangan Bohr Magneton efektif, dan g adalah faktor Lande.
1
2
P=g ( J ( J +1 ) ) (2.21)
3 1 S ( S+1−L ( L+1 ) )
g= +
2 2 [ J ( J +1 ) ] (2.22)

Suseptibilitas

0 Suhu T
Gambar 2.3. Grafik hubungan antara suseptibilitas
magnetik  terhadap temperatur T pada bahan
paramagnetik (Kittel, 1996)

Sifat dari bahan dapat diketahui dengan mengetahui kandungan mineral


magnetik pada bahan tersebut. Kandungan mineral magnetik ini dapat diketahui
dengan serangkaian penelitian, salah satunya adalah dengan mengukur temperatur
curie dari bahan tersebut. Batuan merupakan bahan yang komplek, tersusun dari
lebih satu mineral magnetik. Dengan pengukuran temperatur curie, dapat
menentukan mineral magnetik yang terkandung dalam batuan.