MAKALAH MATA KULIAH PANCASILA
“PELACUR DAN PARADOKSAL YANG TERSEMBUNYI”
(930 words)
Dosen Pengampu :
Gede Aditya Pratama, SH., LLM
Disusun Oleh :
Dewa Made Diva – 201910415435
Sony Mulyawan – 201910415427
Nur Aini Ayusa Putri – 201910415278
Fikri Ramadhan – 201910415134
Yusuf Febriyansyah – 201910415171
Ilmu Komunikasi
Universitas Bhayangkara Jaya II
2020
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat kepada
kita semua sehingga kita selalu berada dalam lindungannya.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Pancasila yang membahas
tentang paradoksal yang tersembunyi dibalik diri seorang PSK atau pelacur. Mudah mudahan
makalah ini dapat berguna bagi pembaca walaupun dalam penulisan makalah ini masih
banyak terdapat kesalahan. Oleh karena itu melalui kesempatan kali ini, kami selaku penulis
dengan segala kerendahan hati menerima saran dan kritikan yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan makalah ini.
Demikian, kami ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penulisan makalah ini. Teriring doa semoga budi baik yang telah diberikan
pada penulis tercatat sebagai amal ibadah, serta mendapat balasan yang berlipat dari Tuhan
Yang Maha Esa. Amin.
Bekasi, 18 September 2020
Penulis
DAFTAR ISI
COVER i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan Pembahasan 2
BAB II ISI
2.1 Pembahasan Masalah 3
2.2 Penyelesaian Masalah 4
BAB III KESIMPULAN 5
DAFTAR PUSTAKA 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kata Paradoks dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online didefenisikan
sebagai “pernyataan yang seolah-olah bertentangan dengan pendapat umum atau
kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran”. Memahami pengertian istilah
ini, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan atau pergerakan yang terjadi dalam
kehidupan ini sesungguhnya bermuatan paradoks. Paradoks seperti ini banyak ditemukan
dalam sisi-sisi kehidupan kita, dari persoalan kecil sampai persoalan-persoalan besar.
Sebagai contoh kami mengambil pernyataan tentang PSK atau kerap disapa pelacur
oleh masyarakat. Pelacur sejatinya tak membedakan jenis kelamin lelaki atau perempuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, istilah pelacur berasal dan dasar
kata lacur, artinya adalah malang, celaka, gagal, sial, atau tidak jadi. Kata lacur adalah
melacur, yaitu berbuat lacur atau menjual diri sebagai pelacur. Sekali lagi pelacur adalah
orang yang melacur, orang yang melacurkan diri atau menjual diri.
Banyak sekali alasan yang menjadikan mereka melakukan pekerjaan yang tidak
lazim, salah satunya adalah faktor perekonomian. Namun kami menemukan sebuah
paradoks akan hal tersebut. Jika memang faktornya adalah masalah ekonomi, tidak bisa
dipungkiri banyak diantara mereka yang tingkat perekonomiannya tinggi tetapi masih
saja menjadi seorang PSK atau pelacur. Berdasarkan hal yang menjadi latar belakang
masalah diatas, maka kami berkeinginan untuk membuat makalah yang membahas
tentang “Pelacur dan Paradoksal yang Tersembunyi”.
1.2. Tujuan Pembahasan
Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah “Pelacur dan Paradoksal
yang Tersembunyi” ini adalah seperti berikut :
1. Untuk mengetahui paradoks tersembunyi dari latar belakang sebuah profesi PSK
atau pelacur.
2. Untuk mengetahui faktor perekonomian yang kerap di jadikan sebuah alasan
untuk menjalani profesi sebagai PSK
BAB II
ISI
2.1. Pembahasan Masalah
Sebagian besar orang yang memilih berprofesi sebagai PSK atau pelacur karena
alasan ekonomi. Mereka mengaku berasal dari kalangan ekonomi yang rendah, tidak
punya cukup biaya untuk memenuhi kebutuhan yang harus ia tanggung. Mereka
memilih berprofesi menjadi pelacur sebagai jalan pintas, untuk segera memenuhi
tuntutan kebutuhan yang harus segera tertutup. Hanya dalam waktu yang cukup singkat
mereka bisa memperoleh penghasilan yang terbilang cukup besar. Hal itu yang
membuatnya memilih untuk berprofesi sebagai PSK dibanding bekerja dipekerjaan yang
lebih lazim.
