100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan5 halaman

Sop Produksi

SOP Produksi dan SOP Marketing memberikan panduan langkah-langkah dalam proses produksi kaos dari awal sampai akhir mulai dari persiapan, pencetakan, pengeringan, pengepakan, dan SOP Marketing memberikan panduan dalam aktivitas pemasaran.

Diunggah oleh

hilda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan5 halaman

Sop Produksi

SOP Produksi dan SOP Marketing memberikan panduan langkah-langkah dalam proses produksi kaos dari awal sampai akhir mulai dari persiapan, pencetakan, pengeringan, pengepakan, dan SOP Marketing memberikan panduan dalam aktivitas pemasaran.

Diunggah oleh

hilda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOP PRODUKSI

1. Memasang baju di meja thailand


a. Siapkan baju yang akan dipasang di atas meja sablon
b. Tentukan bagian yang akan disablon (depan atau belakang)
c. Masukkan baju ke dalam papan
d. Seimbangkan sisi kiri dan kanan
e. Usap kaos sampai merata sambil ditekan sampai kaos melengket di papan
2. Afdruk
a. Siapkan obat afdruk yang akan dicampur
b. Siapkan sansitizer
c. Siapkan wadah untuk mencampur afdruk
d. Campur obat afdruk dengan sansitizer dengan perbandingan 10:1
e. Siapkan timbangan
f. Aduk secara merata obat afdruk dengan sandsitizer yang sudah dicampur
g. Siapkan screen yang akan diafdruk
h. Usap bagian depan dan belakang screen yang bersih
i. Siapkan coater yang akan digunakan
j. Tuangkan obat afdruk yang sudah dicampur dan coater secara merata
k. Oles secara merata obat afdruk yang sudah dicampur dengan coater di-screen secara
merata di bagian luar dan dalam
l. Screen yang sudah dioles, dimasukkan ke rak pengering
m. Nyalakan kipas, arahkan kipas ke arah screen
3. Press
a. Memanaskan mesin press sekitar 10 menit,
b. Meletakkan kaos di atas papan press
c. Mengarahkan pemanas press ke kaos yang akan di press
d. Diamkan selama 30 menit
e. Mengangkat kaos yang sudah di-press
f. Melipat kaos
g. Memasukkan kaos ke kantongan
4. Sablon
a. Meletakkan screen di area yang ingin di-sablon
b. Pada permukaan screen, tuangkan tinta sablon secara perlahan dengan arah horizontal,
kemudian ratakan satu arah ke bawah dengan rakel hingga tinta melapisi screen dengan
merata.
c. Melapisi terus tinta ke atas, kiri, kanan, bawah menggunakan rakel yang sedikit ditekan
supaya tinta dapat terdorong ke permukaan kaos dengan merata.
d. Angkat screen perlahan dan bisa dilihat bahwa proses sablon sudah selesai.
e. Memanaskan kaos menggunakan hotgun.
5. Cuci screen
a. Tahap melebur afdruk
i. Menyiapkan kaporit, kain perca, alat penyemprot (tudor/jet cleanser)
ii. Menyiram screen bebas pakai dengan air di kedua sisi screen
iii. Mencampurkan kaporit 5 sendok ke dalam air, gunakan kemasan kaleng bekas tinta 1
kg. Isi air hampir penuh, aduk sampai rata
iv. Menuang campuran kaporit sedikit ke screen, kemudian gosok perlahan area depan
dan belakang. Ulangi ke screen berikutnya.
v. Menggosok sekali lagi pada afdrukan, gunanya untuk membuka bekas lakban/isolasi
yang masih menempel
vi. Afdrukan akan kelihatan seperti melebur, jika tidak memiliki jet cleaner wajib untuk
menggosok sampai lebur secara keseluruhan, setelah itu menyemprot air keran atau
menggunakan tudor. Jika memiliki jet cleanser bisa langsung disemprot setelah dirasa
agak melebur.
vii. Jika sudah bersih dari bekas afdruk, bilas hingga bersih kemudian biarkan hingga
kering
viii. Jika masih terdapat afdrukan, akan dibersihkan pada tahap pembersihan bekas tinta
b. Tahap melebur afdruk
i. Menyiapkan m3, dan sabun colek, kain perca, dan alat penyenprot (tudor/jet cleanser)
ii. Menuang m3 ke kain perca dan screen sablon, kemudian gosok perlahan, diutamakan
pada area yang terdapat bekas tinta atau sisa afdrukan, gosok pada kedua sisi. Ulangi
pada screen yang lain
iii. Diamkan beberapa menit agar m3 meresap, kemudian gosok sekali lagi
