“QUALITY FUNCTION
DEPLOYMENT”
Kelompok 04:
Dhimas Kemukus Panji 23416019
Alek Topan Lubis 23416073
Akbar Perwira Utama 23416077
Gemma Zulhaida 23417027
Noverdy Anggara 23417031
Nisa Noviani Sudarman 23417045
Devonian Isyan Nabila 23417051
Juliandru Yuska 23417901
PENDAHULUAN
Kelompok 4
LATAR BELAKANG
Revolusi industri membawa banyak perubahan, dimana pada
era sebelumnya sebuah perusahaan berfokus pada mass
production berubah menjadi pemenuhan kebutuhan
konsumen.
Didasari dari persaingan industri, kebutuhan, dan keinginan
customer yang semakin beragam.
Kualitas merupakan keunggulan kompetitif dalam
menghadapi persaingan.
Kualitas dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif dari customer
yang ditentukan oleh persepsi terhadap suatu produk.
Quality Function Deployment diciptakan untuk membantu memahami
kebutuhan konsumen dan merencanakan produk sehingga tercipta
produk yang bernilai.
Quality Function Deployment (QFD) merupakan sebuah alat yang
membantu dalam menerjemahkan kebutuhan customer secara teknikal
kedalam setiap tahap pengembangan dan produksi . Fokus utama dari
QFD sendiri adalah melibatkan customer dalam pengembangan produk
PEMBAHASAN
Kelompok 4
Sejarah QFD
Pada awalnya QFD pertama kali muncul di Jepang pada
tahun 1960
Pengembangan produk yang terbatas pasca Perang
Dunia ke 2
Adanya kesadaran pentingnya Quality Control
Sebagai konsep pengembangan produk yang baru
dibawah payung metode Total Quality Control
Isu Yang Mendukung Terjadinya QFD
Orang mulai menyadari pentingnya kualitas desain, tapi
bagaimana hal itu bisa dilakukan tidak ditemukan di buku-
buku yang tersedia pada masa itu.
Perusahaan sudah menggunakan grafik proses QC, namun
grafik diproduksi di lokasi pembuatan setelah produk baru
diproses keluar dari garis.
Adanya Kesadaran Bahwa Metode Tersebut Masih
Perlu Dikembangkan
1966: tabel item assurance proses
• metode yang direpresentasi kan dalam sebuah tabel menunjukkan hubungan dari
karakteristik kualitas pengganti, yang dikonversi dari kualitas sebenarnya, hingga faktor
proses
1972: "hinshitsu tenkai" (penyebaran kualitas)
• menetapkan metode untuk diterapkan, sebelum startup produksi, poin jaminan kualitas
penting yang diperlukan untuk memastikan kualitas desain selama proses produksi.
• Sistemisasi Kualitas Sejati (kebutuhan Pelanggan) yang menghubungkan karakteristik
kualitas dengan kualitas pengganti
Semua gagasan sebelumnya menjadi cikal bakal Quality Development (QD)
• sebagai metodologi yang "mengubah permintaan pengguna menjadi karakteristik
kualitas pengganti (karakteristik kualitas), menentukan kualitas desain barang jadi, dan
secara sistematis menyebarkan kualitas ini ke dalam kualitas komponen, elemen
kualitas individu dan elemen proses dan hubungannya."
MUNCULNYA QFD
Value engineering, bergabung ke dalam metode QFD yang
menunjukkan cara untuk mendefinisikan fungsi dari suatu
produk (Business Process Function)
• Suatu cara yang menerapkan proses step-by-step
operasi ke dalam suatu yang lebih detail melalui
sistemisasi dari target dan cara pencapaiannya.
1975: Riset lebih mendalam tentang QFD
1987: survey dan Benchmarking dari tujuan penggunaan
apliakasi QFD dari 80 perusahaan di Jepang.
