Anda di halaman 1dari 8

TUTORIAL

KEPERAWATAN ANAK II

DIABETES MELLITUS TIPE 1

Disusun Oleh:

Julmawadi ( 201510201239 )
Triana Indriasari .Y. ( 201510201240 )
Eko Yulianto ( 201510201241 )
Lilis Setyaningsih ( 201510201242 )
Belliana Pertiwi ( 201510201243 )
Wanhar ( 201510201244 )
Hernanda Yunia .R. ( 201510201245 )
Dewy Sulistyaningrum ( 201510201246 )
Muhammad Taufiq .R. ( 201510201247 )
Sri Supriatin ( 201510201248 )
Rakhmadhan Alqadri .N. ( 201510201249 )
Oktavia Bintarawati ( 201510201251 )
Vitamara ( 201510201252 )
Casmita ( 201510201253 )
Rino Pratama .P. ( 201510201254 )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

2017/2018

Step 1
1. Enuresis
- Adalah keluarnya kencing yang terjadi pada anak anak umum nya pada malam
hari
- Ketidakmampuan nak dalam mengontrol urine
- Jika terjadi pada malam hari noctunal jika terjadi pada siang hari diurnal

Step 2

DS :

- Banyak makan
- Banyak minum
- Banyak kencing
- Bb turun
- Enuresis
- Ia juga mudah tersinggung
- Tidak bisa perhatian lama ketika mengikuti pelajaran disekolah
- Merasa lelah
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Kalu ada luka sukar sembuh dan mudah terkena flu
- Orang tua mengatakan Bahwa mereka sangat terkejut dan tidak percaya ketika
anaknya di diagnosa DM1
- Mereka mengatakan tidak paham tentang dm tipe 1 dan cara perawatan nya terutama
setelah pulang dari rumah sakit
- Orang tua khwatir memikirkan masa depan anaknya

DO :

- Bb : 25,5 kg
- Suhu : 37,4o
- glukosa darah : 300 mg/dl
- kulit kering
- terapi medis : cek gula darah 2 kali/hari, insulin 2 unit dari U100 sebelum makan

step 3
no Tanda dan gejala Masalah Penyebab
1. DS: pasien mengatakan: Gangguan eliminasi Gangguan sensasi motorik
- banyak minum urine
- banyak kencing
- enuresis

DO : -

2. DS: pasien mengatakan: Resiko Cidera Gangguan sensasi akibat diabetes


- Mudah tersinggung mellitus
- Tidak bias perhatian
lama ketika mengikuti
pelajaran di sekolah
- Merasa lelah
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala
- Jika ada luka sukar
sembuh
- Mudah terserang flu

DO :
- Glukosa darah : 300
mg/dl

3. DS : pasien mengatakan : Ketidakseimbangan Faktor biologis (dm tipe 1)


- Bb turun nutrisi kurang dari
- Banyak makan kebutuhan tubuh

DO :
- BB: 25,5

4. DS : orangtua mengatakan: Defisiensi Kurang sumber pengetahuan


- Tidak percaya ketika pengetahuan
anaknya didiagnosa DM
tipe 1, padahal anggota
keluarga tidak ada yang
menderita DM
- Tidak paham tentang
DM tipe 1 dan cara
perawatannya terutama
setelah pulang dari RS.
- Khawatir memikirkan
masadepan anaknya.
Prioritas Diagnosa Keperawatan

1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan factor


biologi (DM tipe I)
2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan gangguan sensasi motorik
3. Resiko Cidera berhubungan dengan gangguan sensasi akibat diabetes mellitus
4. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang sumber pengetahuan