Timbul sebuah pemikiran dan keanehan keanehan. Dengan alasan yang mereka
pegang terasa tidak mewakili semua yang memilih berprofesi sebagai PSK atau pelacur.
Mereka semua tidak merata berasal dari kalangan bawah, kenyataannya dalam kasus
tersebut baru-baru ini malah diduga melibatkan artis dan model, yang notabennya adalah
bukan dari kalangan masyarakat miskin secara ekonomi. Banyak yang memilih jalan
pintas ini untuk memenuhi sebuah gaya hidup dengan artian bukan tuntutan yang harus
segera tertutup, melainkan untuk memenuhi sebuah kebutuhan publik atau menjaga
image (jaim) agar pamor mereka tetap berada diposisi teratas. Tanpa mereka sadari
sebenarnya hal seperti ini tidak terlalu dibutuhkan dan masih bisa terpenuhi tanpa
tercebur ke dunia PSK
2.2. Penyelesaian Masalah
Prostitusi adalah suatu sistem sosial yang rumit, terbukti profesi ini dari dulu hingga
sekarang masih tetap hidup. Untuk meminimalisasi kegiatan prostitusi atau pekerjaan
menjadi seorang pelacur, maka sejak dini harus ada pendidikan dalam keluarga, kasih
sayang keluarga yang sangat cukup serta keterbukaan dan kekompakan dalam sebuah
keluarga untuk menghadapi sebuah permasalahan. Ketika masuk sekolah juga harus terus
ditekankan pendidikan karakter dan seks, sesuai dengan umurnya.
Pendidikan keagamaan juga sangat penting sejak anak-anak hingga dewasa.
Terapkan pada pikiran kita bahwa setiap manusia diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan
baik, bukan tujuan untuk melakukan kejahatan. Sudah selayaknyalah kita menjaga tubuh
yang diciptakan itu dengan sebaik-baiknya.
Sepertinya konsumerisme dewasa ini sudah menjangkit kebanyakan kita. Dimana
mengikuti trend dan gaya hidup dianggap sebuah keharusan, terutama di kalangan anak
muda. Untuk itu dibutuhkan modal yang tidak sedikit, bahkan mungkin tidak cukup gaji
sebulan. Jika tidak berhati-hati, bisa saja segala cara dilakukan untuk sesuatu yang
sifatnya ilusif dan sementara seperti masalah diatas.
BAB III
KESIMPULAN
Persepsi yang berkembang di tengah masyarakat bahwa orang yang berprofesi
sebagai PSK atau pelacur erat kaitannya dengan masalah ekonomi ternyata tidak selalu
benar Banyak diantara mereka yang bukan dari kalangan masyarakat miskin secara
ekonomi juga ikut menjadi seorang PSK atau pelacur. Alasan mereka adalah
menginginkan gaya hidup yang sangat tinggi atau mengikuti trend masa kini hanya
karena ingin terlihat modis.
Pendidikan dalam keluarga dan juga kasih sayang keluarga yang sangat cukup serta
keterbukaan dan kekompakan dalam sebuah keluarga untuk menghadapi sebuah
permasalahan sangat penting untuk meminimalisasi kegiatan prostitusi. Pendidikan
agama juga sangat diperlukan untuk ditanamkan kepada setiap orang sejak dini hingga
dewasa.
DAFTAR PUSTAKA
http://athohirluth.lecture.ub.ac.id/2014/04/paradoks/
https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/660/1080
https://analisadaily.com/berita/arsip/2019/2/6/689080/paradoks-prostitusi-online/