PUBLIKASI METODE QFD
• 1987: Publikasi Metode QFD, yang mempopulerkan
metode ini, yang kemudia diterjemahkan ke dalam
bahasa asing yang diterbitkan di Eropa dan
Amerika
• 1983 (US & Europe): Pengenalan awal tentang
QFD di US dan Eropa
Pengertian QFD
Dr. Yoji Akao, 1990
“QFD adalah suatu metodologi untuk
menterjemahkan kebutuhan dan keinginan konsumen
ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki
persyaratan teknik dan karakteristik kualitas
tertentu.”
Posisi Metode QFD
Proses Penerjemahan QFD
FUNGSI QFD
QFD berfungsi sebagai tools: Pengembangan produk, kualitas manajemen, dan analisis
kebutuhan pelanggan.
QFD juga berfungsi sebagai cross-functional communication (Cohen 1995)
RUMAH KUALITAS
RUMAH KUALITAS
Sumber : Cohen (1995)
Bagian A : Berisi data atau informasi yang diperoleh dari hasil penelitian
pasar tentang kebutuhan dan keinginan konsumen
Bagian B : Berisi tiga jenis data, yaitu :
a. Tingkat kepentingan kebutuhan dan keinginan
konsumen
b. Data tingkat kepuasan konsumen terhadap produk
yang dihasilkan oleh perusahaan dan produk pesaing
c. Tujuan strategis untuk produk atau jasa baru yang
akan dikembangkan
Bagian C: Berisi persyaratan-persyaratan teknis untuk produk atau jasa
baru yang akan dikembangkan. Data ini diturunkan
berdasarkan informasi yang diperoleh mengenai kebutuhan
dan keinginan konsumen (matriks A)
Bagian D : Berisi penilaian manajemen mengenai kekuatan hubungan antara elemen-
elemen yang ada pada bagian persyaratan teknis (matrik C) terhadap
kebutuhan konsumen (matrik A) yang dipengaruhinya. Kekuatan hubungan
ditunjukkan dengan menggunakan simbol tertentu.
Bagian E : Menunjukkan korelasi antara persyaratan teknis yang satu dengan persyaratan-
persyaratan teknis yang lain yang terdapat dalam matrik C. Korelasi antara
kedua persyaratan teknis tersebut ditunjukkan dengan menggunakan simbol-
simbol tertentu.
Bagian F : Berisi tiga jenis data, yaitu :
a. Urutan tingkat kepentingan (ranking) persyaratan teknis
b. Informasi hasil perbandingan kinerja persyaratan teknis produk yang
dihasilkan oleh perusahaan terhadap kinerja produk pesaing
c. Target kinerja persyaratan teknis produk baru yang dikembangkan
Contoh rumah kualitas
10
4 3
1 2
11
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN QFD
1. Keterbatasan dalam Implementasi Global 2. Menitikberatkan Kualitas pada Pengeluaran Desain yang
QFD dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas produk Optimal
sebelum proses manufaktur dimulai dan membantu dalam QFD dapat menjadi alat dalam menentukan apa saja yang
pengambilan keputusan yang cepat terkait produk. perlu dicapai untuk memuaskan customer.
Sama halnya dengan teknik managemen jepang lainnya yang Kerugian utamanya adalah bahwa hal tersebut hanya berfokus pada
memiliki masalah apabila diterapkan pada tempat lain. kualitas dan proses engineering sehingga mengabaikan factor vital
lainnya seperti biaya, product life cycle, strategi, dan kemampuan
3. Survey Pasar yang Berlebihan perusahaan dalam hal teknologi.
Kesuksesan QFD mengakibatkan survey pasar menjadi
sangat penting. 4. Kebutuhan Pelanggan yang Dinamis
Jika rangkaian pertanyaan tidak memberikan informasi yang Kelemahan lainnya mengenai QFD adalah asumsi bahwa
sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, maka hal yang kebutuhan konsumen dapat ditangkap/peroleh (captured),
terkait pada kepuasan pelanggan tidak akan tepat. Hasil didokumentasikan dan stabil sepanjang proses keseluruhan.