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasionalisasi


Keperawatan
1. Ketidakseimbangan Setelah dilakukan Managemen Nutrisi:
Nutrisi: Kurang dari tindakan keperawatan - Tentukan status gizi
kebutuhan tubuh selama 3x24 jam pasien dan kemampuan
b/d Faktor Biologi masalah (pasien) untuk
(DM Tipe I) yang Ketidakseimbangan memenuhi kebutuhan
ditandai dengan: nutrisi:kurang dari gizi
kebutuhan tubuh dapat - Instruksikan pasien
DS : pasien teratasi dengan kriteria mengenai kebutuhan
mengatakan : hasil: nutrisi (yaitu:
- Bb turun Status Nutrisi membahas pedoman
- Banyak makan - Asupan gizi (3 diet dan piramida
ke 5) makanan)
DO : - Asupan - Tentukan jumlah kalori
- BB: 25,5 makanan (3 ke dan nutrisi yang
5) dibutuhkan untuk
memenuhi persyaratan
gizi
- Atur diet yang
diperlukan (yaitu:
menyediakan makanan
protein tinggi;
menyarankan
menggunakan bumbu
dan rempah-rempah
sebagai alternative
untuk garam,
menyediakan
pengganti gula;
menambah atau
mengurangi kalori,
menambah atau
mengurangi vitamin,
mineral atau suplemen)
- Monitor kalori dan
asupan makanan
2. Gangguan eliminasi Setelah dilakukan Perawatan Inkontinensia
urine berhubungan tindakan keperawatan urine: Enuresis
dengan gangguan selama 3x24 jam
sensasi motoric masalah gangguan - Kaji frekuensi, durasi,
yang ditandai eliminasi urine dapat dan pola enuresis
dengan : teratasi dengan kriteria - Diskusikan teknik yang
DS: hasil : bisa dilakukan untuk
- banyak minum mengurasi enuresis
- banyak kencing Eliminasi Urine: (seperti; cahaya redup,
- enuresis - Pola Eliminasi (2 ke membatasi intake
5) cairan, menjadwalkan
- Frekuensi Berkemih ke kamar mandi secara
(2 ke 5) rutin, dan menggunakan
alarm)
- Dorong anak untuk
mengungkapkan
keinginannya
- Berikan obat-obatan
yang sesuai untuk
sementara jika
dibutuhkan
3. Resiko Cidera Setelah dilakukan Identifikasi Resiko
berhubungan tindakan keperawatan - Identifikasi adanya
dengan gangguan selama 3x24 jam sumber-sumber
sensasi akibat masalah resiko cidera agensi untuk
diabetes melitus dapat teratasi dengan membantu
yang ditandai kriteria hasil : menurunkan faktor
dengan: Kadar Glukosa Darah risiko
DS: pasien - Glukosa darah: - Instruksikan faktor
mengatakan: (2 ke 5) resiko dan rencana
- Mudah untuk mengurangi
tersinggung faktor resiko
- Tidak bisa - Implementasikan
perhatian lama aktifitas-aktifitas
ketika pengurangan resiko
mengikuti
pelajaran di Managemen obat
sekolah - Tentukan obat apa
- Merasa lelah yang diperlukan,
- Penglihatan dan kelola menurut
kabur resep
- Sakit kepala - Pantau kepatuhan
- Jika ada luka mengenai regimen
sukar sembuh obat
- Mudah - Ajarkan pasien/
terserang flu keluarga mengenai
metode pemberian
DO : obat yang sesuai
- Glukosa darah :
300 mg/dl

4. Gangguan proses Setelah dilakukan Peningkatan Koping


keluarga tindakan keperawatan - Dukung hubungan
berhubungan selama 1x24 jam pasien dengan orang
dengan pergeseran gangguan proses yang memiliki
pada status keluarga dapat teratasi ketertarikan dengan
kesehatan anggota dengan kriteria hasil: hubungan yang
keluarga yang Kinerja care giver. sama.
ditandai dengan - Pengetahuan - Bantu pasien untuk
DS : orangtua tentang proses meyelesaikan
mengatakan: penyakit (3 ke 5) masalah dengan cara
- Tidak percaya - Perhatian positif konstruktif
ketika anaknya yang tulus bagi - Dukung pasien
didiagnosa DM penerima untuk
tipe 1, padahal perawatan (3 ke mengidentifikasi
anggota 5) deskripsi yang
keluarga tidak - Percaya diri realistic terhadap
ada yang dalam adanya perubahan
menderita DM melakukan dalam peran
- Tidak paham tugas-tugas yang - Berikan penilaian
tentang DM dibutuhkan (3ke mengenai
tipe 1 dan cara 5) pemahaman pasien
perawatannya - Kemampuan terhadap penyakit
terutama memantau
setelah pulang sendiri akan
dari RS. tingkat
- Khawatir keterampilan
memikirkan pemberian
masadepan asuhan (3 ke 5)
anaknya.

5. Ketidakstabilan Setelah dilakukan Menejemen Hiperglikemi


gula darah tindakan keperawatan - Monitor kadar
selama 3x24 jam glukosa darah sesuai
masalah resiko cidera indikasi
dapat teratasi dengan - Monitor tanda dan
kriteria hasil : gejala hiperglikemi,
Keparahan Poliuri, polidipsi,
Hiperglikemi. polifagi, kelemahan,
- Sakit kepala (3 letargi, malaise,
ke 5) pandangan kabur
- Kelelahan dari atau sakit kepala.
(3 ke 5) - Berikan insulin
- Pandang kabur sesuai resep,
(3 ke 5) konsultasikan
- Perubahan status dengan dokter tanda
mental (3 ke 5) dan gejala
hiperglikemi yang
menetap atau
memburuk.
- Identifikasi
kemungkinan
penyebab
hiperglikemi.
- Instruksikan psien
dan keluarga
mengenai
pencegahan,
pengenalan tanda-
tanda hiperglikemi
dan manajemen
hiperglikemi.
- Instruksikan pada
pasien dan keluarga
mengenai
manajemen diabetes
selama periode
sakit, termasuk
pengaruhan
penggunaan insulin
atau obat oral,
monitor asupan
cairan pengganti
karbohidrat dan
kapan mencari
bantuan petugas
kesehatan sesuai
kebutuhan.