0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
509 tayangan9 halaman

Lukisan Aliran Romantisisme: Definisi dan Ciri

Lukisan aliran Romantisisme menggambarkan objek realistis dengan ekspresi yang dilebih-lebihkan untuk menyampaikan perasaan dramatis dan emosional. Gaya lukisan ini muncul pada abad ke-18 di Eropa Barat sebagai bentuk protes terhadap gaya Neo Klasisisme. Karakteristiknya meliputi penggambaran subjektif berdasarkan perasaan pelukis dan intensitas emosi yang tinggi.

Diunggah oleh

Rumah Pelita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
509 tayangan9 halaman

Lukisan Aliran Romantisisme: Definisi dan Ciri

Lukisan aliran Romantisisme menggambarkan objek realistis dengan ekspresi yang dilebih-lebihkan untuk menyampaikan perasaan dramatis dan emosional. Gaya lukisan ini muncul pada abad ke-18 di Eropa Barat sebagai bentuk protes terhadap gaya Neo Klasisisme. Karakteristiknya meliputi penggambaran subjektif berdasarkan perasaan pelukis dan intensitas emosi yang tinggi.

Diunggah oleh

Rumah Pelita
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lukisan aliran Romantisisme: gambar klasik

yang dramatis
Ditulis Tomy Tegar Selasa, 10 November 2020

Lukisan aliran Romantisisme adalah jenis aliran lukisan yang menampilkan objek realistis yang
dibumbui dengan perasaan yang bersifat dramatis dan emosional. 

Lukisan ini bersifat sangat realistis dan mengedepankan akurasi bentuk dan warna dari objek
lukisan. Namun objek lukis akan digambarkan dengan ekspresi yang dilebih-lebihkan dan
bersifat simbolis terhadap sebuah peristiwa tertentu dengan gestur yang teatrikal, seperti wibawa,
angkuh, anggun, iba, dan lain-lain. Tujuan lukisan ini adalah sebagai media ekspresi dari Pelukis
untuk menggambarkan sebuah peristiwa, objek, figur atau sosok yang dikaguminya dengan
sebuah gambaran hiperbola sesuai selera dan perasaannya.

Lukisan aliran Romantisisme muncul pada kisaran akhir abad ke-18 atau pada Tahun 1770
Masehi di Eropa Barat dan dianggap sebagai aliran lukisan yang cukup tua. Gerakan Lukisan
Romantisisme disuarakan pertama kali oleh Penyair asal Inggris bernama William Wordsworth
pada tahun 1815. Lukisan Romantisisme menjadi sebuah sanggahan terhadap gaya lukis Neo
Klasisme saat itu yang terlalu menonjolkan kehidupan Keluarhga Kerajaan di Istana yang
cenderung statis terhadap Kingdom-sentris. Gaya Lukisan beraliran Romatisisme akhirnya lahir
dibawah pengaruh Revolusi Industri pada saat itu, sehingga Lukisan ini dianggap melawan
norma-norma bangsawan, politik dan sosial.

Lukisan aliran Romantisisme mengambil nama Roman yang terinspirasi dari jenis sastra klasik
di daratan Eropa. Roman diartikan tentang kisah Heroik yang menunjukkan kehebatan,
perjuangan, dan penaklukan yang digambarkan dengan sangat dramatis. Lukisan Romantisme
seperti menggambarkan sebuah Drama Teater yang diabadikan dalam bentuk lukisan klasik yang
realistis namun dramatis. Lukisan Romantisisme juga mendeskripsikan sebuah cerita tentang
kejadian tertentu, kegetiran, dan hal-hal yang dianggap istimewa.
Karakteristik yang ditampilkan dari lukisan beraliran Romantisisme adalah objek yang bersifat
realistis atau sesuai dengan kondisi alam sekitar dan tokoh yang dilukis. Namun ada beberapa
ciri dari Lukisan Romatisisme, antara lain:

1. Lukisan bersifat subjektif berdasarkan perasaan dari Pelukis. 


2. Objek Lukisan Realistis Imajinatif, dimaksudkan bahwa lukisan yang dibuat tanpa fantasi
(surealis) tetapi menampilkan imajinasi teatrikal yang dibuat-buat, seperti sifat heroik,
anggun, berwibawa, hingga absurd.
3. Lukisan tetap menonjolkan kemewahan yang lebih dari kenyataan objek lukis.
4. Intensitas perasaan yang emosional yang tinggi, dan haus akan pengakuan.
5. Warna didalam lukisan cenderung meriah, cerah dan sedikit objek.
6. Beberapa lukisan akan menampilkan simbol-simbol tertentu yang disembunyikan sebagai
pesan untuk komunitas tertentu.
7. Lukisan Realistis dengan teknik dan warna yang sesuai kondisi alam, tapi didramatisir
agar lebih elegan.

Beberapa tokoh seniman yang menganut aliran Romantisisme dan membuat beberapa karya yang
telah dikenal di dunia antara lain; Francisco Goya, Gustave Coubert, Adolph Tidemand,
Caspar David Friedrich, William Blake, Theodore Gericault, Raden Saleh dan seniman-
seniman lainnya.

Berikut ini adalah kumpulan beberapa contoh Lukisan beraliran Romantisisme bercorak emosi
yang menarik untuk dilihat dan dipelajari.
Baca Juga:
 Lukisan aliran Ekspresionisme: gambar bercorak sensasi dan emosi
 Pelukis-pelukis aliran Naturalisme yang Terkenal di Indonesia dan Dunia
 Lukisan aliran Fauvisme: gambar penuh ekspresi warna yang kontras
Lukisan beraliran Romantisisme saat ini sudah jarang dilukis oleh para seniman lukis. Beberapa
karya lukis beraliran Romantisme biasanya menjadi sebuah karya yang dilelang karena bersifat
langka dan mewah, atau tersimpan di Museum Seni yang dikelola oleh Negara. Lukisan
Romantisme menjadi sebuah potret sejarah yang terlukis secara visual diatas media lukis,
meninggalkan kenangan dari masa lalu.

Demikian artikel tentang deifinisi dan deskripsi tentang Lukisan aliran Romantisme yang
menamplikan gambar klasik bercorak perasaan dan emosi yang absurd. Artikel terkait lainnya
dapat mengunjungi laman tegaraya.com

Anda mungkin juga menyukai