statistic yang bervariasi atau intangible dapat merugikan QFD dapat memberikan kesulitan pada perusahaan lebih lanjut
dalam merancang produk karena data yang tidak karena beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang dinamis dapat
representatif. menjadi complex, confusing, dan costly
IMPLEMENTASI
Kelompok 4
PENERAPAN QFD PADA UMKM PEMBUATAN ROTI
Masalah
Usaha Mikro, Kecil dan
Proses pembentukan adonan
Menengah Pembuatan roti
roti secara manual
(UMKM)
Adonan roti
*Produktivitas kerja : 480 adonan
roti/jam setara dengan 10 kg
adonan/jam Nilai produktivitas
rendah
Alat pembuatan adonan roti bisa
Pemotongan
membantu proses pembentukan
adonan roti
Penimbangan Alat masih tergolong mahal
Pemutaran adonan di atas meja dengan
telapak tangan
t=5-7 detik
* Desain alat pembuat adonan roti
yang berkualitas dan sesuai
dengan harapan konsumen
Perancangan dengan metode
Adonan bulat siap diproses QFD
METODOLOGI
Pengumpulan House of Perancanngan Pengujian alat
Data Quality alat
• Survei •Menghitung • Pembuatan • Menguji
• Wawancara tingkat desain alat konsistensi
• Kuisioner kepentingan • Pembuatan prototype
kebutuhan prototype
konsumen
•Menentukan
karakteristik
teknik
•Menentukan
hubungan
karakteristik
teknik
•Menyusun
matriks
•Menghitungg
tingkat
kepentingan
karakteristik
teknik
House of Quality
Tingkat Kepentingan Karakteristik Teknik
No Karakteristik teknik Tingkat kepentingan
11 Menggunakan landasan putar 3 bola baja 903
8 Desain modular 830
13 Menggunakan actuator elektrik 747
3 Material komponen tidak lengket 617
2 Material komponen anti karat 585
6 Pisau pengatur berat adonan dapat dikendalikan/diatur 567
12 Dimensi alat ergonomis 537
1 Massa jenis matrial komponen ringan 529
5 Alat menggunakan sistem switching sederhana 486
9 Harga komponen murah 348
10 Komponen mudah diperoleh 348
7 Alat menggunakan sensor 286
4 Formability dan machinability material baik 261
Desain Alat Pembuat Adonan Roti dan Prototipe
Hasil Pengujian Prototipe Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi berat yang
Sampel Berat (gr) Waktu (detik) diperlukan untuk menghasilkan adonan roti tidak terlalu
Adonan 1 205 10 besar yaitu + 0,7% terhadap berat rata-rata adonan.
Adonan 2 208 9,86 Sedangkan berat rata-rata adonan hasil pengujian
Adonan 3 205 11,22 prototipe alat adalah 206 gr dengan waktu rata-rata
Adonan 4 206 12,82 pembentukkan selama 11,2 detik. Oleh karena itu UMKM
Adonan 5 206 12,28 dapat memanfaatkan alat ini untuk membantu proses
Rata-rata 206 11,24
produksi roti.
Variasi 1,5 1,76
KESIMPULAN
Kelompok 4
KESIMPULAN (1)
» Quality Function Deployment (QFD) adalah merupakan sebuah alat
yang membantu dalam menerjemahkan kebutuhan customer secara
teknikal kedalam setiap tahap pengembangan dan produksi
(Sullivan, 1986).
»Quality Function Deployment (QFD) menurut Yoji Akao fokus utama
dari QFD sendiri adalah melibatkan customer dalam pengembangan
produk. Sebuah produk dikatakan sempurna jika produk tersebut
dapat memenuhi kebutuhan dari customer.
KESIMPULAN (2)
»Menurut Becker Associates Inc, 2010 QFD memiliki 4 fase yang mana keempat
fase dalam proses QFD, yaitu :
1. Perencanaan Produk (Product Planning)
2. Desain Produk (Product Design)
3. Perencanaan Proses (Process Planning)
4. Kontrol Proses (Process Control)
KELOMPOK 4.
TERIMA KASIH