iv. Mencampuri air dengan sabun colek
v. Menggosok campuran sabun colek pada ke 2 sisi screen
vi. Diamkan sejenak, kemudian semprot dengan tudor atau jet cleanser
vii. Membilas kembali, cek untuk melihar masih ada yang melekat atau tidak, jika masih
ada ulangi tahap penyemprotan. Bilas hingga bersih, lap dengan kanebo
viii. Mengeringkan screen
6. Afdruk
a. Bersihkan screen yang akan di afdruk dengan pembersih khusus screen atau kalau tidak ada
bisa gunakan sabun cuci piring. Bersihkan kotoran dan lemak yang ada pada kain screen,
bilas sampai bersih dan keringkan.
b. Campurkan sensitizer (botol kecil) dengan emulsi (botol besar) dengan perbandingan 10 : 1
kemudian aduk sampai rata, kemudian diamkan beberapa saat kira-kira 30 menit. Untuk
hasil lebih baik masukkan kedalam lemari es (jangan sampai beku). Jangan dicampur
semuanya, sediakan wadah buat mencampur kedua bahan tersebut, dikira-kira cukup untuk
screen yang akan di afdruk, sisanya disimpan buat yang lain. Emulsi yang belum dicampur
Sensitizer dapat disimpan bertahun-tahun dan yang sudah dicampur dapat disimpan selama
-+ 3 hari jika disimpan dalam lemari es.
c. Oleskan emulsi pada screen secara merata pada bagian luar dan dalam, oleskan secara
perlahan agar seluruh bagian screen tertutup sempurna, olesi pada bagian luar dan dalam,
anda bisa menggunakan rakel atau penggaris mika untuk meratakannya.
d. Keringkan screen yang sudah diolesi emulsi menggunakan kipas angin atau hair dryer,
jangan mengeringkan dibawah sinar matahari. Sebelum penyinaran screen harus benar-
benar kering. Karena sifat obat afdruk yg peka cahaya maka lakukan pengeringan dalam
ruangan tertutup dan usahakan tidak terkena cahaya secara langsung.
e. Sinari screen menggunakan 2 buah lampu neon 20w, kira-kira selama 4–7 menit. Apabila
menggunakan sinar matahari cukup 10–15 detik saja. Proses penyinaran ini tidak boleh
terlalu lama ataupun terlalu sebentar. Jika terlalu lama, ditakutkan seluruh permukaan akan
terlalu matang, sehingga area screen yang harusnya tetap bolong akan susah untuk
dirontokkan obat afdruknya. Jika terlalu sebentar hasilnya akan kebalikannya, area screen
yang harusnya tetap tertutup obat afdruk malah mudah rontok ketika dilakukan
penyemprotan.
f. Setelah selesai basahi screen pada kedua sisinya, kemudian semprot dengan air bersih pada
bagian sisi luar dan dalam secara bergantian, semprot hingga gambar terbuka sempurna.
Apabila terjadi kegagalan dapat dihapus dengan Remover kemudian ulangi langkah 1–6.
g. Keringkan screen yang sudah jadi dengan kipas angin atau hair dryer bahkan kali ini bisa
dikeringkan dibawah sinar matahari langsung
h. Setelah kering periksa kembali screen apakah ada kebocoran, apabila ada tambal (tusir)
menggunakan sisa obat afdruk yang kita pakai diawal tadi dan keringkan lagi. Setelah
kering screen siap digunakan.
7. Cara packing kaos
a. Meletakkan kaos di permukaan yang datar dengan bagian depan berada di bawah
b. Meluruskan bagian-bagian yang mengkerut atau kusut, sehingga kaos rapi di bagian depan
dan belakang
c. Melipat sekitar sepertiga badan ke dalam. Garis lipatan berawal di tengah-tengah bagian
bahu dan berakhir pada ekor kaos. Anda kini melihat bagian belakang kaos Anda dengan
sepertiga bagian depan terlipat ke belakang.
d. Melipat lengan baju ke depan, menciptakan lipatan sudut di bagian bahu. Lengan harus
sejajar dengan tepi lipatan tubuh bagian pertama.
e. Melipat bagian kiri dengan cara yang sama.  Pastikan Anda meratakan setiap kerutan yang
muncul di masing-masing sisi sebelum melanjutkan.
f. Membuat lipatan bawah pertama. Buatlah lipatan sekitar beberapa inci dari ekor kaos.
g. Melipat bagian bawah kaos ke atas. Bagian ekor kaos seharusnya berada persis di bawah
leher kaos dalam tahap ini.
h. Balik kaos yang telah dilipat. 

SOP MARKETING

1.

Anda mungkin juga menyukai